Museum Indonesia di Taman Mini Jakarta Timur
Lokasi dan Fungsi Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terletak di Kompleks Taman Mini Indonesia Indah, Jl. Raya Taman Mini, Kelurahan Pinang Ranti Kecamatan Makassar dan Kelurahan Ceger Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur. TMII memiliki luas 150 hektar atau sekitar 1,5 km2. Tempat wisata ini buka dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan harga tiket masuk sebesar Rp.10.000. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor telepon (021) 8409246.
TMII memiliki peran yang kompleks sebagai tempat wisata. Selain menjadi wahana rekreasi, TMII juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan penanaman nilai-nilai nasionalisme, terutama bagi generasi muda. Di dalam TMII terdapat 12 taman dan 17 museum yang siap dijelajahi oleh pengunjung untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan. Setelah mengunjungi TMII, pengunjung tidak hanya akan mendapatkan kesegaran pikiran, tetapi juga peningkatan ilmu, pengetahuan, wawasan, dan rasa nasionalisme.
Salah satu hal menarik dari TMII adalah keberadaan museum di dalamnya. TMII memiliki museum terbanyak di dunia, yaitu sebanyak 17 museum dengan tema yang berbeda-beda. Beberapa museum yang ada di TMII antara lain Museum Asmat, Museum Pusaka, Museum Timor Timur, Museum Penerangan, Museum Hakka Indonesia, Museum Perangko Indonesia, Museum Keprajuritan Indonesia, Museum Olah Raga, Museum Fauna Indonesia, Museum Serangga dan Kupu-kupu, Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Transportasi, Museum Telekomunikasi, Museum Istiqlal, Museum Purna Bhakti Pertiwi, dan Museum Indonesia.
Museum Indonesia merupakan salah satu museum yang terkenal di TMII. Banyak yang mengatakan bahwa Museum Indonesia adalah museum yang termegah dan terindah di Indonesia. Hal ini tidak salah, karena Museum Indonesia memiliki desain arsitektur yang indah dengan gaya Bali. Bangunan museum ini mirip dengan bangunan hotel atau gedung pertunjukan yang langsung menarik perhatian saat melihatnya. Museum Indonesia juga tidak terkesan kusam dan kuno seperti museum pada umumnya. Museum ini merupakan museum antropologi dan etnologi yang menampilkan hasil seni dan budaya dari Sabang sampai Merauke. Koleksi yang dipamerkan di museum ini memiliki nilai artistik yang tinggi dan memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Indonesia.
Museum Indonesia: Keindahan Bangunan dan Koleksi Seni Budaya
Museum Indonesia merupakan salah satu museum yang terkenal di TMII. Banyak yang mengatakan bahwa Museum Indonesia adalah museum yang termegah dan terindah di Indonesia. Hal ini tidak salah, karena Museum Indonesia memiliki desain arsitektur yang indah dengan gaya Bali. Bangunan museum ini mirip dengan bangunan hotel atau gedung pertunjukan yang langsung menarik perhatian saat melihatnya. Museum Indonesia juga tidak terkesan kusam dan kuno seperti museum pada umumnya. Museum ini merupakan museum antropologi dan etnologi yang menampilkan hasil seni dan budaya dari Sabang sampai Merauke. Koleksi yang dipamerkan di museum ini memiliki nilai artistik yang tinggi dan memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Indonesia.
Desain arsitektur Museum Indonesia didesain oleh Ida Bagus Tugur dengan mengikuti filosofi Tri Hita Kirana yang memiliki makna 3 sumber kebahagiaan manusia. Bangunan museum ini memiliki 3 lantai dan memakan lahan seluas 7.000 meter2 dari luas keseluruhan lokasi museum yang terhampar di atas lahan seluas 20.100 meter2. Di luar museum, terdapat taman dan kolam yang indah lengkap dengan bale untuk tempat berkumpul dan beristirahat. Latar depan museum dihiasi potongan batang-batang pohon tua dan patung-patung cantik yang bersumber dari kisah Ramayana. Jembatan masuk museum dihiasi patung naga yang melambangkan jembatan yang dibangun pasukan kera dalam kisah Ramayana.
Di dalam museum, terdapat berbagai koleksi seni dan budaya Indonesia. Koleksi tersebut meliputi hasil seni dan budaya yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat Indonesia, mulai dari pakaian adat, instrumen musik tradisional, wayang kulit, miniatur rumah dan bangunan tradisional, peralatan sehari-hari, sarana transportasi tradisional, kerajinan dan seni dari berbagai bahan, dan masih banyak lagi. Salah satu koleksi yang paling memukau adalah ukiran kayu berbentuk Pohon Hayat atau Pohon Kalpataru, yang menjadi simbol lingkungan hidup dan sering digunakan dalam pertunjukan wayang. Ukiran ini memiliki tinggi sekitar 8 meter dan garis tengah sekitar 4 meter.
Penjelajahan di Setiap Lantai Museum Indonesia
Lantai I: Bhineka Tunggal Ika
Lantai I Museum Indonesia mengusung tema Bhineka Tunggal Ika. Lantai ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian barat memamerkan puluhan manekin dengan pakaian adat pernikahan dan pakaian sehari-hari dari semua provinsi di Indonesia. Koleksi pakaian adat yang dimiliki museum ini tercatat sebagai koleksi terlengkap yang dimiliki sebuah museum di dunia. Bagian timur lantai I memamerkan berbagai macam instrumen musik tradisional dari seluruh Indonesia, seperti gamelan, kolintang, angklung, sasando, Fu, gondang smbilan, dan alat musik tradisional lainnya. Di lantai ini juga terdapat diorama pertunjukan wayang kulit lengkap dengan jajaran wayang dan gamelan.
Lantai II: Manusia dan Lingkungan
Tema lantai II Museum Indonesia adalah Manusia dan Lingkungan. Di lantai ini, pengunjung dapat melihat miniatur rumah dan bangunan tradisional Indonesia, seperti lumbung padi dan tempat ibadah. Selain itu, terdapat juga tampilan ruangan dalam rumah seperti ruang dalam rumah di Jawa Tengah, kamar pengantin Palembang, dan ruang dapur Batak. Di lantai ini juga dipamerkan koleksi benda-benda yang digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, seperti peralatan berburu, peralatan pertanian, peralatan nelayan, sarana transportasi tradisional, dan benda-benda yang menghiasi rumah-rumah tradisional. Terdapat juga diorama upacara adat dalam ukuran sebenarnya, seperti upacara Jawa Mitoni, upacara turun tanah, upacara mapedes, dan upacara khitanan.
Lantai III: Seni dan Kriya
Lantai III Museum Indonesia mengusung tema Seni dan Kriya. Di lantai ini, pengunjung akan melihat berbagai macam hasil kerajinan dan seni dari seluruh Indonesia. Koleksi yang dipamerkan meliputi kain batik, songket, tenun, kerajinan berbahan logam seperti tembaga, perak, dan kuningan, seni ukir dari Jepara, Asmat, Bali, dan Toraja, kerajinan keramik, perhiasan dari Batak Karo dan Nias, serta mata uang kepeng dan uang kertas kuna. Salah satu koleksi yang paling memukau adalah ukiran kayu berbentuk Pohon Hayat atau Pohon Kalpataru yang memiliki tinggi sekitar 8 meter dan garis tengah sekitar 4 meter. Di lantai ini juga terdapat ruangan yang dilengkapi dengan tempat duduk untuk pengunjung beristirahat sembari menikmati koleksi-koleksi yang dipamerkan di dalam etalase kaca.
Rute Menuju Museum Indonesia
Museum Indonesia terletak di dalam kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang berlokasi di Jl. Raya Taman Mini, Jakarta Timur. Untuk menuju ke Museum Indonesia, terdapat beberapa rute yang dapat diambil tergantung dari titik awal.
- Jika berangkat dari Cawang, dapat mengikuti Jl. Mayjend Soetoyo menuju Tol Jagorawi dan keluar di pintu Tol Taman Mini. Kemudian, lanjutkan perjalanan ke Jl. Raya Taman Mini.
- Jika berangkat dari Cempaka Putih, dapat mengikuti Jl. Ahmad Yani, masuk Gerbang Tol Cempaka Putih, lalu masuk Tol Dalam Kota. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke Cawang, masuk Tol Jagorawi, dan keluar di pintu Tol Taman Mini. Kemudian, lanjutkan perjalanan ke Jl. Raya Taman Mini.
- Jika berangkat dari Grogol, dapat mengikuti Jl. S. Parman, masuk Gerbang Tol Tanjung Duren, lalu masuk Tol Dalam Kota. Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke Simpang Susun Cawang, masuk Tol Jagorawi, dan keluar di pintu Tol Taman Mini. Kemudian, lanjutkan perjalanan ke Jl. Raya Taman Mini.
- Jika berangkat dari Bandung, dapat mengikuti Tol Pasteur, lalu Tol Purbaleunyi dan Tol Jakarta – Cikampek. Setelah itu, keluar di Simpang Susun Cikunir dan masuk Tol JORR menuju exit Bambu Apus. Setelah melewati Ceger, akan tiba di pintu masuk TMII.
Bagi yang menggunakan sarana transportasi umum, dapat menggunakan kereta, Transjakarta, atau angkot sesuai dengan rute yang dilewati kendaraan pribadi. Setelah sampai di TMII, akses terdekat menuju Museum Indonesia adalah melalui Gerbang Candi Bentar di pintu sebelah barat area parkir utama TMII.
Setelah membayar tiket masuk seharga Rp.10.000 perorang, pengunjung dapat menikmati keindahan dan kemegahan Museum Indonesia. Pengunjung juga dapat naik ke lantai IV museum untuk menikmati pemandangan Taman Mini Indonesia Indah dari ketinggian.