Panduan Tips Pergi Liburan Ke Ujung Genteng

Ujung Genteng adalah salah satu desa di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Pantai Ujung Genteng ini tepatnya berada di Kampung Kalapa Condong, Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jaraknya sekitar 234 kilometer dari Bandung, 200 kilometer dari Jakarta, dan sekitar 140 kilometer dari Kota Sukabumi.

Pantai Ujung Genteng menjadi salah satu tujuan wisata pantai yang populer. Pantainya masih bersih dan alami, serta memiliki keunikan di mana terdapat penangkaran penyu hijau, sehingga Anda bisa melihat penyu-penyu naik ke daratan untuk bertelur dan menyaksikan pelepasan tukik-tukik ke laut lepas. Ujung Genteng juga dikenal di kalangan peselancar karena memiliki gulungan ombak tujuh tingkat yang menantang adrenalin. Selain itu, terdapat air terjun yang sangat indah memukau di tengah alamnya yang hijau asri. Anda juga bisa menemukan sebuah dermaga tua dan bunker peninggalan Jepang pada masa Perang Dunia ke-II.

Mayoritas masyarakatnya adalah nelayan dan petani, selain itu Ujung Genteng juga memproduksi gula kelapa hasil penyadapan Nira. Di pantai ini sudah tersedia beberapa penginapan bagi para pengunjung wisatawan, mulai dari penginapan yang murah meriah hingga vila-vila berkelas. Perjalanan darat menggunakan mobil pribadi dari Jakarta menuju Ujung Genteng akan memakan waktu selama 8 jam.

Wilayah Utama Ujung Genteng

Batas-batas wilayah administratif Desa Ujung Genteng adalah,

Utara: Desa Gunung Batu

Timur: Desa Cikangkung

Selatan: Samudera Hindia

Barat: Desa Pangumbahan

 

Sejarah Ujung Genteng

Nama Ujung Genteng bermula dari Ujung Gunting. Penamaan ini berdasarkan posisi Ujung Genteng yang berada pada salah satu ujung pulau di Jawa Barat, yang kebetulan berbentuk gunting. Ujung gunting bagian bawah adalah Ujung Genteng, dan bagian ujung atas lainnya ada di Ujung Kulon.

Sebelum menjadi sebuah desa, wilayah Ujung Genteng hanya sebuah daerah pantai yang kerap dijadikan area rekreasi. Kini, sejak timbulnya pemecahan desa, Ujung Genteng menjadi sebuah desa.

Cara ke Ujung Genteng

Ujung Genteng bisa dicapai dengan perjalanan darat selama 8 jam dari Jakarta dan 10 jam dari Kota Bandung. Kendaraan yang digunakan bisa kendaraan pribadi atau kendaraan umum seperti mini bus elf, angkot, dan bus.

Jika Anda menggunakan kendaraan umum dari Jakarta, Anda bisa berangkat naik kereta api ke Bogor, lalu pindah stasiun ke Stasiun Paledang dan menyambung kereta dari Bogor ke Sukabumi. Harga tiket ekonomi AC Rp. 20.000, dan tiket eksekutif Rp. 50.000.

Di Sukabumi, Anda bisa pergi ke Terminal Sukabumi, lalu naik angkot menuju Terminal Lembur Situ. Selanjutnya Anda bisa naik bus atau mini bus elf jurusan Surade, dengan tarif Rp. 25.000 per orang. Tiba di Surade, Anda menyambung angkot warna merah jurusan Ujung Genteng. Namun, jika Anda memakai kendaraan pribadi, Anda bisa langsung menuju Ujung Genteng dari Sukabumi dengan waktu tempuh perjalanan selama 3 – 4 jam.

Rute yang bisa Anda lewati ada dua, yaitu,

  • Rute pertama: Jakarta – Ciawi – Cicurug – Cibadak – Pelabuhan Ratu – Cikembar – Jampang Kulon –Surade – Ujung Genteng, dengan waktu tempuh sekitar 6 – 8 jam.
  • Rute kedua: Bandung – Cianjur – Sukabumi – Jampang Tengah – Jampang Kulon – Surade – Ujung Genteng, dengan menempuh jarak sekitar 230 kilometer, selama sekitar 4 jam.

Jam operasional Angkot adalah pukul 5 pagi dan yang terakhir menjelang maghrib. Pemberhentian terakhir Angkot di tempat pelelangan ikan (TPI) Ujung Genteng. Tarif sewa Angkot Rp. 100.000.

Tarif Ojek di Ujung Genteng ke Pantai Pangumbahan dan sebaliknya adalah Rp. 35.000 – Rp. 40.000.

Transportasi di Ujung Genteng

Tidak ada angkutan umum di wilayah Ujung Genteng, maka sebaiknya Anda menyewa mobil saja. Biaya sewa mobil tarif Bogor berkisar antara Rp. 300.000 hingga Rp. 400.000 per hari, belum termasuk biaya makan supir, penginapan supir, dan bensin), tergantung pada jenis mobilnya. Pilihan lebih hemat adalah menggunakan angkutan L300 menuju Sukabumi, yang biasa mengetem di area Terminal Baranangsiang, Bogor.

Hotel di Ujung Genteng

Penginapan di Ujung Genteng terdiri dari berbagai pilihan, mulai dari yang harganya murah sekitar Rp. 100.000 per malam, hingga kisaran 1 juta per malam. Sebagian besar lokasi penginapan di sepanjang pantai Ujung Genteng.

Berikut beberapa informasi penginapan di Ujung Genteng,

  • Pondok Adi, telepon 0251 316902 atau 0818 101159, Tarif kamar Rp. 300.000 untuk satu vila dengan dua kamar.
  • Losmen Deddy, nomor Hp 0852 19319854
  • Losmen Mamas, telepon 0266 212758 / 241033 atau 0852 13507788
  • Pondok Hexa, telpon 0251 7509271 atau 0813 80585444 / 0815 9372999
  • Vila Ujang, telepon 0251 337444 atau 0812 8774252
  • Batu Besar, telepon 0857-23652821

Kampung Cibuaya, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.

  • Pondok Wisata Koboi 1 dan 2, nomor Hp 0818 06255770
  • Pondok Pak Abudin, nomor Hp 0857 23062894
  • Penginapan Bungsu, nomor Hp 0815 63543189 / 0878 20979878
  • Linda’s Resort, Pak Rachmat, nomor Hp 0813 16385510
  • Penginapan Pak Ajod, nomor Hp 08782062 0842
  • Pondok Deri Putra, nomor Hp 0857 5944 9226
  • Pondok Febi, nomor Hp 0856 2491 4469
  • Pondok Amanah, nomor Hp 0815 6324 7205

Pangumbahan, Desa Kelapa Condong, Gunung Batu, Ujung Genteng, Sukabumi.

  • Pondok Iskandar, nomor Hp 0815 63579959 (Aisyah) dan 0811 203375 / 0812 2014761 (Iskandar)
  • Penginapan Pemda Penangkaran Penyu Pangumbahan, nomor Hp. 0859 21320362 (Janawi) atau 0878 20688431 (Ujang). Tarif kamar Rp. 250.000 per malam.
  • Amanda Ratu Resort

Jl. Surade, Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Sukabumi

Telepon 0266 6492808

 

Iklim di Ujung Genteng

Daerah Ujung Genteng memiliki iklim tropis dengan suhu udara rata-rata antara 22 – 28 derajat celcius. Curah hujan minimum terjadi pada Bulan Juli hingga Agustus, sedangkan Bulan Desember hingga Maret biasanya terjadi hujan lebat dan angin kencang.

Bahasa Daerah di Ujung Genteng

Bahasa Sunda

Objek Wisata di Ujung Genteng

  • Pantai Tenda Biru

Pantai berpasir putih dengan hamparan batu karang di kawasan hutan lindung yang dijaga oleh TNI AU. Tiket masuk Rp. 5.000. Ketika air surut, Anda bisa jalan ke tengah sejauh 200 – 300 meter dari tepi pantai.

 

  • Pantai Minajaya

Ketika air laut surut, Anda bisa menjumpai Ibu-ibu yang mengumpulkan jukut hejo (rumput laut) dan Bapak-bapak yang berburu udang lobster.

 

  • Pantai Pangumbahan

Hamparan pasir putih yang luas dan halus, menjadikan pemandangan pantai ini mempesona. Banyak pengunjung yang bermain selancar dan di sinilah tempat penangkaran penyu berada. Anda bisa menyaksikan pelepasan anak-anak penyu atau tukik-tukik ke laut.

  • Pantai Amanda Ratu

Pantai ini masih berada satu area dengan Vila Amanda Ratu. Lanskap pantai bertebing ini disebut-sebut mirip dengan pantai Tanah Lot di Bali. Deru ombaknya yang kencang dan memecah sepi sungguh memberikan nuansa tersendiri bagi pengunjung, khususnya tamu Vila Amanda Ratu.

 

  • Pantai Cipanarikan

Ada muara seperti gurun pasir putih di pantai ini. Pantai yang sangat alami, terletak di balik hutan lindung dengan kehidupan alam liar dan pasir pantai yang putih lembut. Pantai ini dikenal sebagai aquarium alami dengan ikannya yang warna-warni terjebak dilubang batu-batu karang sekitar pantai.

 

  • Pantai Ombak Tujuh

Untuk menuju pantai ini Anda perlu menggunakan ojek menyusuri hutan dan melewati 3 sungai tanpa jembatan. Perjalanan yang lumayan tangguh. Ongkos ojek pun tidak murah, kurang lebih Rp. 150.000, kalau hujan malah bisa sampai Rp. 250.000. Pilihan lainnya adalah naik perahu nelayan, Anda bisa menyewanya dengan tarif yang juga lumayan, Rp. 750.000 pulang pergi dari Pantai Ujung Genteng ke Pantai Ombak Tujuh. Pantai yang memiliki gulungan ombak tujuh tingkat ini popular di kalangan peselancar.

  • Pantai Cibuaya

Tempatnya mudah dijangkau, pantainya tenang cocok untuk Anda yang ingin bermain-main di pantai dan menikmati pesona matahari terbenam. Di sekitar pantai ini juga terdapat sejumlah penginapan yang murah meriah.

 

  • Curug Cikaso

Keindahan air terjun Cikaso luar biasa. Meski letaknya jauh dari pantai-pantai sebelumnya, tapi Anda akan lupa akan semua keletihan setibanya di tempat ini. Dari tempat parkir kendaraan, Anda bisa naik perahu dengan tarif Rp. 60.000 per perahu berkapasitas 10 orang, atau berjalan kaki selama lima menit sejauh 200 meter saja.

 

  • Curug Cikaso yang berlokasi di Kampung Ciniti, Desa Cibitung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Air yang terjun mengalir di curug ini terbagi atas tiga aliran, yaitu Curug Aseupan, Curug Meong, dan Curug Aki.

Air terjun ini berjarak sekitar 8 km dari Surade, 15 km dari Jampang Kulon, 32 km dari Ujung Genteng, 110 km dari Kota Sukabumi, dan sekitar 70 km dari Pelabuhan Ratu. Ketinggian air terjun sekitar 80 meter dengan lebar 100 meter, serta kedalaman kolam sekitar 15 meter. Biaya masuk mobil dan parkir kendaraan adalah Rp. 33.000.

  • Curug Cigangsa

Curug Cigangsa atau sebutan lainnya Curug Luhur mempunyai tiga tingkatan. Curug ini dulunya menjadi tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan dari kompeni yang mengejar. Curug Cigangsa berlokasi di Dusun Batusuhunan, Kecamatan Surade, Sukabumi. Biaya masuk kawasan adalah Rp. 3.000 per orang dan mobil Rp. 12.000.

 

Hiburan Malam di Ujung Genteng

  • Aktivitas menyaksikan penyu-penyu bertelur di malam hari. Hindari cahaya terang atau kamera yang menggunakan flash saat melihat aktivitas ini, karena dapat mengganggu proses bertelurnya penyu.
  • Barbeque di tepi pantai atau di dekat penginapan. Anda bisa memesan untuk hidangan barbeque kepada pihak penginapan lebih dulu pada pagi atau siang harinya, lalu mereka yang akan menyiapkannya untuk Anda.

 

Tempat Makan Rekomendasi di Ujung Genteng

  • Rumah Makan Anugerah Alam

Pantai Cibuaya, Ujung Genteng

Telepon 085864427806

 

  • Rumah Makan Rindu Sagara

Ujung Genteng

 

Tips Wisata di Ujung Genteng

  • Untuk mendapatkan kendaraan umum jurusan Bogor – Surade, sebaiknya datang sebelum jam 4 sore.
  • Siapkan uang tunai yang cukup, sebab biaya wisata di Ujung Genteng, baik penginapan dan makanan, tergolong lumayan mahal. Untuk naik ojek ke kawasan Ombak Tujuh saja bisa memakan biaya hingga Rp. 140.000 untuk ongkos pergi dan kembali.
  • Datang berkunjung pada tanggal 5 Mei, karena di tanggal tersebut diadakan perayaan Hari Nelayan, yang dianggap sebagai ulang tahun laut.
  • Jika Anda naik kendaraan umum, upayakan datang ke Pelabuhan Ratu di saat masih terang, karena tidak ada kendaraan umum pada malam hari, hanya tersedia ojek.
  • Berhati-hati saat berenang, khususnya bagi Anda yang membawa anak. Tentukan pilihan tempat berenang yang betul-betul aman untuk anak-anak.
  • Bagi penggemar memancing, datanglah ke Ujung Genteng di musim ramai ikan, Anda bisa menyewa perahu yang banyak disediakan di area pantai.
  • Sedangkan bagi Anda penggemar fotografi, jangan lewatkan mengambil gambar pemandangan pantai pada saat matahari terbit dan terbenam.
  • Jagalah barang bawaan Anda, terutama barang berharga. Tetaplah waspada terhadap keamanan diri Anda dan barang-barang Anda selagi berwisata di Ujung Genteng.
  • Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, pastikan kendaraan dalam keadaan prima dan tersedia cadangan bahan bakar. Sebab medan jalan menuju kawasan pantai cukup berat.
  • Lebih baik hindari berkendara pada saat malam hari karena minimnya penerangan dan kondisi jalanan yang berkelok-kelok, apalagi saat hujan.
  • Pastikan Anda tidak berkunjung pada saat musim kemarau, di mana air terjun yang merupakan objek wisata Ujung Genteng turut mengalami kekeringan, sehingga Anda tidak bisa menyaksikan keindahannya.

Perlu Kamu Tahu di Ujung Genteng

Puskesmas Wisata Ujung Genteng

Ujung Genteng, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat

 

RSUD Jampangkulon

Jl. Cibarusah No. 1, Jampang Kulon, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat

Telepon 0266 490009

 

Kantor Polres Sukabumi

Jl. Raya Sudirman No. 12, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat 434110

Telepon 0266 434110

 

Leave a Reply