PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!
56 Tempat Wisata di Magelang Yang Wajib Dikunjungi

56+ Tempat Wisata di Magelang Yang Wajib Dikunjungi

Indonesia, Wisata Jawa Tengah

Magelang, sebuah kabupaten kecil yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, mungkin terlihat kecil di peta, tetapi jangan biarkan ukurannya mengecoh Anda. Magelang adalah surga bagi para penggemar wisata alam dan budaya. Kabupaten ini menawarkan banyak tempat wisata menarik yang akan memukau Anda untuk dikunjungi di 2024 dengan keindahan alamnya dan kekayaan sejarahnya.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa tempat wisata wajib yang harus Anda kunjungi saat berada di Magelang. Dari candi bersejarah hingga pesona alam yang menakjubkan, Magelang memiliki segalanya.

Daftar Isi

1. Borobudur: Mahakarya Candi Bersejarah

56 Tempat Wisata di Magelang Yang Wajib Dikunjungi

  • Alamat: Jl. Badrawati, Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
  • Harga Tiket: Wisatawan Domestik – Anak-anak: Rp. 12.500, Dewasa: Rp. 30.000, Wisatawan Asing: US$ 20
  • Jam Buka: 06.00 – 17.00 WIB

Borobudur, candi megah yang dibangun pada sekitar tahun 800 Masehi, adalah salah satu keajaiban dunia yang diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia. Kehadiran Borobudur di Magelang adalah kebanggaan Indonesia dan menjadi pusat perhatian umat Buddha dari seluruh dunia.

Borobudur terdiri dari 73 stupa, salah satunya adalah stupa terbesar, dan dihiasi dengan 504 arca Buddha dan 2.600 panel relief. Ini adalah bukti kebesaran dan kemegahan candi ini. Setiap tahun, Borobudur menjadi pusat peringatan Hari Raya Waisyak, yang mempertemukan umat Buddha dari seluruh dunia untuk merayakan peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama.

Selain sebagai situs bersejarah, Borobudur juga menawarkan pengalaman lain kepada pengunjungnya. Anda dapat menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam dari tempat ini. Berkeliling di sekitar kawasan candi dengan sepeda atau naik kereta kelinci adalah pilihan seru lainnya. Anda bahkan dapat mencoba naik gajah atau menjelajahi pedesaan sekitar Borobudur yang menawan. Jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas Jawa Tengah selama kunjungan Anda.

 

2. Curug Silawe: Keindahan Alam Tersembunyi

  • Alamat: Dusun Kopeng Kulon, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran
  • Harga Tiket: Rp. 2.000
  • Jam Operasional: 24 Jam

Curug Silawe adalah air terjun tersembunyi yang terletak di kaki Gunung Sumbing dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Lokasinya yang agak tersembunyi dan akses yang sulit membuatnya jarang dikunjungi oleh wisatawan. Namun, ini adalah berkah, karena alam sekitarnya tetap alami dan terjaga.

Meskipun perjalanan menuju Curug Silawe mungkin tidak mudah, Anda akan dihibur oleh panorama hamparan sawah yang terletak di bawah Anda sepanjang perjalanan. Bebukitan dengan berbagai jenis pepohonan yang daunnya berwarna-warni akan menghiasi perjalanan Anda.

Sesampainya di Curug Silawe, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan air terjun yang memukau. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian menciptakan atmosfer yang menenangkan. Curug ini adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan menghubungkan diri dengan alam.

3. Hutan Pinus Kragilan: Keindahan Alam yang Eksotis

  • Alamat: Desa Kragilan, Kecamatan Pakis
  • Biaya Parkir: Motor: Rp. 3.000, Mobil: Rp. 10.000
  • Jam Operasional: 06.00 – 18.00 WIB

Hutan Pinus Kragilan adalah tempat yang sempurna bagi pecinta alam yang ingin menikmati keindahan hutan pinus eksotis. Keberadaannya telah terkenal di media sosial, dan warga setempat dengan bijaknya memanfaatkannya sebagai objek wisata populer.

Sebuah gapura yang bertuliskan “Welcome to Top Selfie” didirikan di pintu masuk ke Hutan Pinus Kragilan. Namun, biaya yang dikenakan untuk parkir kendaraan sangat terjangkau. Dengan membayar biaya parkir, Anda dapat menikmati keindahan hutan pinus dengan udara segar yang menjernihkan pikiran. Kebersihan dan keamanan hutan ini juga selalu dijaga oleh warga setempat.

Selain menikmati keindahan hutan pinus, di sini Anda juga dapat menemukan fasilitas-fasilitas seperti papan ayunan, flying fox, dan gardu pandang untuk menambah keseruan kunjungan Anda.

4. Gunung Tidar: Tempat Ziarah dan Keindahan Alam

  • Alamat: Desa Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Jawa Tengah
  • Tiket Masuk: Seikhlasnya
  • Jam Operasional: 24 Jam

Gunung Tidar adalah gunung yang terletak di Desa Magersari, dan menjadi tempat yang penuh makna bagi penduduk setempat. Keindahan alamnya dipadukan dengan berbagai makam yang ada di tempat ini, menjadikannya sebagai salah satu tempat wisata ziarah yang populer di Magelang.

Ada beberapa makam yang dikeramatkan di Gunung Tidar, terutama makam Syech Subakir. Gunung ini dianggap sebagai gunung suci, dan untuk memudahkan peziarah, tangga-tangga dan pagar telah dibangun menuju puncaknya. Di sini, Anda dapat mencari kedamaian sambil menikmati keindahan alam sekitar.

5. Gereja Ayam: Landmark Unik dengan Pemandangan Memukau

  • Alamat: Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur
  • Harga Tiket: Rp. 10.000
  • Jam Operasional: 24 Jam

Meskipun disebut sebagai “Gereja Ayam,” landmark ini sebenarnya bukan tempat beribadah untuk umat Kristen atau Katolik. Bentuknya yang unik, seperti burung merpati, mengesankan semua pengunjung. Ketika Anda berada di puncaknya, Anda akan disuguhi pemandangan spektakuler yang mencakup Candi Borobudur dan gununggunung di sekitarnya, seperti Gunung Sumbing, Merapi, Tidar, dan Merbabu.

Gedung ini dibangun oleh Daniel Alamsjah pada tahun 1989 dan memiliki puncak atau mahkota merpati yang menawarkan pemandangan indah. Jika Anda mencari pengalaman unik yang menggabungkan keindahan alam dan budaya, Gereja Ayam adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.

6. Punthuk Setumbu: Panorama Indah dengan Latar Belakang Candi Borobudur

  • Alamat: Dusun Kerahan, Desa Karang Rejo, Kecamatan Borobudur
  • Harga Tiket: Rp. 15.000
  • Jam Operasional: 24 Jam

Punthuk Setumbu adalah tempat yang populer di antara mereka yang ingin menikmati keindahan Candi Borobudur dengan latar belakang matahari terbit atau terbenam. Pemandangan ini menciptakan suasana yang sangat romantis dan memikat.

Nama Punthuk Setumbu memiliki arti “gundukan tanah” dan “tempat,” yang sesuai dengan pengalamannya. Tempat ini adalah tempat di mana para wisatawan berkumpul untuk menikmati keindahan alam, terutama pemandangan Candi Borobudur dari kejauhan. Ini adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Magelang.

7. Grenden: Keindahan Alam di Basecamp Pendakian Gunung Merbabu

  • Alamat: Dusun Grenden, Desa Pogalan, Kecamatan Pakis
  • Harga Tiket: Rp. 4.500
  • Jam Operasional: 24 Jam

Awalnya dikenal sebagai basecamp sebelum mendaki puncak Gunung Merbabu, Grenden sekarang telah menjadi tujuan wisata sendiri. Dengan keindahan alamnya, hutan pinus, dan pemandangan indah, Grenden menjadi tempat yang menarik bagi para wisatawan yang mencari kedamaian.

Pengunjung dapat menikmati hutan pinus yang mempesona, dengan udara segar dan bersih yang mengisi suasana. Warga setempat dengan baiknya merawat dan menjaga kebersihan serta keamanan hutan ini. Terdapat juga gardu pandang untuk melihat pemandangan Magelang dan sekitarnya dari ketinggian.

8. Candi Asu: Monumen Bersejarah dan Keindahan Hindu

  • Alamat: Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukuh, Kabupaten Magelang
  • Jam Operasional: 24 Jam

Candi Asu adalah candi Hindu bersejarah yang memiliki sejumlah misteri seputar asal-usulnya. Ada dua versi tentang asal-usul nama “Candi Asu.” Pertama, nama ini mungkin berasal dari patung sapi di lokasi candi yang memiliki bentuk yang tidak sempurna dan mirip dengan anjing (asu). Kedua, kata “asu” bisa merujuk pada kata “aso,” yang berarti beristirahat. Konon, para penguasa kerajaan beristirahat di lokasi candi ini.

Candi ini memiliki luas sekitar 8 meter persegi, dan kubahnya telah rusak sehingga ketinggiannya tidak dapat dipastikan. Dibangun pada abad ke-8 pada masa pemerintahan Rakai Kayuwangi yang bergelar Prabu Hayuwangi Darmalih Salingsinga, Candi Asu dikatakan merupakan monumen peringatan bagi perilaku seksual yang melampaui batas.

9. Gunung Andong: Keindahan Alam dan Panorama di Puncaknya

  • Alamat: Desa Girirejo, Kecamatan Ngeblak, Jawa Tengah
  • Jam Operasional: 24 Jam

Gunung Andong adalah gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian sekitar 1.463 meter di atas permukaan laut. Tempat ini menjadi favorit para pendaki pemula karena pendakian menuju puncaknya tidak terlalu sulit dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam.

Selain menjadi tujuan pendakian, Gunung Andong juga menawarkan panorama alam yang menakjubkan. Keindahan matahari terbit dan terbenam adalah pemandangan yang tak boleh dilewatkan. Ketika Anda berada di puncak Gunung Andong, Anda akan merasakan kedamaian dan keindahan alam yang luar biasa.

Dengan berbagai pilihan tempat wisata ini, Magelang adalah destinasi yang sempurna bagi pecinta alam dan budaya. Jangan ragu untuk merencanakan perjalanan Anda ke Magelang dan menjelajahi pesonanya yang unik ini.

10. Curug Grenjengan Kembar: Keindahan Alam yang Tersembunyi

  • Lokasi: Dusun Citran, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis
  • Tiket Masuk: Gratis
  • Jam Operasional: 24 Jam

Curug Grenjengan Kembar adalah salah satu tempat wisata yang belum begitu populer di Magelang, tetapi menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Terletak di Dusun Citran, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, curug ini menawarkan dua air terjun yang indah dengan latar belakang pohon-pohon pinus yang menjadikannya tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan alam.

Air pegunungan yang mengalir dari Gunung Merbabu memberikan kesegaran tersendiri saat Anda mandi atau berendam di kolam air terjun. Salah satu hal yang membedakan Curug Grenjengan Kembar adalah akses yang mudah. Meskipun jalan menuju lokasi mungkin tidak sebaik yang Anda temui di tempat-tempat wisata populer lainnya, tetapi juga tidak terlalu sulit. Setelah memarkir kendaraan Anda, Anda hanya perlu berjalan kaki sekitar 5-10 menit untuk mencapai lokasi air terjun tanpa harus melewati tanjakan atau tebing yang curam seperti di beberapa wisata air terjun lainnya.

11. Pemandian Kali Bening: Wisata Air yang Seru

  • Lokasi: Dusun Kalibening, Desa Payaman, Kecamatan Secang
  • Tiket Masuk: Rp. 15.000
  • Jam Operasional: 24 Jam

Wisata Taman Air Kali Bening adalah tempat yang sempurna bagi mereka yang mencari kesenangan air dan hiburan. Terletak di Dusun Kalibening, Desa Payaman, Kecamatan Secang, taman air ini menempati area seluas 2800 meter persegi dan dilengkapi dengan 27 wahana permainan air, termasuk papan luncur spiral, tubies, silinder, nampan tumpah, dan banyak lagi.

Selain wahana permainan air yang mengasyikkan, Anda juga dapat menikmati fasilitas pendukung lainnya seperti flying fox, outbond, panggung terbuka, meeting room, restoran, dan Club House yang memiliki Gardu Pandang untuk melihat seluruh kawasan objek wisata serta pemandangan Gunung Sumbing yang mempesona.

12. Curug Dlimas: Kecantikan Alam dalam Tiga Air Terjun

  • Lokasi: Desa Dampit, Kecamatan Windusari
  • Biaya: Gratis
  • Jam Operasional: 24 Jam

Curug Dlimas adalah destinasi wisata alam yang menakjubkan yang belum sepenuhnya dikembangkan, tetapi menawarkan keindahan alam yang eksotis. Terletak di Desa Dampit, Kecamatan Windusari, Curug Dlimas tidak hanya memiliki satu air terjun, tetapi tiga air terjun sekaligus. Keindahan hamparan pepohonan yang menghiasi lereng Gunung Sumbing juga menambah pesona pemandangan.

Objek wisata ini masih dalam proses pengembangan oleh pemerintah desa bersama masyarakat setempat. Meskipun fasilitasnya masih terbatas, sedikit demi sedikit berbagai sarana dan prasarana sedang dilengkapi, termasuk pendirian Gardu Pandang berupa menara panggung yang terbuat dari bambu. Akses menuju lokasi Curug Dlimas juga tidak terlalu sulit, sehingga besar kemungkinan objek wisata air terjun ini akan menjadi populer jika fasilitas untuk para wisatawan semakin berkembang.

13. Kebun Bibit Senopati: Edukasi dan Keindahan Bunga

  • Lokasi: Jl. Panembahan Senopati, Desa Jurang Ombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan
  • Biaya: Gratis
  • Jam Operasional: 07.00 – 13.00 WIB

Kebun Bibit Senopati adalah destinasi wisata edukatif yang cocok untuk mengenal lebih dekat keindahan berbagai jenis bunga dan tanaman. Kota Magelang dikenal sebagai “Kota Sejuta Bunga,” dan Kebun Bibit Senopati merupakan tempat yang ideal untuk bersantai sambil menikmati keindahan bunga-bunga yang tumbuh subur.

Pengunjung dapat menikmati berbagai macam jenis bunga yang bermekaran dan bahkan berfoto selfie di antara kebun-kebun bunga yang cantik. Namun, untuk mendapatkan penjelasan mendalam tentang pembibitan dan budidaya tanaman, perlu datang dengan rombongan yang memiliki jumlah peserta minimal 20 orang, dan mengirimkan surat permohonan dengan tembusan ke Dinas Pertanian Magelang.

14. Sukmojoyo Hill: Pemandangan Indah dari Ketinggian

  • Lokasi: Dusun Krinjing, Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur
  • Tiket Masuk: Sukarela
  • Jam Operasional: 24 Jam
BACA JUGA :  Panduan Tips Pergi Liburan Ke Atambua

Sukmojoyo Hill adalah destinasi yang sempurna bagi para pencinta pemandangan alam. Terletak di Dusun Krinjing, Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur, tempat ini menawarkan pengalaman trekking yang menantang. Lokasinya berada di atas bukit dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, dan tidak ada jalan yang dapat dilewati oleh kendaraan. Jadi, satu-satunya cara untuk mencapai puncak adalah dengan melakukan perjalanan trekking.

Meskipun perjalanan menuju puncak memerlukan usaha, setelah sampai di atas Anda akan dihadiahi dengan pemandangan yang menakjubkan. Beberapa Gardu Pandang telah disediakan oleh pengelola untuk melihat keindahan alam, terutama Candi Borobudur yang terlihat dari kejauhan serta jajaran gunung yang mengelilingi wilayah Magelang. Trekking di Sukmojoyo Hill adalah cara yang sempurna untuk menikmati alam dan menjernihkan pikiran.

15. Sendang Mudal: Keindahan Alam yang Jernih

  • Lokasi: Desa Butuh Kulon, Kecamatan Sawangan
  • Tiket Masuk: Sukarela
  • Jam Operasional: 24 Jam

Sendang Mudal adalah salah satu tempat tersembunyi yang menawarkan keindahan alam yang jernih dan menyegarkan. Terletak di Desa Butuh Kulon, Kecamatan Sawangan, objek wisata ini belum sepenuhnya dikembangkan untuk turisme komersial. Meskipun demikian, daya tarik alami yang dimiliki oleh mata air ini cukup untuk menyaingi objek-objek wisata yang lebih dikenal.

Suasana sekeliling yang dikelilingi oleh hamparan sawah membuat udara terasa sejuk dan segar. Kolam air alami yang ada di sini memiliki air yang sangat jernih dan bersih, sehingga Anda dapat mandi, berenang, dan bahkan menyelam di dasarnya. Batu-batu, kerikil, dan pasir di dasar kolam tampak sangat jelas melalui air yang jernih ini. Meskipun fasilitas di Sendang Mudal terbatas, keindahannya akan membuat Anda merasa terhubung dengan alam.

16. Kelenteng Hok An Kiong: Tempat Wisata Religi dan Sejarah

  • Lokasi: Jl. Pemuda No.100, Muntilan, Magelang

Kelenteng Hok An Kiong adalah tempat wisata yang memiliki nilai religi dan sejarah. Terletak di Jl. Pemuda No.100, Muntilan, Magelang, kelenteng ini memiliki makna yang dalam. “Hok An Kiong” merupakan gabungan dari tiga kata, yaitu “Hok” yang berarti rejeki, “An” yang berarti selamat, dan “Kiong” yang berarti istana. Kelenteng ini tidak hanya merupakan tempat ibadah, tetapi juga memiliki nilai sejarah karena didirikan pada tahun 1878.

Selama perkembangannya, kelenteng ini sempat dipindahkan pada tahun 1906 ke lokasi yang sekarang ditempati. Kemudian, pembangunannya disempurnakan pada tahun 1929, yang ditandai dengan prasasti bertuliskan ANNO 11-5-1929 pada pintu pagar.

Kelenteng Hok An Kiong memiliki luas lahan sekitar 3.120 meter persegi dan terdiri dari bangunan utama yang berfungsi sebagai tempat ibadah dan beberapa bangunan pendukung seperti kantor, ruang tamu, perpustakaan, aula, dan gudang. Tempat ini bukan hanya tempat ibadah yang indah, tetapi juga merupakan tempat bersejarah yang dapat memperkaya pengetahuan Anda tentang sejarah dan budaya setempat.

17. Air Terjun Seloprojo: Keindahan Alam dengan Sentuhan Tradisional

  • Lokasi: Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak
  • Tiket Masuk: Rp. 3.000

Air Terjun Seloprojo, juga dikenal sebagai Air Terjun Sumuran, adalah air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 35 meter. Keunikan dari air terjun ini terletak pada dasar air terjun yang memiliki dua bak penampungan yang menampung aliran air. Pada bak penampungan sisi atas terdapat ornamen berbentuk kepala singa, dari mana air mengalir menuju ke bak yang ada di bawahnya sebelum akhirnya dialirkan lagi ke selokan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk irigasi sawah.

Selain berfungsi sebagai pemasok air untuk pertanian, Air Terjun Seloprojo juga telah dikelilingi oleh fasilitas-fasilitas pendukung yang memadai. Ada kamar ganti, kamar bilas, area camping ground, dan loket penjualan tiket masuk. Dikelilingi oleh hutan pinus yang mempesona, air terjun ini semakin menonjolkan keindahannya. Meskipun mungkin tidak sepopuler beberapa tempat wisata lainnya di Magelang, Air Terjun Seloprojo memberikan pengalaman yang memadai bagi para pengunjung yang mencari pesona alam dengan sentuhan tradisional.

18. Tuk Gong Adventure: Rafting Seru di Sungai Gono

  • Lokasi: Dusun Karang Ampel, Desa Tampir Wetan, Kecamatan Candi Mulyo
  • Biaya: Rp. 15.000 untuk sewa pelampung, ban, dan pemandu
  • Jam Operasional: 24 Jam

Tuk Gong Adventure adalah kegiatan rafting yang menarik di Magelang. Disebut juga sebagai River Tubing, Tuk Gong Adventure memanfaatkan arus air dari Tuk PDAM Kabupaten Magelang dan melewati Sungai Gono yang memiliki arus yang deras dan berbatu.

Ada dua level yang dapat Anda pilih saat berpartisipasi dalam Tuk Gong Adventure. Level 1 cocok untuk anak-anak dan melewati aliran air Tuk PDAM. Sementara itu, level 2 lebih menantang dengan mengarungi Sungai Gono yang memiliki arus yang lebih deras.

Meskipun arus air sungai cukup kuat dan berbatu, pengelola telah memperhatikan faktor keamanan peserta. Selama perjalanan, peserta akan didampingi oleh pemandu yang berpengalaman. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu dan merasakan sensasi petualangan yang seru di air terjun Sungai Gono.

Sekianlah beberapa tempat wisata yang wajib Anda kunjungi saat berlibur di Magelang. Meskipun mungkin tidak sepopuler beberapa tujuan wisata lain di Indonesia, Magelang menawarkan pesona alam yang tak tertandingi dan pengalaman budaya yang unik bagi para pengunjungnya. Dari air terjun yang menakjubkan hingga pemandangan

berketinggian, ada banyak hal menarik yang dapat Anda temui di Magelang. Mari kita lanjutkan untuk menjelajahi beberapa tempat wisata lain yang akan memperkaya perjalanan Anda di kota ini.

19. Museum Karmawibhanga: Merenungkan Sejarah dan Kebudayaan

  • Lokasi: Jl. Cempaka No.6, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan
  • Tiket Masuk: Rp. 5.000
  • Jam Operasional: Selasa – Minggu, 08.00 – 15.30 WIB

Bagi Anda yang tertarik untuk memahami sejarah dan budaya Jawa Tengah, Museum Karmawibhanga adalah tempat yang sangat tepat untuk dikunjungi. Terletak di Jl. Cempaka, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, museum ini menawarkan berbagai koleksi yang memungkinkan Anda merenungkan perjalanan sejarah dan kebudayaan kawasan ini.

Museum ini menggambarkan sejarah dan budaya Jawa Tengah dengan berbagai artefak bersejarah, seperti patung, senjata tradisional, tekstil, dan masih banyak lagi. Anda juga akan menemukan pameran tentang seni pertunjukan tradisional, seperti wayang kulit dan tari-tarian Jawa. Museum ini adalah tempat yang ideal untuk mengeksplorasi warisan budaya yang kaya dan mendalam dari Jawa Tengah.

20. Candi Selogrio: Keindahan Tersembunyi Abad Ke-8

  • Lokasi: Dusun Campurrejo, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Windusari
  • Operasional: 24 Jam

Magelang memiliki banyak kekayaan sejarah, dan salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Candi Selogrio. Candi ini dibangun pada abad ke-8, saat Kerajaan Mataram Hindu mencapai masa keemasannya. Lokasinya cukup jauh dari perumahan penduduk dan tersembunyi di balik Bukit Giyanti, Bukit Malang, dan Bukit Condong.

Candi Selogrio menempati areal seluas 300 meter persegi yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang asri. Rerumputan hijau, pepohonan, serta latar belakang bukitbukit dan gunung-gunung menjadikan tempat ini cocok untuk berjalan-jalan santai sambil menikmati keindahan alam.

Ada beberapa rute yang dapat ditempuh untuk mencapai Candi Selogrio, tetapi rute terdekat adalah melalui jalur Magelang – Bandongan. Setelah sampai di Pasar Bandongan, Anda tinggal berbelok kanan menuju Kecamatan Windusari, dan dari sana akan ada petunjuk arah menuju ke lokasi Candi Selogrio.

21. Rumah Kamera: Wisata Unik dengan Koleksi Seni

  • Lokasi: Jl. Majaksingi No. 8, Desa Majaksingi, Kecamatan Borobudur, Jawa Tengah
  • Tiket Masuk: Rp. 15.000
  • Operasional: 08.00 – 19.00 WIB

Rumah Kamera adalah salah satu landmark unik di Magelang. Dibuka pada tahun 2014, bangunan ini menarik perhatian karena bentuknya yang menyerupai kamera DSLR. Namun, keunikan bangunan ini tidak hanya terbatas pada eksteriornya, melainkan juga pada koleksi seni yang menghiasi interior rumah kamera.

Ketika Anda mengunjungi Rumah Kamera, Anda akan menemukan berbagai lukisan dan karya seni lainnya yang memperkaya pengalaman berwisata Anda. Dari atap rumah kamera ini, Anda juga dapat menikmati pemandangan alam yang indah dari ketinggian.

22. Sungai Ello: Arung Jeram yang Menantang

  • Lokasi: Jl. Raya Sendangsono KM. 0.2, Dusun Progowati, Desa Mungkid, Kecamatan Borobudur
  • Biaya: Sewa Perahu dan Perlengkapan Arung Jeram Rp. 100.000 – Rp. 150.000 per 2 – 3 jam
  • Operasional: 08.00 – 16.00 WIB

Sungai Ello adalah tempat yang tepat bagi Anda yang ingin mencoba arung jeram atau sekadar mencari pengalaman berpetualang yang menantang. Aktivitas arung jeram di Sungai Ello sangat mengasyikkan, dan yang lebih baik lagi, Anda tidak perlu memiliki keahlian khusus untuk mencobanya.

Setiap hari, terdapat dua trip atau dua sesi arung jeram yang tersedia, yaitu pada pukul 08.00 dan 14.00. Dengan membayar biaya sewa perahu sekitar Rp. 100.000 – Rp. 150.000, Anda akan mendapatkan fasilitas perahu karet, peralatan arung jeram, seperti thorwing bag, pelampung, dan helm, serta didampingi oleh skipper dan tim penyelamat yang akan segera bertindak jika ada peserta yang tercebur ke sungai.

Biaya tersebut sudah termasuk jasa penjemputan pulang-pergi dari titik pemberangkatan ke lokasi finish, sesi pemotretan selama kegiatan, makan siang, camilan, pelatihan oleh tim outbond, dan asuransi.

23. Taman Bermain Kyai Langgeng: Wisata Keluarga yang Seru

  • Lokasi: Jl. Cempaka No. 6, Kecamatan Kemirirejo
  • Tiket Masuk: Senin – Jumat Rp. 15.000, Sabtu – Minggu dan Hari Libur Rp. 20.000
  • Operasional: 08.00 – 16.30 WIB

Taman Bermain Kyai Langgeng, yang dulunya dikenal sebagai Taman Bunga, menempati area seluas 27,5 hektar yang terletak di pusat kota Magelang. Tempat ini dapat dicapai dalam waktu sekitar 15 menit perjalanan dari kawasan Candi Borobudur.

Awalnya, taman ini hanya diisi dengan berbagai jenis tanaman, termasuk beberapa tanaman langka seperti Nagasari (Mesua Ferrea), Dewadaru (Eugenia Sp), dan Matoa (Pometia Pinata Ireigfost). Namun, seiring berjalannya waktu, taman ini semakin berkembang dan menambahkan berbagai fasilitas rekreasi yang seru.

Sekarang, Taman Bermain Kyai Langgeng menawarkan berbagai wahana permainan, kolam renang untuk anak dan dewasa, sungai arung jeram, jet coaster, rumah apung, rumah joglo, flying fox, bianglala, komidi putar, kereta mini, becak mini, dan masih banyak lagi. Ini adalah tempat yang sempurna untuk liburan keluarga atau sekadar menghabiskan waktu bersama teman-teman.

24. Pemandian Air Hangat Candi Umbul: Berendam di Bawah Langit

  • Lokasi: Jalan Candi Umbul, Desa Kertoharjo, Kecamatan Grabag
  • Tiket Masuk: Anak-anak Rp. 2.000, Dewasa Rp. 20.000
  • Operasional: 06.00 – 18.00 WIB

Pemandian Air Hangat Candi Umbul adalah tempat yang sangat terjangkau dan menawarkan pengalaman yang unik. Di sini, Anda dapat menikmati sisa-sisa peninggalan wangsa Syailendra berupa puing-puing candi yang bentuk serta relief-reliefnya sudah sulit untuk dikenali karena termakan oleh jaman. Namun, saat berkunjung ke sini, tujuannya bukan untuk berwisata sejarah, melainkan untuk berendam di kolam air hangat.

Sumber air hangat yang memancar dari bawah tanah di dasar kolam dengan gelembung-gelembung air yang ada di kompleks Candi Umbul ini adalah sesuatu yang unik. Biasanya, sumber air hangat berada di dekat gunung berapi, tetapi sumber air hangat ini berada di tengah-tengah perkampungan penduduk yang dikelilingi oleh hamparan sawah.

25. Ketep Pass: Pemandangan Memukau dari Ketinggian

  • Lokasi: Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang
  • Tiket Masuk: Rp. 7.500
  • Operasional: 06.00 – 18.00 WIB

Ketep Pass adalah destinasi wisata yang menawarkan pemandangan memukau dari ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Dengan area seluas 8.000 meter persegi, Ketep Pass menyuguhkan panorama dataran tinggi yang indah dengan latar belakang Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Slamet. Anda juga dapat melihat hamparan persawahan dan perkampungan penduduk di sekitar wilayah Magelang.

Tidak hanya keindahan alam saja yang bisa dinikmati di Ketep Pass, tetapi juga berbagai fasilitas, seperti Gardu Pandang dengan dua gazebo, Ketep Volcano Theater, teropong, Ketep Volcano Centre (museum Gunung Merapi), pelataran Panca Arga, arena bermain anak, restoran, mushollah, dan tempat parkir yang luas.

26. Kawasan Pecinan: Pusat Kuliner dan Perbelanjaan

  • Lokasi: Jalan Pemuda, Desa Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah

Jika Anda mencari tempat yang mirip dengan Malioboro di Jogjakarta, maka kawasan Pecinan di Magelang adalah tempatnya. Kawasan ini menjadi pusat kegiatan ekonomi, dengan berbagai pilihan kuliner, minimarket, toko-toko, dan stand-stand yang menjual berbagai macam barang.

Anda dapat dengan mudah menemukan segala yang Anda butuhkan di sini, baik itu makanan, oleh-oleh, atau barang-barang unik. Kawasan ini selalu ramai, baik oleh penduduk setempat maupun wisatawan yang datang ke Magelang.

27. Air Terjun Sekar Langit: Keindahan Alam yang Menawan

  • Lokasi: Desa Telogorejo, Kecamatan Grabag, Jawa Tengah
  • Tiket Masuk: Roda Dua Rp. 2.000, Roda Empat Rp. 3.000
  • Operasional: 24 Jam

Air Terjun Sekar Langit adalah destinasi alam yang menawan. Sumber air terjun ini berasal dari puncak Gunung Telomoyo dan memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Airnya mengalir menuju Sungai Ello sebelum akhirnya bermuara ke Laut Selatan Jawa.

Air terjun ini selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung karena keindahan alam sekitarnya. Pemandangan alami yang indah, udara yang sejuk, dan akses yang mudah menjadikannya tempat yang populer untuk berwisata. Pengunjung seringkali mandi dan berendam di air terjun ini untuk merasakan kesegaran air pegunungan.

Namun, untuk mencapai keindahan Air Terjun Sekar Langit, Anda harus berjalan sekitar 400 meter setelah memarkir kendaraan. Selanjutnya, Anda akan menempuh perjalanan sekitar 1,5 km melalui aliran sungai dan persawahan sebelum akhirnya tiba di lokasi air terjun.

Air Terjun Sekar Langit dinamakan demikian karena menurut mitos, tempat ini adalah tempat Jaka Tarub, tokoh dalam salah satu cerita rakyat Jawa, mengintip para bidadari yang turun dari kahyangan atau langit dan mandi di bawah air terjun.

28. Grojogan Kedung Kayang: Gemuruh Air Terjun di Kaki Gunung Merapi

  • Lokasi: Jl. Ketep Pass, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Magelang
  • Tiket Masuk: Rp. 5.000
  • Operasional: 07.00 – 17.00 WIB

Grojogan Kedung Kayang adalah air terjun yang terletak di kaki Gunung Merapi. Air terjun ini menawarkan pemandangan yang mengagumkan dengan air yang jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter, menghasilkan suara gemuruh yang khas.

Air pegunungan yang segar membentuk kolam di bawah air terjun, menjadikannya tempat yang sempurna untuk berenang dan berendam. Untuk mencapai keindahan Grojogan Kedung Kayang dan merasakan kesegaran air terjun, pengunjung harus berjalan sekitar 200 meter dari tempat parkir kendaraan, kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 1,5 km melalui aliran sungai dan persawahan sebelum tiba di lokasi air terjun.

Nama “Sekar Langit” atau “Bunga dari Langit” diberikan kepada air terjun ini karena menurut mitos, air terjun ini adalah tempat Jaka Tarub, tokoh dalam salah satu cerita rakyat Jawa, mengintip para bidadari yang turun dari kahyangan atau langit dan mandi di bawah air terjun tersebut. Kisah ini menambah daya tarik mistis tempat ini.

BACA JUGA :  Panduan Tips Pergi Liburan Ke Megamendung

29. Curug Watuploso: Keindahan Alam yang Menawan

  • Lokasi: Dusun Miriombo Kulon, Desa Giripurno, Kecamatan Borobudur
  • Operasional: 07.00 – 18.00 WIB

Curug Watuploso adalah air terjun yang terletak di kawasan Borobudur, Magelang. Keindahan alam yang dimiliki tempat ini membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Magelang. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dan terletak di tengah hutan yang hijau.

Salah satu kegiatan yang paling populer di Curug Watuploso adalah mandi di bawah air terjun. Anda dapat merasakan sensasi segarnya air yang jatuh dari ketinggian sambil menikmati keindahan alam sekitar. Selain itu, batu-batu besar yang ada di sekitar air terjun juga menjadi tempat yang nyaman untuk berjemur atau sekadar bersantai.

Tidak hanya itu, di sekitar Curug Watuploso juga terdapat berbagai spot foto yang menarik. Anda dapat berfoto dengan latar belakang Perahu Naga, Patung Keris Raksasa, kursi berbentuk tangan raksasa yang menengadah, atau menjadikan keindahan alam sekitar sebagai background. Hampir setiap sudut Curug Watuploso memang menarik untuk dijadikan latar belakang foto yang cantik.

30. Telaga Bleder: Pesona Alam yang Menyejukkan

  • Lokasi: Desa Ngasinan, Kecamatan Grabag
  • Tiket Masuk: Anak-anak Rp. 2.000, Dewasa Rp. 3.000
  • Operasional: 07.00 – 17.00 WIB

Telaga Bleder adalah sebuah telaga yang terletak di desa Ngasinan, Kecamatan Grabag. Telaga ini dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, menciptakan suasana yang tenang dan damai. Keindahan pemandangan alamnya, dengan hamparan air telaga yang indah, membuatnya menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai dan melepaskan beban pikiran.

Di Telaga Bleder, Anda dapat menyewa perahu sampan atau sepeda air untuk menjelajahi telaga. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam sekitar. Selain itu, ada juga fasilitas speed boat yang dapat disewa dengan harga yang terjangkau untuk pengalaman yang lebih cepat dan mendebarkan.

Telaga Bleder juga memiliki area piknik yang nyaman, sehingga Anda bisa membawa bekal dan berkumpul bersama keluarga atau teman-teman sambil menikmati keindahan alam. Jika Anda mencari tempat yang menyejukkan di tengah alam yang hijau, Telaga Bleder adalah pilihan yang sempurna.

31. Taman Anggrek Borobudur: Surga Anggrek yang Memukau

  • Lokasi: Jl. Mayor Kusen No. 11, Kecamatan Borobudur

Bagi para penggemar bunga dan tanaman hias, Taman Anggrek Borobudur adalah tempat yang wajib Anda kunjungi. Terletak di dekat Candi Borobudur, taman ini menawarkan berbagai jenis anggrek dengan bentuk dan warna yang memukau. Anda dapat menemukan berbagai jenis anggrek seperti Anggrek Bulan (Phalaenopsis), Vanda, Cattleya, Denbrobium, Onchidium, dan berbagai jenis anggrek persilangan.

Taman Anggrek ini tidak hanya menjual koleksi bunga anggrek, tetapi juga peralatan dan perlengkapan untuk budidaya anggrek serta pupuk yang dibutuhkan. Jika Anda hanya ingin melihat-lihat dan menikmati koleksi anggrek yang ada, Taman Anggrek Borobudur juga mempersilahkan pengunjung untuk menjelajahi keindahan taman ini.

Selain anggrek, taman ini juga memiliki berbagai tanaman hias lainnya yang menambah keindahan taman. Ini adalah tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu santai sambil menikmati kecantikan alam dan tanaman yang eksotis.

32. Bukit Sleker Asri: Keindahan Hutan Pinus yang Menyejukkan

  • Lokasi: Dusun Grenjeng, Desa Bandongan, Kecamatan Gandusari
  • Tiket Masuk: Rp. 4.000
  • Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

Bukit Sleker Asri adalah kawasan hutan pinus yang dikelola dengan baik oleh warga sekitar sehingga menjadi objek wisata yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga. Keindahan alam di Bukit Sleker Asri didominasi oleh batang-batang pohon pinus yang menjulang tinggi. Beberapa sudut hutan dihias dengan payung-payung warna-warni serta pernik-pernik cantik yang digantung di antara pepohonan.

Di Bukit Sleker Asri, Anda dapat menikmati keindahan alam sambil berjalan-jalan di sepanjang jalur setapak yang telah disiapkan. Selain itu, tersedia berbagai fasilitas seperti Gardu Pandang untuk menikmati pemandangan dari ketinggian, gazebo untuk beristirahat, rumah pohon yang menjadi favorit anak-anak, flying fox, taman edukasi lalu lintas, dan beberapa fasilitas lainnya.

Salah satu kegiatan yang menarik di Bukit Sleker Asri adalah melihat secara langsung proses penyadapan getah pinus. Tempat ini memiliki ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut, sehingga udara di sini sangat segar dan cocok untuk bersantai.

33. Bukit Kertojoyo: Pesona Hutan Pinus yang Menyejukkan

  • Lokasi: Desa Pringombo, Kecamatan Tempuran
  • Tiket Masuk: Rp. 5.000
  • Operasional: 08.00 – 17.00 WIB

Bukit Kertojoyo adalah destinasi lain yang menawarkan pesona hutan pinus yang memukau. Sama seperti Bukit Sleker Asri, daya tarik utama Bukit Kertojoyo adalah keindahan hutan pinus yang dihiasi dengan berbagai fasilitas untuk para pengunjung. Kawasan ini dikelola oleh Karang Taruna Desa Pringombo dan terawat dengan baik.

Hutan pinus di Bukit Kertojoyo memiliki jalan setapak yang memudahkan pengunjung untuk menjelajahinya. Anda juga akan menemukan bangku-bangku kayu yang nyaman untuk duduk dan beristirahat, gazebo untuk bersantai, rumah pohon yang menjadi favorit anak-anak, serta Gardu Pandang untuk menikmati pemandangan alam yang memukau.

Tempat ini semakin populer sehingga rencananya akan ditambahkan fasilitas-fasilitas baru untuk memenuhi kebutuhan pengunjung yang semakin banyak. Jika Anda mencari tempat yang tenang dan sejuk untuk berlibur di Magelang, Bukit Kertojoyo adalah pilihan yang tepat.

34. Museum Oei Hong Djien: Jejak Seni dan Budaya

  • Lokasi: Jl. Jenggolo No. 14, Desa Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah
  • Operasional: 10.00 – 17.00 WIB

Museum Oei Hong Djien (OHD) adalah tempat yang cocok untuk para pecinta seni dan budaya. Museum ini menyimpan lebih dari 1500 karya seni yang meliputi seni lukis, keramik, seni instalasi, serta seni patung indoor dan outdoor. Koleksi seni yang beragam ini merupakan hasil dari dedikasi Oei Hong Djien.

Museum OHD terbagi menjadi dua bagian yang masing-masing menyimpan koleksi pribadi Oei Hong Djien dari dua jenis seni yang berbeda. Museum OHD 1 memamerkan karya-karya seniman Indonesia pada masa sebelum dan saat kemerdekaan, sementara Museum OHD 2 fokus pada seni rupa modern.

Kedua bangunan museum ini dipisahkan oleh sebuah taman yang dihiasi oleh patung-patung artistik. Berkunjung ke Museum OHD akan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang perkembangan seni rupa di Indonesia. Anda akan melihat berbagai jenis karya seni yang tidak hanya terbatas pada kanvas, tetapi juga menggunakan media lain seperti kayu bekas, besi, boneka, bekas pesawat, dan lainnya.

Karya-karya seni yang dipamerkan di museum ini juga termasuk karya dari para maestro seni rupa Indonesia, seperti Affandi, Basoeki Abdullah, Widayat, Sudjojono, Dadang Christanto, Fadjar Sidik, Hendra Gunawan, Nasirun, Heri Dono, Ugo Untoro, Lee Man Fong, dan banyak seniman kondang lainnya. Jadi, jika Anda memiliki minat dalam seni dan ingin memahami perkembangan seni di Indonesia, Museum Oei Hong Djien adalah tempat yang sempurna.

35. Candi Canggal: Peninggalan Bersejarah

  • Lokasi: Dusun Canggal, Kelurahan Kadiluwih, Kecamatan Salam

Candi Canggal, juga dikenal sebagai Candi Shiwalingga atau Candi Gunung Wukir, terletak di Bukit Gunung Wukir yang merupakan lereng dari Gunung Merapi. Candi ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang penting di Magelang. Bangunan candi ini memiliki ukuran 50 x 50 meter persegi dengan bahan bangunan berupa batu andesit.

Candi Canggal ditemukan pada tahun 1879 dan merupakan candi tertua yang dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuna, khususnya pada masa pemerintahan Raja Sanjaya. Prasasti yang ditemukan di sekitar candi menyebutkan bahwa candi ini dibangun pada tahun 654 Saka atau 732 Masehi.

Keberadaan Candi Canggal menjadi bukti sejarah yang mengungkapkan perkembangan agama Buddha di Indonesia pada masa lalu. Anda dapat menjelajahi reruntuhan candi ini dan merasakan atmosfer sejarah yang mendalam saat berkunjung ke sini.

36. Candi Lumbung: Peninggalan Hindu yang Menarik

  • Lokasi: Dusun Tlatar, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan

Candi Lumbung adalah bangunan candi yang pada masa lalu digunakan untuk menyimpan padi dan hasil bumi. Candi ini merupakan peninggalan masa Hindu dan diperkirakan dibangun pada abad ke-8. Bangunan candi ini memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran 8,43 x 8,43 meter persegi dan menghadap ke Barat. Meskipun bagian atapnya tidak lagi utuh, Candi Lumbung tetap menarik untuk dijelajahi.

Di tengah lokasi Candi Lumbung, Anda akan menemukan tumpukan batu dan relief-relief yang menggambarkan binatang. Tempat ini menjadi saksi bisu perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah pada masa lalu. Saat mengunjungi Candi Lumbung, Anda dapat memahami lebih banyak tentang warisan budaya dan agama yang memengaruhi sejarah Indonesia.

37. Masjid Agung Magelang: Keindahan Arsitektur Bersejarah

  • Lokasi: Jl. Alun-alun Barat No. 2, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah

Masjid Agung Magelang adalah salah satu tempat wisata religi dan sejarah yang penting di Magelang. Dengan sejarahnya yang mencapai lebih dari 2 abad, masjid ini memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang luar biasa. Awalnya, masjid ini adalah sebuah mushollah kecil yang didirikan oleh Kyai Mundzakir pada tahun 1650.

Namun, dengan pertumbuhan jumlah jama’ah yang semakin besar, masjid ini mengalami pemugaran dan perluasan pada tahun 1797 dengan penambahan mimbar dan sakaguru (tiang utama). Perluasan dan penambahan bagian-bagian masjid dilakukan kembali pada tahun 1812 dan 1871.

Pemugaran secara besar-besaran dilakukan pada tahun 1934 dengan melibatkan seorang arsitek Belanda, Heer H Pluyter. Desain bangunan yang dihasilkan oleh Heer H Pluyter dapat Anda saksikan saat mengunjungi Masjid Agung Magelang, kecuali menara yang dibangun pada tahun 1991.

Masjid Agung Magelang adalah contoh arsitektur Jawa yang indah. Bangunan ini memiliki atap joglo yang khas, serta detail ukiran kayu yang menakjubkan. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dijelajahi. Selama kunjungan Anda, jangan lupa untuk mengagumi seni dan arsitektur yang memukau di dalamnya.

38. Sungai Progo

  • Lokasi: Kompleks Hotel Puri Asri, Desa Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Jawa Tengah
  • Tiket Masuk: Progo Atas Rp. 175.000, Progo Bawah Rp. 325.000
  • Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WIB

Salah satu atraksi terbaik di Magelang adalah Sungai Progo, yang menawarkan pengalaman arung jeram yang tak terlupakan. Sungai ini terletak di kompleks Hotel Puri Asri dan merupakan tempat yang sempurna bagi pecinta petualangan. Sungai Progo memiliki dua jenis paket arung jeram yang bisa Anda pilih.

Paket pertama adalah Paket Progo Atas, yang mencakup perjalanan sekitar 9 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Perjalanan ini dimulai di Tok Songo Magelang dan berakhir di Jembatan Tempuran Salaman. Paket ini cocok untuk pemula dan menawarkan pengalaman arung jeram yang lebih ringan.

Paket kedua adalah Paket Progo Bawah, yang menempuh jarak sekitar 18 km dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Perjalanan ini dimulai di Klangaon dan berakhir di Dekso Kulon Progo. Paket ini lebih menantang dengan jeram kelas III dan III Plus.

Biaya paket tersebut sudah termasuk berbagai fasilitas, seperti transportasi ke lokasi finish, peralatan arung jeram (perahu, dayung, thorwing bag, life jacket standar internasional, dan helm), makanan ringan dan minuman selamat datang, makan siang, P3K, tempat mandi dan bilas, pemandu dan tim penyelamat, serta asuransi. Arung jeram di Sungai Progo adalah pengalaman yang seru dan mendebarkan yang akan memberikan Anda kenangan tak terlupakan.

39. Kopeng Treetop Adventure

  • Lokasi: Jl. Raya Kopeng, Desa Batur, Kecamatan Getasan
  • Tiket Masuk: Anak-anak Rp. 110.000, Dewasa Rp. 160.000, Keluarga (2 Orang Dewasa dan 2 Anak-anak) Rp. 430.000
  • Jam Operasional: 08.00 – 18.00 WIB

Kopeng Treetop Adventure adalah surga bagi para pencari petualangan dan penggemar tantangan. Terletak di Jl. Raya Kopeng, desa ini menawarkan berbagai wahana bermain dan tantangan yang akan memacu adrenalin Anda. Taman petualangan ini merupakan bagian dari Treetop Adventure Park yang memiliki lebih dari 350 lokasi di seluruh dunia.

Di sini, Anda akan menemukan berbagai macam permainan dan tantangan yang menghibur, bahkan ada yang dirancang khusus untuk anak-anak berusia 4 tahun ke atas. Beberapa wahana yang bisa dinikmati di Kopeng Treetop Adventure antara lain:

  • Flying Fox dengan ketinggian 20 meter dan panjang 160 meter.
  • Meniti jembatan tali dengan ketinggian bervariasi.
  • Twin Tarzan Jump.
  • Dan masih banyak lagi.

Ini adalah tempat yang sempurna untuk keluarga yang mencari petualangan bersama. Biaya tiket yang terjangkau membuatnya lebih menarik untuk dinikmati bersama keluarga. Kopeng Treetop Adventure adalah tempat yang penuh dengan kegembiraan dan keceriaan bagi semua anggota keluarga.

40. Taman Wisata Kopeng

  • Lokasi: Jl. Raya Salatiga – Magelang KM.15, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan
  • Tiket Masuk: Rp. 10.000
  • Jam Operasional: 08.00 – 16.30 WIB

Taman Wisata Kopeng adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan alam di kaki Gunung Merbabu. Terletak pada ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut, taman ini mengusung nuansa “nature and heritage” dengan menawarkan keindahan alam serta udara yang sejuk dan segar, berkat pepohonan pinus yang rindang.

Selain keindahan alamnya, Taman Wisata Kopeng juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Beberapa fasilitas yang tersedia termasuk kebun seluas 4,17 hektar, waterpark, playground, family resort and hall, family karaoke, coffee shop, bilyard, flying fox, ATV, toko souvenir, dan penginapan di area wisata.

Dengan beragam pilihan kegiatan dan hiburan, Taman Wisata Kopeng adalah tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman Anda. Nikmati alam yang indah sambil bermain dan bersantai di tempat ini.

41. Air Terjun Umbul Songo

  • Lokasi: Desa Kopeng, Kecamatan Getasan
  • Tiket Masuk: Rp. 5.000
  • Jam Operasional: 08.00 – 16.30 WIB

Air Terjun Umbul Songo adalah tempat yang memukau namun memerlukan fisik yang kuat dan semangat petualang untuk mencapainya. Lokasinya yang tersembunyi membutuhkan perjalanan melalui jalan yang terjal dan curam. Namun, setibanya di sana, semua usaha akan terbayar dengan pemandangan alam yang menakjubkan dan alami.

Air terjun ini berada di ketinggian 1450 meter di atas permukaan laut dan memiliki dinding setinggi 15 meter. Air yang jatuh dari atas membentuk kolam di bagian bawah yang dapat digunakan untuk mandi dan berendam. Keindahan alam sekitar dan suasana yang tenang menjadikan Air Terjun Umbul Songo tempat yang sempurna untuk bersantai dan menikmati alam.

Saat berkunjung ke sini, pastikan untuk membawa peralatan yang cukup, seperti alas kaki yang nyaman dan perlengkapan makanan. Selain itu, jangan lupa menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah di sekitar air terjun.

42. Babadan Pos Pemantauan Merapi

  • Lokasi: Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Magelang

Jika Anda tertarik dengan keindahan alam dan ingin menikmati pemandangan gunung yang memukau, maka Babadan Pos Pemantauan Merapi adalah tempat yang tepat. Terletak di Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, pos pemantauan ini menawarkan pemandangan yang spektakuler.

BACA JUGA :  Panduan Tips Pergi Liburan Ke Blahbatu, Bali

Dari Gardu Pandang yang ada di desa Babadan, Anda dapat menikmati panorama Gunung Merapi yang megah. Selain itu, Anda juga dapat melihat Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, dan Gunung Sindoro dari lokasi ini. Pos Pemantau ini merupakan pos tertinggi yang digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Merapi.

Selain menikmati pemandangan yang luar biasa, pengunjung juga dapat melihat peralatan pemantauan getaran seismik, foto-foto aktivitas Gunung Merapi, dan bahkan membeli foto dan CD yang berisi rekaman gambar video letusan Gunung Merapi. Ini adalah tempat yang menarik bagi para penggemar geologi dan mereka yang ingin lebih memahami aktivitas gunung berapi.

43. Bukit Menoreh

  • Lokasi: Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, DIY
  • Tiket Masuk: Rp. 5.000
  • Jam Operasional: 08.00 – 16.30 WIB

Bukit Menoreh adalah destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah dan pemandangan alam yang menakjubkan. Nama Bukit Menoreh sering kali dikaitkan dengan Puncak Suroloyo, sebuah tempat yang memiliki makna sejarah yang dalam.

Untuk mencapai Puncak Suroloyo, pengunjung harus melewati jalan yang berkelok-kelok, melintasi tanjakan yang diapit oleh jurang, dan melewati sejumlah 286 tikungan dengan tingkat kemiringan yang cukup terjal. Namun, usaha ini akan terbayar lunas saat Anda mencapai puncak.

Dari ketinggian 1.019 meter di atas permukaan laut ini, Anda akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan. Anda dapat melihat Candi Borobudur yang mungil di antara Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Merbabu, dan Gunung Sumbing. Puncak Suroloyo juga memiliki tiga tempat pertapaan, yaitu Pertapaan Suroloyo, Kaedran, dan Sariloyo.

Gardu pandang yang tersedia di tempat ini memungkinkan Anda memilih pemandangan yang paling Anda nikmati. Ketiga gardu pandang tersebut menawarkan pemandangan lanskap yang luar biasa dan merupakan tempat yang sempurna untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam.

44. Candi Mendut

  • Lokasi: Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
  • Tiket Masuk: Rp. 3.000
  • Jam Operasional: 08.00 – 16.30 WIB

Candi Mendut adalah salah satu candi bercorak Buddha yang menarik untuk dikunjungi di Magelang. Candi ini didirikan pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra dan memiliki arsitektur yang memukau.

Candi Mendut memiliki atap bertingkat dengan hiasan stupa-stupa kecil dan beberapa relief yang menceritakan berbagai kisah. Relief ini mencakup cerita-cerita tentang seorang Brahmana yang berinteraksi dengan berbagai hewan, seperti burung, kura-kura, kepiting, dan kera.

Selain relief, candi ini juga memiliki beberapa arca besar, termasuk arca Bodhisatva Vajrapani, Dyani Buddha Cakyamuni, dan arca Avalokitesvara. Candi Mendut juga dikenal karena ritual chanting yang diadakan setiap malam di lokasinya. Ritual ini terbuka untuk semua orang, tidak hanya bagi mereka yang beragama Buddha, dan merupakan pengalaman spiritual yang unik.

Selama kunjungan Anda ke Candi Mendut, Anda juga dapat menikmati suasana yang tenang dan damai di sekitarnya. Bau dupa atau hio yang wangi sering kali tercium di udara, menciptakan pengalaman yang mendalam bagi pengunjung.

45. Candi Pawon

  • Lokasi: Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur
  • Tiket Masuk: Rp. 3.000
  • Jam Operasional: 08.00 – 16.30 WIB

Candi Pawon adalah salah satu candi bersejarah yang terletak di sekitar kawasan Candi Borobudur. Candi ini memiliki struktur unik dengan atap bertingkat berbentuk persegi empat dan bercorak Hindu Jawa Kuna yang dipengaruhi oleh gaya arsitektur India.

Candi Pawon memiliki relief yang hampir serupa dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur, karena ketiga candi ini dibangun pada periode yang sama. Sejarah Candi Pawon juga dapat ditelusuri melalui Prasasti Karangtengah atau Prasasti Kayumwungan yang menunjukkan keberadaan candi ini pada tanggal 26 Mei 824 Masehi. Struktur candi yang kuat mendukung teori bahwa Candi Pawon mungkin digunakan untuk kegiatan kremasi atau upacara keagamaan, mengingat memiliki 6 lubang angin yang berfungsi sebagai tempat keluarnya asap dari proses pembakaran.

Ketika Anda mengunjungi Candi Pawon, Anda akan terpesona oleh detail arsitektur dan seni ukir yang rumit di dindingnya. Relief-relief ini menggambarkan berbagai adegan dan kisah dari kepercayaan Buddha. Ini adalah tempat yang bagus untuk menggali sejarah dan budaya kuno Indonesia.

Selama kunjungan Anda, Anda juga dapat menjelajahi sekitar dan menikmati suasana yang tenang di desa sekitarnya. Mungkin Anda juga ingin mencicipi makanan lokal di warung-warung tradisional yang tersedia di sekitar Candi Pawon.

46. Argo Wana Wisata Cupu Mas

  • Lokasi: Dusun Sedhan, Desa Sambak, Kecamatan Kajoran

Argo Wana Wisata Cupu Mas adalah destinasi wisata alam yang unik dan menarik di Magelang. Terletak di ketinggian 200 meter di atas permukaan laut, kawasan ini memiliki udara yang sejuk dan segar. Yang membuat tempat ini istimewa adalah bahwa ini adalah salah satu hutan alami yang masih ada di Jawa Tengah.

Masyarakat setempat dan badan kehutanan berupaya untuk menjaga dan melestarikan hutan ini. Selain fungsi konservasi, mereka juga mengembangkannya menjadi tujuan wisata yang menarik. Pengunjung dapat mengeksplorasi hutan yang rindang ini dan melihat berbagai jenis hewan liar yang tinggal di dalamnya, termasuk ayam hutan, babi hutan, rusa, monyet, dan berbagai jenis burung.

Saat Anda berjalan-jalan di tengah pepohonan yang rindang, Anda akan merasakan kedamaian dan ketenangan yang langka di tempat-tempat lain. Ini adalah tempat yang ideal untuk merenung dan bersatu dengan alam.

Selain itu, Anda dapat mendukung upaya pelestarian hutan ini dengan mengunjungi lokasi ini. Dengan begitu, Anda tidak hanya dapat menikmati keindahan alamnya, tetapi juga membantu menjaga hutan alami yang semakin langka di Jawa Tengah.

47. Desa Wisata Wanurejo

  • Lokasi: Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur

Dengan lokasinya yang hanya sekitar 600 meter di sebelah Tenggara Candi Borobudur, Desa Wanurejo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata yang menarik. Pemerintah setempat telah mendirikan homestay di berbagai dusun agar dapat digunakan sebagai tempat beristirahat bagi para wisatawan yang berkunjung.

Desa Wisata Wanurejo menawarkan beragam potensi sebagai destinasi wisata yang menarik. Pertama-tama, Anda akan terpesona oleh pemandangan alamnya yang memukau. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam dan wisata alam Tempuran yang menawarkan ketenangan dan keindahan alam pedesaan. Selain itu, Anda dapat menjelajahi wisata kerajinan ukir bambu yang terkenal di desa ini.

Tidak hanya itu, Desa Wanurejo juga menjadi tempat bagi para seniman dan seniwati lokal untuk mempertunjukkan seni dan budaya tradisional. Anda dapat menyaksikan pertunjukan seni rakyat yang menarik dan aksi pencak silat yang memukau. Ini adalah kesempatan yang baik untuk merasakan kebudayaan Jawa yang kaya dan beragam.

Jika Anda tertarik dengan sejarah, Anda juga dapat menjelajahi wisata sejarah di Desa Wanurejo. Ada rumah-rumah tradisional yang memperlihatkan bagaimana masyarakat setempat hidup pada zaman dahulu, serta Candi Pawon yang bersejarah. Selain itu, desa ini juga menawarkan wisata religi dan adat, permainan tradisional yang menghibur, dan pengalaman pertanian yang unik.

Tidak lupa, Anda juga dapat menjajal kuliner lokal yang lezat di Desa Wisata Wanurejo. Makanan khas Jawa Tengah dapat dinikmati di sini, memberikan Anda pengalaman kuliner yang otentik.

48. Desa Wisata Sutopati Kajoran

  • Lokasi: Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran

Desa Wisata Sutopati adalah destinasi wisata alam yang menarik di Magelang. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 1.304.149 hektar dan terdiri dari tiga dusun yang kaya akan potensi wisata alam. Salah satu daya tarik utama desa ini adalah Air Terjun Curug Silawe yang memiliki gemuruh suara air yang terdengar hingga ke lingkungan pedesaan.

Bagi para wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam, Desa Wisata Sutopati adalah tempat yang sempurna. Suara gemuruh air terjun, udara segar pedesaan, dan hamparan sawah hijau akan memanjakan mata dan pikiran Anda. Ini adalah tempat yang ideal untuk melepaskan penat dari kehidupan perkotaan dan menyatu dengan alam.

Selain keindahan alamnya, Desa Sutopati juga mempertahankan berbagai adat dan tradisi yang masih dilestarikan oleh penduduk setempat. Wisatawan dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti Topeng Ireng, Lengger, Tari Sulasih, Sontoloyo, dan banyak lagi. Ini adalah kesempatan yang langka untuk merasakan kebudayaan tradisional Jawa.

49. Agrowisata Banyuroto

  • Lokasi: Desa Banyuroto, Kecamatan Sawangan, Jawa Tengah

Desa Banyuroto adalah destinasi agrowisata yang menarik di Magelang. Terletak di perbukitan kaki Gunung Merbabu, desa ini memiliki potensi pertanian yang subur, terutama dalam budidaya sayuran dan buah-buahan. Potensi ini telah dikembangkan menjadi agrowisata sayuran dan strawberry yang sangat menarik bagi para wisatawan.

Salah satu atraksi utama di Desa Banyuroto adalah perkebunan strawberry. Wisatawan dapat memetik sendiri buah strawberry segar sesuai dengan keinginan mereka. Pengalaman memetik buah strawberry ini sangat menarik dan menjadi daya tarik bagi wisatawan. Buah-buahan yang telah dipetik akan ditimbang dan dihargai per kilogram, dengan harga yang terjangkau. Sensasi memetik buah-buahan segar dari pohonnya sendiri adalah pengalaman yang sulit dilupakan.

Di samping perkebunan strawberry, Anda juga dapat menjelajahi kebun sayuran yang hijau dan segar. Berjalan-jalan di antara tanaman sayuran yang tumbuh subur adalah pengalaman yang menyegarkan. Selain itu, Anda dapat berinteraksi dengan petani setempat dan belajar tentang teknik pertanian yang digunakan di desa ini.

50. Desa Wisata Candirejo

  • Lokasi: Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur

Desa Candirejo adalah destinasi wisata yang terletak sekitar 2,5 kilometer dari Candi Borobudur, menjadikannya tempat yang ideal untuk menjelajahi keindahan alam pedesaan Jawa Tengah. Keindahan alam pedesaan yang eksotis, bersama dengan keramahan penduduk setempat, menjadikan Desa Candirejo destinasi yang populer baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Para wisatawan tidak hanya datang untuk berkunjung, beberapa di antara mereka juga memilih untuk menginap di Candirejo untuk mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam. Mereka dapat melihat dan mempelajari beberapa situs menarik di desa ini, seperti Watu Kendil, Tokyo Asin, Watu Tombak, Tempuran, Pabelan, dan lainnya.

Desa Candirejo juga menawarkan berbagai aktivitas dan pengalaman yang berbeda. Anda dapat bersepeda keliling desa, mengunjungi rumah-rumah tradisional, dan berinteraksi dengan penduduk setempat untuk memahami kehidupan mereka. Selain itu, Anda dapat menikmati kuliner lokal yang lezat di desa ini.

51. Candi Ngawen

  • Lokasi: Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan
  • Tiket Masuk: Rp. 3.000

Candi Ngawen adalah bangunan candi yang dibangun pada abad ke-8 oleh wangsa Syailendra pada masa Kerajaan Mataram Kuna. Candi ini terdiri dari lima candi kecil, dua di antaranya memiliki bentuk yang berbeda dengan keempat sudut berhias patung singa. Di sini, Anda juga akan menemukan patung Buddha yang sudah tidak memiliki kepala pada salah satu candi. Relief-relief yang masih terlihat jelas menggambarkan ukiran Kala-Makara, Kinnara, dan Kinnari.

Meskipun Candi Ngawen berlokasi dekat dengan Pasar Muntilan, sayangnya banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan candi ini, termasuk penduduk Magelang sendiri. Kondisi candi ini tidak terlalu terawat dengan baik, terutama karena hanya mengalami pemugaran sekali pada masa pemerintahan Belanda pada tahun 1911.

52. Museum Wayang “Sasana Guna Rasa”

  • Lokasi: Kompleks Pondok Tingal, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur

Museum Wayang “Sasana Guna Rasa” adalah salah satu museum yang menarik di Magelang. Museum ini memiliki luas area sekitar 1.500 meter persegi dan mulai dibuka sejak tahun 1973. Museum ini memiliki koleksi yang mengesankan, termasuk 12 kotak wayang yang terdiri dari Wayang Kulit, Wayang Kayu, Wayang Bambu, dan Wayang Batu.

Tidak hanya itu, museum ini juga menampilkan koleksi topeng kayu, lukisan kaca yang menggambarkan tokoh-tokoh dalam dunia pewayangan, serta seperangkat gamelan pelog dan slendro. Selain itu, museum ini memiliki 694 judul buku tentang dunia pewayangan, 81 kaset yang berisi rekaman pertunjukan wayang antara tahun 1971 hingga 1994, dan 59 video pagelaran wayang antara tahun 1980 hingga 1990. Ini menjadikan Museum Wayang “Sasana Guna Rasa” sebagai sumber daya penting bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang seni wayang dan sejarahnya.

Museum ini juga memiliki koleksi Wayang Kedu yang berasal dari tahun 1880, yang menambah nilai historisnya. Jadi, bagi mereka yang ingin mencari literatur tentang dunia pewayangan atau menikmati seni wayang secara langsung, “Sasana Guna Rasa” adalah salah satu alternatif yang harus dikunjungi.

53. Wisata Kerajinan Pahat Batu Tamanagung

  • Lokasi: Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan

Desa Tamanagung dikenal karena kerajinan pahat batunya yang luar biasa. Penduduk desa ini memiliki keterampilan yang sangat tinggi dalam memahat dan mengukir berbagai jenis batu. Mereka mampu menciptakan berbagai macam karya seni, mulai dari peralatan dapur, lampion, air mancur, hingga patung-patung seperti Wisnu, Siwa, Gipala, Ganesha, Budha, dan bahkan miniatur candi dengan detail yang luar biasa.

Keistimewaan desa ini adalah terdapat sekitar 800 pengrajin pahat batu yang tinggal di sini. Mereka dengan murah hati berbagi pengetahuan dan keterampilan mereka kepada para wisatawan yang datang. Ini berarti wisatawan tidak hanya dapat membeli berbagai kerajinan batu dengan harga yang terjangkau, tetapi juga dapat belajar cara memahat batu dan mengukir dari para ahlinya. Desa ini adalah tempat yang sempurna untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam seni pahat batu.

54. Museum Diponegoro

  • Lokasi: Jl. Pangeran Diponegoro No.1 Magelang, Jawa Tengah

Museum Diponegoro adalah salah satu museum penting di Magelang yang mengenang Perang Diponegoro atau Perang Jawa. Perang ini adalah salah satu perlawanan paling bersejarah di Indonesia yang menguras sumber daya Kompeni (VOC) hingga kebangkrutan.

Museum ini berlokasi di tempat di mana Diponegoro ditangkap saat sedang dalam perundingan dengan Jenderal De Kock. Ruangan ini sekarang menjadi bagian dari museum dan memiliki koleksi benda bersejarah yang mengesankan. Salah satu koleksi utama adalah Jubah Diponegoro berwarna putih yang terbuat dari kain shantung. Selain itu, museum ini juga menampilkan 7 cangkir bersejarah, Kitab Takrib, balai-balai untuk sembahyang, serta meja kursi dengan bekas guratan kuku Diponegoro yang menunjukkan rasa marahnya saat merasa ditipu.

Museum Diponegoro memberikan wawasan yang dalam tentang sejarah perjuangan Diponegoro dan perjuangan rakyat Indonesia pada masa itu. Ini adalah tempat yang penuh dengan pengetahuan sejarah dan mendalam yang akan memberikan Anda pemahaman yang lebih baik tentang periode penting dalam sejarah Indonesia.

55. Bukit Barede

  • Lokasi: Jl. Senderan 2, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur
  • Tiket Masuk: Rp. 5.000

Bukit Barede adalah destinasi yang populer di kalangan para pencinta alam dan fotografer. Terletak di sekitar Candi Borobudur, bukit ini adalah tempat idela untuk menikmati keindahan matahari terbit dan pemandangan spektakuler Candi Borobudur yang berdiri megah di tengah pegunungan.

Salah satu atraksi utama Bukit Barede adalah berburu matahari terbit yang menakjubkan. Saat pagi hari, Anda dapat menyaksikan matahari naik di latar belakang Candi Borobudur dan deretan gunung di sekitarnya. Pemandangan ini adalah momen yang tak terlupakan dan sangat dicari oleh para fotografer.

Namun, keindahan Bukit Barede tidak hanya terbatas pada pagi hari. Pemandangan di sekitar bukit juga memukau, dengan berbagai tanaman hias yang tumbuh subur dan bunga-bunga yang berwarna-warni. Anda dapat menjelajahi area sekitar bukit yang indah ini, berjalan-jalan santai, atau sekadar duduk-duduk menikmati keindahan alam.

Pegunungan yang mengelilingi Bukit Barede, termasuk Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan Pegunungan Menoreh, juga menambah pesona tempat ini. Ini adalah tempat yang sempurna untuk bersantai dan menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota.

56. Punthuk Mongkrong

  • Lokasi: Dusun Mijil, Desa Giritengah, Kecamatan Borobudur
  • Tiket Masuk: Rp. 5.000

Punthuk Mongkrong adalah destinasi wisata lain yang menawarkan pemandangan spektakuler di Magelang. Terletak di kaki Pegunungan Menoreh dengan ketinggian 624 meter di atas permukaan laut, tempat ini menawarkan lanskap yang memukau dengan pemandangan indah saat matahari terbit maupun tenggelam.

Suasana di Punthuk Mongkrong penuh dengan kabut tipis yang membalut rimbunnya pepohonan. Pemandangan ini dipadu dengan kemegahan Candi Borobudur yang terlihat dari kejauhan, bersama dengan latar belakang pegunungan dan bukit yang hijau. Keindahan alam yang ada di sini membuat tempat ini selalu menyuguhkan pemandangan yang indah, sehingga sangat cocok untuk fotografi atau sekadar bersantai menikmati keindahan alam.

Bagi para pecinta fotografi, Punthuk Mongkrong adalah tempat yang sempurna untuk mengabadikan kecantikan alam dan pemandangan spektakuler di sekitarnya. Saat matahari terbit atau tenggelam, cahaya matahari menciptakan efek yang memukau di langit dan lanskap sekitarnya.

Demikianlah sejumlah tempat wisata yang wajib dikunjungi di Magelang, Jawa Tengah. Dari keindahan alam dan budaya tradisional hingga sejarah dan seni, Magelang menawarkan beragam pengalaman wisata yang memikat. Setiap tempat memiliki daya tariknya sendiri dan akan meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjungnya. Jadi, jika Anda merencanakan liburan atau perjalanan wisata ke Indonesia, pastikan untuk memasukkan Magelang dalam daftar tujuan Anda.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *