Panduan Tips Pergi Liburan Ke Kayan Mentarang National Park

Taman Nasional Kayan Mentarang terletak di Kecamatan Malinau, Kalimantan Timur. Kayan Mentarang adalah wilayah konservasi alam terbesar di Kalimantan, dan merupakan yang terluas di Asia Tenggara. Wilayah konservasi alam ini kemudian diresmikan sebagai Taman Nasional oleh Menteri Kehutanan pada tahun 1996, dan dilindungi oleh Ketetapan Kementerian Kehutanan No. 631/KTPS-II/1996, yang mengatur tentang konservasi sumber daya alam beserta ekosistemnya.

Berbagai vegetasi alam dapat ditemukan di sini, mulai dari hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi, bahkan padang rumput, di dalam habitat yang beraneka ragam. Setidaknya ada 150 mamalia hidup di kawasan ini, dengan lebih dari 300 jenis burung dan beraneka satwa liar reptil, ampibi, dan serangga. Pengunjung yang beruntung dapat menjumpai satwa liar langka seperti gajah Kalimantan, yang sudah hampir punah.

Populasinya kini hanya tersisa 25 sampai 45 ekor. Gajah Kalimantan berbeda dengan Gajah Sumatera dan Gajah Asia. Gajah ini adalah sub-spesies dari gajah Asia. Asal usul gajah Kalimantan masih merupakan kontroversi. Ada hipotesis yang menduga mereka dibawa ke Kalimantan. Beberapa jenis mamalia langka lainnya masih menghuni kawasan ini seperti macan dahan, beruang madu, lutung dahi putih, dan banteng.

Selain satwa langka, berbagai spesies tumbuhan juga dapat ditemukan di sini, bahkan banyak yang belum teridentifikasi karena masih merupakan jenis tumbuhan baru di Indonesia. Kekayaan isi Taman Nasional ini tidak berhenti pada keunikan vegetasi alamnya saja.

Ada banyak juga temuan arkeologi dan benda-benda prasejarah seperti kuburan juga alat-alat peninggalan jaman batu yang terdapat di kawasan ini. Diperkirakan usianya lebih dari 350 tahun dan merupakan situs penting di Kalimantan.

Pusat konservasi Taman Nasional Kayan Mentarang via @sewarashati
Pusat konservasi Taman Nasional Kayan Mentarang via @sewarashati

Spesifikasi Taman Nasional Kayan Mentarang:

  • Taman Nasional Kayan Mentarang ditetapkan dalam SK. No. 631/KPTS-II/1996
  • Luas Wilayah: 1.360.500 hektar
  • Letak Wilayah: Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Timur
  • Temperatur Udara: 16° – 30° C
  • Curah Hujan Rata-rata: 3.100 mm/tahun
  • Ketinggian Tempat: 200 – 2.558 meter dpl
  • Letak Geografis: 1°59’ – 4°24’ LU, 114°49’ – 116°16’ BT

Uniknya lagi, masyarakat suku Dayak yang bermukin di kawasan Taman Nasional ini, juga memiliki pengetahuan budaya konservasi alam yang bermanfaat untuk menunjang kehidupan mereka. Kemampuan mandiri masyarakat suku Dayak dalam melestarikan kekayaan hayati di lingkungannya dapat terlihat dari cara mereka bertani. Mereka paham bagaimana cara mengumpulkan dan merawat berbagai macam tipe dan varitas beras.

Banteng (Bos javanicus), Salah satu tempat persebaran satwa ini adalah Di taman nasional Kayan Mentarang via @sewarashati
Banteng (Bos javanicus), Salah satu tempat persebaran satwa ini adalah Di taman nasional Kayan Mentarang via @sewarashati

Ada beberapa kegiatan yang ditawarkan di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang. Seperti mendaki gunung, pengamatan alam, penjelajahan hutan, penyusuran sungai-sungai, wisata air terjun, dan sebagainya. Taman Nasional ini juga dimanfaatkan untuk penelitian bagi para pelajar dan pengajar ilmiah, serta berbagai penelitian lapangan soal pelestarian lingkungan dan alam.

Fasilitas penginapan disediakan oleh Taman Nasional ini untuk digunakan para pengunjung. Selain itu mereka juga memberikan fasilitas speedboat/klotok, pos jaga, jalan trotoar, dan lain sebagainya. Waktu berkunjung terbaik adalah pada Bulan September sampai dengan Bulan Desember di setiap tahunnya.

Wilayah Utama Kayan Mentarang National Park

Kawasan hutan di taman nasional ini terbentang di bagian utara Propinsi Kalimantan Timur, yaitu di wilayah Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Bulungan. Serta berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Sejarah Kayan Mentarang National Park

Kekayaan hutan tropis Kalimantan yang terbentang luas membuat pemerintah Indonesia mendirikan beberapa kawasan konservasi alam untuk melestarikan kelangsungan hidupnya. Salah satu yang terbesar adalah Taman Nasional Kayan Mentarang di Propinsi Kalimantan Utara.

Taman Nasional Kayan Mentarang ini diberkati dengan berbagai keanekaragaman hayati via @gunungpancar
Taman Nasional Kayan Mentarang ini diberkati dengan berbagai keanekaragaman hayati via @gunungpancar

Kawasan konservasi alam ini kemudian ditetapkan menjadi Taman Nasional berkat desakan WWF dan masyarakat Suku Dayak yang menghuni kawasan taman nasional ini. Keberadaan taman nasional ini diklaim sebagai kawasan hutan primer terbesar di Indonesia, bahkan di seluruh Asia Tenggara, dengan luas lahan mencapai 1.35 juta hektar.

Nama Kayan Mentarang terambil dari dua nama sungai utama yang mengalir di Taman Nasional, di sebelah selatan ada Sungai Kayan, dan di sebelah utara ada Sungai Mentarang. Versi lainnya mengatakan, bahwa nama Kayan Mentarang terambil dari dua dataran tinggi yang ada di pegunungan wilayah ini. Lokasi Taman Nasional ini berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, berbatasan langsung dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Cara Pergi ke Kayan Mentarang National Park

Taman Nasional Kayan Mentarang sangat jauh dan hanya dpat diakses oleh penerbangan umum di Samarinda rute Long Ampug dan Tarakan dengan rute Long Bawan, atau dengan angkutan sungai yang melanjutkan perjalanan rute Tarakan – Tanjung Selor – Long Pujungan.

Untuk berkunjung ke Taman Nasional Kayan Mentarang, Anda bisa menggunakan pesawat terbang dari Samarinda ke Tarakan selama satu jam penerbangan. Setelah tiba di Tarakan, Anda lanjut menggunakan speedboat atau perahu klotok menyusuri aliran Sungai Mentarang. Waktu tempuh perjalanan air ini antara 6 jam sampai satu hari. Untuk mencapai bagian selatan taman nasional, Anda bisa terbang dari Samarinda atau Malinauke Long Ampung.

Kalau dari Balikpapan ke Tanjung Selor, atau dari penerbangan langsung Jakarta ke Tarakan, bisa dilanjutkan dengan speedboat ke Tanjung Selor, estimasi waktu tempuh naik speedboat adalah dua jam menuju Tanjung Selor. Pangunjung yang terbang menggunakan pesawat kecil (Cessna) disarankan untuk membawa barang dengan beban kurang dari 10 kg saat melintasi rute ini, mengingat kapasitas penumpang dan kapasitas beban pesawat terbatas.

Salah satu moda transportasi di Kayan Mentarang National Park via @kayanmentarang_nationalpark.id
Salah satu moda transportasi di Kayan Mentarang National Park via @kayanmentarang_nationalpark.id

Selain itu, ada juga akses laut menuju Tarakan melewati empat pelabuhan utama yaitu, Pelabuhan Tengkayu I, Tengkayu II, Pelabuhan Malundung, dan Pelabuhan Juwata Laut, yang melayani tujuan lainnya di Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia.

Berikut adalah sarana transportasi yang bisa digunakan untuk membawa Anda berkunjung ke sekitar Taman Nasional Kaya Mentarang,

  • Jika dari Malinau menuju Tarakan atau Long Alango, bisa menggunakan pesawat kecil/Cessna.
  • Jika dari Malinau menuju Tarakan atau Pujungan, juga menggunakan pesawat kecil.
  • Jika dari Tanjung Selor menuju Pujungan, perlu menggunakan perahu panjang dengan waktu tempuh satu hari.
  • Jika dari Malinau menuju Mentarang Hulu, Anda bisa juga menggunakan perahu ketinting atau menyewa perahu panjang carteran.

Sarana angkutan penghubung antar wilayah Kecamatan Pujungan dan Kecamatan Bahau Hulu digunakan perahu ketinting. Ketinting adalah perahu bermotor yang menggunakan poros panjang pada sisi luarnya, dan dapat dibenamkan ke dalam air atau diangkat ke permukaan air.

Transportasi di Kayan Mentarang National Park

Untuk berkeliling taman nasional, selain berjalan kaki, Anda bisa menyewa perahu panjang untuk menyusuri sungai dengan harga diatas Rp. 150.000 ribu per jam. Sungai-sungai yang terdapat di taman nasional ini antara lain Sungai Bahau, Sungai Kayan, dan Sungai Mentarang, menjadi sarana transportasi utama menuju berbagai kawasan di taman nasional.

Pengianapan di Kayan Mentarang National Park

Tersedia penginapan di kawasan Bawan Long, baik wisma maupun homestay, dengan harga antara Rp. 50.000 – Rp. 85.000 per malam, sudah termasuk makan tiga kali sehari. Berkemah di hutan juga bisa menjadi pilihan seru bagi Anda yang berjiwa petualang dan pencinta alam.

Namun Anda juga bisa memilih menginap di rumah-rumah penduduk Suku Dayak yang terbuka bagi para wisatawan. Tentu pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan kehidupan suku Dayak ini akan memberi kesan lebih dari perjalanan Anda.

Iklim di Kayan Mentarang National Park

Taman Nasional Kayan Mentarang beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 3.000 per tahun dan temperatur udara antara 16 – 30 derajat Celsius.

Bahasa Daerah di Kayan Mentarang National Park

Komunitas Dayak, seperti suku Kenyah, Kayan, Lundayeh, Tagel, Saben dan Punan, Badeng, Bakung, Makulit, Makasan mendiami sekitar 50 desa yang ada di dalam kawasan taman nasional ini. Mereka kerap menuturkan Bahasa Dayak dalam kesehariannya, tapi setiap kelompok suku biasanya mengembangkan bahasa atau dialeknya sendiri.

Tempat Wisata di Kayan Mentarang National Park

Ada beberapa objek wisata yang bisa Anda lihat di sekitar kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang, beberapa di antaranya adalah:

Pertunjukan Seni Tari dan Budaya Suku Dayak di Kayan Mentarang National Park via @djclarrio
Pertunjukan Seni Tari dan Budaya Suku Dayak di Kayan Mentarang National Park via @djclarrio

1. Batu Ului

Suatu puncak gunung batu yang terletak di bagian hulu Desa Long Jelet, yang berada di muara Sungai Jelet dan Sungai Pujungan, yang bisa ditempuh selama empat jam pengarungan sungai naik perahu ketinting dari Long Pujungan. Puncak gunung ini sendiri bisa dicapai lewat pendakian selama 2.5 jam berjalan dari tempat perhentian perahu. Lerengnya cukup terjal dan licin.

2. Air Terjun U’ung Melu’ung

Salah satu objek wisata menarik di Long Pujungan, tingginya mencapai 50 meter. Diperlukan waktu selama setengah jam menyusuri jalan setapak dari tepi Sungai Pujungan. Terdapat sumber air asin yang kerap mengundang satwa liar, Anda bisa mengamatinya diam-diam di sini. Jika Anda berangkat dari Long Jelet, Anda bisa naik perahu ketinting selama satu jam untuk tiba di tempat ini.

3. Situs Kuburan Batu

Temuan situs arkeologi ini menjadi peninggalan yang dianggap penting bagi masyarakat di Kalimantan. Situs kuburan batu ditemukan di hulu Sungai Bahau dan hulu Sungai Pujungan, yang mana adalah sisa-sisa keberadaan Suku Ngorek. Situs ini mengindikasikan bahwa setidaknya 400 tahun silam masyarakat Dayak sudah mendiami kawasan ini.

4. Padang Rumput Long Tua

Tempat ini merupakan habitat banteng liar yang masih tersisa di Kalimantan. Rusa dan Babi hutan juga banyak terlihat berkeliaran di sini, khususnya pada pagi dan sore hari. Masyarakat setempat turut menjaga kelangsungan hidup di tempat ini. Ada sebuah pondok persinggahan yang bisa dijadikan tempat bermalam, disediakan oleh Pengurus Ekowisata di Kuala Sungai Tua.

5. Seni Tari dan Budaya Suku Dayak

Tarian-tarian daerah Suku Dayak ini bisa disaksikan pada hari-hari tertentu, seperti saat perayaan hari besar, saat menyambut tamu kunjungan, panen raya, dan upacara pernikahan adat.

Tips Liburan di Kayan Mentarang National Park

  • Bawalah sunblock dan pelindung sinar matahari untuk melindungi Anda dari cuaca panas yang terik.
  • Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang, untuk melindungi diri Anda dari gigitan serangga, duri-duri semak dan tumbuhan hutan, serta melindungi kulit Anda dari sinar matahari yang menyengat.
  • Pastikan dahulu harga sewa perahu dengan pemilik perahu, termasuk biaya BBM dan biaya makan sebelum memutuskan menyewa. Cobalah menawar terlebih dulu.
  • Sediakan kantong sampah selama perjalanan berkeliling taman nasional, untuk menampung sementara sampah Anda sebelum menemukan tempat pembuangan sampah yang sebenarnya, agar tidak merusak ekosistem dan keindahan lingkungan di kawasan taman nasional.
  • Siapkan perbekalan makanan dan minuman yang cukup karena Anda akan kesulitan mencari penjaja makanan dan minuman di kawasan hutan belantara taman nasional.

Perlu Anda Tahu Infomrasi Penting Tentang Kayan Mentarang National Park

  • Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Jl. Pusat Pemerintahan Pemda Malinau – Malinau
  • Martin Labo (Forum Musyawarah Masyarakat Adat – Taman Nasional Kayan Mentarang)
  • WWF Indonesia – Kayan Mentarang Programme, Kantor Malinau, Jl. Raya Pandita RT. 5 No. 21, Tg. Belimbing Malinau, Telepon 0553-219581, Email: [email protected], Website: www.kayanmentarang.or.id

Leave a Reply