Candi Pawon Magelang Didirikan Oleh Raja?
Lokasi Wisata
Candi Pawon terletak di daerah Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya berada di desa Wanurejo, kecamatan Borobudur. Candi ini terletak di tengah-tengah perumahan penduduk setempat dan masih tersembunyi. Meskipun tersembunyi, Candi Pawon memiliki keindahan dan nilai sejarah yang tak bisa diabaikan.
Sejarah Candi Pawon
Candi Pawon memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Bangunan ini awalnya ditemukan dalam keadaan rusak dan tertutup oleh tumbuhan. Pada tahun 1903, bangunan ini mulai dipugar dan diperbaiki. Namun, asal usul serta kegunaan bangunan ini masih menjadi misteri karena minimnya bukti yang dapat ditemukan.
Penelitian mengenai Candi Pawon terhenti pada asumsi karena kurangnya bukti. Beberapa penelitian mencoba mengidentifikasi filosofi, kegunaan, isi, dan apakah bangunan ini lengkap atau tidak. Namun, hingga saat ini, belum ada kesimpulan yang pasti mengenai hal tersebut.
Bangunan Candi Pawon diduga dibangun pada abad ke-8 sampai ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra yang berkuasa di daerah Jawa Tengah. Bangunan ini terbuat dari batu vulkanik dan memiliki corak bangunan Hindhu Jawa Kuno dengan pengaruh seni India. Terdapat kesamaan relief dan pahatan dengan Candi Borobudur serta Candi Mendut. Hal ini menunjukkan adanya hubungan antara ketiga candi tersebut.
Candi Pawon juga diduga merupakan tempat penyimpanan abu dari raja pertama Wangsa Syailendra, ayah Raja Samarratungga. Wangsa Syailendra merupakan Dinasti yang membangun Candi Borobudur. Pendapat ini didukung oleh nama “pawon” yang berasal dari kata “pawuan” yang berarti tempat untuk menyimpan abu. Namun, pendapat ini masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.
Keindahan Candi Pawon
Meskipun Candi Pawon tidak sebesar Candi Borobudur, bangunan ini memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Candi ini memiliki struktur yang ramping dan mirip dengan corak bangunan Hindhu. Bangunan ini terbuat dari batu andesit dengan bentuk segi empat. Masing-masing sisi bangunan memiliki panjang sekitar 10 meter, dengan tinggi total sekitar 13,3 meter.
Candi Pawon memiliki satu bilik dengan tiga bagian, yaitu kaki (batur), tubuh, dan atap. Bagian kaki memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan dihiasi dengan berbagai motif khas corak Budha. Pintu masuk candi terletak di arah barat, dengan hiasan Makara di anak tangga dan pahatan Kala di ambang pintu masuknya.
Di dalam bangunan candi, dulunya terdapat banyak arca Bodhisattva. Namun, saat ini arca-arca tersebut sudah tidak ada di lokasi. Bagian luar candi dihiasi dengan pahatan berupa pohon kalpataru yang diapit oleh pundi-pundi dan makhluk kinara-kinari. Relieff-relief di Candi Pawon memiliki simbol-simbol yang berbeda dengan candi-candi lainnya.
Candi Pawon juga memiliki stupa kecil di masing-masing sisi atapnya. Di puncak atap, terdapat satu stupa utama dan besar. Relief di bagian luar candi menggambarkan pohon kalpataru dan berbagai motif Budha lainnya. Selain itu, terdapat pula pahatan Kuwera yang berdiri di bagian depan candi.
Keindahan Candi Pawon tidak hanya terletak pada bangunannya, tetapi juga pada suasana sekitarnya. Candi ini dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah dan hijau. Suasana tenang dan damai membuat pengunjung merasa nyaman saat berada di lokasi ini.
Aksesibilitas dan Harga Tiket
Candi Pawon dapat dijangkau dengan mudah melalui transportasi umum atau kendaraan pribadi. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, cukup ikuti petunjuk arah menuju Candi Borobudur dan Anda akan menemukan Candi Pawon di sekitar area tersebut. Bagi Anda yang menggunakan transportasi umum, terdapat banyak angkutan umum seperti bus yang siap mengantarkan Anda menuju Candi Pawon.
Tiket masuk ke Candi Pawon sangat terjangkau, hanya sekitar Rp3.000-Rp4.000 per orang. Harga tiket yang murah ini memungkinkan siapa saja untuk mengunjungi Candi Pawon tanpa perlu mengeluarkan biaya yang besar.
Fasilitas di Lokasi
Meskipun Candi Pawon merupakan salah satu objek wisata bersejarah yang penting, fasilitas di lokasi ini masih terbatas. Terdapat tempat parkir, toilet, dan beberapa warung makan yang dikelola oleh masyarakat setempat. Namun, fasilitas wisata lainnya seperti area bermain anak-anak atau penginapan belum tersedia di lokasi ini.
Keterbatasan fasilitas wisata di Candi Pawon menunjukkan bahwa pengelolaan dan pengembangan objek wisata ini masih perlu ditingkatkan. Dengan adanya fasilitas yang memadai, wisatawan akan lebih nyaman dan puas saat mengunjungi Candi Pawon.
Kesimpulan
Candi Pawon merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang penting di Jawa Tengah. Bangunan ini memiliki keindahan arsitektur dan nilai sejarah yang tak ternilai. Candi Pawon merupakan bukti kejayaan Dinasti Syailendra dan merupakan tempat penyimpanan abu raja pertama Wangsa Syailendra.
Meskipun Candi Pawon tidak sebesar Candi Borobudur, keindahan dan keunikan bangunan ini tak boleh diabaikan. Bangunan Candi Pawon memiliki struktur yang ramping dan corak bangunan Hindhu Jawa Kuno yang memikat. Di dalam candi terdapat berbagai relief dan pahatan yang menggambarkan simbol-simbol Budha.
Aksesibilitas ke Candi Pawon juga sangat mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Harga tiket masuk yang terjangkau membuat siapa saja dapat menikmati keindahan Candi Pawon tanpa perlu mengeluarkan biaya yang besar.
Namun, perlu diperhatikan bahwa fasilitas di Candi Pawon masih terbatas. Pengelolaan dan pengembangan objek wisata ini perlu ditingkatkan agar wisatawan dapat merasakan kenyamanan dan kesenangan saat mengunjungi Candi Pawon.
Sebagai generasi penerus bangsa, kita perlu menjaga dan melestarikan Candi Pawon agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Selain itu, kita juga perlu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar candi dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Dengan mempromosikan Candi Pawon melalui media sosial dan memberikan informasi yang akurat, kita dapat membantu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke tempat ini. Mari lestarikan kekayaan budaya dan sejarah Indonesia dengan menjaga dan menghargai peninggalan-peninggalan bersejarah seperti Candi Pawon.