PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Candi Mendut Terletak di Magelang

Blog

Lokasi dan Sejarah Candi Mendut

Candi Mendut terletak di Jl. Mayor Kusen, Desa Mendut, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya sangat strategis dan mudah dijangkau baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Candi Mendut memiliki fungsi untuk mengagungkan Buddha bagi para pemeluk agama Buddha Mahayana. Bangunan candi ini memiliki ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Meski begitu, Candi Mendut selalu menjadi pusat perhatian karena setiap tahun digunakan sebagai tempat peringatan Puncak Hari Raya Waisak bersama dengan Candi Borobudur.

Sejarah Candi Mendut dapat ditelusuri dari Prasasti Karangtengah yang ditulis oleh Raja Samaratungga pada tahun 824 Masehi. Prasasti ini mengisahkan tentang pembangunan bangunan suci bernama Wenuwana atau venu-vana yang dilakukan oleh Raja Indra, ayah dari Raja Samaratungga. Ahli arkeologi J.G. de Casparis memperkirakan bahwa Wenuwana yang disebut dalam prasasti tersebut adalah Candi Mendut. Dalam prasasti juga disebutkan bahwa Candi Mendut dibangun sebagai tempat pemujaan dan pengagungan terhadap Buddha.

Candi Mendut ditemukan pada tahun 1836 dalam kondisi yang tertimbun semak belukar. Bangunan candi ini hancur total kecuali bagian atapnya. Pada tahun 1897, dilakukan upaya untuk menyusun kembali puing-puing candi, namun hasilnya tidak memuaskan. Barulah pada tahun 1901-1904, dilakukan rekonstruksi oleh Brandes dan Van Erp. Rekonstruksi tersebut berhasil mengembalikan sebagian atap bangunan dan pada tahun 1925, dipasang stupa kecil sebagai hiasan atap candi.

BACA JUGA :  6 Referensi Tempat Wisata Paling Oke Untuk Menikmati Suasana Malam di Daerah Salatiga

Keunikan dan Keindahan Candi Mendut

Candi Mendut memiliki bentuk bangunan yang bujur sangkar dengan tinggi keseluruhan mencapai 26,40 meter. Bangunan ini didukung oleh batur setinggi 2 meter yang memberikan kesan kokoh dan anggun. Di dalam candi terdapat tiga patung Buddha yang tingginya mencapai 3 meter. Patung-patung tersebut adalah Dhyani Buddha Wairocana atau Buddha Sakyamuni, Bodhisattva Avalokiteswara, dan Arca Maitreya. Relief-relief yang terpahat di dinding candi mengisahkan cerita-cerita moral dan sejarah yang mengandung nilai-nilai kehidupan.

Salah satu keunikan Candi Mendut adalah arah bangunannya yang menghadap ke Barat Laut. Hal ini berbeda dengan candi Hindu dan Buddha lainnya di Indonesia yang umumnya menghadap matahari terbit. Candi Mendut juga memiliki jaladwara atau saluran pembuangan air yang mirip dengan candi-candi lainnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Selain itu, dalam kompleks candi juga terdapat pohon Bodhi yang diyakini sebagai tempat Siddharta Gautama memperoleh penerangan yang sempurna.

Keindahan Candi Mendut tidak hanya terletak pada bangunan candi itu sendiri, tetapi juga pada lingkungan sekitarnya. Candi ini dikelilingi oleh perbukitan dan pegunungan yang memberikan pemandangan alam yang indah. Selain itu, candi ini juga memiliki beberapa stupa dan relief yang menjadi latar belakang yang menarik untuk berfoto.

Relief dan Makna Filosofi di Candi Mendut

Relief-relief yang terpahat di dinding Candi Mendut memiliki makna filosofi dan mengandung cerita-cerita moral. Salah satu relief yang terkenal adalah relief Pancatantra dan Jataka. Relief ini mengisahkan cerita-cerita fabel dengan menggunakan tokoh binatang. Misalnya, terdapat cerita tentang “Angsa dan Kura-kura”, “Brahmana dan Kepiting”, “Dharmabuddhi dan Dustabuddhi”, serta “Dua Burung Betet yang Berbeda”. Cerita-cerita ini mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan kebijaksanaan.

BACA JUGA :  Moving Company Andalan di Wilayah Malang Agar Tidak Stress Saat Pindahan Rumah Atau Kantor

Selain relief Pancatantra dan Jataka, terdapat juga relief yang menggambarkan kisah-kisah sejarah dan mitos. Relief ini memberikan pemahaman tentang sejarah dan budaya pada masa lalu. Untuk melihat dan mempelajari semua relief yang terdapat di Candi Mendut, pengunjung disarankan untuk melakukan pradaksina atau berjalan searah jarum jam di sekitar candi.

Fasilitas dan Harga Tiket Masuk Candi Mendut

Meski harga tiket masuk Candi Mendut hanya Rp.5.000 per orang, pengunjung tetap bisa menikmati fasilitas yang disediakan seperti area parkir dan kamar mandi/MCK. Selain itu, di sekitar candi juga terdapat warung-warung dan kios souvenir yang menjual berbagai macam kerajinan. Pengunjung juga dapat mencari penginapan yang tidak sulit ditemukan di sekitar lokasi candi.

Harga tiket masuk Candi Mendut mengalami kenaikan per 4 Mei 2024, dimana sebelumnya harga tiket hanya Rp.3.500. Meski demikian, harga tiket masih tergolong murah jika dibandingkan dengan harga tiket masuk Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Selain itu, harga tiket tidak membedakan antara wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara.

Candi Mendut buka setiap hari dari jam 07.00 hingga 18.00, kecuali pada Hari Raya Waisak. Pada saat peringatan Hari Raya Waisak, umat Buddha berkumpul di Candi Mendut untuk mengikuti prosesi pradaksina dan menerima percikan air berkah. Prosesi ini merupakan salah satu ritual penting bagi umat Buddha.

Kesimpulan

Candi Mendut adalah salah satu situs bersejarah yang penting di Jawa Tengah. Bangunan candi ini memiliki sejarah yang panjang dan mengagumkan. Keindahan dan keunikan Candi Mendut dapat dilihat dari bentuk bangunannya yang anggun, relief-relief yang terpahat di dinding candi, dan lingkungan sekitarnya yang indah. Selain itu, Candi Mendut juga menjadi tempat peringatan Puncak Hari Raya Waisak setiap tahunnya.

BACA JUGA :  Ayah Bunda, Ini Dia Rekomendasi Penyedia Jasa Aqiqah di Semarang Dengan Harga Mulai Rp950.000

Dengan harga tiket yang terjangkau, pengunjung dapat menikmati fasilitas yang disediakan di sekitar candi. Pengunjung juga dapat belajar tentang sejarah, budaya, dan moral melalui relief-relief yang terpahat di dinding candi. Candi Mendut adalah tempat yang tepat untuk mengenal lebih jauh tentang agama Buddha dan menikmati keindahan arsitektur dan seni di Jawa Tengah.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *