Panduan Tips Pergi Ke Glenmore Banyuwangi

Glenmore Banyunwangi adalah suatu kecamatan didaerah Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur Indonesia. Nama Glenmore diambil dari suatu daerah di Skotlandia dan Irlandia. Dahulunya lokasi ini merupakan perkebunan tembakau yang dinamakan Glenmore. Nama Glenmore sering melemparkan asumsi seseorang mengenai sebuah tempat di Eropa yang sejuk dan kadang berselimut salju. Padahal ini nama sebuah kecamatan yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Glenmore memang terkesan seperti kosakata Inggris. Dibanding nama kecamatan lain yang lebih “njawani” seperti Siliragung, Bangorejo, Tegaldlimo, Cluring, Gambiran, dan Srono, nama Glenmore terdengar asing dan berbeda.

Kecamatan Glenmore merupakan suatu daerah perkebunan dengan hawa yang lebih sejuk dibanding Kecamatan Ketapang di bagian timur Kota Banyuwangi, Secara geografis Glenmore terletak pada posisi 07,43 -08,46 derajat LS dan 113,53 -114,38 derajat BT mempunyai luas 368.89 Km2. Kecamatan Glenmore memiliki karakteristik wilayah, yang berbeda dengan wilayah wilayah Kecamatan lainnya di Kabupaten Banyuwangi. Selain nama yang asing, jejak-jejak peninggalan asing, terutama peninggalan kolonial Belanda masih ditemukan saat ini. Selain stasiun kereta api, jembatan, hingga gudang dan peralatan pabrik di perkebunan. Namun, tidak satu pun yang menceritakan tentang asal mula nama Glenmore.

Glenmore merupakan wilayah dataran tinggi sehingga udaranya sejuk dan pemandangannya sangat indah. Banyak perkebunan kopi dan coklat di daerah ini. Pengunjung bisa melihat para pengrajin tradisional mengerjakan peralatan dapur, bahkan bisa membelinya di sepanjang jalan Glenmore – Kalibaru. Selain itu Glenmore merupakan salah satu penghasil gula terbesar dan termoderen di Indonesia.

Panduan Tips Pergi Ke Glenmore Banyuwangi

Ditandai dengan berdirinya perusahaan Untuk komoditi tebu yang merupakan salah satu komoditi penunjang swasembada pangan nasional, IGG adalah pabrik gula yang dibangun oleh PT Industri Gula Glenmore. Pabrik ini merupakan pabrik yang didirikan PTPN XII dan PTPN XI. Keduanya badan usaha milik negara (BUMN). Pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 3.110 hektar mendorong produksi nasional menekan gula import, dan mampu menutupi kebutuhan gula dalam negeri.

Selain potensi daerah perkebunan gula, kopi dan juga para pengrajin tradisional mampu produksi hingga ekspor ke luar negeri. Glenmore juga memiliki panorama alam serta objek wisata yang menarik, menjadikan Glenmore menjadi salah satu tempat favorit untuk dikunjungi didaerah Jawa Timur

Wilayah Utama Glenmore

Glenmore memiliki 7 desa, yakni:

  • Bumiharjo
  • Karangharjo
  • Margomulyo
  • Sepanjang
  • Sumbergondo
  • Tegalharjo
  • Tulungrejo
  • Sejarah Glenmore

Sejarah Kecamatan Glenmore

Sejarah terbentuk kecamatan Glenmore sebagai sebuah wilayah akibat terjadinya perubahan politik di negeri Belanda saat penjajahan Belanda, pada saat itu Parlemen Belanda dari kelompok konservatif perubahan menjadi kelompok liberal, yang berimbas terhadap pola kebijakan di negeri jajahan termasuk Indonesia, dengan membuka kerjasama para pengusaha asing untuk menanamkan investasinya di Indonesia melalui pembukaan wilayah hutan untuk digunakan sebagai lahan perkebunan.

Pembukaan lahan perkebunan di Kecamatan Glenmore diawali pada tahun 1903 dengan dibukanya lahan perkebunan di Perkebunan Treblasala. Pada Tahun 1909 Perkebunan Glenmore dimiliki seorang pengusaha asal Skotlandia yang bernama Ros Taylor. Dibukanya lahan perkebunan ini diikuti juga dengan banyaknya migrasi masyarakat Madura dan Jawa yang dipekerjakan dilahan-lahan perkebunan di sekitar Glenmore. Maka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat didaerah perkebunan terbentuklah daerah baru yang selanjutnya diberi nama Glenmore.

Sebagai sebuah wilayah yang terbentuk dari percampuran kebudayaan yang tercampur baur, maka wilayah Glenmore mewarisi pola kebudayaan “pendahalungan” sebuah pola percampuran kebudayaan dari berbagai macam etnis. Secara etimologis kata konsep pandalungan berasal dari kata dalung yang berarti “dulang besar terbuat dari logam” Arti simboliknya pandalungan adalah gambaran wilayah yang menampung beragam kelompok etnik dengan latar belakang budaya berbeda, yang kemudian melahirkan proses hibridisasi budaya.

Panduan Tips Pergi Ke Glenmore Banyuwangi

Realitasnya dalam kehidupan masyarakat dan kebudayaan di kawasan tapal kuda, definisi itu bisa berarti bahwa bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat bersangkutan adalah bahasa yang cenderung kasar (ngoko) atau bahasa yang dipergunakan antar masyarakat struktur berbagai istiadat. Seringkali dalam mengungkapkan sesuatu mereka menggunakan bahasa campuran, antara Jawa dan Madura. Sebagai sebuah budaya campuran, tentu memerlukan suatu proses yang cukup panjang, dan bahkan mungkin sampai saat ini masih terus berproses. Artinya, jika konsep pandalungan diartikan sebagai sebuah identitas budaya, maka identitas tersebut masih terus mencari bentuk.

Sehingga di Kecamatan Glenmore terjadi pola gabungan kebudayaan yang bercampur baur sehingga menghasilkan pola kebudayaan yang tidak bisa disebut Jawa atau Madura. Orang Madura tipologinya cenderung mempunyai watak yang keras (temperamen tinggi), terbuka, kekerabatannya sangat kuat, dan merupakan pekerja yang keras. Sebaliknya, orang Jawa tipologinya bersifat lebih penyabar, hemat dan cermat, namun mereka juga merupakan pekerja yang keras. Perbedaan ini tampaknya tidak menyimpang dari gambaran Kuntowidjoyo,1980) yang menyatakan bahwa latar belakang kondisi geografis yang kering di daerahnya (bercocok tanam di tegalan) membuat orang Madura cenderung lebih individual dibandingkan dengan orang Jawa. Sedangkan orang Jawa yang berasal dari daerah subur (pertanian sawah), membentuknya menjadi lebih bersifat komunal dan akrab dengan alam.

Perbedaan kedua karakter ini, di wilayah pendalungan ini tampaknya tidak terlalu berpengaruh bagi kedua etnik yang bersangkutan, sebab pada akhirnya terjadi campur baur budaya satu sama lain. Kedua etnik ini menyadari kenyataan bahwa mereka harus menghadapi situasi tekanan struktural dan kondisi alam yang sama, sehingga terjalinlah hubungan harmonis antara keduanya sampai saat ini.

Panduan Tips Pergi Ke Glenmore Banyuwangi

Masyarakat Glenmore adalah masyarakat yang berada dalam posisi transisi dalam pola sosial budayanya. Masyarakat Transisi adalah masyarakat yang memiliki kultur campuran antara dua budaya dominan yang ada. Etika sosial, seperti tata krama, sopan-santun, atau budi pekerti orang pandalungan berakar pada nilai-nilai yang diusung dari dua kebudayaan yang mewarnainya, yakni kebudayaan Jawa dan Kebudayaan Madura.

Mereka yang berada di wilayah dominan Madura, mereka cenderung memiliki karakteristik kultur transisi antara Jawa-Madura tetapi karena mereka tinggal di wilayah yang dominan Madura maka pengaruh adat istiadat, budi pekerti, kultur Madura relatif sangat kuat. Karakteristik tersebut tampak pada cara mereka berkomunikasi, yaitu menggunakan bahasa Jawa campur Madura, akan tetapi perbendaharaan bahasa dan logat Madura sangat tampak lebih dominan dibanding Jawa.

Kondisi demikian, mau tidak mau membawa pengaruh terhadap sikap dan perilaku sopan-santun, tatakrama, dalam pergaulan sehari-hari. Etnis Madura yang bertempat tinggal diwilayah perkebunan dan non perkebunan juga memiliki pola komunikasi yang berbeda, meskipun keduanya menggunakan bahasa Madura akan tetapi masyarakat wilayah perkebunan memiliki corak komunikasi yang lebih kasar dibanding dengan etnis Madura yang tinggal di wilayah perkotaan.

Sebaliknya mereka yang berada di wilayah dominan Jawa, mereka cenderung memiliki karakteristik kultur transisi Jawa-Madura, tetapi pengaruh kultur lingkungan yang dominan Jawa, mengakibatkan adat istiadat dan budi pekerti kultur Jawa relatif sangat kuat membentuk perilakunya. Hal demikian sangat tampak dalam cara mereka berkomunikasi, yaitu menggunakan bahasa Jawa campur Madura tetapi perbendaharaan bahasa dan logat Jawa sangat kuat.

Panduan Tips Pergi Ke Glenmore Banyuwangi

Secara umum penduduk Glenmore yang beretnis Madura mendiami wilayah Desa Sepanjang (wilayah Pasar Glenmore), Tulungrejo, Tegalharjo, Karangharjo dan Margomulyo (Perkebunan Glenmore). Sementara itu masyarakat Jawa banyak mendiami wilayah Desa Sepanjang (Megelenan,Mediunan), Desa Sumbergondo, Desa Bumiharjo, Desa Karangharjo (Krajan).

Selain etnis Jawa dan Madura, wilayah Kecamatan Glenmore juga didiami etnis China dan Arab yang tinggal disekitar pusat ekonomi di wilayah Pasar Glenmore dan Desa Karangharjo. Karena kedua etnis tersebut menguasai sektor perdagangan di Glenmore, karakter unik juga ditunjukkan kedua etnis tersebut.

Tinggal di daerah percampuran berbagai macam budaya seperti di Glenmore membuat etnis China dan Arab juga menguasai Bahasa Madura dan Bahasa Jawa dengan cukup baik, meskipun kedua etnis tersebut cenderung lebih ekslusif dibanding etnis Madura dan Jawa yang telah bisa berakulturasi melalui jalur perkawinan, sementara itu etnis China dan Arab cenderung untuk hanya melakukan perkawinan dengan sesama etnisnya.

Cara Pergi ke Glenmore

Melalui udara dan darat anda bisa menggunakan pesawat penerbangan Jakarta – Banyuwangi dari Bandara Soekarno Hatta tujuan Blimbingsari Airport Banyuwangi. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan Bus Damri rute Blimbingsari Banyuwangi – Glenmore waktu tempuh sekitar tiga puluh menit dengan tarif dua puluh ribu rupiah.

Panduan Tips Pergi Ke Glenmore Banyuwangi

Melalui darat dengan angkutan umum bus, anda dapat menuju Terminal Bus Brawijaya Banyuwangi, setelah itu naik kembali ke jurusan Terminal Wiroguno Genteng. Transit meneruskan perjalanan dengan mini bus tujuan Glenmore. Apabila dengan kereta api, anda dapat naik kereta jurusan Statiun Gambir tujuan station Kalisetail Jambewangi, Sempu, Banyuwangi. Setelah tiba di Station Kalisetail anda dapat meneruskan perjalanan menggunakan kereta api tujuan stasiun Glenmore. Bila dengan kendaraan pribadi bila rute keberangkatan dari Jakarta menuju Banyuwangi dengan jarak tempuh sekitar 1.053 km atau sekitar 20 jam 32 menit.

Melalui jalur laut khusus perjalanan dari pulau Bali dan pulau-pulau di Indonesia Timur. Semua yang dari Indonesia Timur menuju ke Pelabuhan Gilimanuk dan menyeberang ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dengan kapal Ferry yang ber-tarif 8 hingga 15ribu. Jarak tempuh dari Gilimanuk ke Ketapang adalah 1 jam bila kapalnya tidak antri di dermaga dan bukan hari libur lebaran. Setelah sampai di Pelabuhan Ketapang silahkan keluar pelabuhan dan naik kendaraan umum/angkot menuju kota dengan jarak tempuh 15 sampai 20 menit atau 15 menit naik ojek dengan tarif 15-20 ribu.

Transportasi Umum Di Glenmore

Angkutan Umum, Bus Patas, Bus Ekonomi, Mini Bus, Ojek, Rental Mobil.

Hotel di Glenmore

  • Minak Jinggo Hotel Jl Untung Suropati No. 44, Banyuwangi, 68412 Glenmore, Indonesia.
  • Rumah Kita Guesthouse Jl. Putri Gunung 100, Desa Kajarharjo, 68467 Kalibaru, Indonesia.
  • Margo Utomo Hill View Resort Jl. Putri Gunung No. 3, Desa Kajarharjo,Kalibaru, 68467 Kalibaru, Indonesia.
  • Margo Utomo Agro Resort Jl. Lapangan no 10, 68467 Kalibaru, Indonesia.
  • Kendi Villas and Spa Jl Putri Gunung No 99. Kalibaru, 68466 Kalibaru, Indonesia.
  • Villa Bugis Jl. Putri Gunung 102, 68467 Kalibaru, Indonesia.
  • Kalibaru Cottages Jl Raya Jember – Kalibaru, 68467 Kalibaru, Indonesia.
  • Hotel Glenmore l. Raya Glenmore, Karangharjo, Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.
  • Hotel Blambangan Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 04, Kel. Kepatihan Kec. Banyuwangi, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur.

Iklim di Glenmore Banyuwangi

Panduan Tips Pergi Ke Glenmore Banyuwangi

Mengenai iklim Glenmore adalah kota dengan curah hujan yang signifikan. Bahkan di bulan terkering terdapat banyak hujan. Iklim ini diklasifikasikan sebagai Cfb. Suhu rata-rata di Glenmore adalah 15.0 °C. Bulan terkering adalah Juni, dengan 13 mm curah hujan. Suhu terhangat sepanjang tahun adalah Februari, dengan suhu rata-rata 18.2 °C. Juni adalah bulan terdingin, dengan suhu rata-rata 10.1 °C. Bulan Februari dan juni adalah bulan yang cocok untuk berkunjung wisata Glenmore.

Bahasa Daerah Glenmore

Bahasa daerah yang digunakan perpaduan Jawa dan Madura, dengan lingkungan yang dominan Jawa, mengakibatkan adat istiadat dan budi pekerti kultur Jawa relatif sangat kuat membentuk perilakunya. Hal demikian sangat tampak dalam cara mereka berkomunikasi, yaitu menggunakan bahasa Jawa campur Madura tetapi perbendaharaan bahasa dan logat Jawa sangat kuat.

Tempat Wisata Sekitar Glenmore Banyuwangi

Panduan Tips Pergi Ke Glenmore Banyuwangi

  • Wisata Umbul Pule Glenmore
  • Wisata Agro Kendeng    lembu Glenmore
  • Candi Agung Gumuk Kancil
  • Waduk Sidodadi
  • Candi Rowo Bayu
  • Air Terjun Selendang Arum
  • Taman Nasional Meru Betiri
  • Pantai Lampon
  • Candi Purwo

Mal/Pusat perbelanjaan di Glenmore

Pasar Glenmore l. Raya Pasar Glenmore, Sepanjang, Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Rekomendasi Tempat Makan Sekitar Glenmore Banyuwangi

  • Minak Jinggo Hotel & Restaurant, Jl Untung Suropati No. 44, Banyuwangi, 68412 Glenmore, Indonesia
  • Lontong Campur Kuliner Khas Glenmore, Area Pasar Glenmore
  • Oleh Oleh Pia Warung Glenmore Jl. Raya Jember No. 51, Glenmore, Banyuwangi (Pusat)
  • Depot Glenmore Jl. Raya Jember Glenmore Tlp. 0333 821281
  • Rumah Makan Asia Afrika, Jl. Raya Jember 116 Tlp. 0333 897157
  • Bakpia Glenmore, Jalan Raya Jember 51 Glenmore, Banyuwangi, Indonesia
  • Kedai Bandeng Panorama, Jalan Mawar no. 18, Banyuwangi 68422, Indonesia
  • Rumah Makan SAFARI, Jl. Raya Jember 149 Tlp. 0333 821637

Tips Wisata di Glenmore Banyuwangi

  • Menikmati suasana Umbul Bening yang asri dan resik sambil bersantap di taman wisata menjadi pengalaman yang menyenangkan dengan keluarga anda, namun jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan sekitar lokasi anda.
  • Bagi anda yang meminati wisata agro maka perlu datang ke Perkebunan Glenmore Kalibaru yang merupakan perkebunan kopi dan coklat dengan menikmati dataran tinggi udaranya sejuk dan pemandangan sangat indah.
  • Bagi anda pecinta keramik, kunjungi Pasar Glenmore. Berlokasi di Pasar raya Glenmore, Sepanjang, Glenmore, menyediakan berbagai motif keramik dimana kawasan Glenmore memang dikenal sebagai salah satu basis tempat tinggal warga Belanda ketika masa penjajahan dulu meninggalkan budaya kerajinan keramik.
  • Tetap berhati hati dengan keamanan barang barang anda agar tetap terjaga saat anda berwisata.
  • Ada baiknya anda mengunduh aplikasi perangkat penunjuk lokasi anda berada ke ponsel milik anda, agar anda tidak kesulitan mencari keberadaan anda serta memudahkan sebagai penunjuk jalan anda dalam bepergian.
  • Jangan lupa untuk mengabadikan moment wisata anda di Glenmore Banyuwangi

Perlu Kamu Tahu

  • Polsek Glenmore, Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur
  • Kantor Kecamatan Glenmore, Jl. Raya Glenmore no. 89 Glenmore, Banyuwangi. Nomor Telephone 0333 – 821445 Fax. 0333 – 823135
  • RS PTP XII Bakti Husada Krikilan Glenmore Banyuwangi. Nomor Telephone 0333-821118 Email: [email protected]
  • Puskesmas Tulungrejo Glenmore, Jl. Selat No. 45 Glenmore, Banyuwangi nomor telephone (0333) 821383
  • Kantor Pos Glenmore, Jl. Raya Pasar no. 27 Glenmore, Banyuwangi
1 Response
  1. alfa

    saran untuk kendaraan yang bisa mengakses glemore bisa menggunakan kereta api turun di stasiun sumberwadung. tp dengean kereta api ekonomi

Leave a Reply