PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Berapa Harga Tiket Masuk Candi Abang Jogja?

Blog

Lokasi dan Informasi Umum

Candi Abang terletak di Dusun Blambangan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Jaraknya sekitar 14 km dari pusat kota Jogja dan dapat ditempuh selama 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Lokasi tepatnya berada di sebelah tenggara Bandara Adi Sucipto dan jaraknya sekitar 7 km, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit.

Candi Abang merupakan salah satu tempat wisata menarik yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Terletak di daerah Sleman, Yogyakarta, candi ini menawarkan keindahan alam yang memukau serta misteri yang belum terungkap. Dengan lokasinya yang tersembunyi di tengah hutan dan persawahan, candi ini menawarkan suasana yang tenang dan damai bagi pengunjungnya.

Candi Abang memiliki luas alas sekitar 36m x 34m dan memiliki bentuk seperti bukit yang terbuat dari tumpukan bata merah. Bekas bangunan candi ini sudah tertimbun tanah dan membentuk puncak bukit dengan tinggi sekitar 6 meter. Meskipun sudah tidak terlihat utuh, keunikan bentuknya yang menarik membuat banyak orang penasaran untuk mengunjunginya.

Harga Tiket Masuk

Untuk dapat masuk ke Candi Abang, pengunjung akan dikenakan harga tiket sebesar Rp.2.000 per orang. Selain itu, pengunjung yang membawa sepeda motor akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp.2.000, sedangkan kendaraan roda empat akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp.5.000.

Keindahan Candi Abang

Candi Abang memiliki keindahan alam yang memukau. Terletak di tengah hutan dan persawahan, pengunjung dapat menikmati pemandangan yang sangat indah dan menenangkan. Bekas bangunan candi yang tertutup oleh rerumputan hijau membuatnya terlihat seperti bukit Teletubbies. Keindahan alam ini membuat Candi Abang menjadi tempat yang sangat cocok untuk menikmati keindahan sunrise dan sunset. Banyak pengunjung yang sengaja datang hanya untuk memburu keindahan sunrise di Candi Abang.

BACA JUGA :  Beberapa Pilihan Toko HP iPhone di Daerah Jakarta Lengkap dan Manakah Yang Terpercaya

Selain itu, Candi Abang juga menjadi tempat yang populer bagi para pecinta sepeda. Pengunjung yang menyukai olahraga sepeda dapat menikmati perjalanan yang menyenangkan di sekitar kebun dan sawah penduduk sekitar candi. Jalan setapak yang ada di sekitar candi memberikan tantangan bagi para pengunjung yang menyukai sepeda ekstrem atau downhill.

Sejarah dan Keunikan Candi Abang

Candi Abang memiliki sejarah yang menarik dan masih menjadi misteri bagi para ahli arkeologi. Bentuk candi yang menggunakan bata merah tidak lazim di Jawa Tengah yang umumnya menggunakan batu Andesit. Candi Abang yang menggunakan bata merah biasanya ditemukan di daerah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Keunikan lainnya adalah adanya lubang besar di atas candi yang disebut sebagai sumur Bandung. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa sumur ini dibuat di atas puncak bukit. Para ahli sejarah juga belum bisa menyimpulkan tahun pembuatan ataupun tahun berdirinya candi ini. Namun diperkirakan candi ini dibangun pada abad ke-9 atau ke-10 Masehi pada zaman Mataram Kuno.

Akses Menuju Candi Abang

Untuk dapat sampai ke Candi Abang, pengunjung dapat melewati jalan utama Yogya-Solo sampai km 14 di daerah Kalasan. Kemudian belok kanan dan ikuti Jl. Yogyakarta-Piyungan. Setelah melewati perempatan ketiga, belok kanan dan akan sampai di SMP 1 Berbah. Di sebelah kanan jalan, terdapat bukit yang merupakan lokasi dari Candi Abang. Terdapat juga petunjuk arah menuju candi di sepanjang jalan di Kecamatan Berbah yang dapat diikuti oleh pengunjung.

Dengan keindahan alamnya yang memukau, misteri yang belum terungkap, dan akses yang mudah, Candi Abang menjadi tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam yang indah, mengeksplorasi misteri candi, dan menikmati kegiatan sepeda di sekitar candi. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Candi Abang saat berada di Yogyakarta.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *