Gunung Penanggungan Spot Sunrise Terbaik di Mojokerto, Berikut Rute Pendakiannya
Penanggungan: Gunung Bersejarah di Jawa Timur
Harga Tiket Masuk
Gunung Penanggungan, yang terletak di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, adalah salah satu destinasi pendakian yang populer di wilayah tersebut. Untuk memasuki area gunung ini, pengunjung perlu membayar tiket masuk sebesar Rp.10.000 per orang. Selain itu, ada juga biaya parkir motor sebesar Rp.5.000.
Biaya pendakian yang terjangkau ini menjadikan Gunung Penanggungan sebagai pilihan yang menarik bagi para pendaki yang ingin menjelajahi keindahan alam Jawa Timur. Namun, selain biaya tiket masuk, pengunjung juga perlu menyiapkan uang untuk karcis parkir kendaraan dan keperluan logistik pribadi.
Di sekitar pos pemberhentian atau pos basecamp, terdapat warung-warung makan yang menyediakan camilan dan minuman untuk para pendaki. Selain itu, toilet yang nyaman juga tersedia di area basecamp ini.
Rute Pendakian
Ada beberapa rute pendakian yang dapat dipilih oleh para pendaki untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan. Diantaranya adalah jalur Jolotundo Trawas, jalur Tamiajeng Trawas, jalur Kedungudi Trawas, jalur Wonosunyo Betro Gempol, dan jalur Ngoro.
Jalur Jolotundo Trawas merupakan jalur yang paling banyak dipilih oleh para pendaki. Jalur ini terkenal karena memiliki banyak situs sejarah dan ziarah seperti Candi Putri, Candi Pura, Candi Bayi, Candi Sinta, dan Candi Gentong. Trek jalur ini cukup mudah dilalui dan sudah banyak sarana penunjang di sepanjang jalannya. Pendakian dari basecamp Jolotundo menuju puncak Gunung Penanggungan membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam.
Jalur Tamiajeng Trawas merupakan jalur lain yang populer di Gunung Penanggungan. Jalur ini memiliki rute yang lebih singkat dibandingkan jalur lainnya, namun treknya tergolong terjal. Di jalur ini, pendaki akan melewati empat pos pemberhentian sebelum mencapai Puncak Pawitra. Salah satu keistimewaan pendakian melalui jalur ini adalah melewati Bukit Bayangan, tempat favorit untuk melakukan camping.
Jalur Kedungudi Trawas adalah jalur lain yang bisa dipilih oleh para pendaki. Jalur ini terhubung dengan jalur Jolotundo dan melewati banyak candi seperti Candi Siwa, Candi Guru, Candi Sinta, Candi Lurah, Candi Naga II, dan Candi Carik.
Jalur Wonosunyo Betro Gempol merupakan jalur yang dimulai dari Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Pasuruan. Jalur ini melewati situs bersejarah Candi Sumber Tetek.
Jalur Ngoro adalah jalur terakhir yang bisa dipilih. Jalur ini dimulai dari Dusun Genting, Desa Watonmas Jedong, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Medan yang akan dilewati jalur ini cukup berat, dengan jalan setapak dan tanjakan curam dengan kemiringan mencapai 80 derajat.
Transportasi Ke Basecamp
Untuk bisa mencapai basecamp pendakian Gunung Penanggungan, terdapat beberapa jalur transportasi yang dapat dipilih. Bagi yang berasal dari Surabaya, jalur Tamiajeng dapat menjadi pilihan. Perjalanan dapat dimulai dengan menaiki bus jurusan Malang atau Terminal Pandaan di Terminal Bungurasih Surabaya. Dari Terminal Pandaan, lanjutkan perjalanan dengan L300 jurusan Terminal Pandaan-Trawas dan turun di Pasar Kesiman. Dari sana, naik ojek motor menuju Basecamp Tamiajeng.
Bagi yang berasal dari Malang, perjalanan dapat dimulai dari Terminal Arjosari dengan menaiki bus menuju Terminal Pandaan. Rute selanjutnya sama dengan rute dari Surabaya, yaitu dengan menggunakan L300 jurusan Terminal Pandaan-Trawas dan naik ojek dari Pasar Kesiman menuju Basecamp Tamiajeng.
Alternatif lain adalah menggunakan kendaraan pribadi. Pengunjung dapat menuju ke arah Tretes dari Pandaan. Saat tiba di Terminal Trawas, ambil jalan lurus hingga mencapai pertigaan BRI, kemudian belok kanan dan ikuti jalan raya besar hingga mencapai pos pendakian Trawas.
Sekilas Tentang Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan, yang memiliki ketinggian mencapai 1.653 meter di atas permukaan laut, merupakan gunung berapi kerucut yang terletak di perbatasan Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur. Meskipun tergolong gunung kecil, Gunung Penanggungan menawarkan pesona yang tak kalah indah dengan gunung-gunung lainnya seperti Gunung Arjuno dan Gunung Welirang.
Gunung Penanggungan memiliki banyak situs arkeologi era Hindu-Buddha yang terdapat di permukaan gunungnya, mulai dari kaki hingga puncak. Keunikan ini menjadikan Gunung Penanggungan sebagai tempat yang menarik bagi para pengunjung yang tertarik dengan sejarah dan budaya.
Selain itu, Gunung Penanggungan juga dikelilingi oleh delapan puncak gunung lainnya, seperti Gunung Bendo, Gunung Wangi, Gunung Sarahklapa, Gunung Jambe, Gunung Bekel, Gunung Genting/Gambir, Gunung Gajahmungkur, dan Gunung Kemuncup. Ketinggian dari masing-masing puncak bervariasi, mulai dari 745 hingga 1260 meter di atas permukaan laut.
Gunung Penanggungan juga memiliki nilai keagamaan bagi masyarakat Jawa Timur. Selain itu, puncak Gunung Penanggungan yang memiliki permukaan yang tandus seperti Gunung Semeru membuatnya sering disebut sebagai “miniaturnya” Gunung Semeru.
Pesona Gunung Penanggungan
Meskipun Gunung Penanggungan memiliki ketinggian yang tidak terlalu tinggi, pesonanya mampu membuat para pendaki terpesona. Salah satu daya tarik utama Gunung Penanggungan adalah Bukit Bayangan, tempat yang populer untuk menikmati matahari terbit dan terbenam. Pemandangan megah Gunung Semeru, Arjuno, dan Welirang juga dapat dinikmati dari puncak Gunung Penanggungan.
Selain pemandangan yang memukau, Gunung Penanggungan juga dikenal sebagai gunung yang ramah pendaki. Ketinggian yang tidak terlalu tinggi menjadikannya cocok sebagai medan latihan bagi para pendaki pemula. Pendakian pulang pergi maupun camping di puncak Gunung Penanggungan memberikan pengalaman yang menyenangkan.
Selain mendaki, pengunjung juga dapat mengunjungi beberapa destinasi wisata di sekitar Gunung Penanggungan. Pertirtaan Jolotundo dan Vanda Waterworld adalah beberapa tempat yang dapat dikunjungi untuk melengkapi petualangan di Gunung Penanggungan.
Gunung Penanggungan merupakan destinasi pendakian yang menarik dengan pesona alamnya yang memukau dan nilai sejarah serta budayanya. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, Gunung Penanggungan menjadi pilihan yang tepat bagi para pendaki yang ingin mencari pengalaman baru di Jawa Timur.