Panduan Tips Pergi Liburan Ke Betung Kerihun National Park

Taman Nasional Betung Kerihun adalah sebuah area konservasi alam seluas 800.000 hektar di Propinsi Kalimantan Barat. Taman Nasional ini merupakan yang terbesar kedua setelah Taman Nasional Kayan Mentarang di Kalimantan. Berlokasi di sepanjang perbatasan Indonesia dan Malaysia, tempat wisata ini sangat cocok bagi Anda yang menginginkan perjalanan wisata alam, budaya, dan petualangan.

Taman Nasional Betung Kerihun atau disingkat TNBK, merupakan hutan hujan tropis Kalimantan yang masih alami. Terdapat 179 puncak gunung berdiam di kawasan TNBK, dan setidaknya ada empat puncak gunung yang layak untuk pendakian dan panjat tebing, yaitu Gunung Betung, Gunung Condong di daerah aliran sungai (DAS) Embaloh, Gunung Lawit di DAS Sibau, Gunung Metibat di DAS Mendalam dan Gunung Kerihun di DAS Bungan.

Selain kaya pegunungan, kawasan TNBK juga menawarkan wisata petualangan air di keempat DAS yang melintasinya, yaitu Sungai Embaloh, Sungai Sibau, Sungai Mendalam, Sungai Kapuas dan Bungan. Tingkat kesulitan pengarungan mulai dari sedang hingga berat tersedia di TNBK, dan tantangan arung jeram terberat adalah di Sungai Kapuas dan Bungan dengan kesulitan tingkat V. Anda juga bisa memilih variasi petualangan lainnya seperti canoeing, whitewater trekking, body rafting, atau board rafting.

Uniknya, di sini Anda bisa menjumpai kehidupan adat dan budaya masyarakat Dayak Iban yang tinggal di daerah hulu. Suku Dayak lainnya seperti Dayak Taman dan Dayak Bukat juga menghuni kawasan ini, mereka hidup dengan cara berburu dan bertani. Rumah Betang atau sebutan bagi rumah adat tradisional khas Kalimantan ini dihuni oleh beberapa kepala keluarga suku Dayak, di sini penduduk dapat melakukan berbagai aktivitas bersama-sama.

Kawasan TNBK begitu banyak menyimpan daya tarik wisata. Anda tentunya juga tak akan luput mengagumi beraneka ragam flora dan fauna di tengah kekayaan hutan tropis yang sangat dipertahankan kelestariannya ini. Ada lebih dari 1.200 jenis tumbuhan dan 48 jenis mamalia, termasuk di dalamnya Orang Utan dan tujuh jenis primata lainnya, hidup di kawasan TNBK.

Waktu berkunjung yang dianjurkan untuk berwisata alam adalah pada Bulan Juni – Agustus, di saat jarang terjadi hujan lebat. Sedangkan bagi Anda yang ingin menyaksikan fenomena budaya suku Dayak di DAS Embaloh, bisa datang di Bulan April – Mei, saat perayaan adat suku Dayak banyak dilakukan. Lalu untuk mengamati kehidupan flora dan fauna, sebaiknya datang pada saat musim berbunga hingga musim berbuah, yaitu di Bulan November, di bulan ini juga ikan-ikan dan beberapa satwa lainnya sedang dalam masa reproduksi. Tersedia paket-paket wisata penjelajahan TNBK di masing-masing pintu masuk utama yang berjumlah empat akses, yakni DAS Embaloh, Sibau, Mendalam, dan Kapuas.

Wilayah Utama Betung Kerihun National Park

Kawasan TNBK yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu ini mempunyai batas-batas wilayah berikut,

Utara: Berbatasan dengan Serawak, Malaysia Timur
Timur: Berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Timur
Selatan: Berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Tengah
Barat: Berbatasan dengan Kabupaten Sintang

Sejarah Betung Kerihun National Park

Taman Nasional Betung Kerihun mulanya bernama Bentuang Karimun, yang ditetapkan pertama kali sebagai area konservasi alam seluas 600.000 hektar oleh Menteri Pertanian, tahun 1982. Luas kawasan kemudian berkembang menjadi 800.000 hektar di tahun 1992, dan status wilayah konservasi pun berubah menjadi Taman Nasional.

Keunikan ekosistemnya membuat TNBK memperoleh gelar kuat sebagai kawasan konservasi kekayaan hayati tumbuhan, primata, burung dan ikan. TNBK menjadi salah satu kunci utama jaringan pelestarian alam di Indonesia, juga salah satu kawasan yang paling dilindungi di Asia.
Bertempat di jantung Kalimantan dan perbatasan Malaysia, TNBK melintasi dua kawasan lindung di Sarawak, Malaysia, yaitu tempat perlindungan satwa liar Lanjak Entimau dan Taman Nasional Batang Ai. Lantas di Bulan Februari 2004, kedua negara Indonesia dan Malaysia secara resmi mengajukan permohonan kepada UNESCO untuk mengakui ketiga wilayah konservasi ini sebagai salah satu situs warisan dunia.

Cara ke Betung Kerihun National Park

Untuk mencapai kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, Anda bisa bertolak dari Kota Putussibau yang letaknya kurang lebih 600 kilometer di Timur Laut Kota Pontianak. Untuk mencapai Pontianak sendiri tersedia berbagai penerbangan dari berbagai daerah seperti Jakarta, Batam, Yogyakarta, dan lainnya, Perjalanan menuju Putussibau dari Pontianak bisa ditempuh lewat jalur darat atau pun udara.

Tersedia maskapai penerbangan Trigana Air dengan rute Pontianak – Putussibau yang beroperasi dua kali dalam seminggu, yaitu Hari Kamis dan Sabtu.

Bila melewati jalur darat akan menempuh waktu perjalanan antara 12 – 15 jam. Pilihan transportasinya adalah Taksi dan Bus, dengan informasi berikut,

Taksi:
1. Armada Arjuna Pratama. Telepon 08125698178
2. Armada Win-Win, alamat Jl. Sutoyo No. 69. Telepon 081352065619
3. Armada Kapuas Taxi, alamat Jl. Merdeka No. 36, Putussibau. Telp. 08135259888

Bus:
1. Armada Perintis, Jl. Kapten Marsam, Komplek Kapuas Indah, Blok A No. 1-2, Pontianak.
Telepon (0561) 767886
2. Armada Valenty, alamat Jl. S. Parman – Putussibau. Telepon (0562) 56721902
3. Armada Channel Lestari, alamat Jl. Kapten Marsam, Kompleks Kapuas Indah Blok B4.
Telepon 081352331011/085750857567

Selain lewat Pontianak, tersedia akses lainnya yaitu Entikong dan Badau. Dari sini Anda akan masuk kawasan TNBK melalui dua pintu di perbatasan Indonesia dan Malaysia. Jika Anda datang melewati Entikong, lanjutkan ke Kota Sintang sebelum menuju Kota Putussibau. Beberapa armada taksi dan bus juga melayani penjemputan ketika Anda sampai di Sintang. Pintu di perbatasan ini adalah akses terdekat menuju kawasan TNBK kalau Anda datang dari Malaysia.

Dibutuhkan Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) kalau Anda hendak berkunjung ke kawasan TNBK. Surat ijin ini bisa Anda urus sebelum memasuki kawasan konservasi dengan datang langsung ke Kantor Balai Besar TNBK di Putussibau atau mengurusnya secara online. Pengunjung akan membayar biaya masuk kawasan pada saat pengurusan surat ijin tersebut.

Setelah mendapatkan SIMAKSI di Putussibau, lanjutkan perjalanan dengan naik semi long boat atau perahu panjang selama 5 jam menyusuri Sungai Kapuas, Sungai Sibau, dan Sungai Mendalam. Kalau memakai speed boat melintasi Sungai Kapuas dan Sungai Embaloh Hulu akan menempuh waktu tiga jam. Baru kemudian lanjut menggunakan perahu semi long boat menuju Sungai Embaloh Hulu selama 9 jam.

Transportasi di Betung Kerihun National Park

Karena kawasan TNBK ini dilintasi oleh empat sungai besar, maka sebagian besar perjalanan mengandalkan transportasi air seperti perahu panjang, perahu ketinting, atau bahkan speed boat.

Hotel di Betung Kerihun National Park

Anda mungkin akan bingung saat menentukan akan menginap di mana saat berada di TNBK. Pasalnya pilihan akomodasi penginapan yang ditawarkan cukup menggilitik minat berpetualang Anda.

Kalau Anda ingin membaur dengan gaya hidup tradisional masyarakat suku Dayak, Anda bisa menginap di Rumah Betang, rumah adat suku Dayak, yang memang terbuka untuk para pengunjung wisatawan. Kalau Anda di Sibau, maka Baligundi adalah tempat yang cocok untuk bermalam. Selain sarana penginapan ala suku Dayak, tersedia area perkemahan di Karangan laboh, Muara Tekelan, dan Camp Derian.

Pada dasarnya, kawasan TNBK menyediakan fasilitas penginapan homestay yang tersebar di keempat daerah aliran sungainya (DAS), Embaloh, Sibau, Mendalam, dan Kapuas. Anda juga bisa menemukan banyak rumah makan di daerah Mataso. Di sini terdapat kelompok masyarakat yang sudah dikhususkan untuk memberi pelayanan bagi wisatawan yang berkunjung. Mereka dijuluki “Catayot Agent,” yang memang bekerja sama dengan Balai Besar TNBK.

Tersedia akomodasi penginapan dengan pilihan yang cukup banyak di Kota Pontianak dan Kota Putussibau. Anda bisa menemukannya beberapa di Jl. Gajah Mada bila akan bermalam di Pontianak. Sedangkan di Putussibau, Anda bisa mendapat beberapa pilihan hotel di bilangan Jl. Yos Sudarso, Jl. KS. Tubun, dan di Jl. Dipenogoro.

Iklim di Betung Kerihun National Park

Kalimantan memiliki iklim yang sangat basah dan Kabupaten Kapuas Hulu beriklim tropis. Temperatur udara menunjukkan antara 21 sampai 28 derajat Celsius. Suhu rata-rata siang hari adalah 29 derajat celsius.

Besarnya curah hujan di area ini menyebabkan kerap terjadi banjir musiman. Namun, bila air sungai surut karena musim kemarau, lalu lintas air menjadi terhambat akibat pendangkalan arus sungai.

Bahasa Daerah di Betung Kerihun National Park

Bahasa yang dituturkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar TNBK adalah Bahasa Dayak dan Bahasa Melayu atau Bahasa Indonesia. Sebagian besar masyarakat yang mendiami kawasan TNBK berasal dari Suku Dayak.

Objek Wisata di Betung Kerihun National Park

Danau Sentarum

Terletak di kawasan TNBK, tepatnya di Sungai Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dan dekat dengan perbatasan Malaysia, Sarawak. Berjarak 700 kilometer dari Kota Pontianak. Pada tahun 1985 Danau Sentarum ditetapkan sebagai kawasan perlindungan satwa liar.

DAS Embaloh

● Pinjawan, sebuah dusun berpenduduk Suku Dayak Tamanbaloh, penduduknya merupakan pengrajin manik-manik dan kerajinan kayu. Dusunnya dibangun dengan lebih modern.

● Sungai Utik, dihuni suku Dayak Iban. Terdapat rumah panjang tertua suku Dayak Iban yang berusia 30 tahun. Kerajinan penduduknya adalah kerajinan anyaman rotan dan kain tenun khas Dayak.

● Sungai Sedik, juga didiami suku Dayak Iban. Terdapat sebuah air terjun di dekat Rumah Betang mereka.

● Sungai Embaloh, merupakan jalur utama wisatawan melintasi kawasan TNBK. Berbagai jenis tanaman anggrek dan satwa liar dapat ditemui sepanjang pengarungan menuju hulu sungai.

● Karangan Laboh, letaknya berdekatan dengan Sungai Laboh. Ada dua air terjun yang dapat dinikmati di sini, yaitu Air Terjun Laboh Besar dan Air Terjun Laboh Kecil. Anda perlu trekking untuk mencapai kedua air terjun ini. Di sini juga terdapat menara pandang yang bisa Anda gunakan untuk menyaksikan panorama Gunung Betung. Di tempat ini Anda bisa melakukan berbagai kegiatan mulai dari camping, jungle trekking, animal watching, fishing, canoeing hingga body rafting dari muara Sungai Laboh hingga Karangan Laboh.

● Camp Derian, merupakan tempat perhentian bagi para pengunjung yang juga menawarkan beragam kegiatan wisata. Ada jalur khusus yang memang disediakan untuk wisatawan yang ingin mengamati flora dan fauna. Di sini juga terdapat sarang Orang Utan yang menambah daya tarik wisatanya.

● Gua Pajau, tempat berkumpulnya beraneka jenis satwa liar. Gua ini juga menjadi habitat Enggang Badak.

● Riam Naris, adalah tempat akhir perjalanan yang melintasi Sungai Tekelan. Terdapat habitat Ikan Semah yang kalau pada musim kemarau, Anda bisa melihat kumpulan Ikan Semah dari balik jernihnya air sungai.

● Gunung Betung dan Gunung Condong. Pendakian ke puncak Gunung Betung memakan waktu dua hari. Berangkat dari Matasso menuju Camp Derian di Sungai Tekelan selama satu hari, lanjut pendakian menuju puncak gunung selama sekitar setengah hari. Sedangkan kalau ke Gunung Condong diperlukan waktu tempuh yang lebih lama, bisa sampai 3 – 5 hari.

DAS Sibau

● Uluk Palin, sebuah dusun di Sungai Palin yang dihuni oleh masyarakat suku Dayak Tamambaloh. Masyarakatnya lebih konvensional juka dibandingkan dengan suku Tamambaloh di Pinjawan.

● Rumah Betang Bali Gundi, sebuah rumah panjang tradisional berukuran besar dengan panjang 150 meter. Pengunjung dapat menyewa bilik-bilik di Baligundi jika ingin tinggal atau bermalam.

● Dusun Nanga Potan, merupakan dusun yang paling hulu. Terdapat sebuah penginapan guest house untuk pengunjung. Serta adanya trek perjalanan untuk menjumpai Orangutan dan Bengkal Jabun.

● Bengkal Jabun, nama suatu tempat bertelurnya Buaya Katak dan BUaya Sumpit di pinggir Sungai Sibau. Anda bisa menacpai tempat ini dengan berperahu motor selama 1.5 jam, melewati Pengkaran dan Nanga Potan.

● Gunung Lawit, adalah gunung tertinggi di Kalimantan Barat yang pernah dicapai. Untuk mencapai Puncak Lawit, pendaki harus mendaki hingga hulu Sungai Peyang lalu lanjut mendaki Gunung Lawit. Pendakian puncak Lawit memakan waktu 6 hari. Di tempat ini berdiam spesies endemic bernama Musa Lawitiensis, yaitu sejenis pisang yang hanya tumbuh di bukit ini.

DAS Mendalam

● Wilayah ini sangat cocok bagi pengunjung yang gemar fotografi. Karena tempat ini banyak terdapat objek lanskap dan objek satwa yang menarik untuk diabadikan.

● Nanga Sambus, merupakan perkampungan Melayu, sebutan masyarakat di Kapuas Hulu kepada masyarakat muslim. Di sini pengunjung dapat menikmati kesenian Islam seperti Tari Jepin dan Seni Musik Tar/Rebana.

● Dusun Semangkok, terdapat pemakaman tradisional yang disebut “Kulambu” di tepi Sungai Mendalam.

● Desa Tanjung Karang Padua dan Datah Dian, terletak di pinggir Sungai Mendalam dan dihuni oleh masyarakat Dayak Kayan. DesaTanjung Karang, Padua dan Datah Dian bias ditempuh dengan perahu motor dan memerlukan waktu sekitar satu jam untuk mencapainya. Dapat dijumpai berbagai macam seni budaya Kayaan, mulai dari pakaian, tari, musik, nyanyian hingga makanan dan minuman tradisional. Selain itu masyarakat Kayaan juga memiliki kesenian yang khas berupa seni pembuatan mandau, seni ukir, hingga seni tato.

● Dusun Nanga Hovat, adalah pemukiman Masyarakat Dayak dari sub Etnis Bukat. Di sini pengunjung bisa menikmati atraksi living culture mereka secara tradisional, diantaranya proses pembuatan sagu secara tradisional (Mahap), berburu secara tradisional (Ngasu), membuat obor, pembuatan Tajem (Sumpit), musik tradisional dan tari-tarian.

● Camp Mentibat, merupakan camp yang berada dibatas wilayah TNBK, di sebelah hulu Dusun Nanga Hovat yang ditujukan untuk stasiun penelitian dan akomodasi bagi wisatawan. Terdapat berbagai satwa liar yang jarang dijumpai, fasilitas wisata, dan fasilitas observasi.

DAS Kapuas

● Wisata di daerah aliran sungai Kapuas sangat tersohor karena terkenal akan keeksotisan alamnya. Bagi penyuka trekking jarak jauh, Kapuas merupakan pintu utama napak tilas George Muller dalam ekspedisi menelusuri Kapuas – Mahakam. Perjalanan trans Kalimantan (Kalbar – Kaltim) ini dapat ditempuh selama 7 hari dengan melintasi hulu sungai Kapuas kemudian dilanjutkan dengna trekking melewati pegunungan Muller sebelum akhirnya bertemu dengan hulu Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. a. Bungan dan Tanjung Lokang. Sungai Kapuas juga memiliki tingkat kesullitan paling tinggi dalam wisata arung jeram.

● Keriau. Keriau adalah anak Sungai Kapuas yang panjang dan berhulu di Gunung Kerihun. Seperti halnya daerah Tanjung Lokang, daerah Keriau banyak mempunyai gunung-gunung kapur yang antik dan gua sarang burung walet di dalamnya. Beberapa Gua di TNBK yang layak menjadi tujuan Ekspedisi Gua antara lain :Gua Kaung I, Gua Kaung II, Gua Arong, Gua Pakau, Gua Puun Lunuk, Gua Doro, Gua Puun Peang, Gua Tolo, Gua Tolo Cutang, Gua Utok Umo, Gua Boro Osong, Gua Kemurun I, Gua KemurunII, Gua Tahapun Cutang, Gua Sungai Singom, Gua Sio dan Gua Diang Baka.

Tempat Makan Rekomendasi di Betung Kerihun National Park

Makanan utama penduduk Kalimantan adalah ikan. Beragam produk olahan ikan air tawar bisa Anda temukan di sini, mulai dari camilan ringan seperti kerupuk basah hingga masakan ikan segar khas daerah. Kerupuk basah atau yang lebih dikenal bernamaTemet ini merupakan makanan khas penduduk Kapuas Hulu. Bahan baku ikannya banyak berasal dari Danau Sentarum, sehingga mungkin hanya bisa ditemui di sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Rasa ikannya sangat khas.

Tips Wisata di Betung Kerihun National Park

● Waktu berkunjung terbaik adalah pada Bulan Juni sampai hingga Bulan Agustus, karena curah hujan relative lebih rendah sehingga memudahkan Anda dalam menjelajahi medan setapak di kawasan ini.

● JIka Anda cenderung ingin menyaksikan wisata budaya maka waktu yang tepat adalah pada Bulan April hingga Bulan Mei, sebab sering diadakan upacara adat dan perayaan adat di daerah aliran sungai (DAS) Embaloh.

● Kenakan pakaian dan sepatu yang nyaman untuk berwisata outdoor, perhitungkan juga kemungkinan Anda akan sering terkena basah akibat penjelajahan sungai, ada baiknya barang-barang penting Anda dan pakaian ganti disimpan dalam plastik berperekat udara agar tidak basah.

● Selalu gunakan jaket penyelamat (life jacket) saat pengarungan menyusuri sungai.

● Siapkan perbekalan makanan dan minuman karena tidak tersedia toko atau pedagang di kawasan hutan. Jangan juga sekali-kali memberi makan satwa liar yang Anda jumpai di kawasan taman nasional.

● Siapkan kantong plastic untuk menampung sampah Anda sementara, jangan sembarang membuang sampah karena akan merusak ekosistem lingkungan dan merusak pemandangan alam.

● Jika Anda hendak menjelajahi kawasan taman nasional ini maka diwajibkan melapor dan mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) di Kantor Balai Besar TNBK (Taman Nasional Betung Kerihun)di Putussibau, atau mengurus online.

● Mengingat tidak adanya toilet dn kamar mandi, maka bagi pengunjung wanita dianjurkan membawa peralatan yang dibutuhkan dan sarung.

● Bersiaplah pada kondisi tanpa listrik dan cuaca yang kurang bersahabat, serta kemungkinan perubahan rencana wisata akibat cuaca yang tidak mendukung perjalanan, karena ini wisata alam yang sepenuhnya bergantung pada kondisi alam.

Perlu Kamu Tahu di Betung Kerihun National Park

Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun
Jl. Piere Tendean Depan Kompleks KODIM Putussibau – Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Email: [email protected]
Telepon: +62 567 21935
Fax: +62 567 21935

Berikut informasi biaya masuk kawasan TNBK bagi pengunjung wisatawan,

Pengunjung
a. Wisatawan Mancanegara 15.000
b. Wisatawan Nusantara 1.500

Kendaraan Air
a. s/d 40 PK 20.000
b. 41-80 PK 50.000
c. > 80 PK 75.000

Pengambilan Snapshot
a. Wisatawan Mancanegara
– Film Komersial 2.500.000
– Video Komersial 2.000.000
– Handycam 125.000
– Foto 30.000
b. Wisatawan Nusantara
– Film Komersial 1.500.000
– Video Komersial 1.000.000
– Handycam 125.000
– Foto 3.000

Rekreasi Alam Bebas (Camping)
a. Wisatawan Mancanegara 20.000
b. Wisatawan Nusantara 15.000

Leave a Reply