Naik Angkot Ke Taman Hutan Raya Juanda Bandung
Taman Hutan Raya Ir.H Djuanda
Lokasi dan Deskripsi
Taman Hutan Raya Ir.H Djuanda, yang biasa disebut juga dengan Tahura Juanda atau THR Juanda, merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di Kompleks Tahura, Jl. Ir. H. Juanda No.99, Ciburial, Kec. Cimenyan, Bandung, Jawa Barat. Taman hutan ini memiliki luas areal mencapai 590 hektar dan berada di daerah pegunungan dengan ketinggian antara 770 sampai 1.330 meter di atas permukaan laut.
THR Juanda didesain sebagai hutan rekreasi untuk melestarikan berbagai macam tumbuhan dan satwa agar tidak punah. Tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan, serta untuk mendukung budaya, pariwisata, dan rekreasi. Letaknya yang strategis, hanya sekitar 7 km dari pusat kota Bandung, menjadikan THR Juanda menjadi salah satu destinasi wisata yang unik, yaitu wisata hutan di tengah kota.
Pesona Wisata di THR Juanda
Sebagai tempat wisata di tengah kota, THR Juanda menawarkan pesona wisata yang berbeda dengan suasana hutan yang nyaman, udara segar, dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Tempat wisata ini merupakan tempat yang tepat bagi para pengunjung untuk terhibur, menyegarkan pikiran, dan melepaskan ketegangan serta stres yang ada di kepala.
THR Juanda menyediakan fasilitas lengkap untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bagi orang tua, mereka bisa mengajak anak-anaknya untuk menikmati keindahan alam hutan serta terhibur dengan adanya arena bermain atau playground seperti ayunan dan prosotan. Selain itu, tersedia juga wisata outbound yang dapat menguji ketangkasan dan sekaligus mendidik mental anak-anak.
Wisata hutan di THR Juanda juga dapat menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mencintai keindahan alam Indonesia yang memiliki berbagai macam satwa dan tumbuhan. Di sini, pengunjung dapat melihat ribuan jenis tanaman yang tidak diketahui dengan pasti berapa jumlahnya. Selain itu, banyak juga jenis satwa unik yang hidup bebas seperti aneka macam burung, serangga, serta monyet ekor panjang. Suara binatang atau kicauan burung yang lalu lalang di sekitar taman juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
THR Juanda juga menyediakan tempat penangkaran rusa, khususnya rusa tutul. Tempat penangkaran ini menjadi sarana hiburan bagi anak-anak agar lebih menyayangi binatang. Selain itu, ada juga pemandian air panas di THR Juanda yang membuat anak-anak bisa bebas bermain dengan air dan mandi air panas yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Bagi remaja dan dewasa, THR Juanda menawarkan wisata alam seperti curug atau air terjun. Terdapat 3 curug yang sangat indah di tempat ini, yaitu Curug Dago, Omas, dan Lalay. Curug Omas merupakan curug yang paling populer karena ketinggiannya mencapai 30 meter dan menjadi wisata favorit bagi pengunjung. Lokasi Curug Omas berada di paling ujung THR Juanda, sekitar 5 km dari pintu gerbang. Meskipun jaraknya cukup jauh, namun panorama yang ditawarkan oleh Curug Omas sangat memikat.
Selain itu, terdapat juga Goa Belanda dan Gua Jepang yang selalu menjadi incaran para pengunjung. Goa Belanda merupakan saksi sejarah bangsa Indonesia ketika masa penjajahan. Awalnya, goa ini dijadikan sebagai markas militer dan tempat penyimpanan senjata. Kemudian, penggunaannya dirubah menjadi sarana Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai jalur air dari sungai menuju pusat pembangkit listrik. Goa Jepang memiliki bentuk yang lebih unik karena memiliki 4 mulut goa dan 2 saluran udara sehingga pengunjung tidak akan merasa sesak napas ketika berada di dalamnya.
Obyek wisata menarik lainnya di THR Juanda adalah Tebing Keraton. Tebing ini selalu menjadi tujuan utama para pengunjung untuk melakukan selfie. Dari puncak tebing ini, para pengunjung dapat melihat keindahan perbukitan di kota Bandung. Selain itu, tebing ini juga merupakan spot yang paling ideal untuk melihat indahnya sunrise dan sunset dari satu tempat. Keindahan lain yang bisa dinikmati di Tebing Keraton adalah lautan awan yang menggumpal di atas bukit ketika pagi hari serta pesona berada di atas awan.
Harga Tiket Masuk dan Transportasi
Untuk memasuki Taman Hutan Raya Ir.H Djuanda, terdapat 2 pintu gerbang yang dapat digunakan, yaitu pintu gerbang Dago dan pintu gerbang Lembang. Harga tiket masuk THR Juanda untuk wisatawan domestik adalah Rp.15.000 per orang, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan biaya masuk sebesar Rp.76.000 per orang. Biaya parkir motor adalah Rp.2000 dan mobil adalah Rp.5000. Sedangkan, parkir bus dikenakan biaya sekitar Rp.15.000.
Bagi pengunjung yang ingin menggunakan angkutan umum, terdapat 2 trayek angkot yang dapat digunakan sebagai alat transportasi untuk menuju Taman Hutan Raya Juanda dari pusat kota Bandung. Trayek pertama adalah trayek Ciroyom-Ciburial, yang dikenal dengan angkot berwarna hijau putih. Angkot ini melewati beberapa jalan seperti Jl. Arjuna, Jl. Pajajaran, Jl. Cihampelas, Jl. Wastu Kencana, Jl. Taman Sari, Jl. Sulanjana, Dago, ITB, dan Jl. Ganesha.
Trayek kedua adalah trayek Dago-Caringin, yang dikenal dengan angkot berwarna kuning. Angkot ini melintasi Jl. Cigadung Raya, Jl. Cikutra Barat, Jl. Pahlawan, Jl. Surapati Suci, Jl. Cikapayang, Jl. Taman Sari, Jl. Sawunggaling, Jl. Rangga Gading Unisba, Jl. Taman Sari, Jl. Wastu Kencana, Jl. Purnawarman, Jl. Pajajaran, Jl. Cicendo, Jl. Rivai, Jl. Pasar Kaliki, Jl. Sudirman, Jl. Jamika, Jl. Terusan Jamika, Jl. Suka Mulya, Jl. Sukarno Hatta, Jl. Babakan Ciparay, dan Pasar Induk Caringin.
Jalur angkot tidak sampai masuk ke pintu gerbang THR Juanda, namun pengunjung dapat turun di pertigaan THR Juanda yang memiliki minimarket, atau dapat bertanya pada sopir angkot. Dari pertigaan Dago, pengunjung dapat naik ojek atau berjalan sekitar 500 meter untuk sampai di pintu gerbang Taman Hutan Raya Juanda.
Taman Hutan Raya di Indonesia
Ternyata, Taman Hutan Raya Ir.H Djuanda bukanlah satu-satunya wisata hutan raya yang ada di Indonesia. Negara kita memiliki lebih dari 20 wisata hutan raya yang tersebar di beberapa kota dari Aceh sampai ujung timur Nusantara.
Di kota Padang, terdapat Taman Hutan Raya Muhammad Hatta yang dibangun untuk mengabadikan nama Bung Hatta sebagai salah satu pahlawan Indonesia. Sedangkan di Provinsi Riau, terdapat Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim yang dibangun oleh pemerintah daerah Riau.
Kalimantan Selatan juga memiliki Taman Hutan Raya Sultan Adam yang berada di Kabupaten Banjar. Di Pulau Bali, terdapat Taman Hutan Raya Ngurah Rai yang terletak di jalan By Pass Ngurah Rai arah menuju Pantai Kuta.
Di Provinsi Sumatera Utara, terdapat Taman Hutan Raya Bukit Barisan yang berada di antara Kota Medan dan Brastagi, tepatnya di desa Tongkeh Kabupaten Karo. Sedangkan di Aceh, terdapat Taman Hutan Raya Cut Nyak Dien yang berada di Kabupaten Aceh Besar.
Propinsi Kalimantan Timur juga memiliki wisata taman hutan bernama Taman Hutan Raya Bukit Soeharto yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara. Di daerah Indonesia Timur, yaitu Provinsi Sulawesi Utara, ada Taman Hutan Raya Gunung Tumpa yang berlokasi di Kecamatan Bunaken, kawasan hutan lindung Manado.
Sedangkan di Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat Taman Hutan Raya Abdul Latief yang terletak di antara Gunung Lompobattang dan Gunung Bawakaraeng. Tempat ini sangat alami dan masih terjaga keasriannya, meskipun jaraknya cukup jauh dari pusat kota Sinjai.
Jawa Barat juga memiliki Taman Hutan Raya yang sangat terkenal, yaitu Taman Hutan Raya Pancoran Mas yang terletak di Kota Depok. Di ujung barat Pulau Jawa, terdapat Taman Hutan Raya yang terletak di kawasan Carita. Tempat ini merupakan surga tersembunyi yang membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Serang dengan menggunakan kendaraan bermotor.
Di Provinsi Lampung, terdapat Taman Hutan Raya Wan Abdul Rahman yang berada di Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Sementara di Provinsi Jawa Timur, terdapat Taman Hutan Raya Raden Soeryo yang terletak di Kota Batu, Malang.
Taman Hutan Raya di Indonesia memang merupakan destinasi wisata yang menarik dan memiliki keunikan tersendiri. Dengan adanya wisata-wisata ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar serta dapat menjaga kelestarian flora dan fauna yang ada di Indonesia.