Panduan Tips Pergi Liburan Ke Kuningan

Rate this post

Kabupaten Kuningan merupakan sebuah kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Kuningan. Kuningan kaya akan beragam objek wisatanya, sebut saja Wisata Cibulan, Linggarjati dan Objek Wisata Waduk Darma. Gedung Perundingan Linggarjati Bangunan bersejarah di Indonesia yang berlokasi di Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Di mana letak gedung ini tepat di kaki Gunung Ciremai bagian tenggara, ke arah Utara dari kota kuningan atau kearah selatan dari kota Cirebon. Daya tarik Sangkanhurip Alami yakni pada pemandian air panas beryodium yang menyehatkan dan menyegarkan.

Selain itu Kuningan juga terdapat Ikan Dewa dan Sumur 7 Cibulan. Kolam ikan Dewa dan Sumur Tujuh Cibulan yang berada di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana ini menyajikan suasana alam berpadu dengan keunikan Ikan Dewa dan Sumur Tujuh-nya. Cibulan memiliki kekhasan pada kolam ikannya yang dihuni oleh Kanra Bodas (Labeobarbus doumensis) atau akrab disebut Ikan Dewa.

Sumur Tujuh Cibulan yang berada di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana ini menyajikan suasana alam berpadu dengan keunikan Ikan Dewa via @rismanaris
Sumur Tujuh Cibulan yang berada di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana ini menyajikan suasana alam berpadu dengan keunikan Ikan Dewa via @rismanaris

Tak ketinggalan, Kabupaten ini juga memiliki Taman Purbakala Cipari. Taman bercorak megalitikum yang terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur ini adalah salah satu tempat ditemukannya peninggalan kebudayaan prasejarah di Kabupaten Kuningan. Dengan luas 6.364 meter persegi, ditemukan tiga peti kubur batu yang di dalamnya terdapat bekal kubur berupa kapak batu, gelang batu, dan gerabah.

Sebagai wilayah yang berada di daerah Priangan timur, kabupaten Kuningan kaya akan seni budaya Sunda yang khas, berbeda dari wilayah Sunda bagian barat. Berikut adalah seni budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Kuningan: Cingcowong,Upacara minta hujan, Sintren, Goong Renteng, Tayuban, Pesta Dadung, Gembyung Terbangan Tradisi Kawin Cai Balap kuda Saptonan

Wilayah Utama Kuningan

Kabupaten Kuningan terdiri atas 32 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 361 desa dan 15 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kuningan. Bagian timur wilayah kabupaten ini adalah dataran rendah, sedang di bagian barat berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Ceremai (3.076 m) di perbatasan dengan Kabupaten Majalengka. Gunung Ceremai adalah gunung tertinggi di Jawa Barat.

Permukaan tanah Kabupaten Kuningan relatif datar dengan variasi berbukit-bukit terutama Kuningan bagian Barat dan bagian Selatan yang mempunyai ketinggian berkisar 700 meter di atas permukaan laut, sampai ke dataran yang agak rendah seperti wilayah Kuningan bagian Timur dengan ketinggian antara 120 meter sampai dengan 222 meter di atas permukaan laut. Ketinggian di suatu tempat mempunyai pengaruh terhadap suhu udara, oleh sebab itu ketinggian merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam pola penggunaan lahan untuk pertanian, karena setiap jenis tanaman menghendaki suhu tertentu sesuai dengan karakteristik tanaman yang bersangkutan.

Kemiringan tanah yang dimiliki Kabupaten Kuningan terdiri dari: dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan, lereng, lembah dan pegunungan. Karakter tersebut memiliki bentang alam yang cukup indah dan udara yang sejuk, sangat potensial bagi pengembangan pariwisata. Permukaan tanah Kabupaten Kuningan relatif datar dengan variasi berbukit-bukit terutama Kuningan bagian Barat dan bagian Selatan yang mempunyai ketinggian berkisar 700 meter di atas permukaan laut, sampai ke dataran yang agak rendah seperti wilayah Kuningan bagian Timur dengan ketinggian antara 120 meter sampai dengan 222 meter di atas permukaan laut.

Sejarah Kuningan

Kehidupan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kuningan telah dimulai sejak kurang lebih 3.500 tahun sebelum masehi (zaman neolitik dan megalith), hal ini didasarkan atas temuan peninggalan yang hingga kini dapat kita lihat di Taman Purbakala Cipari Kelurahan Cigugur, antara lain berupa menhir, dolmen, kuburan batu, perkakas batu, dan keramik.

Namun demikian, alternatif penentuan hari jadi Kuningan yang diusulkan oleh Tim Penulisan Sejarah Kuningan yang dibentuk dengan Surat Keputusan Bupati Kuningan No. 349/Hk.021.1/SK/Bp/XII/1976 tanggal 16 Desember 1976, pada awal penetapannya di dasarkan atas dua usulan, yaitu: Berpegang pada periode awal atau periode “ARILE” yaitu tanggal 11 April 732 yang bertitik tolak pada penobatan Seuweukarma sebagai Raja Kuningan Pertama,dan; Sunan Gunung Jati ke daerah Luragung pada tahun 1481, tepatnya saat penobatan Kepala Pemerintahan di Kuningan pada tanggal 1 September 1498

Akhirnya berdasarkan kesepakatan yang didasari oleh titi mangsa permulaan masuknya Agama Islam ke Daerah Kuningan, maka ditetapkanlah alternatif ke dua sebagai Hari Jadi Kuningan yaitu 1 September 1498 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kuningan Nomor 21/Dp.003/XII/1978 tanggal 14 Desember 1978.

Ada beberapa kemungkinan tentang asal-usulnya Kuningan dijadikan nama daerah ini. Salah satu kemungkinan adalah bahwa istilah tersebut berasal dari nama sejenis logam, yaitu kuningan. Dalam bahasa Sunda (juga bahasa Indonesia), kuningan adalah sejenis logam yang terbuat dari bahan campuran berupa timah, perak dan perunggu.

Di Sangkanherang, dekat Jalaksana sebelum tahun 1914 ditemukan beberapa patung kecil terbuat dari kuningan. Paling tidak sampai tahun 1950-an barang-barang yang terbuat dari bahan logam kuningan itu sangat disukai oleh masyarakat elit (menak) di daerah Kuningan. Barang-barang yang dimaksud berbentuk alat perkakas rumah tangga dan barang hiasan di dalam rumah. Benda-benda dari bahan kuningan itu juga disukai pula oleh sejumlah masyarakat Sunda, Jawa, Melayu, dan beberapa kelompok masyarakat di Nusantara umumnya.

Di daerah Ciamis dan Kuningan sendiri terdapat cerita legenda yang bertalian dengan bokor (tempat menyimpan sesuatu di dalam rumah dan sekaligus sebagai barang perhiasan) yang terbuat dari logam kuningan. Kedua cerita legenda dimaksud menuturkan tentang sebuah bokor kuningan yang dijadikan alat untuk menguji tingkat keilmuan seorang tokoh agama.

Di Ciamis – dalam cerita Ciung Wanara – bokor itu digunakan untuk menguji seorang pendeta Galuh (masa pra-Islam) bernama Ajar Sukaresi yang bertapa di Gunung Padang. Pendeta ini diminta oleh Raja Galuh yang ibukota kerajaannya berkedudukan di Bojong Galuh (desa Karangkamulya) sekarang yang terletak sekitar 12 km sebelah timur kota Ciamis, untuk menaksir perut istrinya yang buncit, apakah sedang hamil atau tidak. Kesalahan menaksir akan berakibat pendeta itu kehilangan nyawanya. Sesungguhnya buncitnya perut putri tersebut merupakan akal-akalan Sang Raja, dengan memasangkanbokor kuningan pada perut sang putri yang kemudian ditutupi dengan kain sehingga tampak seperti sedang hamil. Perbuatan tersebut dilakukan semata-mata untuk mengelabui dan mencelakakan Sang Pendeta saja.

Pendeta Ajar Sukaresi yang sudah mengetahui akal busuk Sang Raja tetap tenang dalam menebak teka-teki yang diberikan oleh Sang Raja, Sang Pendeta pun berkata bahwa memang perut Sang Putri tersebut sedang hamil. Sang Raja pun merasa gembira mendengar jawaban dari Pendeta tersebut, karena dia berpikir akal busuknya untuk mengelabui Sang Pendeta berhasil. Sang Raja dengan besar kepala berkatabahwa tebakan Sang Pendeta salah, dan kemudian memerintahkan kepada prajuritnya agar pendeta tersebut dibawa ke penjara dan segera Sang Raja mengeluarkan perintah agar pendeta tersebut di hukum mati.

Teryata tak berapa lama kemudian diketahui bahwa Sang Puteri tersebut benar-benar hamil. Muka Raja tersebut merah padam, hal ini tak mungkin terjadi pikirnya. Dengan gelap mata Sang Raja tersebut marah dan menendang bokor kuningan, kuali dan penjara besi yang berada di dekatnya. Bokor, kuali dan penjara besi itu jatuh di tempat yang berbeda. Daerah tempat jatuhnya bokor kuningan, kemudian diberi nama Kuningan yang terus berlaku sampai sekarang. Daerah tempat jatuhnya kuali (bahasa Sunda: kawali) dinamai Kawali (sekarang kota kecamatan yang termasuk ke dalam daerah Kabupaten Ciamis dan terletak antara Kuningan dan Ciamis, sekitar 65 km sebelah selatan kota Kuningan), dan daerah tempat jatuhnya penjara besi dinamai Kandangwesi (kandangwesi merupakan kosakata bahasa Sunda yang artinya penjara besi) terletak di daerah Garut Selatan.

Dalam Babad Cirebon dan tradisi Lisan Legenda Kuningan bokor kuningan itu digunakan untuk menguji tokoh ulama Islam (wali) bernama Sunan Gunung Jati. Jalan ceritanya kurang lebih sama dengan cerita Ciung Wanara, hanya di dalamnya terdapat beberapa hal yang berbeda. Perbedaan yang dimaksud terletak pada waktu dan tempat terjadinya peristiwa, tujuan dan akibat pengujian itu, dan tidak ada peristiwa penendangan bokor.

Jika cerita Ciung Wanara menuturkan gambaran zaman kerajaan Galuh yang sepenuhnya bersifat kehinduan atau masa pra-Islam, maka Babad Cirebon dan tradisi lisan Legenda Kuningan mengisahkan tuturan pada zaman peralihan dari masa Hindu menuju masa Islam atau pada masa proses Islamisasi. Dengan demikian, isi cerita Ciung Wanara lebih tua daripada isi Babad Cirebon atau tradisi lisan Legenda Kuningan. Cerita Ciung Wanara mengungkapakan tempat peristiwanya di Bojong Galuh, sedangkan Babad Cirebon dan tradisi lisan Legenda Kuningan mengemukakan bahwa peristiwanya terjadi di Luragung (kota kecamatan yang terletak 19 km sebelah timur Kuningan).

Cara Pergi ke Kuningan

Untuk mencapai Kabupaten Kuningan, Anda bisa mengambil rute Pantura, hingga ke Cirebon, masuk tol Palimanan dan keluar di pintu tol Ciperna lalu ke arah Kuningan. Rute ini banyak dilalui kendaraan umum dari Jakarta, seperti Bus Jakarta-Cirebon, lalu melanjutkan ke Kuningan dengan mini bus atau Elf dari terminal Cirebon Atau bus jurusan Jakarta-Kuningan via Cirebon. Jika ingin menempuh perjalanan menggunakan jalur kereta api, Anda harus transit di Cirebon, lalu naik mini bus, atau Elf arah Kuningan atau Tasik dari Terminal Bus Harjamukti, Cirebon.

Selain lewat Pantura, Anda juga bisa juga lewat jalur selatan, Jakarta – Bandung – Cileunyi – Cicalengka – Nagrek – Malangbong – Wado – Bantarujeg – Cikijing – Kuningan. Atau lewat Sumedang – Kadipaten – Palimanan – Cirebon – Kuningan. Dari arah Cirebon, selepas daerah Ciperna, memasuki kawasan wisata Gronggong, jalanan akan mulai menanjak. Lepas dari kawasan Gronggong, Anda akan memasuki daerah Beber, kecamatan di wilayah Cirebon yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan. Lepas dari Beber, Anda akan memasuki daerah Sampora yang sudah masuk wilayah Kecamatan Cilimus, Kuningan. Terus ke selatan arah Kota Kuningan.

Transportasi Umum di Kuningan

Untuk memudahkan mobilitas di dalam kota, moda transportasi yang tersedia di kuningan antara lain Minibus yang tersedia di Terminal di Kuningan Kadugede, Sadamantra dan Kertawangunan. Dan Angkutan dalam kota dengan trayeknya masing-masing, angkot 01 jurusan Kuningan – Pasar baru-Kadugede, angkot 02 jurusan Pramuka-Kadugede, angkot 03 jurusan Pasar baru-Padamenak, angkot 04 jurusan Pramuka-Padamenak, angkot 05 jurusan Cirendang-Kertawangunan, angkot 06 jurusan Pasar baru-Kertawangunan, , angkot 07 jurusan Pasar baru-Lengkong, angkot 08 jurusan Cirendang-Lengkong, angkot 09 jurusan Pramuka-Cigugur, angkot 10 jurusan Pramuka-Kertawangunan, angkot 15 jurusan Puncak-Kuningan dan angkot 16 jurusan Cisantana-Kuningan

Hotel di Kuningan / Penginapan Di Kuningan

Ada beberapa penginapan dah hotel di Kuningan Jawa Barat yang bisa anda pergunakan untuk menginap seperti:

  • Gerage Sangkan Hotel & Spa Alamat : Jl. Raya Sangkanhurip No.1 Desa Sangkanhurip Kec cigandamekar
  • Prima Hotel Sangkanhurip, Alamat : Jl. Panawuwan No.121 Kec. Cigandamekar – Kuningan, Jawa Barat
  • Tirta Sanita Spa Resort, Alamat : Jl.Panawuwan No. 98 Kec Cigandamekar – Kuningan, Jawa Barat
  • Hotel Sangkan Indah ( B.I ), Alamat : Komplek Pemandian Air Panas Alam No.304 Desa Sangkanhurip, Jawa Barat
  • Hotel Adikarama, Alamat : Jl. Panawuwan No. 128 Desa Panawuwan Kec Cigandamekar, Kuningan, Jawa Barat
  • Gerage Sangkan Hotel & Spa, Alamat : Jl. Raya Sangkanhurip No.1 Desa Sangkanhurip Kec cigandamekar, Kuningan, Jawa Barat
  • Prima Hotel Sangkanhurip ( B. II ), Alamat : Jl. Panawuwan No.121 Kec. Cigandamekar, Kuningan, Jawa Barat
  • Tirta Sanita Spa Resort (B. III ), Alamat : Jl.Panawuwan No. 98 Kec Cigandamekar, Kuningan, Jawa Barat
  • Hotel Adikarama, Alamat : Jl. Panawuwan No. 128 Desa Panawuwan Kec Cigandamekar, Kuningan, Jawa Barat
  • Hotel Ayong, Alamat : Jl. Linggajati No. 4 Kec. Cilimus, Kuningan, Jawa Barat
  • Villa Linggajati Indah, Alamat : Jl. Linggajati No.4 Desa Linggasana Kec. Cilimus, Kuningan, Jawa Barat

Iklim

Kuningan memiliki iklim tropis dan terdapat curah hujan yang signifikan sepanjang tahun di Kuningan Timur. Bahkan bulan terkering masih memiliki banyak curah hujan. Iklim ini dianggap menjadi Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger. Suhu di sini rata-rata 27.3 °C. Curah hujan tahunan rata-rata adalah 1993 mm. Bulan terkering adalah Juli. Di sana terdapat 67 mm presipitasi di Juli. Hampir semua presipitasi jatuh pada Januari, dengan rata-rata 376 mm.

Bahasa Daerah di Kuningan

Penduduk Kuningan umumnya menggunakan bahasa Sunda dialek Kuningan. Bahasa Sunda Kuningan atau yang secara ilmu kebahasaan lebih dikenal dengan Bahasa Sunda dialek Timur-Laut, merupakan ragam percakapan atau dialek Bahasa Sunda yang digunakan di wilayah Kabupaten Cirebon sebelah timur, di wilayah Kabupaten Kuningan dan wilayah Kabupaten Brebes sebelah barat dan selatan, tidak seperti Pada Bahasa Sunda Parean yang tidak mengenal pepel “eu” dan menggantinya dengan pepel “e” (contoh : heunteu di Bahasa Sunda Baku “dialek Selatan” yang berarti “tidak” dalam bahasa Indonesia, pada Bahasa Sunda Parean ditulis dan dibaca “hente”).

Bahasa Sunda dialek Timur Laut ini masih mempertahankan bentuk pepel “eu”, sehingga tidak begitu banyak perbedaan dengan Bahasa Sunda baku atau Bahasa Sunda dialek Selatan. berikut adalah contoh ragam percakapan Bahasa Sunda dialek Timur Laut yang digunakan di wilayah Kabupaten Cirebon sebelah Timur, tepatnya di wilayah Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, teat dengan perbatasan dengan Kabupaten Brebes

Tempat Wisata di Kuningan

Curung Ngelay, salah satu tempat wisata di Kuningan via @sukma_nugin
Curung Ngelay, salah satu tempat wisata di Kuningan via @sukma_nugin

Ada banyak objek wisata di Kuningan yang bisa anda kunjungi. Beberapa tempat wisata di Kuningan yang menarik adalah sebagai berikut:

  • Talaga Remis
  • Wisata Ikan Dewa Cibulan
  • Taman Wisata Alam Linggajati
  • Waduk Darma
  • Darmaloka
  • Sangkanhurip
  • Desa Sitonjul
  • Air Terjun Sidomba
  • Curug Cilengkrang
  • Palutungan & Curug Putri
  • Curug Ngelay
  • curug Bangkon
  • Taman purbakala Cipari
  • Gedung Perundingan Linggarjati
  • Situs Sanghiang Sagarahiang
  • Desa Setianegara
  • Desa Jabranti
  • Balong Keramat Darmaloka
  • Goa Maria

Mal di Kuningan

  • Grage Mall, Alamat: Jalan Tentara Pelajar No.1, Jawa Barat

Museum di Kuningan

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Kuningan

1. Museum Linggarjati :Alamat: Desa Linggarjati Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

museum linggarjati merupakan saksi perjuangan bangsa Indonesia dalam bidang diplomasi untuk mencapai kemerdekaan Indonesia sehingga menghasillkan perjanjian linggarjati untuk mengakhiri perselisihan antara pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Belanda yang ditandatangani antara pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Belanda dimana pemerintah Inggris berlaku sebagai penengah.

2. Taman Purbakala Cipari

Alamat: Taman Purbakala Cipari berlokasi di lingkungan pemukiman warga Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat Taman Purbakala Cipari Kuningan berada di kaki Gunung Ceremai dengan ketinggian 661 mdpl. Situs ini dibangun pada 1976 dan diresmikan pada 23 Februari 1978 oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu. Luas Taman Purbakala Cipari Kuningan mencapai 7.000 m2, dengan luas taman 2.500 m2 yang dikelilingi tembok batu setinggi 2 m.

Taman Purbakala Cipari adalah situs peninggalan komunitas masyarakat purba yang diperkirakan hidup pada jaman megalitikum di daerah yang disebut Paparan Sunda. Sebelum terendam air laut yang kebanyakan kurang dari 50 meter, dan terpisah-pisah yang terjadi sekitar 10.000 tahun yang lalu, pulau-pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Madura, Bali dan pulau-pulau kecil di sekelilingnya adalah berupa sebuah daratan utuh. Daratan yang dikenal sebagai Paparan Sunda, meliputi area seluas 1,85 juta km2.

Hiburan Malam di Kuningan

Capruk KING ASRI, Alamat: Desa Nusaherang Kec. Nusaherang Kab. Kuningan

Rekomendasi  Tempat Makan di Kuningan

  • Warung Sate Ulah Lali, Alamat : Jalan Raya Jalaksana No.180 Rt.04 Rw.01 Desa/Kec. Jalaksana Kab.Kuningan
  • Warung Bakso Pak H.M.Jamaha, Alamat : Jalan Raya Jalaksana No.10 Rt.04 Rw.01 Desa Padamenak Kec.Jalaksana
  • Rumah Makan Pandawa, Alamat : Jalan Raya Kuningan – Cirebon, Jawa Barat
  • Rumah Makan Tatar Sunda, Alamat : Jl. Bandorasa-sangkanhuripKec. Cilimus, Kuningan, Jawa Barat
  • Lembah Ciremai Restoran, Alamat : Jl. Kuningan-Cirebon Km.4, Kuningan, Jawa Barat
  • Goreng Ayam Mang Bewok, Alamat : Jl. Kuingan-Cirebon Km.5 Karamatmulya, Kuningan, Jawa Barat
  • Warung Sate Simpang Tiga Depok Beber, Alamat : Jl. Kramatmulya, Kuningan, Jawa Barat
  • Rumah Makan Baturraden, Alamat : Jl. Veteran No. 45, Kuningan, Jawa Barat
  • Rumah Makan Rizky Putra, Alamat : Jl. Jendral Sudirman Kab. Kuningan, Jawa Barat
  • Rumah Makan Cipta Rasa Saung dan Lesehan, Alamat : Jl. Veteran No.44/80B Kuningan, Jawa Barat
  • Rumah Makan Khas Sunda, Alamat : Jl. Siliwangi Komplek Surya Toserba Kuningan, Jawa Barat

Tips Wisata di Kuningan Jawa Barat

Kabupaten Kuningan merupakan kota kecil yang berlokasi di kaki Gunung Ciremai. Jadi sebelum melakukan perjalanan wisata ke Kuningan, ada baiknya Anda membawa baju/jaket tebal untuk menjaga suhu tetap hangat disaat malam tiba karena Kuningan memiliki suhu dibawah (lebih dingin) kota tetangganya yaitu Cirebon.

Sehubungan dengan transportasi umum yang belum menjadi prioritas di Kuningan dan warga sekitar biasanya memiliki kendaraan sendiri untuk pergi kemana-mana. Jika Anda tidak membawa kendaraan pribadi, sewa kendaraan saja merupakan pilihan utama yang harus diambil jika Anda tak ingin repot pergi ke objek wisata di Kuningan. Di jalan rayanya cukup banyak info mengenai penyedia jasa sewa kendaraan.

Kemudian jika Anda ke Kuningan dalam waktu beberapa hari, pilihlah tempat menginap atau hotel didekat obyek wisata. Penginapan di daerah Kuningan masih terpusat di kawasan Cilimus. Tetapi ini memudahkan Anda untuk memilih tempat penginapan yang cocok. Kawasan Cilimus dekat dengan beberapa objek wisata. Diantaranya, Taman Nasional Gunung Ciremai, Desa Wisata Cibulan yang meliputi tempat terapi ikan, sentra oleh-oleh tapai ketan dan juga Sanggar Angklung. Di Cilimus, tersedia sekitar 20 tempat penginapan. Tinggal disesuaikan dengan budget saja.

Tempat Penting Di Kuningan Jawa Barat

  • Badan RSU`45, Alamat: Jl. Jend.Sudirman No.68 Kuningan, Jawa Barat
  • Wijaya Kusumah, Alamat: Jl. RE.Martadinata No.136 Kel. Ciporang – Kuningan
  • El-Syifa, Jl. RE. Martadinata No. 108 Ds. Ancaran

Leave a Reply