PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Alas Purwo Banyuwangi

Blog

Lokasi dan Keunikan Taman Nasional Alas Purwo

Sejarah dan Keberadaan Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. TNAP merupakan salah satu dari dua taman nasional yang ada di Kabupaten Banyuwangi, selain Baluran National Park. Taman nasional ini memiliki luas sekitar 43.420 hektar dan terletak di ujung tenggara Pulau Jawa.

TNAP memiliki koordinat 8°26’45”-8°47’00” LS dan 114°20’16”-114°36’00” BT. Wilayah TNAP terbagi menjadi 4 zona, yaitu Sanctuary Zone (Zona Inti), Wilderness Zone (Zona Rimba), Intensive Use Zone (Zona Pemanfaatan), dan Buffer Zone (Zona Penyangga). Topografi kawasan ini terdiri dari dataran dan gelombang ringan, dengan puncak tertinggi Gunung Lingga Manis yang mencapai 322 mdpl.

Selain keindahan alamnya, TNAP juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Terdapat 584 jenis tumbuhan yang terdiri dari rumput, semak, herba, liana, dan pohon. Sementara itu, fauna yang hidup di TNAP terdiri dari 31 jenis mamalia, 236 jenis burung, 37 jenis reptil, dan 42 jenis ikan.

TNAP memiliki sejarah yang kaya dan dipercaya memiliki aura mistis. Menurut legenda, Alas Purwo merupakan tempat awal terbentuknya Pulau Jawa. Kawasan ini juga dianggap sebagai istana makhluk halus terbesar di Pulau Jawa. Ada banyak mitos dan cerita mistis yang mengelilingi TNAP, seperti adanya kerajaan jin dan penampakan makhluk gaib.

Keindahan Alam dan Objek Wisata di Taman Nasional Alas Purwo

Meskipun dikenal dengan keangkerannya, TNAP juga memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Ada banyak objek wisata yang menarik untuk dikunjungi di dalam kawasan ini. Berikut adalah beberapa objek wisata yang ada di TNAP:

1. Sadengan

Sadengan adalah hamparan padang savana seluas 84 hektar yang terletak sekitar 2 km dari Posko Rawa Bendo. Suasana di Sadengan akan membuat pengunjung teringat pada savana di Afrika. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat berbagai jenis hewan liar seperti banteng, rusa, ajag, burung merak, dan lain-lain. Namun, pengunjung tidak diperbolehkan memasuki kawasan padang savana untuk melindungi habitat satwa liar dan keselamatan pengunjung. Ada gardu pandang bertingkat tiga yang dapat digunakan untuk melihat aktifitas satwa liar di Sadengan.

BACA JUGA :  10 Tempat Jual Plastik di Palembang Yang Harganya Murah, Termasuk Kencana 3 dan Masa Indah

2. Situs Kawitan dan Pura Giri Selaka

Situs Kawitan adalah peninggalan Kerajaan Majapahit yang ditemukan pada tahun 1967. Situs ini berkaitan dengan kisah perjalanan Resi Markendya yang menuju Pulau Bali. Di dekat Situs Kawitan, terdapat Pura Giri Selaka yang digunakan untuk menggelar ritual keagamaan, salah satunya adalah Upacara Pager Wesi. Pura Giri Selaka adalah tempat yang sakral bagi umat Hindu dan sering digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan.

3. Pantai Trianggulasi

Pantai Trianggulasi terletak sekitar 3 km dari Posko Rawa Bendo. Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang indah, dihiasi dengan pohon Nyamplung dan Bogem serta monyet-monyet yang bergelantungan di atas pohon. Pantai Trianggulasi sangat populer sebagai tempat berfoto karena pemandangannya yang cantik. Namun, pengunjung tidak diperbolehkan berenang di pantai ini karena ombaknya yang berbahaya.

4. Pancur Beach

Pancur Beach terletak dekat dengan Posko Pancur di TNAP. Pantai ini memiliki pasir putih yang indah dan batu-batu hitam yang menghiasi kawasan sekitar pantai. Yang menarik di sini adalah adanya sumber air tawar di dekat pantai yang dipercaya memiliki manfaat untuk awet muda jika digunakan untuk mandi atau mencuci muka.

5. Makam Mbah Dowo

Makam Mbah Dowo adalah makam yang unik dengan panjang 7 meter. Makam ini dipercaya sebagai makam dari Eyang Suryo Bujo Negoro alias Mbah Dowo. Tidak diketahui dengan pasti mengenai Mbah Dowo, namun banyak yang mempercayai bahwa makam ini memiliki kekuatan mistis. Di sekitar makam terdapat banyak makhluk halus dan benda pusaka yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Makam Mbah Dowo sering dikunjungi oleh peziarah yang melakukan ritual dan mengambil air dari sumur di dekat makam untuk membawa pulang.

6. Hutan Bambu

Hutan Bambu terletak dekat dengan Pantai Pancur. Di dalam hutan bambu ini terdapat Gua Istana yang menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Hutan bambu ini memiliki pohon-pohon bambu yang melengkung membentuk lorong-lorong pendek yang indah. Namun, semakin mendekati Gua Istana, suasana hutan bambu semakin mistis. Pohon bambu yang semakin rindang dan lorong yang semakin rendah menciptakan suasana yang misterius.

BACA JUGA :  6 Rekomendasi Cafe Paling Kece Punya di Daerah Purbalingga Ini Wajib Kalian Kunjungi

7. Wisata Goa

TNAP memiliki banyak goa yang digunakan oleh orang-orang yang ingin berkomunikasi dengan dimensi alam gaib. Terdapat 44 goa di kawasan ini, beberapa di antaranya dianggap sangat sakral dan digunakan untuk meditasi atau bertapa. Beberapa goa yang dianggap sakral adalah Goa Istana, Goa Mayangkara, Goa Padepokan, Goa Haji, Goa Basori, Goa Gajah, dan Goa Lowo. Menelusuri kawasan hutan bambu selama kurang lebih 1 jam akan membawa pengunjung ke area goa-goa ini.

8. Pantai Ngagelan

Pantai Ngagelan terletak sekitar 3 km dari Posko Rawa Bendo. Pantai ini memiliki pasir putih yang indah dan pemandangan yang menakjubkan. Ngagelan juga merupakan tempat mendarat dari 4 jenis penyu yang hidup di Indonesia, yaitu Penyu Hijau, Penyu Belimbing, Penyu Sisik, dan Penyu Lekang. Di pantai ini terdapat tempat penangkaran penyu dan beberapa waktu tertentu, pengunjung dapat melepas anak penyu ke habitat aslinya di lautan.

9. Hutan Mangrove Bedul

Hutan Mangrove Bedul adalah kawasan hutan mangrove seluas 1.200 hektar yang terletak sekitar 12 km dari Posko Rawa Bendo. Untuk mencapai hutan mangrove ini, pengunjung harus melakukan trekking sejauh 12 km. Di hutan mangrove ini, pengunjung dapat menjelajahi kawasan hutan dengan menggunakan perahu Gondang-Gandung. Di sungai Segoro Anak yang melintasi hutan mangrove ini, terdapat ikan bedul yang unik.

10. Pantai Parang Ireng

Pantai Parang Ireng terletak sekitar 1 km dari Posko Pancur. Pantai ini memiliki pasir yang berukuran besar dan menyerupai butiran merica. Selain itu, batu karang yang ada di pantai ini ditumbuhi oleh lumut yang menempel pada permukaan batu, menciptakan pemandangan yang unik.

11. Pantai Plengkung

Pantai Plengkung, atau yang lebih dikenal dengan sebutan G-Land, merupakan salah satu objek wisata utama di TNAP. Pantai ini terkenal sebagai surga bagi para peselancar karena ombaknya yang sangat besar. Pantai Plengkung memiliki pasir putih, bebatuan karang, dan pemandangan yang indah. Pantai ini menjadi tujuan wisatawan dan peselancar dari seluruh dunia. Untuk menuju ke Pantai Plengkung, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 9 km dari Posko Pancur.

Rute Perjalanan ke Taman Nasional Alas Purwo

Perjalanan ke Taman Nasional Alas Purwo dapat dimulai dari beberapa titik, tergantung dari mana pengunjung berasal. Berikut adalah rute perjalanan yang dapat diikuti untuk mencapai TNAP:

BACA JUGA :  Yuk Tengok 10 Referensi Toko Elektronik Yang Bagus di Tangerang, Berikut Beberapa Pilihannya

1. Rute dari Bali

Bagi wisatawan yang datang dari Bali, perjalanan dapat dimulai dengan menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Kota Banyuwangi. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Distrik Rogojampi, Srono, Muncar, dan akhirnya tiba di Tegaldlimo. Dari Tegaldlimo, masih diperlukan perjalanan sejauh 10 km melalui jalan makadam sebelum mencapai Pos Rawabendo yang menjadi pintu gerbang TNAP.

2. Rute dari Surabaya

Bagi wisatawan yang datang dari Surabaya, perjalanan dapat dimulai dengan melewati Pasuruan, Probolinggo, dan Situbondo. Kemudian, dilanjutkan ke Bondowoso dan Jember. Rute yang paling mudah adalah melewati Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan baru kemudian ke Jember. Setelah melewati Jember, perjalanan dilanjutkan ke Kecamatan Genteng, Jajag, Srono, Muncar, dan Tegaldlimo sebelum mencapai Pos Rawabendo.

Sarana Transportasi di TNAP

Penting untuk diketahui bahwa tidak ada sarana transportasi umum yang menuju ke lokasi wisata di TNAP. Oleh karena itu, pengunjung disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Jika kendaraan pribadi tidak tersedia, pengunjung dapat menyewa mobil Jeep di Pos Jaga dengan harga sekitar Rp.100.000 – Rp.150.000.

Tiket Masuk dan Jam Buka Taman Nasional Alas Purwo

Setelah sampai di Pos Rawabendo, pengunjung diwajibkan untuk membayar tiket masuk seharga Rp.5.000 pada hari biasa dan Rp.7.500 pada hari libur. Untuk wisatawan asing, harga tiket masuk yang berlaku adalah Rp.150.000.

TNAP buka 24 jam, sehingga pengunjung dapat mengunjungi kawasan ini kapan saja. Namun, disarankan untuk memperhatikan waktu perjalanan agar tidak terlalu larut malam di kawasan yang minim penerangan.

Kesimpulan

Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Meskipun dikenal dengan keangkerannya, TNAP memiliki keindahan alam yang menakjubkan dan keanekaragaman hayati yang kaya. Ada banyak objek wisata menarik di dalam kawasan ini, seperti Sadengan, Situs Kawitan, Pantai Trianggulasi, Pancur Beach, Makam Mbah Dowo, Hutan Bambu, Wisata Goa, Pantai Ngagelan, Hutan Mangrove Bedul, Pantai Parang Ireng, dan Pantai Plengkung.

Perjalanan ke TNAP dapat dimulai dari Bali atau Surabaya, dengan rute yang telah disebutkan sebelumnya. Pengunjung disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada sarana transportasi umum yang menuju ke lokasi wisata di TNAP.

Tiket masuk TNAP cukup terjangkau, yaitu Rp.5.000 pada hari biasa dan Rp.7.500 pada hari libur. Bagi wisatawan asing, tiket masuk yang berlaku adalah Rp.150.000. TNAP buka 24 jam, sehingga pengunjung dapat mengunjungi kawasan ini kapan saja.

Dengan keindahan alamnya yang menawan dan keanekaragaman hayatinya yang kaya, Taman Nasional Alas Purwo menjadi destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung lokal maupun mancanegara. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi TNAP dan menikmati keindahan alam serta objek wisatanya yang menakjubkan.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *