Candi Singosari Malang
Lokasi dan Keindahan Candi Singosari
Candi Singosari merupakan salah satu tempat wisata sejarah yang terletak di Jl. Kertanegara No.148, Candirenggo, Singosari, Malang, Jawa Timur. Candi ini memiliki corak Hindu-Budha dan menjadi peninggalan kerajaan Singosari yang cukup terkenal di Jawa Timur.
Candi Singosari memiliki lokasi yang strategis karena terletak kurang lebih 9km dari kota Malang menuju Surabaya. Letaknya yang berada di dataran tinggi membuat udara di sekitar candi ini sejuk dan dingin. Hal ini menjadikan Candi Singosari sangat menarik untuk dikunjungi saat Anda berlibur ke Malang.
Candi Singosari juga memiliki keindahan alam yang memukau. Dikelilingi oleh Gunung Arjuna dan Pegunungan Tengger, pemandangan di sekitar candi ini sangat indah dan menakjubkan. Anda dapat menikmati keindahan alam sekitar sambil menjelajahi kompleks candi yang memiliki luas 200m x 400m.
Candi Singosari sendiri memiliki struktur bangunan yang kokoh dan megah. Bangunan candi ini terdiri dari bagian atas, tubuh, kaki, dan teras. Bagian atas candi digunakan sebagai tempat para dewa-dewi yang dipercaya oleh umat Hindu-Budha.
Selain itu, candi ini juga memiliki struktur bangunan yang unik. Bagian bawah atap candi berbentuk persegi dan menyerupai ruangan kecil yang memiliki lubang kecil di setiap sisinya. Dahulu, lubang-lubang tersebut diyakini berisi arca, namun sekarang dibiarkan kosong.
Candi Singosari juga memiliki pahatan-pahatan yang indah dan menarik. Anda dapat melihat relief bunga-bunga dan binatang yang menghiasi candi ini. Salah satu pahatan yang terkenal adalah pahatan singa yang memiliki pahatan bertolak belakang. Selain itu, terdapat juga pahatan burung Jaringan yang dipercaya hidup pada masa itu.
Terdapat juga pahatan-pahatan seram yang menghiasi Candi Singosari. Pahatan-pahatan ini disebut dengan Muka Kala atau Kirti Murka. Pahatan ini diyakini berfungsi sebagai pengusir roh-roh jahat yang akan membawa bencana terhadap candi.
Sejarah Berdirinya Candi Singosari
Candi Singosari didirikan sebagai penghormatan kepada Raja Kertanegara, raja terakhir dari Kerajaan Singasari. Raja Kertanegara merupakan salah satu raja yang terkenal di zaman Kerajaan Singasari.
Candi Singosari didirikan pada sekitar tahun 1.300 M. Hal ini didasarkan pada beberapa bukti sejarah candi yang dituliskan pada Kitab Negarakertagama dan Prasasti Gajah Mada yang ditemukan di pelataran candi.
Candi Singosari pertama kali ditemukan oleh Nicolaus Engelhard, seorang Belanda, pada abad ke-18. Ia menemukan reruntuhan candi di daerah dataran Malang dan melaporkannya.
Pada tahun 1901-1934, Belanda melakukan pemugaran pada candi ini. Namun, pemugaran tersebut belum selesai dan saat ini banyak arca-arca dari reruntuhan Candi Singosari disimpan di Museum Leiden Belanda.
Candi Singosari memiliki cerita sejarah yang menarik. Candi ini menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Singasari yang didirikan oleh Ken Arok. Ken Arok adalah seorang rakyat biasa yang merebut kekuasaan dan istri dari Tunggul Ametung, yaitu Ken Dedes.
Ken Arok mendirikan Kerajaan Singasari dan menobatkan dirinya sebagai raja pertama. Namun, kutukan yang diberikan Mpu Gandring kepada Ken Arok membuatnya mati dibunuh oleh anaknya sendiri, Anusapati.
Setelah Ken Arok, Kerajaan Singasari terus berlanjut dengan raja-raja yang berbeda. Raja terakhir dari Kerajaan Singasari adalah Raja Kertanegara, yang kemudian ditumbangkan oleh Raja Kediri, Jayakatwang.
Fungsi dan Keunikan Candi Singosari
Candi Singosari memiliki fungsi sebagai tempat pemujaan dan penyembahan terhadap dewa-dewi. Hal ini dikarenakan letak Candi Singosari yang berada di antara Gunung Arjuna dan Pegunungan Tengger.
Candi ini juga memiliki sistem mandala dengan konsep candi Hindu, yang berfungsi sebagai media pengubah air dari air biasa menjadi air suci (amerta). Bagian-bagian candi juga memiliki fungsi dan arti tersendiri.
Batur atau pondasi candi berfungsi sebagai pondasi berdirinya Candi Singosari. Di sini terdapat arca Resi Agastya yang dipercaya sebagai penyebar agama Hindu dari India.
Bagian tubuh candi yang sengaja dikosongkan digunakan untuk menghormati roh-roh suci para leluhur di Candi Singosari. Sedangkan bagian puncak candi digunakan sebagai tempat para dewa-dewi.
Candi Singosari juga memiliki keunikan dalam struktur dan pahatannya. Pahatan bunga-bunga dan binatang yang menghiasi candi ini memberikan keindahan tersendiri. Selain itu, pahatan singa dengan pahatan bertolak belakang juga menjadi daya tarik tersendiri.
Pahatan-pahatan seram yang menghiasi Candi Singosari, seperti Muka Kala atau Kirti Murka, juga memberikan kesan mistis dan menarik. Pahatan-pahatan ini diyakini berfungsi sebagai pengusir roh-roh jahat yang akan membawa bencana terhadap candi.
Candi Singosari juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sebagai peninggalan dari kerajaan Singasari, candi ini menjadi bukti kejayaan dan kekayaan budaya Indonesia. Keunikan dan keindahan candi ini membuatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Tiket Masuk dan Akses ke Candi Singosari
Untuk masuk ke Candi Singosari, Anda tidak perlu membayar tiket masuk. Pengunjung dapat menikmati dan melihat keindahan candi ini secara gratis. Namun, sebagai tanda terima kasih kepada para penjaga candi, biasanya pengunjung memberikan sumbangan sebesar Rp.5.000 per orang.
Untuk mencapai lokasi Candi Singosari, Anda dapat menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat mengikuti jalan utama Surabaya-Malang dan mencari Pasar Singosari. Dari Pasar Singosari, Anda dapat melanjutkan perjalanan sekitar 500 meter ke arah utara hingga mencapai lokasi Candi Singosari.
Jika menggunakan angkutan umum, Anda dapat naik bus jurusan Singosari-Ketangi-Landungsari (SKL) dari Terminal Malang. Mintalah turun di depan Pasar Singosari. Jika Anda naik angkutan umum dari Terminal Arjosari, Anda dapat naik angkutan umum jurusan Glugur-Langlang-Arjosari atau Lawang-Arjosari.
Candi Singosari dapat dikunjungi kapan saja. Tidak ada batasan waktu untuk mengunjungi candi ini, bahkan malam hari pun tetap bisa dikunjungi. Anda dapat menikmati keindahan candi ini dan menjelajahi kompleks candi sepuasnya.
Wisata Sejarah dan Kuliner di Sekitar Candi Singosari
Selain mengunjungi Candi Singosari, Anda juga dapat menikmati wisata sejarah dan kuliner di sekitar candi ini. Kota Malang memiliki banyak tempat wisata sejarah yang dapat Anda kunjungi, seperti museum-museum dan candi-candi lainnya.
Beberapa tempat wisata sejarah yang terkenal di Malang adalah Candi Badut, Candi Sumberawan, Candi Jago, dan masih banyak lagi. Anda dapat menjelajahi keindahan dan sejarah dari tempat-tempat wisata ini.
Selain itu, Anda juga dapat menikmati kuliner khas Malang di sekitar Candi Singosari. Terdapat banyak penjual makanan dan minuman di sekitar candi ini, terutama berbagai jenis bakso yang dapat memanjakan lidah dan perut Anda.
Anda dapat mencoba Bakso Sum Sum, Bakso Cak Kar, Bakso Arief, dan Bakso Syair yang terkenal di daerah ini. Nikmati sensasi kuliner khas Malang sambil menikmati keindahan alam sekitar candi.
Dengan mengunjungi Candi Singosari, Anda akan merasakan pengalaman wisata sejarah yang berbeda. Anda dapat menikmati keindahan alam, eksplorasi bangunan candi yang megah, dan menikmati kuliner khas Malang. Selamat menikmati liburan Anda di Candi Singosari!