10 Makanan Khas Yang Wajib Ada Saat Imlek, Kamu Sudah Tau?
Kue Keranjang
Kue Keranjang atau Nian Gao merupakan makanan khas Imlek yang tidak boleh terlewatkan. Kue ini terbuat dari tepung ketan dan gula merah yang dibentuk bulat. Filosofi di balik kue keranjang ini adalah harapan agar seluruh keluarga bisa selalu bersatu.
Ketika penyajiannya, kue keranjang biasanya disusun secara menumpuk, yang melambangkan kemakmuran bagi setiap anggota keluarga. Saat perayaan Imlek tiba, kue keranjang ini banyak dijual di berbagai tempat, sehingga mudah untuk mendapatkannya.
Yu Sheng
Yu Sheng adalah makanan khas Imlek dari Singapura yang berupa salad yang terdiri dari berbagai macam sayuran seperti lobak, wortel, dan potongan ikan tuna atau salmon segar. Salad ini direndam dalam campuran minyak goreng, minyak wijen, merica, dan saus buah plum. Tradisi unik yang terkait dengan Yu Sheng ini adalah Lo Hei, di mana seluruh anggota keluarga duduk bersama-sama di meja dan mengaduk Yu Sheng sambil saling mengucapkan selamat tahun baru Imlek.
Tradisi ini memiliki makna bahwa semakin tinggi Yu Sheng diangkat, semakin baik harapan dan peruntungan keluarga tersebut. Yu Sheng juga melambangkan harapan akan terkabulnya keinginan dan keberuntungan yang semakin membaik.
Bebek
Dalam perayaan Tahun Baru Cina, masyarakat Hong Kong biasanya memasak bebek secara utuh. Hal ini melambangkan harapan agar setiap anggota keluarga selalu bersama dan bahagia. Bebek juga menjadi simbol ketaatan dan kesetiaan. Menurut tradisi Tiongkok, bebek diibaratkan memiliki sifat serakah, sehingga dengan memakan daging bebek, mereka berharap terhindar dari sifat serakah tersebut.
Kok Chai
Di Malaysia, hidangan wajib saat perayaan Tahun Baru Cina adalah Kok Chai. Kok Chai adalah pastel mini yang diisi dengan selai kacang. Hidangan ini melambangkan kekayaan dan kemakmuran yang berlimpah. Rasanya manis, renyah, dan sangat digemari oleh semua kalangan. Bahan dasar pembuatan Kok Chai cukup sederhana, yaitu kacang, telur, wijen, gula, dan butter. Keluarga Tionghoa di Malaysia sering menggunakan Kok Chai sebagai hantaran atau hadiah saat perayaan Imlek.
Ikan Bandeng
Ikan Bandeng merupakan hidangan khas Imlek yang wajib dihidangkan di atas meja makan oleh masyarakat Tiongkok di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Jakarta. Ikan Bandeng dipercaya sebagai lambang untuk memulai tahun baru dengan berlimpah keuntungan dan untuk terhindar dari hal-hal buruk.
Pada awalnya, ikan Bandeng dijadikan hidangan khas Imlek karena pada zaman dahulu, Tiongkok memiliki kondisi geografis yang minim akan populasi ikan. Jika ada ikan, harganya juga sangat mahal sehingga hanya orang kaya yang bisa menyantapnya. Oleh karena itu, ikan Bandeng yang disajikan pada saat perayaan Imlek harus utuh dari kepala hingga ekor, melambangkan kelancaran dan keberuntungan dalam setiap usaha.
Siu Mie
Menurut masyarakat Tiongkok, mie adalah simbol panjang umur. Siu Mie yang sering disajikan saat Chinese New Year memiliki tekstur kenyal, rasa gurih, dan panjang yang tidak biasa. Mie ini melambangkan umur panjang, rezeki berlimpah, dan kebahagiaan yang selalu dipenuhi.
Siu Mie biasanya disajikan sebagai santap malam menjelang pergantian tahun. Menyantapnya memiliki cara yang unik, di mana mie ini dimakan utuh tanpa digigit menggunakan sumpit. Jika mie terputus saat dimakan, hal ini dianggap sebagai pertanda ada hal yang tidak baik.
Manisan
Pada saat perayaan Tahun Baru Cina, berbagai jenis manisan dan permen akan selalu dihidangkan dalam satu wadah bundar yang terbagi menjadi delapan sisi. Angka delapan melambangkan keberuntungan dalam kepercayaan masyarakat Tiongkok. Setiap jenis manisan memiliki arti masing-masing. Salah satu contohnya adalah buah leci yang melambangkan ikatan keluarga yang kuat.
Manisan sisi delapan ini dikenal juga dengan nama “tray of togetherness” atau “prosperity box”. Setiap jenis manisan melambangkan berbagai harapan dan keinginan yang ingin dicapai pada tahun baru.
Jiao Zi
Jiao Zi merupakan hidangan khas Imlek yang memiliki kemiripan dengan siomay. Namun, Jiao Zi memiliki rasa yang berbeda dan makna yang berarti. Jiao Zi biasanya disajikan saat Chinese New Year dan dikenal juga dengan nama Yuanbao, yang merupakan mata uang Tiongkok pada masa lampau. Hidangan ini melambangkan harapan agar rezeki selalu berlimpah dan berhasil.
Kuaci
Kuaci bukan hanya menjadi camilan yang pas untuk dinikmati bersama keluarga, tetapi juga melambangkan kesuburan agar segera mendapatkan keturunan. Meskipun makna ini terkadang terdengar tidak masuk akal, tetapi masyarakat Tiongkok percaya bahwa kuaci ini dapat menjadi harapan agar doa di tahun baru semakin baik dan penuh rezeki.
Jeruk Mandarin
Dalam bahasa Mandarin, jeruk disebut “chi zie”, yang berarti buah pembawa rezeki. Jeruk Mandarin menjadi hidangan wajib saat perayaan Chinese New Year karena melambangkan kekayaan berlimpah dan kemakmuran. Warna kuning keemasan jeruk Mandarin juga menambah keindahan dan daya tarik hidangan ini.
Selain makanan, berbagai macam minuman juga akan dihidangkan saat perayaan Tahun Baru Cina, seperti jus plum, teh bunga krisan, dan baiju. Semua makanan dan minuman ini memiliki makna dan filosofi tersendiri bagi masyarakat Tionghoa dalam menyambut tahun baru.