Panduan Tips Pergi Liburan Ke Tanah Grogot

Tanah Grogot adalah salah satu kecamatan sekaligus ibukota Kabupaten Paser, Kalimantan Timur ini terbilang unik. Hampir semua fasilitas dan bangunan milik Pemerintah Daerah berwarna ungu. Saat Anda melewati sepanjang jalan kota ini akan terlihat semua kantor pemerintahan berwarna ungu, mulai dari dinding hingga pilar pagar, termasuk bak penampungan sampah yang terbuat dari tembok maupun container.

Jika di daerah lain marka jalan berwarna hitam-putih, kota yang berjarak tiga kilometer dari Balikpapan ini diwarnai ungu-putih. Warna yang sama juga tampak pada dasar gapura-gapura pembatas kecamatan dan desa. Bahkan, beberapa kilometer dari pusat kota terdapat telaga buatan dilengkapi bangunan menjorok mirip dermaga tetapi kecil. Hal yang sama juga terjadi, bangunan dan dermaga dicat ungu dengan tulisan “Telaga Ungu”.

Fenomena warna ungu tersebut terbilang tidak biasa, tetapi entah apa alasannya hingga warna ungu menjadi warna dasar di kabupaten tersebut. Meski demikian, hal ini menjadi daya tarik dan ciri khas kota untuk dapat dikenal dan berbeda dengan kota lain.

Terlepas dari nuansa ungu, ternyata Kabupaten Paser sendiri merupakan salah satu daerah tujuan transmigrasi sejak tahun 2002. Para transmigran tersebut ditempatkan ke berbagai wilayah secara merata dan dibina agar mampu mengelola wilayah tersebut. Sementara itu, mayoritas transmigran berasal dari Pulau Jawa, khususnya Wonosobo dan Klaten.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Tanah Grogot. Taman Putri Shaleha @hasrianmulya
Panduan Tips Pergi Liburan Ke Tanah Grogot. Taman Putri Shaleha @hasrianmulya

Wilayah Utama Tanah Grogot

Dengan luas wilayah 33,58 km2, Tanah Grogot dibagi menjadi satu kelurahan dan 13 desa, diantaranya :

  • Kelurahan Tanah Grogot
  • Desa Janju
  • Desa Sempulang
  • Desa Tepian Batang
  • Desa Tanah Periuk
  • Desa Pepara
  • Desa Sungai Tuak
  • Desa Rantau Panjang
  • Desa Jone
  • Desa Padang Pengrapat
  • Desa Muara Pasir
  • Desa Sungai Langir
  • Desa Perepat
  • Desa Pulau Rantau

Sejarah Tanah Grogot

Menurut cerita setempat, asal usul Kota Tanah Grogot tidak dapat dilepaskan dari peristiwa sejarah di Sulawesi Selatan. Alkisah Raja Bone La Patau Matanna Tika mengundang Arung Matoa Wajo La Salewangeng untuk menghadiri pesta melubangi telinga putrinya. La Madukelleng juga turut serta dalam pesta dan telah menjadi kegemaran bangsawan Bugis dalam pesta raja-raja dahulu diadakan pesta sabung ayam.

Ternyata, pada pelaksanaan sabung ayam terjadi ketidakadilan ketika ayam putra Raja Bone mati dikalahkan oleh ayam Arung Matowa Wajo. Kemenangan tersebut tidak diakui orang Bone yang berpendapat bahwa pertarungan tersebut sama kuat.akhirnya terjadi keributan dan perkelahian yang mengakibatkan korban di pihak Bone lebih banyak dibandingkan pihak Wajo. Raja Bone pun menuntut Wajo agar La Madukelleng menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dianggap salah. Akan tetapi, orang Wajo tidak mau memenuhi permintaan tersebut.

Oleh karena tidak mau dijajah pasukan Bone, La Madukelleng beserta pengikutnya meninggalkan Wajo untuk menghindari balas dendam oleh Kerajaan Bone. Dalam perantauannya, ia hanya bermodalkan tiga ujung, yakni ujung lidah sebagai bekal diplomasi, ujung badik untuk bertarung dan ujung kelamin melalui perkawinan. Beliau pun malang melintang di negeri orang untuk mengukir kejayaan orang Bugis secara turun temurun.

Dalam keseharian rombongan Bugis-Wajo bermukim di pinggiran Sungai Kandilo dan sering mendengar suara arus deras yang menimbulkan suara gemuruh. Selanjutnya, mereka menamakan pemukiman tersebut dengan Tanah Geroro-E (Geroro-E artinya suara gemuruh). Oleh karena itu, Sultan Kerajaan Paser saat itu menyebut Tanah Geroro-E yang menjadi cikal bakal sebutan Kota Tanah Grogot.

Setelah banyak orang Bugis bermukim di sepanjang Sungai Kandilo, datanglah utusan Belanda mengajukan permohonan langsung kepada Sultan Kerajaan Paser dalam bidang perniagaan dengan membangun rumah sebagai tempat menjual garam dan candu. Namun, orang Belanda tidak dapat menyebutkan Tanah Geroro-E, malah menyebutnya dengan Tanah Grogod.

Cara Pergi ke Tanah Grogot

Ada banyak cara untuk pergi ke Tanah Grogot sebuah kecamatan di Kabupaten Paser. Mulai dari naik pesawat terbang, hingga dengan kapal laut.

Pergi Ke Tanah Grogot Dengan Pesawat

Tidak ada penerbangan langsung ke Tanah Grogot, tetapi Anda dapat menggunakan berbagai maskapai yang melayani penerbangan ke Bandara Sepinggan di Balikpapan atau Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin. Selanjutnya dari Balikpapan dapat menyeberang ke Panajam Pasir Utara melalui Pelabuhan Sembayang sekitar 30 menit dengan speedboat dan dua jam perjalanan dengan kapal ferry, dilanjutkan dengan mobil menuju Tanah Grogot selama 3,5 jam.

Pergi Ke Tanah Grogot Dengan Kapal Laut

Meski Kabupaten Paser memiliki enam buah pelabuhan laut yang berada di bawah administrasi Kantor Pelabuhan Tanah Grogot, tetapi sarana angkutan laut tersebut hanya melayani angkutan barang, sedangkan angkutan penumpang regular tidak tersedia. Pelabuhan-pelabuhan tersebut diantaranya Pelabuhan Pondong, Pelabuhan Sei Kandilo, Pelabuhan Teluk Apar, Pelabuhan PTP XIII Tanah Merah, Pelabuhan PT. Kideco Tanah Merah dan Pelabuhan Sei Lombok. Arus kapal barang melalui pelabuhan-pelabuhan tersebut juga relatif padat.

Transportasi Umum di Tanah Grogot

Angkutan umum yang digunakan di dalam dan luar kota berjenis mobil minibus dan bus medium. Jalur yang tersedia Tanah Grogot-Batulicin (Kalimantan Selatan), Kuaro-Banjarmasin dan Tanah Grogot-Penajam. Transportasi tersebut dilayani oleh tiga terminal, yakni Terminal Kota Tanah Grogot, Terminal Tepian Batang dan Terminal Kuaro.

Hotel di Tanah Grogot

Ada beberapa hotel dan penginapan di Tanah Grogot yang bisa anda pergunakan untuk menginap. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Hotel Grand Sadurengas
  • Bumi Pasir Hotel
  • Rindang Benua Hotel
  • Andini Hotel
  • Mariola Hotel
  • Oasis Mamie Hotel
  • Hendra Jaya Hotel
  • Mama Rina
  • Lorus
  • Grogot Indah Hotel
  • Wisma Grogot Indah

Iklim di Tanah Grogot

Iklim di Tanah Grogot dipengaruhi oleh lintang dan topografi wilayah dengan suhu rata-rata tahunan 25 0C, sedangkan curah huj memiliki iklim tropis dengan suhu udara rata-rata 29,8 0C dan rata-rata terendah sekitar rata-rata 222,9 mm.

Bahasa Daerah di Tanah Grogot

Masyarakat Tanah Grogot menggunakan bahasa Paser sebagai bahasa daerah. Namun, masuknya suku lain seperti Bugis, Jawa dan Banjar memperkaya budaya dan bahasa yang ada di Tanah Grogot.

Tempat Wisata di Tanah Grogot

  • Taman Putri Shaleha
  • Taman Alam Lembayung
  • TMP Daya Taka
  • Agrowisata Trubus Sari
  • Taman Rigari
  • Kolam Renang Awa Salangoi
  • Tahura Lati Petangis
  • Taman Promosi Budaya Kabupaten Paser
  • Masjid Agung Tanah Grogot

Mal di Tanah Grogot

  • Kandilo Plaza

Hiburan Malam di Tanah Grogot

  • Siring Sungai Kandilo, Jalan Cut Nyak Dien

Rekomendasi Tempat Makan Kuliner di Tanah Grogot

  • Pempek Tanah Periuk, Jalan Raya Tanah Grogot-Batulicin
  • Kuliner Rakyat Tanah Grogot
  • Kafe Bread Brother

Tips Wisata di Tanah Grogot

  • Berhati-hatilah dalam berkendara atau berjalan kaki di Tanah Grogot. Meski jalan-jalan utamanya lebar dan tidak ramai kendaraan lalu lalang tetapi sering terjadi kecelakaan setiap hari.

Perlu Kamu Tahu di Tanah Grogot

  • RSUD Panglima Sebaya, Jalan Kusuma Bangsa Km.5, Tanah Grogot, Kalimantan Timur, Telepon : (0543) 21363
  • Polres Paser, Tanah Grogot, Kalimantan Timur

Leave a Reply