PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Pura Ulun Danu Batur Kintamani Bali

Blog

Harga Tiket Masuk

Pura Ulun Danu Batur merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Bali. Untuk bisa masuk ke dalam kompleks Pura, pengunjung diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp. 50.000 per orang. Harga tiket tersebut sudah termasuk akses masuk ke area Pura serta fasilitas yang ada di dalamnya. Namun, sebelum memasuki Pura, pengunjung juga diwajibkan untuk mengenakan kamen atau kain yang diikatkan di pinggang menyerupai rok panjang. Hal ini merupakan ketentuan yang digunakan oleh umat Hindu untuk memasuki pelataran Pura.

Pura Batur sering kali ramai dikunjungi oleh para pengunjung, baik lokal maupun asing. Kunjungan yang lebih besar terjadi pada bulan Agustus dan Desember, terutama saat penyambutan Tahun Baru. Selain itu, Pura ini juga ramai pada saat hari Raya Galungan, Idul Fitri, dan Natal. Karena keindahannya, Pura Batur sering dikunjungi oleh tamu negara, baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin berkunjung, sebaiknya datang pada hari-hari biasa agar tidak berdesakan dengan pengunjung lain.

Pura Ulun Danu Batur

Pura Ulun Danu Batur merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi bagi pecinta traveling, terutama bagi yang sedang berlibur di Bali. Bali sendiri merupakan provinsi yang memiliki banyak tempat wisata dengan keindahan alam maupun keindahan buatan tersendiri. Salah satu keindahan alam yang disajikan di Bali adalah pantai yang luas, sejuk, dan indah. Selain itu, Bali juga memiliki berbagai candi dan pura yang megah dan indah.

Di Pulau Bali, terdapat dua pura yang hampir memiliki nama yang sama, yaitu Pura Ulun Danu Batur dan Pura Ulun Danu Beratan. Meskipun memiliki nama yang serupa, kedua pura tersebut memiliki keindahan yang berbeda-beda. Pura Ulun Danu Batur terletak di dekat Danau Batur, sedangkan Pura Ulun Danu Beratan terletak di dekat Danau Beratan.

Pura Ulun Danu Batur merupakan pura yang sangat megah dan besar. Di dalam pura ini terdapat banyak candi bentar yang menjulang tinggi seperti pencakar langit. Keberadaan candi bentar ini membuat Pura Ulun Danu Batur terlihat semakin indah dan mempesona. Selain itu, di dalam pura ini juga terdapat berbagai menu makanan yang memiliki tingkat kualitas rasa yang berbeda-beda. Anda dapat mencoba berbagai hidangan khas Bali yang lezat di dalam pura ini.

BACA JUGA :  10 Restoran All You Can Eat Tanjung Duren Halal dan Murah 99K

Pura Ulun Danu Batur merupakan objek wisata yang menarik minat wisatawan lokal maupun wisatawan asing yang berkunjung ke Danau Batur atau Gunung Batur. Pura ini sangat cocok bagi Anda yang senang melihat berbagai objek wisata seni arsitektur yang bernilai bersejarah. Dengan mengunjungi Pura Ulun Danu Batur, Anda dapat melihat keindahan arsitektur Bali kuno yang masih terjaga dengan baik.

Daya Tarik Pura Ulun Danu Batur

Pura Ulun Danu Batur, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pura Batur, terletak di ketinggian 900 meter di atas permukaan air laut. Pura ini berlokasi di Desa Kalanganyar, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Pura Batur menghadap ke arah barat dan dilatar belakangi oleh Gunung Batur dengan lavanya yang hitam. Selain itu, pemandangan Danau Batur yang membentang luas di kaki gunung semakin melengkapi keindahan sekitar Pura Batur.

Setiap tahunnya, di Pura Ulun Danu Batur selalu diadakan upacara yang dinamakan Ngusaba Kesada. Upacara ini merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali. Upacara Ngusaba Kesada diadakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Dewi Danu, dewi air danau, yang melimpahkan berkah dan kemakmuran bagi masyarakat sekitar Danau Batur.

Sejarah Pura Ulun Danu Batur dimulai pada tahun 1917 ketika terjadi letusan Gunung Batur yang menghancurkan sekitar 65.000 rumah, 2.500 pura, dan ribuan makhluk hidup. Meskipun begitu, Pura Batur tetap berdiri kokoh meskipun mengalami kerusakan. Setelah kejadian tersebut, kepala daerah setempat bersama dengan masyarakat sekitar memindahkan Pura Ulun Danu Batur ke tempat yang lebih tinggi, yaitu tempat sekarang ini.

Pura Batur kini berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan air laut. Ketinggian tersebut membuat udara di sekitar Pura menjadi lebih sejuk dan sedikit lebih dingin. Saat udara dingin tiba, daerah Kintamani juga sering diliputi oleh kabut tebal, menciptakan pemandangan yang sangat indah.

Pemandangan di sekitar Pura Ulun Danu Batur sangat menarik perhatian pengunjung. Sisa-sisa lahar letusan Gunung Batur yang telah membeku dan berubah menjadi warna hitam menciptakan pemandangan yang unik dan menarik. Ditambah lagi dengan keberadaan Gunung Batur yang menjulang tinggi, pemandangan di sekitar Pura Batur semakin indah dan memukau. Selain itu, adanya Danau Batur yang indah, teduh, dan berwarna biru menambah daya tarik Pura Ulun Danu Batur di mata pengunjung.

BACA JUGA :  Tampil Tampan Dalam Sekejap Lewat Bantuan 10 Barbershop Terbaik di Banjarmasin Ini

Para pengunjung juga dapat menikmati pemandangan birunya Danau Batur yang disertai dengan buih-buih ombak. Keindahan ini dapat dinikmati ketika menggunakan perahu boat untuk menyeberang dari Desa Kedisan ke Desa Trunyan. Di Danau Batur, Anda juga dapat melihat kesibukan para nelayan yang sedang mengail ikan mujaer, yang akan menambah keindahan dan keseruan di Danau Batur.

Pura Ulun Danu Batur juga dikenal dengan sebutan Pura Pradana. Di Pura ini, Tuhan dipuja untuk menguatkan spiritual umat dalam membangun kemakmuran ekonomi. Pura ini memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sekitar Danau Batur, terutama dalam menjaga kesuburan tanah dan sumber air. Oleh karena itu, Pura Ulun Danu Batur selalu dijaga dan dirawat dengan baik oleh masyarakat setempat.

Namun, Pura Ulun Danu Batur pernah mengalami masalah dalam beberapa tahun terakhir. Pura ini dilecehkan oleh seorang warga desa tetangga melalui media sosial Facebook, yang akhirnya berujung pada laporan ke polisi. Tersangka tersebut melakukan pencemaran dan pelecehan terhadap kesucian Pura Batur. Kejadian ini mengundang perhatian publik dan menjadi pembicaraan hangat di masyarakat.

Sejarah Singkat Pura Ulun Danu Batur

Sejarah Pura Ulun Danu Batur dimulai pada abad ke-10 hingga awal abad ke-11. Pura ini awalnya terletak di kaki Gunung Batur, dekat dengan tepi Barat Daya Danau Batur. Namun, pada tahun 1917 terjadi letusan Gunung Batur yang merusak banyak rumah, pura, dan makhluk hidup di sekitar Danau Batur. Meskipun begitu, kerusakan di kaki Pura Batur berhenti karena adanya sebuah keajaiban.

Pura Batur sendiri telah berdiri sejak zaman Empu Kuturan, yang hidup pada abad X hingga awal abad XI. Masyarakat sekitar melihat kejadian tersebut sebagai pertanda yang baik, sehingga mereka tetap bertahan dan membangun pemukiman di sekitar Pura Batur.

Namun, kejadian letusan Gunung Batur tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 1926, terjadi letusan baru yang menghancurkan seluruh kawasan Pura Batur. Namun, satu bagian dari Pura Batur berhasil selamat dari letusan tersebut, yaitu Pelinggih, yang merupakan tempat pemujaan utama di dalam Pura.

Letusan tersebut menutupi seluruh wilayah Pura, kecuali Pelinggih yang berada di tempat paling tinggi. Pelinggih tersebut merupakan tempat pemujaan terhadap Dewi Danu, dewi air danau. Dewi Danu merupakan sakti dari Dewa Wisnu, yang merupakan tuhan air danau dan dewa kemakmuran.

Setelah kejadian tersebut, masyarakat sekitar dan kepala desa setempat memindahkan Pura Ulun Danu Batur ke tempat yang lebih tinggi. Mereka membawa Pelinggih yang masih utuh dan memulai proses pembangunan kembali Pura Ulun Danu Batur. Proses pembangunan tersebut melibatkan masyarakat setempat dan kepala desa sebagai upaya untuk melestarikan dan membangun kembali keindahan serta keberadaan Pura Ulun Danu Batur.

BACA JUGA :  Percantik Tampilan Rumah Kamu Dengan Material Terbaik Dari 10 Daftar Toko Bangunan di Kudus Ini

Sejarah Pura Ulun Danu Batur tersebut tercatat dalam beberapa lontar suci Bali, seperti Lontar Usana Bali, Lontar Raja Purana Batur, dan Lontar Kusuma Dewa. Lontar-lontar tersebut menceritakan asal usul dan keberadaan Pura Batur sebagai bagian dari sad kahyangan, yang merupakan tempat pemujaan tuhan untuk semua umat Hindu.

Pura Ulun Danu Batur juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan keberlangsungan hidup di sekitar Danau Batur. Sebagai pura sad kahyangan, Pura Ulun Danu Batur memotivasi umat manusia untuk melestarikan dan menjaga kesuburan tanah serta sumber air. Air dan tumbuh-tumbuhan merupakan dua unsur penting dalam kehidupan, dan jika tidak dilindungi dengan bijak, dapat membawa bencana bagi seluruh alam di muka bumi.

Fungsi Pura Ulun Danu Batur juga terkait dengan sad kerti, yaitu membangun kesejahteraan lahir dan batin. Dalam lontar Canakya Nitsastra, disebutkan bahwa ada tiga permata di bumi, yaitu air, tumbuh-tumbuhan bahan makanan, dan kata-kata yang bijak. Air dan tumbuh-tumbuhan harus dilindungi dengan kata-kata yang bijak agar keberadaannya dapat memberikan berkah dan kesejahteraan bagi seluruh makhluk hidup di bumi.

Fasilitas di Pura Ulun Danu Batur

Pura Ulun Danu Batur menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Di sekitar Pura, terdapat restoran, wartel, warung makanan dan minuman kecil, tempat parkir yang luas, penginapan, serta toilet. Fasilitas ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengunjung selama berada di Pura.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Pura Ulun Danu Batur dari Singaraja atau Pantai Lovina, Anda perlu menempuh jarak sekitar 60 km dengan waktu tempuh sekitar dua setengah jam. Sedangkan jika Anda berada di Kota Denpasar, Anda akan menempuh jarak sekitar 50 km dengan waktu tempuh kurang lebih dua jam. Dari Kota Bangli, jaraknya sekitar 23 km.

Lokasi Pura Ulun Danu Batur dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan bermotor, seperti mobil atau sepeda motor. Di sekitar Pura juga terdapat angkutan umum serta angkutan penyeberangan yang dapat digunakan oleh pengunjung.

Dengan adanya fasilitas yang lengkap, pengunjung dapat merasa nyaman dan terpenuhi kebutuhan selama berada di Pura Ulun Danu Batur. Fasilitas yang tersedia juga memudahkan pengunjung untuk menikmati keindahan alam dan keberadaan Pura Batur dengan lebih baik.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *