Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jatiluwih

Rate this post

Jatiluwih merupakan sebuah desa yang berjarak 26 kilometer dari ibukota Kabupaten Tabanan pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, sehingga panorama alam menarik dan berhawa sejuk. Suasana yang sunyi, tenang dan jauh hiruk pikuk perkotaan, membuat desa Jatiluwih cocok untuk tempat bersantai, melepaskan penat dan pikiran dari rutinitas sehari-hari.letaknya di kaki Gunung Batur, tepatnya di Kecamatan Penebel membuat tanahnya subur, terhampar areal persawahan dan perkebunan yang tersusun secara bertingkat dan terawat.

Mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan peternak. Mereka mengolah padi dengan cara tradisional. Salah satu tempat menarik yang dapat dikunjungi ialah Dusun Gunungsari yang berlokasi di ketinggian 640 meter di atas permukaan laut dengan hawa sejuk, berbeda dengan suasana pantai yang panas. Air irigasi di antara petak sawah begitu bening dan sejuk sehingga tak jarang pengunjung membenamkan rasa penasaran ke dalam kesegaran aliran air di atas bentangan panorama sawah Jatiluwih.

Sistem irigasi atau perairan yang tertata rapi ini sudah dikenal dunia yang disebut Subak. Fenomena ini menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke Jatiluwih. Bahkan, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis menikmati keindahan ini. Satu lagi yang unik, wisatawan akan menjumpai pura-pura kecil yang berdiri di areal persawahan sebagai tanda penghormatan penduduk sekitar kepada Dewi Sri, Sang Dewi kemakmuran dan kesuburan.

Apa yang ada di Jatiluwih, ternyata mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya dunia, sehingga Anda akan melihat sebuah monumen nominasi dari UNESCO yang berdiri kokoh. Tak khayal, banyak wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara yang datang ke sana.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jatiluwih

Wilayah Utama Jatiluwih

Dengan luas wilayah 33,22 km2, Desa Jatiluwih dibagi menjadi delapan banjar yang berbatasan dengan Desa Wongaya Gede di sebelah barat, Desa Senganan di sebelah timur, Hutan Negara di sebelah utara dan Desa Babakan di sebelah selatan.

Sejarah Jatiluwih

Sebelumnya, desa ini dikenal dengan nama Desa Girikusuma. Pada pemerintahan Raja Dalem Waturenggong tahun 1460-1550 terdapat tokoh agama yang melakukan meditasi di desa ini, yakni Ida Bangus Angker. Setelah ia bermeditasi dan menjadi pendeta, ia mengubah nama desa tersebut menjadi Jatiluwih dan dibangun pura bernama Pura Gunung Sari.

Tak sekedar cerita di atas, ada versi lain terkait sejarah Jatiluwih. Konon, nama Jatiluwih berasal dari kata jaton dan luwih, di mana jaton artinya jimat dan luwih artinya bagus. Maka, Jatiluwih berarti sebuah desa yang mempunyai jimat benar-benar bagus atau berwasiat. Hal ini dibuktikan dengan hasil-hasil yang cukup memenuhi kebutuhan hidup bagi semua pendatang dan terjaminnya keselamatan selama mengembangkan kehidupan bertani.

Oleh karena itu, dulu banyak orang dari kasta Brahmana, Kesatria, Wesia dan Sudra datang ke Desa Jatiluwih untuk memohon keselamatan golongan masing-masing. Akhirnya, mereka mendirikan pura-pura, diantaranya Pura Luhur Petali, Pura Luhur Bhujangga, Pura Rshi, dan Pura Taksu.

Cara Pergi ke Jatiluwih

Jatiluwih dapat ditempuh dari kawasan Nusa Dua menggunakan kendaraan bermotor selama dua jam. Jasa rental mobil dan motor memang menjamur di Bali karena jarangnya angkutan umum. Harga sewa mobil sekitar Rp200.000/hari dan motor Rp50.000/hari.

Transportasi di Jatiluwih

Transportasi yang nyaman digunakan di Jatiluwih adalah sepeda sambil memandang areal persawahan hijau dan menghirup udara segar. Ada juga yang menyewa mobil VW untuk menikmati keindahan alam dan suasananya, melewati jalanan berkelok khas pegunungan, sungai jernih berbatu dan desa tradisional Bali yang masih kental menjadi suatu yang mengasyikkan saat berada di Jatiluwih.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jatiluwih

Hotel di Jatiluwih

  • Sang Giri-Mountain Tent Resort
  • Batukaru Hotel
  • Soka Jatiluwih Villas
  • Villa Lumbung Jatiluwih
  • Loka Cita Eco Lodge
  • Cempaka Belimbing Villas
  • Prana Dewi Mountain Resort
  • Galang Kangin Inn
  • Jatiluwih 259
  • Ti Amo Bali

Iklim di Jatiluwih

Jatiluwih memiliki iklim tropis dengan hampir sebagian besar bulan dalam setahun terdapat curah hujan signifikan. Bulan terkering terjadi pada September. Suhu terhangat sepanjang tahun pada Januari dan Juli menjadi suhu terendah rata-rata sepanjang tahun.

Bahasa Daerah di Jatiluwih

Secara umum, bahasa daerah yang digunakan di Jatiluwih adalah Bahasa Bali. Namun dalam perkembangannya, telah banyak yang menggunakan Bahasa Indonesia atau Inggris untuk komunikasi, terutama bagi mereka yang sering berhubungan dengan turis mancanegara.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jatiluwih

Tempat Wisata di Jatiluwih

  • Air Terjun Jatiluwih
  • Subak
  • Pura Luhur Sri Rambut Sedana
  • Upacara-upacara, diantaranya Segi Parahyangan (upacara terkait aktivitas petani di sawah), Segi Pawongan (aktivitas di sawah), serta Segi Palemahan.

Museum di Jatiluwih

  • Museum Subak

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Jatiluwih

Rekomendasi Tempat Makan Kuliner di Jatiluwih

  • Warung Dhea Jatiluwih, Jalan Batu Luwih Kawan, Desa Wisata Jatiluwih, Penebel

Tips Wisata di Jatiluwih

  • Sewalah sepeda atau mobil VW (jika ada dana lebih) untuk menikmati suasana di Jatiluwih.
  • Sempatkanlah melakukan aktivitas trekking atau jogging.

Perlu Kamu Tahu di Jatiluwih

  • Polsek Penebel, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Telepon : (0361) 7906802

Leave a Reply