PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Mau Liburan ke Lampung? Jangan Lupa Lihat Lumba Lumba di Pulau Pisang

Blog

Potensi Pulau Pisang

Wisata alam yang menarik

Pulau Pisang merupakan salah satu potensi pariwisata di Lampung yang memiliki daya tarik yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Pulau ini telah mampu menarik perhatian para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Terletak di lepas pantai barat Johor, Pulau Pisang juga menjadi daya tarik bagi wisatawan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Salah satu alasan mengapa Pulau Pisang memiliki potensi yang besar dalam mendukung pariwisata Indonesia adalah karena pulau ini menawarkan beragam jenis wisata. Para wisatawan dapat menikmati wisata alam, wisata budaya, wisata edukasi, dan agrowisata di pulau ini. Selain itu, suasana yang dihadirkan di Pulau Pisang masih sangat alami, termasuk kehidupan masyarakatnya yang masih memegang teguh adat-istiadat yang berlaku.

Suasana alami yang ada di Pulau Pisang semakin kental karena pulau ini belum teraliri listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Oleh karena itu, warga setempat menggunakan genset untuk penerangan hanya pada jam 18.00 – 24.00. Hal ini membuat wisatawan yang berkunjung ke pulau ini harus membawa power bank agar ponsel mereka tetap aktif. Namun, sulitnya sinyal di pulau ini juga bisa menjadi tantangan dalam berkomunikasi dengan dunia luar melalui telepon seluler.

Kekurangan yang menjadi kelebihan

Meskipun minimnya pasokan listrik dan lemahnya sinyal telepon seluler di pulau ini bisa menjadi pengganggu bagi sebagian orang, namun hal tersebut sebenarnya dapat membuat wisatawan lebih menikmati kunjungan mereka ke Pulau Pisang. Dengan minimnya gangguan dari dunia luar, wisatawan dapat lebih fokus menikmati suasana sekeliling dan merasakan ketenangan yang ditawarkan oleh pulau ini.

Selain itu, fasilitas lain seperti fasilitas kesehatan dan penginapan juga tersedia di pulau ini. Terdapat puskesmas yang siap melayani selama 24 jam dan banyak rumah penduduk yang dijadikan homestay dan disewakan kepada para wisatawan dengan harga yang terjangkau. Dengan demikian, wisatawan tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berada di Pulau Pisang.

BACA JUGA :  10 Tempat Jual Beli Mobil Bekas di Baturaja Yang Sesuai Isi Kantongmu

Sekilas Sejarah Pulau Pisang

Meski belum setenar destinasi wisata seperti Bali, Jogja, dan Lombok, namun informasi tentang Pulau Pisang tidak sulit ditemukan. Pulau ini banyak diceritakan dalam bentuk artikel, foto, dan video di berbagai media cetak dan online seperti Wikipedia, YouTube, dan website pariwisata lainnya. Banyak orang yang berbagi pengalaman mereka mengunjungi Pulau Pisang melalui tulisan, foto, dan video.

Secara geografis, Pulau Pisang terletak di koordinat 5° – 15° Lintang Selatan dan 103° 50′ 45″ – 138° Bujur Timur. Secara administratif, pulau ini berada di Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Pulau Pisang memiliki luas sekitar 148,82 hektar dan terletak di lepas pantai barat Sumatera dengan batas barat dan selatan Samudra Hindia, serta batas utara dan timur adalah Pulau Sumatera.

Kecamatan Pulau Pisang terdiri dari 6 desa, yaitu Desa Sukadana, Pekon Lok, Suka Marga, Pekon Pasar, dan Bandar Dalam. Mayoritas penduduk di pulau ini adalah suku Lampung Pesisir yang menggunakan bahasa Lampung dalam kehidupan sehari-hari. Mayoritas penduduk Pulau Pisang bekerja sebagai nelayan dan petani, sementara kaum perempuan dikenal sebagai pengrajin kain sulam emas dan kain tapis. Sebagian tanah di kecamatan ini sudah bersertifikat sementara sisanya menjadi milik ulayat/adat.

Sejarah Pulau Pisang dapat ditelusuri sejak tahun 1970 ketika pulau ini dikenal sebagai penghasil cengkeh. Pada tahun 1980, pulau ini juga menjadi jalur lintas antara Liwa dan Bengkulu. Menurut cerita legenda, asal-usul Pulau Pisang terkait dengan hikayat Melayu yang terkenal, yaitu Si Pahit Lidah. Konon, pulau ini terbentuk ketika Si Pahit Lidah mengarungi laut dengan mengendarai batang pisang. Di tengah lautan, dia memakan pisang dan membuang kulitnya, yang kemudian berubah menjadi pulau.

Keindahan Pulau Pisang

Keindahan alam yang menawan

Salah satu daya tarik utama Pulau Pisang adalah keindahan alamnya. Pulau ini dikelilingi oleh pesisir pantai yang dipagari oleh pohon-pohon kelapa dengan pasir putih yang bersih. Suasana sekeliling yang sepi dan tenang membuat setiap aktivitas yang dilakukan di atas pasir menjadi menyenangkan. Wisatawan dapat menikmati kejernihan air laut dan berenang di kawasan utara pulau yang memiliki ombak yang relatif lebih kecil.

BACA JUGA :  Punya Permasalahan Kesehatan Kulit, Yuk Periksakan Segera Ke Dokter Kulit Banjarmasin Berikut Ini

Namun, wisatawan perlu berhati-hati jika ingin berenang di sisi pulau yang lain karena ombak dan gelombang di sana sangat kuat akibat pengaruh Samudra Hindia. Selain itu, pantai di sisi pulau yang lain juga tersusun dari bebatuan dengan sedikit pasir. Kondisi ombak dan gelombang yang kuat ini menjadikan perairan Pulau Pisang sebagai tempat surfing bagi para wisatawan, terutama dari mancanegara.

Wisata menarik lainnya

Selain surfing, wisatawan juga bisa menikmati berbagai aktifitas menarik lainnya di Pulau Pisang. Bagi mereka yang memiliki hobi memancing, pulau ini merupakan tempat yang ideal. Berbagai jenis ikan, mulai dari yang kecil hingga yang besar, dapat ditemukan di perairan sekitar pulau ini. Bahkan, di lepas pantai yang menghubungkan Pulau Pisang dengan dermaga Krui dan dermaga Tembata, seringkali terlihat kawanan ikan lumba-lumba yang melompat-lompat di atas permukaan air. Beberapa jenis lumba-lumba yang kerap muncul di sini adalah lumba-lumba hidung botol (Tursiops Truncatus). Namun, perlu diingat bahwa lumba-lumba ini dilindungi dan tidak boleh ditangkap.

Selain itu, Pulau Pisang juga menawarkan kegiatan diving dan snorkeling yang menarik. Perairan di sekitar pulau ini sangat jernih, sehingga pemandangan bawah laut masih terlihat dengan baik dari jarak pandang sekitar 8-9 meter. Terumbu karang yang terjaga kealamiannya di pulau ini menjadi rumah bagi sekitar 24 spesies ikan dan makhluk laut lainnya dengan berbagai macam bentuk, warna, dan ukuran. Diving dan snorkeling di Pulau Pisang akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan.

Selain wisata alam, Pulau Pisang juga menawarkan agrowisata. Para wisatawan dapat mengunjungi kebun cengkeh yang terkenal di pulau ini. Pulau Pisang merupakan penghasil cengkeh terbaik di Provinsi Lampung. Di kebun cengkeh ini, wisatawan juga dapat menemukan Menara Rambu Suar yang dapat dinaiki untuk menikmati pemandangan Pulau Pisang dari ketinggian. Selain itu, wisata edukasi dan wisata budaya juga tersedia di Pulau Pisang. Wisatawan dapat berinteraksi dengan warga setempat yang menjadikan rumah mereka sebagai homestay. Wisatawan juga dapat melihat langsung proses pembuatan kain sulam emas dan kain tapis, karya seni yang populer di Pulau Pisang.

BACA JUGA :  Mau Beralih Ke Bisnis Digital? Agensi Web Design di Makassar Ini Solusi Tepat, Harga Mulai Rp750.000

Rute Menuju Pulau Pisang

Untuk mencapai Pulau Pisang, wisatawan dapat menggunakan angkutan umum atau kendaraan pribadi. Jika menggunakan angkutan umum, wisatawan dapat naik bus jurusan Bengkulu dari Bandar Lampung. Bus ini akan melewati Kotaagung dan daerah pesisir barat Sumatera. Wisatawan dapat turun di terminal Krui atau melanjutkan perjalanan hingga dermaga Tembata. Jika turun di terminal Krui, wisatawan harus berjalan kaki atau naik ojek menuju dermaga Krui. Jika turun di dermaga Tembata, wisatawan dapat langsung menuju dermaga tersebut.

Dari dermaga Krui, wisatawan dapat menyeberang ke Pulau Pisang dengan menggunakan perahu sewaan. Perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam dan biaya sewa perahu berkisar antara Rp.450.000 hingga Rp.500.000. Sedangkan dari dermaga Tembata, perjalanan menuju Pulau Pisang hanya memakan waktu sekitar 20-30 menit dengan biaya sewa perahu sekitar Rp.250.000 – Rp.300.000. Dermaga Tembata dapat menjadi pilihan yang lebih cepat dan murah bagi wisatawan yang ingin segera sampai di Pulau Pisang.

Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan dimulai dari Bandar Lampung dengan menyusuri jalur lintas barat Sumatera. Jalur tersebut melewati Kemiling, Gedong, Tataan, Gading, Pringsewu, Tatang Padang, Kotaagung, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Bengkunat, dan terminal Krui. Jika ingin menyeberang dari dermaga Krui, wisatawan dapat mengikuti petunjuk arah menuju dermaga yang ada di pinggir jalan. Jika ingin menyeberang dari dermaga Tembata, wisatawan harus melanjutkan perjalanan hingga sampai di dermaga tersebut.

Selama perjalanan menuju Pulau Pisang, wisatawan juga dapat menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan. Pemandangan alam yang ditemui di sepanjang jalan, seperti hamparan perkebunan, bukit, dan pantai, akan menambah kesan yang tak terlupakan dalam perjalanan menuju pulau ini.

Pulau Pisang merupakan destinasi wisata yang menarik di Provinsi Lampung. Keindahan alamnya, kegiatan menarik yang dapat dilakukan, dan keberagaman wisata yang ditawarkan menjadikan pulau ini sebagai salah satu tujuan wisata yang layak dikunjungi. Dengan akses yang mudah melalui angkutan umum maupun kendaraan pribadi, wisatawan dapat dengan mudah mencapai pulau ini dan menikmati segala potensi yang ditawarkan oleh Pulau Pisang.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *