PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

10 Gambar Pura Agung Blambangan Banyuwangi + Sejarah Asal Usul Silsilah Kerajaan

Blog

Heading 2: Pura Agung Blambangan, Sebuah Permulaan Agama Hindu di Bali

Pada tulisan kali ini, akan dibahas mengenai Pura Agung Blambangan, sebuah tempat ibadah umat Hindu yang terkenal di Banyuwangi, Jawa Timur. Pura Agung Blambangan memiliki sejarah yang sangat panjang dan merupakan salah satu pura tertua di Indonesia. Lokasinya berada di Desa Tembok Rejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, sekitar tiga puluh menit perjalanan dari kota Banyuwangi.

Pura Agung Blambangan memiliki peran yang sangat penting dalam sejarah agama Hindu di Bali. Pura ini adalah permulaan dari munculnya penganut agama Hindu di pulau Bali. Telah berdiri selama empat puluh tahun lebih, pura ini memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi umat Hindu Bali.

Heading 3: Lokasi dan Sejarah Pura Agung Blambangan

Pura Agung Blambangan terletak di Desa Tembok Rejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lokasinya sangat strategis, dekat dengan situs peninggalan purbakala umpak songo dan pelabuhan ikan Muncar. Untuk memudahkan rute perjalanan Anda, bila kesulitan menemukan alamat lokasi pura, Anda dapat menggunakan peta yang tersedia.

Pura Agung Blambangan tidak hanya sebagai tempat ibadah suci, tetapi juga sebagai situs bersejarah. Pura ini merupakan pura tertua di Indonesia dan pura terbesar kedua di pulau Jawa setelah Pura Gunung Salak di Jawa Barat. Bahkan, pura ini merupakan pura terbesar di kota Banyuwangi.

Pada awalnya, Pura Agung Blambangan tidak berdiri di lokasi yang sekarang. Untuk dapat menampung lebih banyak umat dan melakukan doa bersama, pura ini dipindahkan bertepatan dengan piodalan pura Blambangan. Piodalan sendiri merupakan perayaan hari lahirnya pura. Setelah pemindahan tersebut, pura Blambangan berdiri di atas lahan seluas satu hektar dan sering dilakukan doa bersama.

BACA JUGA :  10 Daftar Pilihan Cafe Paling Favorit dan Hype di Daerah Banyuwangi, Sudah Pernah Mampir?

Heading 3: Perayaan Kuningan dan Doa Bersama di Pura Agung Blambangan

Salah satu perayaan yang terkenal di Pura Agung Blambangan adalah perayaan kuningan. Perayaan ini dilakukan oleh umat Hindu sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Dalam perayaan kuningan, umat Hindu melakukan doa bersama yang dipimpin oleh dua puluh satu pemangku.

Perayaan kuningan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Tujuannya adalah memberi kesempatan bagi para umat supaya dapat ikut serta dalam sembahyang, meskipun bukan pada waktu puncak perayaan. Perayaan kuningan ini menjadi momen yang sangat sakral bagi umat Hindu di Banyuwangi.

Heading 3: Asal Usul Nama Blambangan dan Hubungannya dengan Kerajaan Hindu

Nama Blambangan pada Pura Agung Blambangan memiliki hubungan erat dengan kerajaan Blambangan yang menganut agama Hindu. Dahulu, kerajaan Blambangan berada di sebelah selatan kota Banyuwangi. Raja terakhir yang berkuasa kala itu adalah Prabu Minakjinggo.

Kerajaan Blambangan memiliki hubungan yang sangat erat dengan masyarakat Hindu Bali. Hal ini dikarenakan leluhur mereka juga berasal dari kerajaan Blambangan. Oleh karena itu, Pura Agung Blambangan tidak hanya sebagai tempat ibadah suci, tetapi juga sebagai obyek wisata dan tempat ziarah bagi umat Hindu.

Heading 3: Pura Agung Blambangan sebagai Obyek Wisata Religi

Pura Agung Blambangan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai obyek wisata yang memiliki nilai sejarah tinggi. Banyak wisatawan yang datang ke pura ini untuk melihat prosesi ritual yang sedang berlangsung dan mengagumi pola arsitektur pura yang indah.

Dalam mengunjungi pura, ada aturan-aturan yang harus diikuti oleh pengunjung. Sebagai tempat ibadah, pengunjung diharuskan mengenakan pakaian sopan dan mengikuti tata krama yang berlaku di pura. Salah satu aturan yang harus dipatuhi adalah mengenakan kain selendang yang diikatkan pada pinggang.

BACA JUGA :  Keindahan Pantai Baron Jogja

Heading 3: Sejarah Kerajaan Blambangan dan Pengaruhnya terhadap Banyuwangi

Kerajaan Blambangan memiliki sejarah yang sangat panjang dan melalui berbagai konflik baik secara eksternal maupun internal. Kerajaan ini memiliki hubungan erat dengan kerajaan Majapahit dan menganut agama Hindu seperti halnya kerajaan Majapahit.

Awalnya, kerajaan Blambangan dikenal dengan istana atau kerajaan timur yang dipimpin oleh Bhre Wirabhumi. Namun, dalam perkembangannya, kerajaan ini berpindah ke wilayah Panarukan yang sekarang merupakan kecamatan di Kabupaten Situbondo.

Pada masa kekuasaan Mataram, kerajaan Blambangan kembali menyatakan kemerdekaannya. Namun, akibat pengaruh dari Mataram, Banyuwangi tidak masuk dalam ragam budaya Jawa Tengah. Blambangan lebih banyak terpengaruh oleh budaya Bali, termasuk dalam kesenian yang ada di daerah tersebut.

Heading 3: Kesimpulan

Pura Agung Blambangan merupakan tempat ibadah umat Hindu yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pura ini adalah permulaan dari munculnya penganut agama Hindu di Bali dan memiliki peran penting dalam sejarah agama Hindu di Indonesia.

Selain sebagai tempat ibadah, Pura Agung Blambangan juga merupakan obyek wisata yang menarik. Banyak wisatawan yang datang ke pura ini untuk melihat prosesi ritual yang sedang berlangsung dan mengagumi keindahan arsitektur pura.

Pura Agung Blambangan juga memiliki hubungan erat dengan sejarah kerajaan Blambangan yang berada di Banyuwangi. Kerajaan ini memiliki sejarah yang panjang dan melalui berbagai konflik. Pengaruh dari kerajaan Blambangan juga terlihat dalam budaya dan kesenian di Banyuwangi.

Dalam mengunjungi Pura Agung Blambangan, pengunjung diharapkan mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga tata krama. Pengunjung juga diharuskan mengenakan pakaian sopan dan mengikatkan kain selendang pada pinggang.

Banyuwangi tidak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, tetapi juga memiliki sejarah yang menarik. Sebagai kota yang berada di ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi memiliki nilai historis yang patut untuk dijaga dan dilestarikan. Pura Agung Blambangan adalah salah satu contoh obyek wisata religi yang memiliki nilai sejarah yang tinggi di Banyuwangi.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *