Panduan Tips Pergi Liburan Ke Nias

Rate this post

Nias (bahasa Nias Tano Niha) adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, Indonesia. Pulau ini dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini merupakan obyek wisata penting seperti selancar (surfing), rumah tradisional, penyelaman, fahombo (lompat batu). Pulau dengan luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk 700.000 jiwa.

Agama mayoritas daerah ini adalah Kristen Protestan. Nias saat ini telah dimekarkan menjadi empat kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Utara, dan Kota Gunungsitoli.

Wilayah Utama Nias

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Nias

  • Kota Gunungsitoli adalah salah satu kota di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008, sebagai salah satu hasil pemekaran dari Kabupaten Nias. Gunungsitoli merupakan kota tertua dan terbesar yang ada di Kepulauan Nias. Setelah ditingkatkan statusnya dari kecamatan menjadi kota otonom, popularitas kota yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 47 Tahun 2008 ini semakin melejit. Tak hanya pada tataran lokal atau regional. Bahkan, di tingkat internasional, Kota Gunungsitoli banyak menjadi bahasan diskusi
  • Kabupaten Nias Utara; ini juga merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia yang juga diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008.
  • Kabupaten Nias Barat; begitupun dengan yang satu ini, juga diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008.
  • Kabupaten Nias Selatan; adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang terletak di pulau Nias. Penduduknya berjumlah 275.422 jiwa (Januari 2005). Nias Selatan sebelumnya adalah bagian dari Kabupaten Nias. Status otonom diperoleh pada 25 Februari 2003 dan diresmikan pada 28 Juli 2003. Kabupaten ini terdiri dari 104 gugusan pulau besar dan kecil. Letak pulau- pulau itu memanjang sejajar Pulau Sumatera. Panjang pulau-pulau itu lebih kurang 60 kilometer, lebar 40 kilometer. Dari seluruh gugusan pulau itu, ada empat pulau besar, yakni Pulau Tanah Bala (39,67 km²), Pulau Tanah Masa (32,16 km²), Pulau Tello (18 km²), dan Pulau Pini (24,36 km²). Tidak seluruh pulau berpenghuni. Masyarakat Nias Selatan tersebar di 21 pulau dalam delapan kecamatan.
  • Kabupaten Nias adalah salah satu kabupaten di Sumatera Utara yang terletak di pulau Nias. Ibukotanya Gunung Sitoli dapat ditempuh dengan perjalanan laut dari Sibolga selama 10 jam, atau dengan perjalanan udara dari Medan selama 1 jam menggunakan pesawat Lion Air/Wings Air, SMAC (Fokker F-50), Merpati (CN 235),dan Riau airlines.dengan bandara udara Binaka.

Sejarah Nias

Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka “Ono Niha” (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai “Tanö Niha” (Tanö = tanah).

Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian.

Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Nias

Kasta: Suku Nias mengenal sistem kasta(12 tingkatan Kasta). Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah “Balugu. Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari.

Penelitian Arkeologi telah dilakukan di Pulau Nias sejak tahun 1999, Penelitian ini menemukan bahwa sudah ada manusia di Pulau Nias sejak 12.000 tahun silam yang bermigrasi dari daratan Asia ke Pulau Nias pada masa paleolitik, bahkan ada indikasi sejak 30.000 tahun.

Pada masa itu hanya budaya Hoabinh, Vietnam yang sama dengan budaya yang ada di Pulau Nias, sehingga diduga kalau asal usul Suku Nias berasal dari daratan Asia di sebuah daerah yang kini menjadi negara yang disebut Vietnam.

Penelitian genetika terbaru menemukan, masyarakat Nias, Sumatera Utara, berasal dari rumpun bangsa Austronesia. Nenek moyang orang Nias diperkirakan datang dari Taiwan melalui jalur Filipina 4.000-5.000 tahun lalu.

 

Mannis van Oven, mahasiswa doktoral dari Department of Forensic Molecular Biology, Erasmus MC-University Medical Center Rotterdam, memaparkan hasil temuannya di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman). Dalam penelitian yang telah berlangsung sekitar 10 tahun ini, Oven dan anggota timnya meneliti 440 contoh darah warga di 11 desa di Pulau Nias.

”Dari semua populasi yang kami teliti, kromosom-Y dan mitokondria-DNA orang Nias sangat mirip dengan masyarakat Taiwan dan Filipina,” katanya.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Nias

Kromosom-Y adalah pembawa sifat laki-laki. Manusia laki-laki mempunyai kromosom XY, sedangkan perempuan XX. Mitokondria-DNA (mtDNA) diwariskan dari kromosom ibu.

Penelitian ini juga menemukan, dalam genetika orang Nias saat ini tidak ada lagi jejak dari masyarakat Nias kuno yang sisa peninggalannya ditemukan di Goa Togi Ndrawa, Nias Tengah. Penelitian arkeologi terhadap alat-alat batu yang ditemukan menunjukkan, manusia yang menempati goa tersebut berasal dari masa 12.000 tahun lalu.

”Keragaman genetika masyarakat Nias sangat rendah dibandingkan dengan populasi masyarakat lain, khususnya dari kromosom-Y. Hal ini mengindikasikan pernah terjadinya bottleneck (kemacetan) populasi dalam sejarah masa lalu Nias,” katanya.

Studi ini juga menemukan, masyarakat Nias tidak memiliki kaitan genetik dengan masyarakat di Kepulauan Andaman-Nikobar di Samudra Hindia yang secara geografis bertetangga.

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Nias

Menanggapi temuan itu, arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Sony Wibisono mengatakan, teori tentang asal usul masyarakat Nusantara dari Taiwan sebenarnya sudah lama disampaikan, misalnya oleh Peter Bellwood (2000). Teori Bellwood didasarkan pada kesamaan bentuk gerabah.

”Masalahnya, apakah migrasi itu bersifat searah dari Taiwan ke Nusantara, termasuk ke Nias, atau sebaliknya juga terjadi?” katanya. Sony mempertanyakan bagaimana migrasi Austronesia dari Taiwan ke Nias itu terjadi.

Herawati Sudoyo, Deputi Direktur Lembaga Eijkman yang juga menjadi pembicara, mengatakan, migrasi Austronesia ke Nusantara masih menjadi teka-teki.

”Logikanya, dari Filipina mereka ke Kalimantan dan Sulawesi. Tetapi, sampai saat ini data genetika dari Kalimantan dan Sulawesi masih minim. Masih ada missing link,” katanya.

Di Kalimantan, menurut Hera, yang diteliti genetikanya baru etnis Banjar. Hasilnya menunjukkan, mereka masyarakat Melayu. Di Sulawesi yang diteliti baru Sulawesi Selatan. ”Masih banyak studi yang harus dilakukan,” katanya.

Cara Pergi ke Nias

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Nias

Pergi ke Nias Naik Pesawat

Ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Gunung Sitoli dengan harga penerbangan sekitar Rp 1.000.000 untuk sekali berangkat. Maskapai yang melayani rute ini adalah Lion Air. Bisa juga terbang dari Medan (KNO) ke Gunung Sitoli (GNS) dengan harga tiket sekitar Rp 500.000.

Jika berangkat dari Jakarta sebaiknya mengambil penerbangan pagi menuju medan sehingga siangnya bisa melanjutkan perjalanan dari medan menuju Gunung Sitolli. Sisakan Waktu tiga hingga empat jam untuk menghindari delay dan mengurusi bagasi.

Pergi ke Nias Jalur darat:

Untuk berhemat lebih baik terbang ke Medan, setelah itu melanjutkan perjalanan lewat darat dengan menggunakan bus. Setiap harinya ada bus yang melayani rute Medan ke Sibolga oleh PT Makmur dan PO Bintang Utara.

Pergi ke Nias Naik Kapal Laut:

Dengan menggunakan kapal ferry dari Sibolga juga bisa ke Nias dengan durasi penyebrangan sekitar 11 jam.

Transportasi di Nias

Transportasi yang ada di Pulau Nias hanya mobil omprengan dan juga angkutan umum.

Hotel di Nias

Ada beberapa hotel yang bisa dijadikan referensi jika anda sedang berada di Nias. Salah satunya adalah Home @ Nias di Jl. Sorake no.62, Nias Selatan. Berikutnya Soliga Resort Hotel beralamat di Jl. Diponegoro km 4. Hotel Gomo beralamat di Jl. Gomo no. 148-150.

Iklim di Nias

Keadaan iklim Kabupaten Nias dipengaruhi oleh Samudera Hindia. Suhu udara dalam satu tahun rata-rata 25,9 ° C per bulan dengan rata-rata minimum 21,2° C dan rata-rata maksimum 30,3 ° C. Kecepatan angin rata-rata dalam satu tahun sebesar 5,6 knot/jam dan bisa mencapai rata-rata kecepatan maksimum sebesar 19,8 knot/jam dengan arah angin terbanyak berasal dari arah utara.

Kondisi seperti ini disamping curah hujan yang tinggi mengakibatkan sering terjadinya badai besar. Musim badai laut setiap tahun biasanya terjadi antara bulan September, tetapi kadang-kadang terjadi juga pada bulan Agustus dan cuaca bisa berubah secara mendadak.

Bahasa Daerah di Nias

Bahasa Nias, atau Li Niha dalam bahasa aslinya, adalah bahasa yang dipergunakan oleh penduduk di Pulau Nias. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa di dunia yang masih belum diketahui persis dari mana asalnya.

Bahasa Nias merupakan salah satu bahasa dunia yang masih bertahan hingga sekarang dengan jumlah pemakai aktif sekitar setengah juta orang.

Bahasa ini dapat dikategorikan sebagai bahasa yang unik karena merupakan salah satu bahasa di dunia yang setiap akhiran katanya berakhiran huruf vokal.Bahasa Nias mengenal enam huruf vokal, yaitu a,e,i,u,o dan ditambah dengan ö (dibaca dengan “e” seperti dalam penyebutan “enam”).

Tempat Wisata di Nias

Panduan Tips Pergi Liburan Ke Nias

  • Museum Pusaka Nias
  • Pantai Sorake
  • Pantai Lagundri
  • Lompat Batu Nias
  • Pantai Lawomaru
  • Pantai Charlita
  • Pantai Foa
  • Muara Indah

Mal di Nias

Untuk saat ini belum terdapat mall yang berlokasi di Nias

Museum di Nias

  • Museum Pusaka Nias

Rekomendasi Tempat Makan di Nias

  • Café Uno, terletak di pusat Kota Gunungsitoli, tepatnya di Jl. Ahmad Yani
  • Rumah Makan Nasional dengan alamat di Jl. Sirao No. 87
  • Rumah Makan Saiyo, Jl. Sirao No. 45.
  • Pondok Malta, Jl. Yos Sudarso km 7.
  • Miga Beach Restoran, Jl. Diponegoro Desa Miga
  • Mie Mekar, Jl. Jend Sudirman No. 41
  • Babi Panggang Karo (BPK), Jl. Diponegoro No. 352.
  • Ayam Penyet Waroeng Fodo, Jl. Diponegoro.

Tips Wisata di Nias

  • Bawa persedia baju ganti yang cukup.
  • Berhubung transportasi yang jarang ditemui, maka perbekalan juga patut jadi perhatian.
  • Memepersiapkan diri melalui perbekalan informasi yang cukup perihal daerah Nias (info wisata, peta, dll)

Perlu Kamu Tahu di Nias

  • RSUD Lukas Hilisimaetano, alamat di Kabupaten Nias Selatan.
  • Rumah Sakit Umum Stella Maris, Jl. Mgr. Albertus Soegijapranata Bintang Laut Telukdalam

Leave a Reply