Keindahan Candi Penampihan di Tulungagung
Heading 2: Sejarah Candi Penampihan
Candi Penampihan adalah sebuah candi Hindu kuno yang merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini terletak di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Dusun Turi, Desa Geger, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Candi Penampihan ini dibangun pada tahun Saka 820 atau 898 Masehi. Awalnya, Candi Penampihan digunakan sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa oleh masyarakat Hindu pada masa itu.
Namun, seiring berjalannya waktu, situs bersejarah ini kemudian dijadikan sebagai alternatif destinasi wisata di Tulungagung. Selain dapat mempelajari sejarah, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam sekitar dan menyaksikan secara langsung cara bercocok tanam di daerah ini, yang merupakan salah satu daerah penghasil sayur mayur terbesar di Tulungagung. Selain itu, pengunjung juga dapat mengabadikan momen dengan mengambil beberapa gambar atau foto selama berkunjung ke candi ini.
Heading 3: Asal Nama Candi Penampihan
Nama “Penampihan” diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti “penerimaan”. Namun, dalam masyarakat juga terdapat dua makna lain dari kata “penampihan”, yaitu penolakan dan penerimaan yang bersyarat. Menurut legenda, asal mula Candi Penampihan bermula dari salah satu orang besar yang berasal dari Ponorogo. Orang tersebut berniat untuk melamar seorang putri dari Kerajaan Kediri yang bernama Dewi Kilisuci.
Dengan membawa seperangkat perlengkapan lamaran yang dibutuhkan, orang besar tersebut dan rombongannya berangkat menuju Kerajaan Kediri. Namun, di tengah perjalanan, ia mengutus orang suruhannya untuk pergi terlebih dahulu ke Kerajaan Kediri guna menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. Sayangnya, orang suruhan tersebut kembali dengan membawa berita penolakan dari Dewi Kilisuci. Hati sang pembesar pun menjadi sedih dan ia memutuskan untuk tidak kembali ke Ponorogo.
Maka, pada akhirnya, sang pembesar memutuskan untuk mendirikan sebuah bangunan suci berupa candi untuk ia tinggali dan menghabiskan sisa hidupnya. Itulah mengapa candi ini diberi nama “Penampihan”, yang berasal dari kata “tampik” yang berarti “tolak”. Dalam perkembangannya, arti “tampik” berganti menjadi “penampihan”. Selain itu, candi ini juga dikenal dengan nama Candi Asmarabangun, yang berasal dari masyarakat yang mengkaitkan pembangunan candi ini dengan orang yang sedang dilanda asmara.
Heading 3: Arsitektur Candi Penampihan
Candi Penampihan merupakan jenis candi pemujaan dengan tiga tahapan (teras). Konon, candi ini dibuat untuk memuja Dewa Siwa. Namun, seiring dengan pergantian kekuasaan dan politik di tanah Jawa, mulai dari Kerajaan Mataram Kuno, Kediri, Singosari, hingga Majapahit pada abad ke-9 hingga ke-14 Masehi, Candi Penampihan tetap digunakan untuk memuja Sang Hyang Wenang (Tuhan).
Di dalam kompleks candi, terdapat beberapa arca, seperti arca Siwa dan Dwarapala. Sayangnya, beberapa arca tersebut telah rusak bahkan ada yang hilang akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab. Arca Siwa yang tersisa saat ini telah diamankan dan diletakkan di Museum Situs Purbakala Majapahit, Trowulan, Jawa Timur.
Selain itu, terdapat juga peninggalan lainnya berupa prasasti yang tertulis menggunakan huruf Pallawa dan disertai dengan stempel berbentuk lingkaran di bagian atas prasasti. Prasasti ini dipahatkan di batuan andesit dan lempengan tembaga. Salah satu prasasti yang terkenal adalah Prasasti Tinulat, yang terbuat dari andesit dan dikeluarkan oleh Rakai Watukura pada tahun 820 Saka. Prasasti ini mengisahkan tentang nama-nama Raja Balitung, Mahesa Lalatan, dan Putri Kilisuci dari Kerajaan Kediri.
Ada juga Prasasti Sarwadharma yang terbuat dari tembaga, yang menunjukkan hubungan kompleks kekunoan Candi Penampihan dengan tokoh Kertanegara. Prasasti ini memberikan informasi mengenai sistem sosial masyarakat yang terjadi pada masa itu, yaitu Catur Asrama. Prasasti tersebut juga mencerminkan perubahan upacara keagamaan yang dilakukan oleh Kertanegara, serta penghidupan kembali upacara agama yang sudah mati. Prasasti ini membagi pengklasifikasian masyarakat berdasarkan kasta sesuai agama Hindu, yaitu Brahmana, Satria, Vaisya, dan Sudra.
Heading 3: Keindahan Alam di Sekitar Candi Penampihan
Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, Candi Penampihan juga dikelilingi oleh keindahan alam yang memukau. Lokasinya yang berada di lereng Gunung Wilis memberikan pemandangan yang menakjubkan. Pengunjung dapat menikmati udara segar, hamparan sawah, dan hijaunya pepohonan di sekitar candi.
Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan secara langsung cara bercocok tanam di daerah ini. Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu daerah penghasil sayur mayur terbesar di Jawa Timur, sehingga pengunjung dapat melihat proses penanaman dan perawatan tanaman sayur yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Hal ini menjadi pengalaman yang unik dan edukatif bagi para pengunjung.
Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat mengambil beberapa gambar atau foto selama berkunjung ke candi ini. Keindahan alam sekitar candi menjadi latar belakang yang sempurna untuk mengabadikan momen berharga selama liburan.
Heading 2: Akses Menuju Candi Penampihan
Candi Penampihan dapat diakses dengan mudah melalui jalan raya. Lokasinya berada di lereng Gunung Wilis dengan ketinggian 815 meter di atas permukaan laut. Jarak yang ditempuh dari pusat kota Tulungagung sekitar 32 kilometer ke arah barat laut. Perjalanan menuju candi ini sangat nyaman karena jalan menuju lokasi sudah beraspal.
Bagi pengunjung yang tidak membawa kendaraan pribadi, dapat menggunakan jasa angkutan umum untuk menuju ke tempat ini. Terutama bagi pengunjung yang berasal dari luar kota Tulungagung, dapat menuju terminal Tulungagung terlebih dahulu. Setelah sampai di terminal, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum menuju Desa Nglurup, tempat candi ini berada.
Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, tersedia area parkir di sebelah kompleks candi. Biaya parkir yang dikenakan adalah Rp 2.000,- untuk motor dan Rp 5.000,- untuk mobil. Dengan akses yang mudah, pengunjung dapat dengan nyaman dan aman menuju Candi Penampihan.
Heading 2: Fasilitas dan Jam Operasional Candi Penampihan
Candi Penampihan memiliki beberapa fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung. Di sekitar kompleks candi terdapat area parkir yang luas untuk kendaraan pengunjung. Selain itu, tersedia juga toilet umum yang dapat digunakan oleh pengunjung. Fasilitas ini memastikan kenyamanan pengunjung selama berada di candi.
Candi Penampihan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Pengunjung dapat datang kapan saja dalam jam operasional tersebut untuk mengunjungi candi ini. Biaya tiket masuk yang dikenakan adalah Rp 5.000,- per orang. Dengan harga yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati keindahan dan sejarah Candi Penampihan.
Heading 2: Kesimpulan
Candi Penampihan adalah sebuah candi Hindu kuno yang terletak di Dusun Turi, Desa Geger, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Candi ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno dan dibangun pada tahun Saka 820 atau 898 Masehi. Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, candi ini juga dikelilingi oleh keindahan alam yang memukau.
Pengunjung dapat belajar sejarah, menikmati keindahan alam sekitar, dan menyaksikan langsung cara bercocok tanam di daerah ini. Selain itu, pengunjung juga dapat mengabadikan momen berharga dengan mengambil beberapa gambar atau foto selama berkunjung ke candi ini.
Akses menuju Candi Penampihan sangat mudah melalui jalan raya. Terdapat juga fasilitas yang memadai, seperti area parkir dan toilet umum. Candi Penampihan buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB dengan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000,- per orang.
Dengan segala keindahan dan sejarah yang dimiliki, Candi Penampihan merupakan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bagi para pecinta sejarah dan alam, candi ini menjadi tempat yang tepat untuk memperluas pengetahuan dan menikmati keindahan alam sekaligus.