Mengunjungi Rumah Pohon di Tengah Hutan Taman Buru Masigit Kareumbi
Taman Buru Masigit Kareumbi: Keindahan Hutan Konservasi di Tengah Pegunungan
Sekilas tentang Taman Buru
Taman Buru Gn. Masigit Kareumbi atau dikenal juga sebagai TBMK merupakan sebuah objek wisata yang terletak di Desa Leuwiliang, Tanjungwangi, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Tempat ini dulunya merupakan area berburu yang kemudian dikonversi menjadi hutan konservasi. TBMK memiliki keunikan tersendiri karena tidak seperti taman pada umumnya yang berupa hamparan tanah lapang berhiaskan bunga, melainkan berupa hutan lebat dan rimbun.
Nama Masigit diambil dari bukit pasir yang disebut Pasir Masigit yang terletak di sebelah timur objek wisata ini. Sedangkan Kareumbi merupakan nama dari gunung di kawasan sebelah barat objek wisata. Selain itu, Kareumbi juga merupakan nama jenis pohon (Homalanthus Populneus) yang banyak terdapat pada gunung tersebut.
TBMK memiliki luas wilayah seluas 12.420,70 hektar, yang 20 kali lebih luas dari Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Karena luasnya ini, TBMK terletak di 3 daerah administratif, yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.
Daya Tarik Taman Buru Masigit Kareumbi
Meskipun bernama Taman Buru, pengunjung yang datang ke TBMK dilarang untuk berburu. TBMK terletak di tengah-tengah pegunungan, sehingga lingkungannya masih sangat alami. Selain itu, TBMK juga memiliki lokasi yang strategis karena berdekatan dengan Curug Cinulang, Bukit Teletubies, dan Puncak Candi.
Suhu di TBMK cukup dingin karena berada pada ketinggian 1.763 mdpl. Apalagi saat musim hujan tiba, suhu di TBMK dapat menjadi lebih dingin, terutama pada malam hari. Hal ini membuat TBMK menjadi tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman di tengah alam yang sejuk dan segar.
Mengunjungi Rumah Pohon di Tengah Hutan
Salah satu daya tarik utama TBMK adalah adanya 6 rumah pohon yang terdapat di tengah hutan. Rumah pohon ini dibuat dari jenis kayu berbeda dan diberi nama sesuai dengan material kayu yang digunakan, seperti Rumah Pinus, Rumah Damar, dan Rumah Cemara.
Rumah pohon ini berbentuk panggung dengan dinding kayu dan atap berjerami. Pengunjung dapat menyewa rumah pohon ini untuk bermalam dengan harga per malam Rp 2.700.000 untuk semua rumah pohon. Harga tersebut termasuk full book, yang artinya wilayah ini privat hanya untuk penyewa. Namun, jika pengunjung ingin menyewa satu rumah pohon saja, tarifnya berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per malam.
Menginap di rumah pohon di tengah hutan TBMK memberikan pengalaman yang unik dan berbeda. Pengunjung dapat merasakan kehidupan di atas pohon dan menikmati pemandangan alam yang indah di sekitarnya.
Mesugit Kareumbi Bike Park
Bagi pecinta sepeda, TBMK juga menyediakan jalur bersepeda yang sangat menyenangkan. Jalanan yang rata dengan pemandangan pepohonan rindang di kanan dan kiri membuat bersepeda di TBMK semakin asyik dan tidak terlalu panas. Pengunjung dapat berfoto dan mengambil gambar sambil bersepeda, menjadikan pengalaman bersepeda di TBMK menjadi sangat menyenangkan dan mengasyikkan.
Program Wali Pohon
Taman Buru Masigit Kareumbi juga memiliki program wali pohon yang merupakan bagian dari upaya reboisasi hutan. Program ini dapat dilakukan oleh perorangan maupun kelompok atau organisasi. Dalam program ini, setiap pohon dikenakan biaya sebesar Rp 50.000. Dengan membayar biaya tersebut, pengunjung akan mendapatkan sertifikat dan PIN yang dapat digunakan untuk mengecek status tanaman yang ditanam secara online.
Jika jumlah pohon yang ditanam kurang dari 30 pohon, maka masuk ke dalam program perorangan. Namun, jika jumlah pohon yang ditanam mencapai 100 pohon atau lebih, maka pengunjung akan mendapatkan satu blok wilayah dengan nama penanam atau organisasi kelompok.
Apabila pengunjung berhasil menanam 1.000 pohon, mereka akan mendapatkan 1 bukit dengan nama penanam atau organisasi. Sementara itu, jika pengunjung berhasil menanam 6.000 pohon, mereka akan mendapatkan 1 hutan dengan nama penanam di area Taman Buru Masigit Kareumbi.
Program wali pohon ini mendapatkan respon yang sangat baik dari pengunjung. Program seperti ini dapat menjadi upaya yang efektif dalam pelestarian lingkungan dan pencegahan hutan gundul.
Jungle Trek
Bagi pengunjung yang menyukai petualangan, TBMK juga menawarkan kegiatan hiking dengan trek yang ringan. Petugas akan memandu pengunjung untuk melewati lokasi menarik seperti kawasan hutan, penangkaran rusa Jawa, serta melihat lutung, kukang, ayam hutan, dan burung walik. Aktivitas jungle trek ini sangat cocok untuk mengisi waktu luang dan menikmati keindahan alam di TBMK.
Rute Menuju ke Lokasi
Terdapat beberapa rute yang dapat ditempuh untuk menuju ke TBMK. Salah satu rute yang paling mudah adalah melalui jalan Bandung – Cicalengka – Sindang Wangi – Tanjung Wangi – Blok Kawasan Wisata. Jarak antara TBMK dengan Cicalengka adalah kurang lebih 14 km. Rute ini dapat diakses dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti angkutan umum atau ojek.
Taman Buru Masigit Kareumbi merupakan destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam pegunungan dan hutan yang masih alami. Tempat ini memiliki berbagai daya tarik seperti rumah pohon, jalur bersepeda, program wali pohon, jungle trek, dan masih banyak lagi. Dengan mengunjungi TBMK, pengunjung dapat menikmati keindahan alam sambil beraktivitas di luar ruangan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Taman Buru Masigit Kareumbi saat berada di Bandung, Jawa Barat.