PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

10 Foto Candi Sewu Klaten, Harga Tiket Masuk, Sejarah Legenda, Lokasi Alamat, Nomer Telepon + Arsitektur Pembangunan

Blog

Heading 2: Candi Sewu, Keindahan Budaya dan Sejarah di Tengah Jawa Tengah

Candi Sewu merupakan salah satu peninggalan kebudayaan agama Budha yang terletak di Jl. Raya SoloYogyakarta KM 15, Klurakbaru, Tlogo, Kalasan, Jawa Tengah. Lokasinya yang strategis, hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari Candi Prambanan, menjadikan Candi Sewu menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Jawa Tengah.

Dengan luas kompleks mencapai 8.000 meter persegi, Candi Sewu menjadi candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Keberadaannya yang sudah berusia lebih dari 1.000 tahun membuatnya menjadi salah satu peninggalan sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Selain itu, candi ini juga memiliki keunikan tersendiri karena adanya pengaruh Hindu dalam arsitektur dan ornamen-ornamen yang terdapat di dalamnya.

Heading 3: Sejarah Berdirinya Candi Sewu

Candi Sewu memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Pada tahun 1960, para peneliti berhasil menemukan dua buah prasasti yang mengungkap tentang jati diri candi ini. Prasasti Kelurak (782) dan Prasasti Manjusrighra (792) menjadi bukti bahwa candi ini bernama asli Prasada Vajrasana Manjusrighra. Nama tersebut berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti “kuil bertakhta rumah Manjusri”.

Candi Sewu diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, seorang raja yang memerintah Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Rakai Panangkaran dikenal sebagai raja yang mampu mensejahterakan masyarakatnya dan membangun berbagai monumen keagamaan, termasuk Candi Sewu.

Keberadaan Candi Sewu yang berdekatan dengan Candi Prambanan menunjukkan adanya toleransi antara agama Budha dan Hindu pada masa itu. Keduanya memiliki kultur dan corak yang berbeda, namun tetap bisa berdampingan dengan harmonis. Hal ini menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama sudah diajarkan dan ditanamkan sejak dahulu.

BACA JUGA :  Sop Konro BCA, Kuliner Dalam Gang Sempit Paling Laris di Balikpapan

Heading 3: Legenda Roro Jonggrang dan Candi Sewu

Salah satu legenda yang terkait dengan Candi Sewu adalah legenda Roro Jonggrang. Menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat, Candi Sewu awalnya terdiri dari seribu candi. Namun, mengapa diberi nama “sewu” yang berarti seribu?

Legenda ini bermula dari kisah cinta antara Bandung Bondowoso, Putra Mahkota Kerajaan Pengging, dan Roro Jonggrang, Putri dari Raja Boko. Bandung Bondowoso jatuh cinta kepada Roro Jonggrang dan ingin mempersuntingnya. Namun, Roro Jonggrang tidak bersedia begitu saja. Ia memberikan syarat kepada Bandung Bondowoso untuk membuat seribu candi dalam waktu satu malam.

Bandung Bondowoso yang memiliki kekuatan magis menerima tantangan tersebut dan memanggil mahluk halus untuk membantu membangun seribu candi dalam waktu yang singkat. Hanya dalam satu malam, candi-candi yang diinginkan oleh Roro Jonggrang berdiri dengan megah.

Namun, Roro Jonggrang memiliki rencana licik. Ia meminta para gadis desa untuk memukul lesung padi dan ayam-ayam berkokok sebelum matahari terbit. Hal ini membuat Bandung Bondowoso dan para mahluk halus yang sedang bekerja berhenti karena mengira hari sudah hampir pagi. Akibatnya, jumlah candi yang berhasil dibangun hanya kurang satu dari seribu, sehingga candi ini diberi nama Candi Sewu.

Ketika Bandung Bondowoso mengetahui tipu muslihat yang dilakukan oleh Roro Jonggrang, ia merasa kecewa dan marah. Sebagai hukumannya, ia mengubah Roro Jonggrang menjadi patung ke seribu sebagai permintaan terakhir Roro Jonggrang. Legenda ini menjadi salah satu cerita yang melekat kuat dengan keberadaan Candi Sewu.

Heading 3: Arsitektur dan Keindahan Candi Sewu

Candi Sewu memiliki arsitektur yang megah dan indah. Kompleks candi ini terdiri dari beberapa bangunan utama, seperti candi induk, candi apit, dan candi perwara. Candi induk memiliki luas sekitar 40 meter persegi dengan tinggi bangunan mencapai 30 meter. Bangunan ini dibangun dengan menggunakan batu andesit dan dihiasi dengan relief-relief yang menceritakan kisah-kisah keagamaan.

BACA JUGA :  10 Rekomendasi Tempat Sewa AC di Wilayah Jakarta Dengan Harga Rental Mulai Dari 700 Ribu Rupiah

Selain itu, Candi Sewu juga memiliki empat pintu masuk yang dijaga oleh arca Dwipala. Arca-arca tersebut memiliki tinggi sekitar 2,3 meter dan ditempatkan di atas kotak persegi dengan satu kaki yang terlihat berlutut. Pintu-pintu masuk ini memiliki ornamen yang indah dan menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

Keindahan Candi Sewu juga terpancar dari suasana di sekitarnya. Meskipun terletak di tengah kota, kompleks candi ini dikelilingi oleh pepohonan yang memberikan kesan sejuk dan menenangkan. Terlebih lagi, saat sore hari tiba, angin yang berhembus lirih dan kesejukan udara akan membuat pengunjung merasa nyaman dan tenang.

Heading 2: Kesimpulan

Candi Sewu merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan budaya dan sejarah di tengah Jawa Tengah. Keberadaannya sebagai peninggalan kebudayaan agama Budha yang megah dan berusia lebih dari 1.000 tahun menjadi bukti kekayaan sejarah Indonesia. Legenda Roro Jonggrang yang terkait dengan candi ini juga menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Dengan arsitektur yang megah dan keindahan alam di sekitarnya, Candi Sewu menghadirkan pengalaman wisata yang tak terlupakan. Pemandangan candi-candi yang berdiri kokoh dan dihiasi dengan relief-relief yang indah akan membuat pengunjung terpesona. Suasana yang tenang dan sejuk di sekitar candi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Mengunjungi Candi Sewu bukan hanya sekadar mengagumi keindahan bangunan, tetapi juga merasakan sejarah dan budaya Indonesia yang begitu kaya. Keberadaan candi ini menjadi sebuah pengingat akan kebesaran dan keperkasaan Kerajaan Mataram Kuno. Oleh karena itu, Candi Sewu layak untuk dikunjungi dan dijaga kelestariannya sebagai warisan budaya bangsa.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *