10 Gambar Candi Merak Klaten, Lokasi Alamat, Misteri Mitos + Jute Menuju Wisata
Lokasi dan Informasi Umum
Candi Merak merupakan sebuah tempat wisata yang terletak di Desa Kanoman, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya tidak jauh dari Candi Prambanan, yang merupakan salah satu candi terbesar di Indonesia. Candi Merak memiliki pesona sejarah yang luar biasa dan seringkali menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan yang ingin mengeksplorasi keindahan dan kekayaan budaya Jawa Tengah.
Candi Merak memiliki luas kawasan kurang lebih 2.000 meter persegi. Bangunan utama candi berukuran 8,38 x 8,83 meter dengan tinggi mencapai 12 meter. Di dalam candi terdapat Lingga Yoni yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung. Selain itu, terdapat juga tiga candi perwira yang menghadap ke arah barat.
Sejarah ditemukannya candi ini juga sangat menarik. Pada tahun 1925, bangunan pertama kali ditemukan dengan ciri khas berupa sebatang pohon Joho raksasa. Pohon ini menarik perhatian burung merak untuk bertengger dan bahkan tidur di atasnya. Lama kelamaan, pohon tersebut membesar dan akhirnya roboh. Dalam reruntuhan perakaran pohon tersebut, ditemukan candi berupa bebatuan dan arca. Karena banyaknya burung merak yang tinggal di pohon tersebut, bangunan ini kemudian dikenal sebagai candi Merak.
Rute Menuju Candi Merak
Untuk mencapai Candi Merak, Anda dapat memilih rute dari Pabrik Gula Godang Winangun dan kemudian mengambil jalan Deles Indah. Rute ini cukup mudah diikuti, terlebih dengan adanya peta Google Maps yang dapat membantu Anda menemukan lokasi candi dengan lebih mudah. Dengan menggunakan teknologi ini, Anda tidak perlu khawatir tersesat atau kebingungan dalam mencari jalan menuju candi.
Fakta Menarik tentang Candi Merak
Meskipun belum banyak yang mengetahui tentang keberadaan Candi Merak, tempat wisata ini sebenarnya menyimpan banyak fakta menarik yang patut untuk diketahui. Beberapa fakta menarik tentang Candi Merak antara lain:
1. Sebagai bahan skripsi Pak Soekmono Di FS UI 1953
Pak Soekmono, salah satu arkeolog pertama di Indonesia, menulis disertasinya tentang Candi, Fungsi, dan Pengertiannya pada tahun 1953. Disertasi ini menjadi buku wajib bagi para arkeolog di Indonesia. Pak Soekmono melakukan penelitian yang mendalam tentang Candi Merak sebelum pemugaran dilakukan pada tahun 2011.
2. Arca Durga di relung candi memiliki enam tangan
Biasanya, arca Durga di Indonesia memiliki delapan tangan. Namun, di Candi Merak terdapat arca Durga yang memiliki enam tangan. Hal ini menjadi salah satu keunikan dari candi ini dan menunjukkan adanya perbedaan dengan arca Durga pada umumnya.
3. Bergaya Hindu dengan tiga perwira (bangunan kecil)
Candi Merak memiliki gaya arsitektur Hindu dengan adanya tiga bangunan perwira di bagian depannya. Meskipun bangunan perwira ini hanya berupa reruntuhan, namun hal ini menambah keindahan dan keunikannya.
4. Ditemukan kembali pada tahun 1924 & ekskavasi mulai dilakukan pada tahun 1925
Masyarakat setempat melaporkan keberadaan Candi Merak pada tahun 1924 kepada Dinas Purbakala. Reruntuhan candi ini menarik perhatian masyarakat karena dianggap memiliki suasana yang angker. Ekskavasi untuk mengungkap lebih lanjut tentang candi ini kemudian dilakukan pada tahun 1925.
5. Dulunya bernama Batara Gana
Sebelum dikenal sebagai Candi Merak, bangunan ini awalnya bernama Batara Gana. Legenda yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa pohon yang menaungi reruntuhan bangunan ini menjadi sarang burung merak. Namun, menurut Pak Soekmono, nama asli candi ini sebenarnya adalah candi Batara Ghana, mengacu pada adanya arca Ganesha di atas reruntuhan.
6. Relief lembu, kura-kura, dan naga pada bagian Yoni
Salah satu daya tarik utama Candi Merak adalah relief yang ada pada bagian Yoni. Relief ini memiliki variasi yang langka, seperti relief lembu, kura-kura, dan naga. Menurut Pak Soekmono, relief ini menggambarkan kebesaran Dewa Siva sebagai penguasa dunia.
7. Makara berbentuk kepala ular
Keunikan lain dari Candi Merak adalah makara yang berbentuk kepala ular. Makara ini merupakan salah satu hiasan yang umum ditemukan pada candi di Indonesia, namun biasanya berbentuk kepala naga. Bentuk kepala ular pada makara Candi Merak menjadi salah satu misteri dan keunikan tersendiri.
Kegiatan di Tempat Wisata
Selain menikmati keindahan arsitektur dan relief di Candi Merak, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas lainnya di tempat ini. Suasana yang asri dan tenang membuat pengunjung merasa nyaman dan rileks. Anda dapat duduk bersama keluarga atau teman-teman, beristirahat, dan menikmati keindahan sekitar.
Tempat ini juga sangat cocok untuk mengambil foto-foto yang indah. Anda dapat mencari spot foto yang menarik dan kreatif, sehingga dapat menjadi kenang-kenangan yang berharga dan juga media promosi untuk tempat wisata ini. Dengan membagikan foto-foto tersebut di media sosial, Anda juga dapat mengajak orang lain untuk mengunjungi Candi Merak dan mengenal keindahan budaya Indonesia.
Dengan segala keunikan dan keindahan yang dimiliki, tidak ada salahnya jika Anda mengunjungi Candi Merak. Tempat ini tidak hanya menawarkan pesona sejarah yang luar biasa, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat wisata ini dan menjelajahi keindahan budaya Jawa Tengah.