PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Taman Nasional Way Kambas di Lampung

Blog

Pusat Ekosistem

Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas terletak di Raja Basa Lama, Labuhan Ratu, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Taman nasional ini adalah pusat ekosistem yang terdiri dari hutan daratan rendah, hutan rawa air tawar, padang rumput, semak belukar, hutan, dan pantai. Taman nasional ini memiliki luas wilayah sekitar 125.000 hektar dan sebagian besar masih berupa hutan rimba. Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO yang menjadi tempat pelestarian flora dan fauna, terutama satwa gajah Sumatera. Hutan konservasi ini berjarak sekitar 112 km dari kota Bandar Lampung dan dapat dicapai dengan waktu perjalanan sekitar 2 sampai 3 jam menggunakan kendaraan bermotor. Taman Nasional Way Kambas buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00. Untuk masuk ke taman nasional ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket seharga Rp. 7.000 per orang. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor telepon (0725) 44220.

Taman Nasional Way Kambas sebagai Pusat Konservasi Gajah Sumatera

Konservasi Satwa Gajah Sumatera

Taman Nasional Way Kambas memiliki peran penting dalam pelestarian satwa gajah Sumatera yang terancam punah. Di taman nasional ini, terdapat sekitar 300 ekor gajah Sumatera yang menjadi pusat konservasi satu-satunya di Indonesia. Taman Nasional Way Kambas telah berhasil menyumbang ratusan gajah ke taman satwa dan kebun binatang di seluruh Indonesia. Melalui upaya konservasi ini, diharapkan semua gajah dapat hidup dengan bebas dan aman serta berkembang biak untuk meneruskan keturunan. Selain itu, tujuan utama konservasi ini adalah melindungi satwa liar agar terhindar dari ancaman perburuan oleh tangan jahat manusia dan menghindari kepunahan. Pusat konservasi satwa berbelalai ini juga memiliki rumah sakit gajah yang merupakan satu-satunya layanan kesehatan hewan ini di Indonesia dan bahkan di Asia. Rumah sakit ini menangani gajah yang sedang sakit atau yang tertangkap karena berkeliaran sampai ke pemukiman masyarakat. Dengan adanya fasilitas rumah sakit ini, diharapkan gajah-gajah tersebut bisa mendapatkan perawatan yang baik dan kembali ke habitat aslinya dengan kondisi yang sehat.

BACA JUGA :  Ubud Hotel & Cottages Malang, Buat Kamu Yang Rindu Suasana Penginapan Bali Harga Mulai Rp329.450

Wisata di Taman Nasional Way Kambas

Atraksi Gajah

Di Taman Nasional Way Kambas, terdapat berbagai atraksi menarik yang melibatkan gajah-gajah yang ada di sana. Setiap sore, para pengunjung dapat menyaksikan atraksi gajah seperti gajah yang mengusung kayu, gajah yang membajak sawah, atraksi sirkus gajah, dan atraksi gajah yang bermain bola. Atraksi lainnya adalah gajah yang berlari balapan dengan ditunggangi oleh para pengunjung. Meskipun gajah memiliki ukuran badan yang besar, atraksi ini tetap menarik dan menghibur para pengunjung. Selain itu, terdapat juga atraksi gajah yang memiliki keahlian dalam menggambar lukisan. Para pengunjung juga memiliki kesempatan untuk menaiki gajah yang dikendalikan oleh pawangnya. Harga untuk menaiki gajah ini sekitar Rp. 20.000 untuk satu putaran sekitar 50-100 meter. Selain itu, terdapat juga paket short time yang harga tiketnya sekitar Rp. 150.000. Dalam paket ini, pengunjung dapat berkeliling di taman dengan gajah selama 30 menit. Setiap satu ekor gajah dapat dinaiki oleh 2 pengunjung dan 1 pawang. Selama berkeliling, pengunjung akan disuguhi pemandangan indah hutan liar di sekitar Taman Nasional Way Kambas.

Proses Memandikan Gajah

Setiap pagi, para pawang akan memandikan gajah-gajah di kolam yang ada di Taman Nasional Way Kambas. Proses memandikan gajah ini menjadi salah satu atraksi yang menarik bagi para pengunjung. Para pawang akan mengajak gajah-gajah tersebut ke kolam dan memandikannya. Setelah mandi, gajah-gajah tersebut akan dilepaskan agar bisa hidup bebas di alam liar. Pada siang hari, banyak sekali gerombolan gajah yang kembali ke habitat aslinya di alam liar. Namun, tidak jarang juga terdapat gajah-gajah yang tersesat atau tidak kembali ke pusat latihan gajah (PLG) hingga malam hari dan mendekati pemukiman masyarakat. Hal ini kadang meresahkan masyarakat karena kawanan gajah dapat merusak beberapa tanaman milik masyarakat setempat. Untuk mengatasi masalah ini, petugas melakukan patroli dengan menaiki gajah di wilayah perbatasan Taman Nasional Way Kambas. Mereka akan menggiring gajah-gajah tersebut agar tidak sampai masuk ke wilayah pemukiman warga dan mengembalikannya ke habitat asalnya.

BACA JUGA :  Wajib Baca 10 Daftar Ini Sampai Habis Jika Sulit Mencari Barbershop 24 Jam di Jakarta

Pusat Penangkaran Badak Sumatra

Selain gajah, Taman Nasional Way Kambas juga memiliki pusat penangkaran badak Sumatra. Badak Sumatra merupakan salah satu hewan yang dilindungi dan terancam punah. Di pusat penangkaran ini, badak Sumatra ditangkap dan diberikan perawatan serta pemulihan kondisi untuk kemudian dilepaskan kembali ke alam bebas jika sudah jinak dan tidak berbahaya. Pusat penangkaran ini juga dapat dikunjungi oleh para pengunjung yang ingin melihat badak Sumatra dari dekat. Di tempat ini, terdapat museum gajah yang berisi koleksi tulang atau rangka gajah setinggi 3 meter. Selain itu, terdapat juga pusat laboratorium alam yang dilengkapi dengan alat-alat yang lengkap untuk keperluan penelitian. Para pengunjung juga dapat mengambil paket tour untuk berkeliling menyusuri sungai dengan perahu motor. Paket tour ini akan membawa pengunjung melihat kehidupan satwa liar di alam bebas dan menikmati keindahan alam sekitar Taman Nasional Way Kambas.

Informasi Tambahan

Harga Tiket Masuk dan Penginapan Terdekat

Untuk memasuki Taman Nasional Way Kambas, pengunjung hanya perlu membayar tiket seharga Rp. 7.000 per orang. Sedangkan untuk kendaraan roda 4, dikenakan ongkos retribusi sebesar Rp. 10.000 untuk biaya perbaikan jalan. Pengunjung yang ingin menginap di dekat Taman Nasional Way Kambas dapat memilih penginapan di Guest House yang terletak di Pusat Latihan Gajah atau di Camp Resort Way Kanan. Harga penginapan di Guest House dan Camp Resort ini biasanya sekitar Rp. 200.000 per malam. Selain itu, terdapat juga penginapan lainnya dekat dengan gerbang pintu masuk Taman Nasional Way Kambas yang memiliki konsep bangunan cottage dan dapat digunakan untuk menginap hingga 4 orang.

BACA JUGA :  10 Daftar Pilihan Cafe Menarik Daerah Makassar Ini Asik Buat Nongkrong Karena Ada Live Music-nya!

Sejarah Taman Nasional Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas telah ada sejak tahun 1936 pada zaman penjajahan Belanda. Pada saat itu, gajah-gajah digunakan sebagai tenaga pengangkut kayu. Kemudian, pada tahun 1978, kawasan hutan ini diberi nama Kawasan Pelestarian Alam (KPA) yang kemudian disahkan oleh Menteri Pertanian. Pada tahun 1989, Kawasan Pelestarian Alam ini diubah namanya menjadi Taman Nasional Way Kambas melalui deklarasi oleh Menteri Kehutanan. Sejak itu, taman nasional ini terus menjadi pusat konservasi dan penangkaran satwa, terutama gajah Sumatera. Pusat konservasi ini juga melayani pertukaran satwa dengan kebun binatang lain untuk menghindari perkawinan sedarah dan memastikan kelangsungan hidup satwa yang sehat.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *