PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

12 Referensi Makanan Khas Daerah Yogyakarta Yang Sangat Lezat Ini Paling Terkenal dan Wajib Dicoba

Blog

Sebagai salah satu tempat wisata mendunia, Yogyakarta mempunyai segudang potensi pariwisata yang bagus untuk di explore. Salah satunya adalah keanekaragaman kuliner yang dimiliki oleh kota ini. Yogyakarta dikenal sebagai kota gudeg, salah satu makanan tradisional suku Jawa yang terbuat dari nangka muda dan dimasak bersama santan kental. Gudeg memiliki warna yang agak kecoklatan karena dimasak dengan daun jati. Kuliner ini selalu menjadi sajian favorit masyarakat Jogja baik pagi, siang, maupun malam hari. Salah satu tempat yang terkenal untuk menikmati gudeg adalah gudeg pawon di Jln.Profesor Dr. Soepomo SH No.36, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Angkringan ini buka hanya 2 jam yakni mulai pukul 22.00-24.00 dan selalu antri pengunjung. Selain karena enak, harganya juga murah hanya Rp.12.000-Rp.30.000/porsinya.

Selain gudeg, ada juga makanan khas Jogja lainnya yang patut dicoba, yaitu bakpia. Bakpia adalah cemilan ringan awet dan tahan lama yang terbuat dari tepung, kacang hijau, dan gula. Untuk membuatnya, bahan-bahan tersebut diadon, dibentuk, dan dipanggang. Bakpia sangat mudah ditemukan di sekitar Jln.Mataram dekat Malioboro atau di pasar Pathok dengan harga sekitar Rp.30.000-Rp.40.000/kotaknya.

Selanjutnya, ada juga yangko, jajanan tradisional berbentuk unik dan berwarna-warni yang terbuat dari tepung ketan. Tempat terbaik untuk menemukan yangko adalah toko Pak Prapto di Jln.Pramuka kawasan kotagede No.82, Yogya dengan harga sekitar Rp.8.000-Rp.10.000/kotaknya.

Tak kalah lezatnya, ada juga geplak, makanan tradisional berbahan dasar tepung beras atau ketan, gula, dan kelapa. Geplak sangat nikmat disantap jika dalam keadaan hangat. Untuk mendapatkannya, kita bisa datang ke toko Geplak Jago di Jln.Wachid Hasyim No.28, Bantul dengan harga sekitar Rp.16.000/kg.

BACA JUGA :  Inilah 8 Tempat yang Harus Dikunjungi Ketika Berlibur di Taman Impian Jaya Ancol Jakarta

Selanjutnya, ada sate klathak, salah satu penganan enak dan patut dicoba oleh wisatawan. Potongan daging kambing pada sate klathak ditusuk menggunakan jeruji dan bumbunya diberi siraman kuah gulai. Sate klathak Pak Bari di Pasar Jejeran Wonokromo, jln.Imogiri Timur, Pleret, Bantul adalah tempat paling recommended untuk menikmati makanan cepat saji ini. Di sini, seporsi sate klathak dibanderol sekitar Rp.20.000 termasuk nasi, kuah gulai, dan minuman.

Selain itu, ada juga sego abang jirak, makanan tradisional asli Gunung Kidul yang terdiri dari nasi merah dan sayur lombok ijo dengan kuah santan kental. Kuliner enak ini bisa ditemui di warung makan lesehan Pari Gogo di Jln.Raya Wonosari-Semanu, sisi barat jembatan Jirak dengan harga sekitar Rp.20.000-Rp.40.000 saja.

Selanjutnya, ada brem, makanan ringan berbahan dasar sari ketan hitam hasil dari fermentasi yang kemudian dimasak dan dikeringkan. Brem bisa ditemukan di pusat oleh-oleh di sekitar jalan Mataram atau di toko online dengan harga sekitar Rp.21.000-Rp.24.000/kotaknya.

Tak kalah menariknya, ada juga geblek, salah satu penganan enak mirip cireng namun dengan ukuran dan bentuk sedikit berbeda. Geblek asal Kulonprogo memiliki citarasa asli dari aci yang digoreng dan dibentuk menyerupai angka delapan. Tempat terbaik untuk menikmati geblek adalah Geblek Sali di Barat Masjid Pasar Bandungan, Wates, Kulonprogo dengan harga sekitar Rp.5.000 saja.

Selanjutnya, ada walang, makanan khas Jogja yang terbuat dari belalang yang dipercaya memiliki kandungan protein tinggi. Walang goreng dapat ditemui di sepanjang jalan menuju Gunung Kidul dengan harga sekitar 20-30 ribu rupiah.

Selain itu, ada juga kipo, jajanan tradisional berasal dari Kotagede yang keberadaannya sudah semakin langka dan sulit untuk ditemukan. Kipo adalah kue tradisional yang terbuat dari tepung beras dan hanya disajikan sebagai hidangan untuk raja-raja pada saat kerajaan Mataram kuno. Kipo bisa dinikmati di Warung Ibu Djito di jalan Mondorakan No.27, Kotagede dengan harga hanya 2 ribu rupiah per 3 buahnya.

Selanjutnya, ada glendhoh, makanan khas Keraton Yogyakarta dengan bahan dasarnya terbuat dari daging burung dara muda utuh. Glendhoh memiliki proses pembuatan yang cukup unik, dimana semua isi perut dikeluarkan lalu diisi daging cincang yang sudah diberi racikan bumbu khusus kemudian perutnya dijahit agar utuh kembali dan setelah itu dibungkus daun upik untuk selanjutnya dikukus menggunakan langseng. Glendhoh biasanya hanya dapat ditemui di Keraton Yogyakarta dan tidak tersedia di warung manapun di Jogja.

Terakhir, ada nasi kucing, sejenis penganan dengan porsi sedikit yang terdiri dari sambal, ikan, dan tempe yang dibungkus menggunakan daun pisang. Nasi kucing banyak ditemui di sekitar kampus UGM kabupaten Sleman dengan harga hanya Rp.1.000 saja.

Tidak hanya makanan-makanan di atas, Jogja juga memiliki kuliner lain yang patut dicoba, seperti sate kelinci Kaliurang. Jogja memang terkenal dengan keanekaragaman kuliner yang dimilikinya. Jadi, bagi Anda yang berkunjung ke Jogja, jangan lupa mencoba makanan-makanan khas Jogja yang enak dan lezat ini.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *