Panduan Tips Pergi Liburan Ke Demak

Kabupaten Demak merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di barat, Kabupaten Jepara di utara, Kabupaten Kudus di timur, Kabupaten Grobogan di tenggara, serta Kota Semarang dan Kabupaten Semarang di sebelah Barat.

Demak merupakan kesultanan atau kerajaan Islam pertama di pulau jawa. Disini terdapat sebuah bangunan bersejarah berupa Masjid Agung Demak, Masjid agung Demak sebagai lambang kekuasaan bercorak Islam adalah sisi tak terpisahkan dari kesultanan Demak Bintara. Kegiatan walisanga yang berpusat di Masjid itu. Di sanalah tempat kesembilan wali bertukar pikiran tentang soal-soal keagamaan. Masjid demak didirikan oleh Walisanga secara bersama-sama.

Demak ini mempunyai arti kata yang cukup beragam, ada yang mengartikan Demak berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu Dhima’ yang artinya rawa, mengingat tanah di Demak adalah tanah bekas rawa alias tanah lumpur. Bahkan sampai sekarang jika musim hujan di daerah Demak sering digenangi air, dan pada musim kemarau tanahnya banyak yang retak, karena bekas rawa alias tanah lumpur. Karena tanah Demak adalah tanah labil, maka jalan raya yang dibangun gampang rusak, oleh karena itu jalan raya di Demak menggunakan beton.

Sedangkan Prof.DR. Hamka menafsirkan kata Demak berasal dari bahasa Arab “dama” yang artinya mata air. Selanjutnya penulis Sholihin Salam juga menjelaskan bahwa Demak berasal dari bahasa Arab diambil dari kata “dzimaa in” yang berarti sesuatu yang mengandung air (rawa-rawa). Suatu kenyataan bahwa daerah Demak memang banyak mengandung air; Karena banyaknya rawa dan tanah payau sehingga banyak tebat (kolam) atau sebangsa telaga tempat air tertampung.

Selain itu Prof. Slamet Mulyono, Demak berasal dari bahasa Jawa Kuno “damak”, yang berarti anugerah. Bumi Bintoro saat itu oleh Prabu Kertabhumi Brawijaya V dianugerahkan kepada putranya R. Patah atas bumi bekas hutan Gelagah Wangi. Dasar etimologisnya adalah Kitab Kekawin Ramayana yang berbunyi “Wineh Demak Kapwo Yotho Karamanyo”.

Wilayah Utama Demak

Kabupaten Demak Kabupaten Demak memiliki luas 897,43 km² dan berpenduduk 1.055.579 jiwa (2010) yang terdiri atas 14 kecamatan yaitu Kecamatan Demak, Wonosalam, Karang Tengah, Bonang, Wedung, Mijen, Karang Anyar, Gajah, Dempet, Guntur, Sayung , Mranggen, Karang Awen dan Kebon Agung, yang dibagi lagi atas sejumlah 249 desa dan kelurahan terdiri dari 243 desa dan enam kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Demak.

  • Kecamatan Wedung merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Demak. Kecamatan ini adalah yang paling luas wilayahnya di Kabupaten Demak. Selain padi, tanaman pangan lain yang banyak terdapat di Kecamatan Wedung antara lain jagung, ketela rambat, sedangkan untuk tanaman kacang tanah, kacang hijau, kedelai hanya sedikit yang ditanam di Kecamatan Wedung. Sedangkan untuk tanaman perkebunan yang ditanam di Kecamatan Wedung antara lain tebu rakyat, kapuk randu, dan kelapa hibrida.
  • Sayung adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia.Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kota Semarang. Sayung memiliki tempat wisata yang dibanggakan warga yaitu yang di kenal sebagai Pantai Surodadi & Pantai Morosari. Hampir seluruh warga di Sayung adalah penganut agama Islam. Hasil alam dari kecamatan Sayung sebagian dari pertanian, tambak dan laut.
  • Kecamatan Mranggen adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Mranggen merupakan kecamatan dengan penduduk terbanyak dan tingkat ekonomi tertinggi di antara kecamatan lainnya di Kabupaten Demak
  • Karangawen adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Karangawen adalah desa penghasil padi di kabupaten Demak.
  • Bango adalah salah satu desa di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini terkenal dengan penduduknya yang ramah, sopan serta rajin. Nama Bango menurut para orang tua di desa ini dahulu terdapat banyak burung Bangau, burung Bangau tersebut banyak terdapat pada persawahan disekitar desa Bango, Oleh karena itu, banyak orang yang menyebut desa tersebut desa Bango. Mayoritas penduduk di desa ini adalah petani. Ada beberapa hal yang menarik di desa ini, walaupun mayoritas penduduknya adalah petani, tetapi seni dan olahraga sangat digandrungi semua kalangan di desa ini. Orkes melayu Caesar salah satu aset seni dari desa Bango, selain itu ada OM Arista yang sudah melalang buana.
  • Betokan adalah kelurahan di kecamatan Demak, Demak, Jawa Tengah, Indonesia. desa betokan juga kaya akan penghasil buah jambu delima,jambu citra dan Belimbing
  • Kadilangu adalah kelurahan di Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Di kelurahan ini terdapat Masjid Sunan Kalijaga, yang didirikan pada tahun 1532. Di dekat masjid ini, terdapat Makam Sunan Kalijaga.
  • Karangmlati adalah desa di kecamatan Demak, Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Beberapa dusun yang ada di Karangmlati adalah Sudagaran, Mlaten, Karangpandan, Ngemplak, paesan, Tembok. Karangmlati adalah salah satu desa penghasil beras di demak
  • Gajah adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Indonesia. Kekayaan Kesenian tradisional warisan lelehur yang masih tetap eksis di wilayah kecamatan Gajah adalah Barongan Singa Karya, tepatnya berada di Desa Tambirejo Kecamatan Gajah, Demak

Sejarah Demak

Sejarah berawal pada abad ke 14, saat Kaisar Yan Lu dari Dinasti Ming di China mengirimkan seorang putri kepada raja Brawijaya V di Majapahit. Putri ini segera mendapat tempat istimewa di hati raja. Raja Brawijaya sangat tunduk kepada semua kemauan sang putri jelita, hingga membawa banyak pertentangan dalam istana majapahit. Diaat bersamaan, Raja Brawijaya sudah memiliki permaisuri yang berasal dari Champa (sekarang bernama kamboja), masih kerabat Raja Champa.

Permaisuri memiliki ketidak cocokan dengan putri pemberian Kaisar yan Lu. Akhirnya dengan berat hati raja menyingkirkan putri cantik ini dari istana. Dalam keadaan mengandung, sang putri dihibahkan kepada adipati Pelembang, Arya Damar dan Raden Patah pun lahir dari rahim sang putri cina.

Kesultanan atau kerajaan Islam pertama di pulau Jawa ini tidak terlepas dari peranan seoarang Raden Patah (1478-1518) pada tahun 1478. Nama kecil raden patah adalah pangeran Jimbun. Pada masa mudanya Raden Patah memperoleh pendidikan yang berlatar belakang kebangsawanan dan politik. 20 tahun lamanya ia hidup di istana Adipati Palembang. Sesudah dewasa ia kembali ke majapahit. Raden Patah memiliki adik laki-laki seibu, tapi beda ayah. Saat memasuki usia belasan tahun, raden patah bersama adiknya berlayar ke Jawa untuk belajar di Ampel Denta. Mereka mendarat di pelabuhan Tuban pada tahun 1419 M.

Patah sempat tinggal beberapa lama di ampel Denta, bersama para saudagar muslim ketika itu. Di sana pula ia mendapat dukungan dari utusan Kaisar Cina, yaitu laksamana Cheng Ho yang juga dikenal sebagai Dampo Awang atau Sam Poo Tai-jin, seorang panglima muslim. Raden patah mendalami agama Islam bersama pemuda-pemuda lainnya, seperti raden Paku (Sunan Giri), Makhdum ibrahim (Sunan Bonang), dan Raden Kosim (Sunan Drajat). Setelah dianggap lulus, Raden Patah dipercaya menjadi ulama dan membuat permukiman di Bintara. Ia diiringi oleh Sultan Palembang, Arya Dilah 200 tentaranya. Raden Patah memusatkan kegiatannya di Bintara, karena daerah tersebut direncanakan oleh Walisanga sebagai pusat kerajaan Islam di Jawa.

Di Bintara, Patah mendirikan pondok pesantren. Penyiaran agama dilaksanakan sejalan dengan pengembangan ilmu pengetahuan. Perlahan-lahan, daerah tersebut menjadi pusat keramaian dan perniagaan. Raden patah memerintah Demak hingga tahun 1518, dan Demak menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa sejak pemerintahannya. Dalam masa pemerintahan Raden Patah, Demak berhasil dalam berbagai bidang, diantaranya adalah perluasan dan pertahanan kerajaan, pengembangan Islam dan pengamalannya, serta penerapan musyawarah dan kerja sama antara ulama dan umara (penguasa).

Dalam bidang dakwah Islam dan pengembangannya, Raden patah mencoba menerapkan hukum Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Selain itu, ia juga membangun istana dan mendirikan masjid (1479) yang sampai sekarang terkenal dengan masjid Agung Demak. Pendirian masjid itu dibantu sepenuhnya oleh walisongo.

Namun di antara ketiga raja demak Bintara, Sultan Trenggana lah yang berhasil menghantarkan Kusultanan Demak ke masa jayanya. Pada masa trenggana, daerah kekuasaan demak bintara meliputi seluruh jawa serta sebagian besar pulau-pulau lainnya. Aksi-aksi militer yang dilakukan oleh Trenggana berhasil memperkuat dan memperluas kekuasaan Demak.

Di masa jayanya, Sultan Trenggana berkunjung kepada Sunan Gunung Jati. Dari Sunan gunung jati, Trenggana memperoleh gelar Sultan Ahmad Abdul Arifin. Gelar Islam seperti itu sebelumnya telah diberikan kepada raden patah, yaitu setelah ia berhasil mengalahkan Majapahit. Trenggana sangat gigih memerangi portugis. Seiring perlawanan Demak terhadap bangsa portugis yang dianggap kafir. Demak sebagai kerajaan Islam terkuat pada masanya meneguhkan diri sebagai pusat penyebaran Islam pada abad ke 16. Sultan Trenggana meninggal pada tahn 1546, dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuran. Ia kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Setelah sultan trenggana mengantar Demak ke masa jaya, keturunan sultan tersebut silih berganti berkuasa hingga munculnya kesultanan pajang.

Cara ke Demak

Mengingat lokasi yang strategis yaitu berada di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya-Banyuwangi. Demak terletak hanya 25 KM dari timur kota Semarang, dan dapat ditempuh dengan menggunakan bus AKAP. Jika ke Demak dari arah Semarang, dapat menggunakan angkutan umum (bus) dan turun di terminal Demak, dilanjutkan dengan menggunakan becak atau ojek untuk menuju tempat di Demak yang Anda inginkan. Begitu juga bila datang dari arah Jepara, Kudus, atau kota-kota lain yang berada di sebelah timur kabupaten Demak, pun dari wilayah selatan, seperti Purwodadi dan sekitarnya, dapat menaiki angkutan umum dan berhenti di terminal kota Demak.

Jika Anda berada di Jakarta dan ingin menuju Demak dapat memanfaatkan trayek Bus dengan tujuan Demak. Seperti Bus PO. Trans Zentrum. Anda bisa naik dari beberapa titik penjemputan, antara lain Terminal Pulogadung Jakarta Timur, Lebak Bulus Jakarta Selatan, maupun Poris Tangerang. Jangan lupa untuk melakukan pilihan saat melakukan booking tiket bus Anda. Setibanya di Demak, bus akan menurunkan penumpang di Terminal Demak. Anda dapat melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan,

Demak juga dapat dicapai dengan Kereta Api, namun satu catatan KA Kedung Sepur melintasi tiga wilayah, yakni Weleri (Kendal), Kota Semarang hingga Gubug (Grobogan). Kereta ini juga melintasi wilayah Kabupaten Demak, yakni Stasin Brumbung di wilayah Kecamatan Mraggen yang merupakan wilayah perbatasan dengan Kota Semarang.

Transportasi di Demak

Provinsi Jawa Tengah yang berada di tengah-tengah Pulau Jawa merupakan lintasan daerah dengan arus transportasi yang padat. Provinsi ini merupakan jalur darat penghubung kota-kota besar di Jawa, bahkan penghubung jalur kendaraan antar pulau. Kabupaten Demak terletak sangat strategis, baik secara regional maupun nasional. Kabupaten ini dari segi transportasi merupakan titik tengah jalur pada pantai utara Jawa dari barat ke timur maupun sebaliknya. Untuk Transportasi darat yang ada di Kabupaten Demak terdiri dari 1 (satu) unit terminal Kelas B dan Kelas C sebanyak 2 (dua) unit. Terminal tersebut menyediakan trayek angkutan umum perkotaan maupun pedesaan. Selain itu, angkutan lain yang tersedia di Demak berupa becak dan ojek.

Hotel di Demak

  • Amantis Hotel

Alamat: Jl. Lingkar Demak-Kudus Km 24, Demak, Jawa Tengah

  • Wisma Mustika 9 Syariah

Alamat: JL. Raden Sahid, Kadilangu, Demak, Jawa Tengah

  • Citra Alam

Alamat: Jl Bhayangkara Baru 11, Demak, Jawa Tengah

  • Sederhana

Alamat: Jl Pemuda, 9, Demak, Jawa Tengah

Iklim di Demak

Iklim di sini adalah tropis. Terdapat curah hujan yang signifikan di sebagian besar bulan dalam setahun. Musim kemarau singka memiliki sedikit pengaruh pada iklim secara menyeluruh. Iklim di sini diklasifikasikan sebagai Am berdasarkan sistem Köppen-Geiger. Di Demak, suhu rata-rata tahunan adalah 27.0 °C. Presipitasi di sini rata-rata 2292 mm. Bulan terkering adalah Agustus, dengan 40 mm hujan. Dengan rata-rata 471 mm, hampir semua presipitasi jatuh pada Januari.

Bahasa Daerah di Demak

Demak berada di wilayah propinsi Jawa Tengah yang mayorits penduduknya menggunakan Bahasa Jawa

Objek Wisata di Demak

  • Wisata Bahari Morosari
  • Wisata Pantai Surodadi
  • Brown Canyon
  • Masjid Agung Demak
  • Bekas Stasiun Demak
  • Makam Sunan Kalijaga
  • Makam Raden Patah

Mal di Demak

  • Aneka Jaya Mall

Alamat: Bintoro, Demak, Jawa Tengah

  • Maharani Mall

Alamat: Bintoro, Demak, Jawa Tengah

Museum di Demak

Museum Masjid Agung Demak

Alamat: Alun-alun Kota Demak, Jawa Tengah

Museum Masjid Agung adalah sebuah museum yang terletak di dalam kompleks Masjid Agung Demak dalam lingkungan alun-alun kota Demak. Museum yang buka tiap hari dari Senin hingga Minggu pada jam kerja ini menyimpan berbagai barang peninggalan Masjid Agung Demak. Jumlah koleksi benda bersejarah di museum ini mencapai puluhan koleksi benda-benda bersejarah, dari zaman Kerajaan Majapahit hingga Kesultanan Demak. Diantara puluhan koleksi itu meliputi soko guru Masjid Agung Demak dari Sunan Bonang yang sudah rusak yang memiliki ketinggian sekitar 1.630 centimeter sedangkan kerusakannya sekitar 725 centimeter, kentongan wali abad XV, bedug wali abad XV, daun pintu serambi Masjid Demak 1804 masehi yang merupakan peninggalan zaman Majapahit, kap lampu peninggalan Paku Buwono ke-1 pada 1710 Masehi dan masih banyak lagi

Hiburan Malam di Demak

Tidak seperti kota atau kabupaten lainnya di Indonesia Demak sangat minim dengan keberadaan tempat hiburan malam, semacam bar atau yang lainnya

Tempat Makan Rekomendasi

  • Resto 1001 Nasi Goreng Krakatoa Kicthen

Alamat: np. 3 Utara Timur SMEA TS, Jl. Veteran, Kudus, Jawa Tengah

  • Bakso Balungan

Alamat: Garung Lor, Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah

  • Soto Ayam Bu Jatmi

Alamat: Jl. KH. Wahid Hasyin No. 43, Demak, Jawa Tengah

  • Opor Sunggingan

Alamat: Jl. Nitisemito No. 9, Demak, Jawa Tengah

  • Garang Asem Ayam

Alamat: Jl. AKBP Agil Kusumadya 20, Demak, Jawa Tengah

  • Mangut Ikan Pari Pedas

Alamat: Jl. Silugonggo 18A, Demak, Jawa Tengah

  • Sop Kikil Khas Demak

Alamat: Jl. Lingkar Demak, Demak, Jawa Tengah

  • Warung Ayam Bakar Pak Yadi

Alamat: Pertokoan Kembangan Demak, tepatnya depan Pondok Pesantren.

Tips Wisata

Lokasi Demak sangat strategis. Demak berada di jalur Pantura dekat dengan Kota Kudus, Semarang, Juwana dan Pati. Untuk mencapainya caranya cukup mudah, jika Anda menggunakan bus dengan jurusan Surabaya, pasti akan melewati Demak, atau dengan menaiki bus dengan tujuan khusus kota Kudus. Apabila memilih menggunakan kendaraan pribadi, Anda cukup menyusuri saja jalur Pantura menuju kota tersebut dan jangan takut tersesat karena banyak petunjuk jalan yang akan menutun Anda mencapai Kudus.

Namun sebelum melakukan perjalanan wisata ke Kudus, rencanakan perjalanan wisata Anda sebaik mungkin. Misalnya tentukan buget perjalanan Anda dan surveilah terlebih dahulu perihal kota Demak untuk mendapat gambaran umum kota tersebut. Kemudian tentukan moda tranportasi apa yang akan Anda gunakan, kendaraan pribadi ataupun bus. Tentu masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Seperti jika memilih untuk menggunakan bus, saat berada di Demak, Anda tidak dapat leluasa untuk berkeliling. Namun jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat leluasa hilir mudik berkeliling kota wali ini.

Kedua, tentukan peta wisata Anda sebelum ke Demak. Kota ini dikenal dengan wisata religinya, ada baiknya jika Anda memilih untuk berkunjung ke tempat-tempat tersebut. Kemudian berkunjung ke objek wisata lainnya. Ketiga, pilihlah tempat menginap atau hotel yang cocok sekaligus ramah dengan kantong Anda. Keempat, jangan lupa untuk membawa uang tunai, alih-alih dapat digunakan sewaktu-waktu Anda ingin menggunakannya. Kelima, bawa selalu obat-obatan untuk keperluan medis Anda saat berwisata

Perlu Kamu Tahu

  • RSU Sunan Kalijaga

Alamat: Jl. Sultan Fatah No. 669/50, Demak, Jawa Tengah

  • RS Islam NU Demak

Alamat: Jl. Jogoloyo No.9, Kec. Wonosalam, Demak, Jawa Tengah

  • RS Pelita Anugerah

Alamat: Jl. Raya Bandung Rejo Km 11,5, Mgranggen Demak, Jawa Tengah

Leave a Reply