Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia
5 (100%) 11 votes

Stasiun Tanjung Priuk atau awam menyebutnya sebagai Stasiun Tanjung Priok (TPK) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di seberang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jika kamu cari info jadwal KRL Tanjung Priok Jakarta Kota terbaru klik disini.

Stasiun yang terletak pada ketinggian 4 meter ini termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta. Memiliki langgam bangunan art deco, Stasiun Tanjung Priok ini termasuk salah satu bangunan tua yang dijadikan cagar budaya DKI Jakarta.

Stasiun ini memiliki delapan jalur kereta api dengan jalur 2 sebagai sepur lurus ke arah Jakarta Kota, jalur 3 sebagai sepur lurus dari arah Jakarta Kota, jalur 6 sebagai sepur lurus ke arah Rajawali – Pasar Senen – Jatinegara, dan jalur 7 sebagai sepur lurus dari arah Jatinegara – Pasar Senen – Rajawali. Di sayap barat laut emplasemen stasiun ini terdapat percabangan jalur menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Walau bukan stasiun pusat, Stasiun Tanjung Priok ini terbilang modern pada masanya, dikarenakan banyak mempergunakan material besi baja yang disusun melengkung melingkupi enam jalur rel di dalamnya. Penggunaan struktur bangunan besi, apalagi besi baja, pada masa awal abad ke-20 membuat stasiun ini tidak ketinggalan tren dengan stasiun-stasiun besar di Eropa pada saat itu.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Jendela di stasiun ini terbentuk atas garis-garus yang terdiri dari lis profil atap yang horizontal serta lubang-lubang pada cornice berupa ballustrade atapnya, garis-garis vertikal kolom-kolom, dan lekukan pada dinding menyerupai jendela selain jendela-jendela sesungguhnya yang berjalusi kayu.

Kaca patri dan ornamen profil keramik, tampak menghiasi dinding Stasiun Tanjung Priok. Dengan hiasan itu, maka stasiun tampak megah dan diperkuat dengan kolom-kolom besar dan kokoh pada beranda utama yang didukung dengan tangga di sepanjang bangunan.

Sejarah Stasiun Tanjung Priok Jakarta

Keberadaan Stasiun Tanjung Priuk tidak dapat dipisahkan dengan ramainya Pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan pelabuhan kebanggaan masa Hindia Belanda itu, dan bahkan berperan sebagai pintu gerbang kota Batavia serta Hindia Belanda. Stasiun ini pada dasarnya terbagi atas dua periode.

Periode pertama adalah ketika Stasiun Tanjung Priok ini terletak persis di atas dermaga Pelabuhan Tanjung Priok. Stasiun ini selesai dibangun oleh Burgerlijke Openbare Werken pada 1883 dan baru pada tahun 1885 diresmikan pembukaannya bersamaan dengan pembukaan Pelabuhan Tanjung Priok.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Pengelolaan stasiun dan jalur kereta api Sunda Kelapa–Tanjung Priuk diserahkan kepada jawatan kereta api negara, Staatsspoorwegen (SS). Sampai dengan tahun 1900, dalam sehari tidak kurang dari 40 perjalanan kereta api rute Tanjung Priuk–Batavia SS pp dan NISM serta Tanjung Priuk–Kemayoran pp.

Sejak paruh akhir abad ke-19 hingga abad ke-20, aktivitas di pelabuhan Tanjung Priok kian meningkat, sehingga terjadi perluasan area pelabuhannya yang mengakibatkan stasiun Tanjung Priuk digusur. Untuk menggantikannya, pada tahun 1914 di sebelah Halte Sungai Lagoa dibangun stasiun baru yang lebih megah.

Dalam pembangunan itu, SS menugaskan Ir. C.W. Koch sebagai arsitek utama. Stasiun baru ini, dibuka untuk umum pada 6 April 1925 yang bertepatan dengan peluncuran pertama kereta listrik rute Priok–Meester Cornelis (Jatinegara).

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Stasiun Tanjung Priok Di Masa Lalu

Bandar pelabuhan yang dibangun pada 1877 pada masa Gubernur Jendral Johan Wilhelm van Lansberge yang berkuasa di Hindia Belanda pada tahun 1875-1881 itu semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu pelabuhan paling ramai di Asia setelah dibukanya Terusan Suez.

Stasiun Tanjung Priok ini menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Batavia yang berada di selatan. Alasan pembangunan ini karena pada masa lalu wilayah Tanjung Priok sebagian besar adalah hutan dan rawa-rawa yang berbahaya sehingga dibutuhkan sarana transportasi yang aman pada saat itu (kereta api). Pada akhir abad ke-19, pelabuhan Jakarta yang semula berada di daerah sekitar Pasar Ikan tidak lagi memadai, dan Belanda membangun fasilitas pelabuhan baru di Tanjung Priok.

Stasiun ini dibangun tepatnya pada tahun 1914 pada masa Gubernur Jendral A.F.W. Idenburg (1909-1916). Untuk menyelesaikan Stasiun Tanjung Priok ini, diperlukan sekitar 1.700 tenaga kerja dan 130 di antaranya adalah pekerja berbangsa Eropa.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Bahkan sejak diselesaikannya stasiun ini, telah timbul protes mengenai “pemborosan” yang dilakukan dalam pembangunan stasiun ini. Dengan 8 peron, stasiun ini amatlah besar, dan nyaris sebesar Stasiun Jakarta Kota yang pada masa itu bernama Batavia Centrum.

Sementara, kereta api-kereta api kapal yang menghubungkan kota-kota seperti Bandung dengan kapal-kapal Stoomvaart Maatschappij Nederland dan Koninklijke Rotterdamsche Lloyd langsung menuju ke dermaga pelabuhan dan tidak menggunakan Stasiun Tanjung Priok ini. Stasiun ini terutama hanya digunakan untuk kereta rel listrik yang mulai digunakan di sekitar Batavia pada tahun 1925.

Pada zaman Belanda, di stasiun ini juga tersedia ruang penginapan sementara bagi para penumpang yang akan menunggu kedatangan kapal laut untuk melanjutkan perjalanan. Kamar-kamar tersebut terletak di sayap kiri bangunan yang memang disediakan untuk penumpang.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Stasiun Tanjung Priok ini, terbilang hanya 16 tahun mengalami kejayaan. Pembukaan Bandara Kemayoran yang melayani penerbangan umum sejak tahun 1940 mulai menjadi saingan berat bagi stasiun ini, karena banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi udara dalam perjalanan mereka, dari dan ke Jawa menuju Batavia.

Hal ini juga ditunjang dengan jauhnya letak dari stasiun yang baru dari Pelabuhan Laut Tanjung Priok, walaupun pada masa itu, para penumpang dilayani dengan bus feeder rute pelabuhan–Stasiun Tanjung Priuk pp.

Selain itu situasi Perang Dunia II yang meluas ke Hindia Belanda membuat perawatan stasiun menjadi terabaikan. Malah dalam masa pendudukan pemerintah militer Jepang, Stasiun Tanjung Priok ini lebih diutamakan untuk kepentingan perang dan mengirim para romusha keluar Jawa.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Stasiun Tanjung Priok Di Masa Kini

Menjelang awal abad ke-21, kondisinya sempat tidak terawat. Meskipun demikian, Stasiun Tanjung Priok peninggalan pemerintah Hindia Belanda ini tampaknya seakan tidak peduli dengan perubahan suasana di sekitarnya.

Seakan tidak peduli dengan teriknya hawa di pinggir pantai Tanjung Priok, kerasnya kehidupan pelabuhan, dan hilir mudiknya kendaraan besar seperti kontainer bahkan semrawutnya terminal bus di depannya.

Tetapi kita masih dapat membayangkan betapa artistiknya seni perpaduan antara gaya neo klasik dengan gaya kontemporer. Tak aneh jika bangunan ini pernah berjaya, sebagai salah satu stasiun kebanggaan warga Batavia di era akhir abad ke-18.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Semakin masuk ke dalam bangunan Stasiun Tanjung Priok itu, kondisi bangunan yang memprihatinkan itu semakin terkuak. Atap bangunan yang menjadi saksi perkembangan Kota Jakarta ini sudah terlepas di sana-sini. Kaca-kaca dan kerangka atap bangunan sudah mulai lekang dimakan usia. Areal peron sebagian sudah tidak terawat bahkan di sisi barat sudah dipenuhi oleh para tunawisma dan tunawicara

Kemunduran fisik stasiun itu bermula ketika stasiun itu tidak berfungsi lagi sebagai stasiun penumpang pada awal Januari 2000. Pengebirian fungsi itu membuat pemasukan dana dari tiket peron semakin berkurang. Inilah yang menyebabkan PT Kereta Api (Persero) menyewakan ruangan yang ada di depan bangunan stasiun.

Maka bagian depan Stasiun Tanjung Priok pun terisi pemandangan kantor-kantor jasa seperti penjualan tiket kapal laut, pengiriman barang hingga jasa penukaran uang asing sebelum akhirnya PT Kereta Api Indonesia memutuskan membuka kembali stasiun ini sebagai stasiun penumpang pada tahun 2009.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Persiapan dilakukan pada bulan November-Desember 2008 dengan dilaksanakannya renovasi besar-besaran terhadap fisik bangunan Stasiun Tanjung Priok. Selanjutnya, proyek diteruskan dengan rehabilitasi fasilitas rel serta pembangunan perangkat sinyal elektrik pada awal tahun 2009. Pada tanggal 28 Maret 2009, stasiun ini dapat kembali difungsikan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Stasiun ini pada saat itu melayani kereta ekonomi jarak jauh dan lokal Purwakarta. Sebelumnya, KRL Jakarta Ekonomi AC/Commuter Line rute Tanjung Priuk–Bekasi sempat melintas stasiun ini. Per 1 November 2014 semua kereta api yang tadinya berangkat dari Stasiun Tanjung Priok ini dipindahkan ke Stasiun Pasar Senen. Alasannya, Stasiun Tanjung Priuk direncanakan akan dijadikan stasiun barang.

Tetapi, mulai 9 Februari 2016 perjalanan KA Lokal Purwakarta dan KA Lokal Cikampek dari yang sebelumnya pemberangkatan awalnya dari Stasiun Jakarta Kota dipindahkan kembali ke Stasiun Tanjung Priuk. Di Stasiun Jakarta Kota rencananya akan dilakukan persiapan infrastruktur pendukung KRL Bandara Soetta yang akan beroperasi pada pertengahan tahun mendatang.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Sejak 21 Desember 2015 Stasiun Tanjung Priuk kembali melayani KRL Jakarta Kota-Tanjungpriok setelah beberapa tahun tidak aktif. Stasiun ini setiap hari melayani enam kali perjalanan dari dan ke Stasiun Jakarta Kota.

Selain melayani KRL dan KA barang, Stasiun Tanjung Priuk juga dijadikan tempat parkir untuk KA Kertajaya dan KA Tawang Jaya yang keduanya merupakan KA penumpang rangkaian panjang yang terdiri dari enam belas gerbong kereta serta KA Menoreh.

Stasiun Tanjung Priok Sering Dijadikan Lokasi Foto dan Shooting Film

Sejak banyaknya komersialisasi (baca: syuting iklan, acara televisi, video musik, dan iklan) di Stasiun Tanjung Priuk, stasiun ini kini menjadi tempat yang kontroversial bagi fotografer pemula maupun yang sudah berpengalaman karena tempat ini “terlarang” sebagai area memotret, padahal sama sekali tidak ada rambu-rambu dilarang memotret di stasiun.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Alasan status cagar budaya “tidak pernah diterapkan” di situs lain yang dikelola oleh pemerintah daerah maupun BPCB. Jangankan kamera SLR (termasuk juga DSLR dan mirrorless), kamera digital saku bahkan dalam kasus tertentu dapat terkena peringatan oleh petugas keamanan. Sejak berlakunya aturan baru memotret di Stasiun Tanjung Priok, hanya kamera ponsel, kamera saku, SLR, dan kamera aksi (GoPro) yang diperbolehkan digunakan untuk memotret stasiun.

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia

Stasiun Tanjung Priuk kerap dijadikan lokasi syuting video musik, film, dan iklan. Contoh lagu yang video musiknya pernah menggunakan lokasi syuting di stasiun ini antara lain, “Menunggumu” yang dinyanyikan oleh Chrisye featuring Peterpan, “Ku Tetap Menanti” ciptaan Eka Gustiwana yang dinyanyikan oleh Nikita Willy, dan “Dengan Nafasmu” karya Ungu.

Jadwal Kereta Api di Stasiun Tanjung Priok Untuk Kereta Non KRL

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia
No. KA KA Kelas Tujuan Tiba Berangkat
323A Jatiluhur/Lokal CKP Lokal Ekonomi AC Jakarta Tanjung Priuk (TPK) 06.47
325A 07.18
321B Cilamaya Ekspres/Lokal PWK 08.14
324A Walahar Ekspres/Lokal PWK Purwakarta (PWK) 09.55
326A 11.05
322A 16.15
327A Cilamaya Ekspres/Lokal PWK Jakarta Tanjung Priuk (TPK) 16.42
328A Jatiluhur/Lokal CKP Cikampek (CKP) 17.10
329A Cilamaya Ekspres/Lokal PWK Jakarta Tanjung Priuk (TPK) 17.14
330A Jatiluhur/Lokal CKP Cikampek (CKP) 19.05

Cara Pergi Ke Stasiun Tanjung Priok

Stasiun Tanjung Priok Jakarta - Stasiun Di Indonesia
Stasiun Tanjung Priok Jakarta – Stasiun Di Indonesia
Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
MetroMini 41 Tanjung Priok–Pulo Gadung
23 Tanjung Priok–Marunda
24 Tanjung Priok–Senen
Mikrolet M14 Tanjung Priok–Cilincing
M15 Tanjung Priok–Kampung Bandan–Kota
M15A Tanjung Priok–Mangga Dua–Kota
M30A Tanjung Priok–Pulo Gadung
Koperasi Wahana Kalpika (KWK) U01 Tanjung Priok–Pulo Gebang
U03A Tanjung Priok–Sukapura
U05 Tanjung Priok–Bulak Turi
U06 Tanjung Priok–Walang Baru
U07 Tanjung Priok–IGI
U08 Tanjung Priok–Rorotan
U09 Tanjung Priok–Cilincing
Mayasari Bakti AC25 Bekasi–Tanjung Priok
AC42 Cileungsi–Tanjung Priok
P14 Tanah Abang–Tanjung Priok
Maya Raya Cikarang–Tanjung Priok
PPD 43 Cililitan–Tanjung Priok
Transjakarta 10 Tanjung Priok–PGC 2
12 Tanjung Priok–Penjaringan
DAMRI Tanjung Priok–Bandara
Jasa Utama P125 Tanjung Priok–Tosari
P159 Tanjung Priok–Grogol

Leave a Reply