Candi Borobudur
Candi Borobudur: Simbol Sejarah dan Keindahan Indonesia
Lokasi dan Pengaruh Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Dengan luas dasar 123 x 123 meter persegi, candi ini memiliki tinggi asli 42 meter, meskipun saat ini tingginya mencapai 35 meter. Struktur candi ini berupa piramida berundak yang terdiri dari 6 teras yang saling mengunci dengan menggunakan batu andesit.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Candi Borobudur memiliki pengaruh yang sangat besar dalam memperkenalkan Indonesia di dunia pariwisata internasional. Buktinya, banyak relik dari candi ini yang disimpan di sejumlah museum di berbagai negara, seperti Museum Agama di Taiwan, British Museum di Inggris, dan Museum Louvre di Paris. Candi Borobudur juga diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO dan dianggap sebagai candi Buddha terbesar di dunia oleh Guinness World of Records.
Candi Borobudur juga memiliki peran yang penting dalam mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Mahakarya arsitektur ini tercatat sebagai objek wisata tunggal yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Meskipun harga tiket masuk ke lokasi ini dinaikkan setiap 3-5 tahun, animo wisatawan untuk mengunjungi Candi Borobudur tidak pernah berkurang. Bahkan, hingga pertengahan tahun 2024, jumlah wisatawan yang mengunjungi candi ini telah mencapai lebih dari 5 juta orang.
Candi Borobudur juga memberikan dampak positif terhadap pariwisata di Yogyakarta. Meskipun secara administratif candi ini masuk ke wilayah Jawa Tengah, Jogja juga turut merasakan manfaatnya sebagai primadona pariwisata di Indonesia setelah Bali. Candi Borobudur telah menjadi daya tarik wisata yang tak terbantahkan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Tak heran jika candi ini juga dimasukkan dalam paket wisata Jogja yang ditawarkan oleh jasa tour & travel.
Sejarah Berdirinya Candi Borobudur
Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 oleh Wangsa Syailendra pada masa pemerintahan Raja Samaratungga. Arsitek ulung bernama Gunadharma dipercaya untuk memimpin pembangunan candi ini. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan candi ini adalah batu andesit yang diambil dari Sungai Progo yang berjarak sekitar 2 km dari lokasi candi. Batu-batu tersebut dipotong-potong dan disusun dengan sistem saling mengunci atau interlock.
Candi Borobudur memiliki tiga tingkat yang melambangkan tahapan kehidupan manusia dalam pandangan agama Buddha. Tingkat pertama disebut Kamadatu, yang melambangkan kehidupan manusia saat masih dipenuhi hawa nafsu dan angkara murka. Tingkat kedua disebut Rupadatu, yang melambangkan saat nafsu atau keinginan duniawi tersebut mulai sirna. Dan tingkat ketiga disebut Arupadatu, yang melambangkan manusia telah mencapai kesempurnaan.
Pada abad ke-9 hingga ke-11, Candi Borobudur banyak dikunjungi umat Buddha dari berbagai negara, seperti Thailand, Myanmar, Tiongkok, dan India. Borobudur menjadi pusat studi agama Buddha pada masa itu. Namun, setelah itu, candi ini mulai ditinggalkan dan dilupakan oleh para peziarah. Alasan pasti mengapa candi ini ditinggalkan tidak diketahui dengan pasti. Ada yang berpendapat bahwa Borobudur mulai terlupakan setelah terjadinya serangkaian letusan gunung berapi.
Candi Borobudur menjadi lupa dalam sejarah hingga penemuan kembali oleh Sir Thomas Stanford Raffles pada abad ke-19. Setelah itu, pemugaran terhadap candi ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 1960-an. UNESCO juga memberikan bantuan untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh antara tahun 1975 hingga 1982. Setelah selesai dipugar, Candi Borobudur digunakan oleh umat Buddha di Indonesia sebagai tempat untuk merayakan hari suci Waisak setiap tahunnya.
Rute Menuju Candi Borobudur
Berkunjung ke Candi Borobudur tidak sulit karena terdapat sejumlah papan petunjuk jalan yang akan membantu Anda sampai ke tempat tujuan. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, Anda dapat naik bus jurusan Borobudur di Terminal Giwangan atau sub terminal Jombor di Jogja. Jika berangkat dari Semarang, Anda dapat mencari bus jurusan Jogja di Terminal Semarang.
Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, terdapat beberapa rute yang bisa Anda pilih. Jika berangkat dari Jogja, Anda dapat melalui ringroad, Gampingan, terminal Jombor, Jl. Magelang, dan Sleman. Jika berangkat dari Semarang, Anda dapat melalui Ungaran, Bawean, Ambarawa, Pringsurat, dan Secang sebelum tiba di terminal Magelang. Dari terminal Magelang, Anda harus berganti bus jurusan Borobudur.
Aktivitas Menarik di Candi Borobudur
Selain menikmati keindahan dan sejarah Candi Borobudur, terdapat banyak aktivitas menarik yang dapat Anda lakukan di sini. Salah satunya adalah melakukan pradaksina, yaitu berjalan mengelilingi candi searah jarum jam mulai dari tingkat pertama hingga puncak candi. Selama perjalanan ini, Anda dapat mempelajari berbagai relief dan arca Buddha yang terdapat di dinding candi.
Anda juga dapat menikmati sunrise atau sunset di Candi Borobudur. Pemandangan alam yang mengelilingi candi ini sangat indah, terutama saat matahari terbit atau terbenam. Cahaya matahari yang menerobos melalui lubang-lubang pada stupa akan memberikan nuansa yang berbeda dan mempesona.
Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi Museum Samudraraksa dan Museum Karmawibangga yang berada di sekitar Candi Borobudur. Museum Samudraraksa menyimpan berbagai miniatur kapal dan barang-barang yang ditemukan pada kapal karam. Sedangkan Museum Karmawibangga menyimpan berbagai temuan benda purbakala di sekitar Borobudur, seperti periuk, kendi, dan batu candi.
Jika Anda ingin beraktivitas secara fisik, Anda dapat menyewa sepeda atau menunggang gajah untuk berkeliling desa sekitar candi. Anda juga dapat naik andong wisata atau kereta kelinci untuk berkeliling kawasan candi dengan harga yang terjangkau. Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi beberapa tempat wisata lain yang berdekatan dengan Candi Borobudur, seperti Candi Mendut, Candi Pawon, dan Bukit Punthuk Setumbu.
Tak lengkap rasanya berkunjung ke Candi Borobudur tanpa mencicipi kuliner khas Jawa yang dapat ditemui di sekitar candi. Beberapa kuliner yang direkomendasikan adalah tongseng jamur dan mangut beong. Anda juga dapat membeli oleh-oleh khas Borobudur, seperti stup pepaya, jenang pepaya, Jet Cooled, dan aneka kerajinan tangan.
Tips Saat Berkunjung ke Candi Borobudur
Agar kunjungan Anda ke Candi Borobudur lebih berkesan dan lancar, berikut adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan:
1. Gunakan pemandu resmi agar Anda dapat memperoleh informasi yang komprehensif tentang sejarah dan cerita di balik candi ini. Anda dapat menyewa pemandu dengan tarif Rp.50.000 untuk wisatawan lokal.
2. Pilih waktu terbaik untuk berkunjung, seperti pagi hari atau menjelang sore. Hindari kunjungan saat siang hari ketika sinar matahari sedang sangat terik.
3. Bawalah perlengkapan pelindung dari panas, seperti payung, topi, dan selendang.
4. Kenakan pakaian yang nyaman dan mudah menyerap keringat. Pastikan juga Anda memakai sarung batik saat memasuki area candi.
5. Gunakan alas kaki yang nyaman, seperti sepatu kets atau sandal gunung.
6. Jika Anda berkunjung saat peringatan Hari Waisak, jangan lewatkan Festival Lampion yang mempesona di pelataran Candi Borobudur.
7. Jaga kebersihan dan kelestarian candi. Jangan membuang sampah sembarangan dan jangan merusak struktur candi.
8. Patuhi peraturan yang berlaku di area candi, seperti larangan merokok dan memetik bunga.
9. Nikmati setiap momen di Candi Borobudur dan jangan lupa untuk mengabadikan momen tersebut dengan foto.
Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda akan dapat menikmati kunjungan Anda ke Candi Borobudur dengan lebih baik dan lancar. Selamat menikmati keindahan sejarah dan kebudayaan Indonesia di candi yang megah ini!