Panduan Tips Pergi Liburan Ke Sumberklampok

Desa Sumberklampok terletak di pertengahan jalan antara Cekik (Gilimanuk) dan Labuhan Lalang, sekitar 1,5 kilometer di sisi utara jalan terdapat Pusat Penelitian Taman Nasional dan Pusat Penangkaran. Anda akan menemukan beragam burung dan pada bulan April-Mei dan September-Oktober terjadi migrasi burung, seperti Oriental Cuckoo dan Artic Warbler. Tak hanya itu, potensi pertanian dan perkebunan menjadi unggulan di desa ini. Ironinya, komoditi cabai di desa ini dibeli lebih murah dibandingkan daerah lain.

Sumberklampok merupakan desa di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Desa ini telah terbentuk sejak tahun 1922, sejak Belanda membawa 40 Kepala Keluarga pekerja dari Madura dan Jawa untuk perkebunan kelapa di pantai utara Pulau Bali. Dalam perjalanannya, kepemilikan perusahaan beralih ke perusahaan China hingga kemudian menjadi perusahaan yang dimiliki oleh tentara.

Sumberklampok, awalnya bernama Kedebung Bunyuk yang diambil dari nama tanaman sejenis pandan digunakan untuk rumah, kemudian berganti nama setelah fase krisis air di kawasan ini, hingga kemudian ditemukan sumber air di bawah pohon Klampok, sejenis jambu-jambuan.

Hingga kini Desa Sumberklampok bagai menyimpan bara dalam sekam. Rakyat di kawasan ini masih berada dalam kebingungan sebab Pemerintah belum memberikan pengakuan atas keberadaan komunitas saat ini yang terdiri dari etnis Madura, Bali Nusa dan etnis lainnya. Keberadaan Taman Nasional Bali Barat menjadi pemicu tidak pernah diakuinya keberadaan rakyat di kawasan ini.

Menyongsong matahari di Teluk Terima Sumberklampok, Buleleng, Singaraja via @dwioblo
Menyongsong matahari di Teluk Terima Sumberklampok, Buleleng, Singaraja via @dwioblo

Kedatangan etnis Bali Nusa di kawasan ini diawali saat perkebunan Belanda memberikan hak kepada pekerja perkebunan Belanda untuk mengelola lahan di sela-sela perkebunan kelapa. Selanjutnya, terjadi letusan Gunung Agung yang mengakibatkan semakin berkembang jumlah komunitas di kawasan Sumberklampok.

Namun dikeluarkannya keputusan pembentukan TNBB melalui SK Menteri Pertanian No. 169/Kpts/Um/3/1978 pada tanggal 10 Maret 1978 sebagai kawasan Suaka Marga Satwa Bali Barat, menjadikan masyarakat dipaksa untuk meninggalkan kawasan tersebut.

Ternyata, permasalahan warga Sumberklampok tidak terhenti pada permasalahan tidak diakuinya keberadaan mereka oleh Pemerintah, meski telah ditetapkannya Sumberklampok sebagai desa definitif. Kelompok nelayan di daerah ini harus tersingkirkan secara perlahan, setelah diizinkannya PT Disti Kumala Bahari untuk melakukan pengelolaan kerang mutiara yang menjadikan kawasan tangkapan nelayan semakin menyempit. Satu per satu nelayan harus beralih profesi karena tak mampu menangkap ikan di tempat yang lebih jauh.

Wilayah Utama Sumberklampok

Desa Sumberklampok dibagi menjadi tiga banjar dinas, diantaranya :

  • Banjar Dinas Sumber Batok
  • Banjar Dinas Tegal Bunder
  • Banjar Dinas Sumber Klampok

Sejarah Sumberklampok

Tidak banyak sumber yang menceritakan tentang sejarah Sumberklampok, tetapi ada cerita legendaris hingga dibuatkan pura khusus untuk hal tersebut. Namanya legenda Jayaprana-Layonsari yang populer di Bali. Konon, sekitar awal tahun Masehi di Kerajaan Kalianget (sekarang Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng) hidup seorang bernama I Nyoman Jayaprana bersama istri dan tiga orang anak. Oleh karena ada wabah yang menimpa masyarakat desa itu, maka empat orang dari keluarga miskin ini meninggal dunia. Hanya si bungsu Jayaprana yang masih hidup dan diminta untuk mengabdi di istana raja.

Jayaprana menjadi abdi kesayangan Prabu Kalianget yang bertugas sebagai juru kurung atau tukang pelihara ayam aduan milik raja. Beranjak dewasa, ia jatuh cinta pada Ni Nyoman Layonsari, putrid Jero Bendesa yang berasal dari Dusun Sekar Banjar. Selanjutnya, mereka menikah tetapi petaka menyertai pasangan tersebut. Ternyata, Prabu Kalianget tertarik pada Layonsari dan ingin mempersuntingnya dan menyingkirkan Jayaprana. Prabu Kalianget merencanakan niat busuknya dengan dalih tugas negara ke Teluk Terima bersama Patih Sawunggaling demi mengamankan wilayah.

Pulau menjangan di dekat Sumberklampok via @budiantoaris
Pulau menjangan di dekat Sumberklampok via @budiantoaris

Layonsari sempat bermimpi buruk rumahnya dihanyutkan banjir besar. Ia menceritakan mimpi tersebut kepada Jayaprana dan memintanya untuk membatalkan keberangkatan. Namun, Jayaprana tidak berani menolak perintah raja dan tetap berangkat bersama rombongan ke Teluk Terima. Sampainya di Teluk Terima, Sawunggaling menikam Jayaprana tetapi kesaktian Jayaprana tidak membuatnya tewas. Malah, Sawunggaling minta ampun dan menjelaskan tugas keji yang dititahkan Prabu Kalianget.

Akhirnya Jayaprana pasrah dan memberikan keris untuk membunuh dirinya. Ia pun dibunuh di tengah hutan yang disebut-sebut menjadi sumber mata air. Konon, darahnya menyembur berbau harum di angkasa dan bumi, sehingga terjadi gempa bumi, angin topan dan hujan bunga. Jasadnya pun dikubur di sana. Kemudian, istrinya tidak bersedia dipersunting Prabu Kalianget dan bunuh diri demi bersama suami tercinta. Jasadnya dikuburkan di dekat Jayaprana.

Cara Pergi ke Sumberklampok

Pada umumnya, transportasi yang digunakan untuk mencapai Sumberklampok adalah taksi, rental mobil atau motor. Kendaraan-kendaraan tersebut sering digunakan dengan pertimbangan kenyamanan dan tidak perlu repot naik turun angkutan umum yang memang kurang optimal di Bali.

Transportasi di Sumberklampok

Transportasi yang digunakan di Sumberklampok masih didominasi oleh angkutan umum, mobil dan motor. Anda dapat menyewa mobil, motor atau sepeda untuk berkeliling tempat wisata di Sumberklampok.

Hotel di Sumberklampok

  • NusaBay Menjangan by WHM
  • Shorea Beach Resort

Iklim di Sumberklampok

Sumberklampok memiliki iklim laut tropis yang dipengaruhi oleh angin musim dan terdapat musim kemarau pada April-Oktober dan penghujan pada Oktober-April. Curah hujan terendah berada di daerah pantai dan tertinggi di daerah pegunungan.

Bahasa Daerah di Sumberklampok

Dikarenakan banyaknya pendatang dari Madura dan Jawa pada Pemerintahan Belanda, maka bahasa daerah yang digunakan di Sumberklampok adalah Bahasa Jawa dan Madura. Namun, masyarakat di daerah ini juga mampu berbahasa Indonesia untuk berkomunikasi.

Tempat Wisata di Sumberklampok

  • Makam Jayaprana, yakni kuburan Jayaprana dan Layonsari, sepasang suami istri yang memiliki kisah romantik seperti Romeo dan Juliet.
  • Taman Nasional Bali Barat. Fauna yang paling terkenal adalah Jalak Bali atau Bali Starling, termasuk satwa yang dilindungi. Areal ini menjadi habitat asli dari jalak putih yang tidak terdapat di daerah lain.

Tempat Makan Rekomendasi Kuliner di Sumberklampok

  • Disthi Pearl Center CafĂ© di Teluk Terima, Sumberklampok, Gerokgak

Tips Wisata di Sumberklampok

  • Cobalah berkunjung ke Pulau Menjangan selagi masih di Desa Sumberklampok. Anda dapat menyeberang dari Labuhan Lalang menuju Pulau Menjangan yang kaya akan biota laut dan spot menyelam.

Perlu Kamu Tahu di Sumberklampok

  • Kantor Camat Gerokgak, Desa Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Telepon : (0362) 92380, Email : [email protected]
  • Puskesmas Gerokgak II, Jalan Singaraja-Gilimanuk, Desa Pejarakan, Kabupaten Buleleng

Leave a Reply