PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Pura Taman Ayun Temple Bali

Blog

Lokasi dan Sejarah

Pura Taman Ayun adalah salah satu pura tertua di Bali yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Terletak di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, pura ini berjarak sekitar 18 km dari arah timur kota Denpasar. Pulau Bali sendiri terkenal sebagai pulau dengan seribu pura, dan Pura Taman Ayun menjadi salah satu pilihan utama bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Pulau Bali merupakan tempat tinggal dan pusat kehidupan umat Hindu di Indonesia. Pura-pura di Bali memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Hindu, baik sebagai tempat ibadah, tempat upacara adat, maupun sebagai peninggalan sejarah. Pura Taman Ayun sendiri memiliki nilai sejarah yang tinggi karena merupakan salah satu peninggalan dari sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di Bali.

Pada tahun 1556 Saka (1634 Masehi), Raja I Gusti Agung Putu, penguasa Kerajaan Mengwi, membangun sebuah pura ibu atau Paibon bagi kerajaannya. Pura ini awalnya dinamakan Taman Genter, namun ketika kerajaan Mengwi semakin berkembang, Raja I Gusti Agung Putu memindahkan Taman Genter ke daerah timur kerajaan dan mengembangkan bangunan tersebut. Pura tersebut kemudian diresmikan sebagai Pura Taman Ayun pada hari Selasa Kliwon-Medangsia bulan keempat tahun 1556 Saka.

Pada tahun 2002, pemerintah daerah Bali mengusulkan kepada UNESCO agar Pura Taman Ayun dimasukkan dalam jajaran World Heritage List sebagai warisan sejarah dunia. Dan pada tahun 2012, pura ini akhirnya mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Pura Taman Ayun merupakan pura air terbesar di Bali dan memiliki arsitektur yang sangat terkenal.

Gambaran Kompleks Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun menempati lahan seluas 4 hektare dan terdiri dari beberapa pelataran. Bagian luar pura disebut Nista Mandala, bagian dalam disebut Mandya Mandala, dan bagian inti disebut Utama Mandala. Pada sisi luarnya, pura ini dikelilingi oleh saluran air dengan lebar sekitar lima meter.

Untuk memasuki bagian dalam pura, terdapat sebuah jembatan yang diujungnya terdapat gapura Bentar. Gapura ini merupakan jalan masuk utama ke pelataran dalam dan dikelilingi oleh pagar batu. Di depan gapura, terdapat sepasang arca raksasa yang menjadi simbol penjaga. Di sebelah kiri jalan masuk, terdapat bangunan rumah kecil penjaga. Di halaman pertama pura ini, terdapat sebuah wantilan yang merupakan semacam pendapa.

BACA JUGA :  10 Referensi Sewa Kost Harian Murah di Daerah Sidoarjo Dengan Harga Mulai Rp.50.000

Pelataran dalam pertama pengunjung akan melewati jalan menuju gapura yang merupakan pintu ke pelataran dalam yang kedua. Di sisi barat daya terdapat bale bundar atau bale bengong, yang merupakan rest area. Di dekat bale bundar terdapat sebuah kolam teratai dengan tugu yang memancurkan air ke delapan arah mata angin. Di bagian timur terdapat sekumpulan pura kecil yang disebut Pura Luhuring Purnama.

Selanjutnya, pengunjung akan masuk ke pelataran kedua yang posisinya lebih tinggi dari pelataran pertama. Di seberang gerbang terdapat sebuah bangunan yang berfungsi sebagai pembatas, dihiasi dengan relief gambar 9 dewa penjaga arah mata angin. Di sebelah timur pelataran kedua terdapat Pura Dalem Bekak, sedangkan di sebelah barat terdapat balai atau menara Kulkul yang atapnya menjulang tinggi.

Pelataran yang tertinggi dan dianggap paling suci oleh masyarakat adalah pelataran dalam ketiga atau bagian inti. Di pelataran ini terdapat pintu gelung yang hanya dibuka saat piodalan atau upacara tertentu. Di sebelah kiri dan kanan pintu gelung terdapat gerbang yang digunakan untuk keluar masuknya orang-orang yang melaksanakan kegiatan sembahyang sehari-hari di pura ini. Di pelataran inti ini juga terdapat beberapa candi, meru, gedong, padma, padmasana, rong telu, dan ornamen keagamaan lainnya.

Daya Tarik Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para pengunjung. Keindahan arsitektur pura ini sudah sangat terkenal di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, situs-situs luar seperti pantip.com juga mengakui keindahan pura ini dan memasukkannya dalam kategori kawasan wisata terindah yang layak dikunjungi.

Salah satu bangunan utama yang menjadi daya tarik utama di Pura Taman Ayun adalah wantilan atau balai pertemuan. Wantilan ini merupakan bangunan serbaguna yang digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat Mengwi, seperti pertemuan, pertunjukan tari, dan acara budaya setempat. Wantilan ini memiliki arsitektur tradisional Bali dengan empat pilar utama dan 12 pilar pendukung di sekitar tiang utama.

BACA JUGA :  10 Warna Baju Yang Cocok Untuk Pemilik Kulit Sawo Matang

Selain itu, Pura Taman Ayun juga memiliki bale kulkul atau menara lonceng. Menara ini berfungsi untuk menyampaikan pesan khusus kepada penduduk di sekitar pura, mirip dengan kentongan di tempat lain. Bale kulkul ini berada di sudut pertigaan dan persimpangan jalan, dan memiliki ukiran dan ornamen yang memiliki makna sendiri.

Namun, daya tarik utama dari Pura Taman Ayun adalah keindahan lingkungan sekitarnya. Pura ini dikelilingi oleh saluran irigasi yang luas dan pepohonan tropis yang memberikan kesan suci dan nyaman. Suara aliran air dan rindangnya pepohonan menambah keindahan pura ini. Selain itu, terdapat pula air mancur yang memiliki sembilan jet air, satu di tengah dan delapan lainnya menghadap ke delapan arah mata angin.

Rute Menuju Lokasi Pura Taman Ayun

Untuk mencapai Pura Taman Ayun, terdapat beberapa rute yang bisa digunakan. Jika menggunakan transportasi umum, pilihan sangat terbatas. Sebagian besar pengunjung memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi atau menyewa kendaraan. Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, perjalanan menuju pura ini memakan waktu sekitar 1 jam dengan jarak sekitar 30 kilometer. Jika berangkat dari Kota Denpasar, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 30 menit dengan jarak sekitar 17 kilometer.

Meskipun jaraknya tidak terlalu jauh, sebaiknya pantau terlebih dahulu cuaca sebelum menuju Pura Taman Ayun. Mengwi-Badung memiliki curah hujan yang tinggi, terutama pada bulan November hingga Maret. Oleh karena itu, perhatikan cuaca agar liburan Anda dapat berjalan dengan nyaman.

Kondisi Wilayah sekitar Pura Taman Ayun

Pura Taman Ayun terletak di daerah Mengwi-Badung yang memiliki iklim yang cukup unik. Tingkat kelembaban di daerah ini sangat tinggi, dan curah hujan tinggi terjadi sepanjang tahun. Musim hujan di Mengwi berlangsung dari bulan November hingga Juli, sedangkan musim kemarau berlangsung dari bulan Agustus hingga Oktober.

Kawasan pura ini juga dikelilingi oleh pepohonan tropis yang rindang. Keindahan lingkungan sekitarnya membuat pengunjung merasa tenang dan nyaman saat berada di pura ini. Suara aliran air yang mengalir di saluran irigasi juga menambah suasana yang suci dan damai.

Fasilitas yang Tersedia

Untuk kenyamanan pengunjung, Pura Taman Ayun dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Di sekitar kawasan pura, terdapat beberapa penginapan dengan tarif yang bervariasi. Terdapat pula warung makan dan restoran yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman. Area parkir yang luas juga disediakan bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi.

BACA JUGA :  10 Tempat Jual Beli Mobil Bekas di Magetan Dengan Kualitas Jempolan dan Bukan Kaleng Kaleng

Selain itu, tersedia pula kamar mandi yang bersih dan terawat. Di bagian belakang kawasan pura, terdapat area yang digunakan untuk foto atau mengambil gambar. Area ini memiliki latar belakang bangunan pura yang indah. Terdapat pula kursi-kursi yang disediakan untuk tempat bersantai dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Jika Anda beruntung, Anda dapat melihat upacara piodalan di Pura Taman Ayun. Upacara ini dilakukan setiap 210 hari sekali pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia. Selama upacara ini, pura akan dipenuhi dengan kegiatan keagamaan dan menjadi sangat meriah.

Terakhir, terdapat pula pedagang di sekitar kawasan pura yang menjual berbagai macam pernak-pernik dan souvenir. Anda dapat membeli oleh-oleh khas Bali sebagai kenang-kenangan dari kunjungan Anda ke Pura Taman Ayun.

Saran dan Tips

Sebelum mengunjungi Pura Taman Ayun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan saran dan tips untuk kenyamanan Anda selama berkunjung:

1. Periksa cuaca sebelum pergi. Mengwi-Badung memiliki curah hujan yang tinggi, terutama pada bulan November hingga Maret. Pastikan Anda membawa perlengkapan yang sesuai dengan kondisi cuaca.

2. Persiapkan keperluan pribadi seperti bekal, air minum, dan kamera untuk mengabadikan momen berharga selama di pura ini.

3. Jaga kebersihan dan keindahan kawasan pura. Jagalah sampah dan benda-benda yang ada di dalam pura agar tetap bersih dan terjaga.

4. Hormati kegiatan ibadah yang sedang berlangsung di pura ini. Jaga sopan santun dan berlaku dengan baik selama berada di dalam pura.

5. Gunakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan aturan pura. Jangan mengenakan pakaian yang terlalu terbuka atau berlebihan.

6. Jika Anda ingin mengunjungi upacara piodalan, pastikan Anda mengetahui jadwalnya dan menghormati kegiatan yang sedang berlangsung.

7. Selalu patuhi peraturan yang ada dan ikuti petunjuk dari pihak pengelola pura.

Dengan mengikuti saran dan tips di atas, Anda dapat menikmati kunjungan Anda ke Pura Taman Ayun dengan nyaman dan menyenangkan. Selamat menjelajah dan menikmati keindahan pura ini!


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *