Panduan Tips Pergi Liburan Ke Kendari

Kendari merupakan kota terbesar di Pulau Sulawesi sekaligus ibukota dan pintu gerbang untuk memulai petualangan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kota ini memiliki populasi terbesar keempat di Sulawesi menyusul Makassar Manado dan Palu. Penduduk aslinya adalah Tolaki, Morunene, Buton, Mudan dan Bajo.

Berbagai atraksi menarik ditawarkan oleh kota ini, baik di sepanjang laut maupun daratannya, salah satunya Teluk Kendari yang dihuni oleh 100.000 orang. Mayoritas wilayah Kendari ditumbuhi hutan alam, di mana terdapat perkebunan luas dengan kayu jati dan ulin, hasil yang diproduksi perajin terampil yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Acara seremonial meriah di jalan sekitar Kendari kerap ditemukan. Acaranya unik karena ditutup oleh tarian lokal, yaitu tari lulo yang dilakukan oleh pria dan wanita. Semua orang yang datang diajak menari sebagai simbol perpisahan yang harmonis. Bagi yang hobi berpetualang dan ekowisata, Sulawesi Tenggara sangat ideal untuk dikunjungi, banyak tempat snorkeling dan menyelam di Kendari dan juga indahnya alam bawah laut Wakatobi.

Wilayah Utama Kendari

Dengan luas wilayah 295,89 km2, Kota Kendari terbagi dalam beberapa wilayah, diantaranya:

  • Kecamatan Abeli
  • Kecamatan Baruga
  • Kecamatan Poasia
  • Kecamatan Puuwatu
  • Kecamatan Mandoga
  • Kecamatan Kambu
  • Kecamatan Kendari Barat
  • Kecamatan Kendari
  • Kecamatan Wua-wua
  • Kecamatan Kadia

Sejarah Kendari

Terbentuknya Kota Kendari diawali dengan terbukanya Teluk Kendari menjadi pelabuhan bagi para pedagang, khususnya dari Bajo dan Bugis yang datang untuk berdagang dan bermukim. Awal abad ke-19 sampai kunjungan Vosmaer (seorang Belanda) pada 1831, Kendari merupakan tempat penimbunan barang (pelabuhan transito). Barang-barang tersebut dikirim ke Makassar atau kawasan barat Nusantara sampai ke Singapura.

Kendari merupakan ibukota Kewedanan dan ibukota Onder Afdeling Laiwoi pada masa Kolonial Belanda. Kota ini terus berkembang sebagai daerah pemukiman, pusat perdagangan dan pelabuhan laut antar pulau. Mengacu pada informasi tersebut, Kota Kendari telah ada pada awal ke-19 dan secara resmi menjadi ibukota Kerajaan Laiwoi pada tahun 1832 ditandai dengan kepindahan istana kerajaan Laiwoi di sekitar Teluk Kendari.

Cara ke Kendari

  • Pesawat

Kota Kendari dapat dicapai dengan penerbangan dari Jakarta, Makassar dan Surabaya yang mendarat di Bandara Haluoleo, dulu namanya Bandara Robert Wolter Mongonsidi. Maskapai yang beroperasi adalah Garuda Indonesia dan Lion Air. Sementara maskapai Wings Air melayani tujuan dari dan ke Wakatobi dan Susi Air melayani rute dari dan ke Kolaka dan Watampone.

  • Kapal

Jalur laut dapat dilakukan menggunakan kapal dari beberapa daerah menuju Pelabuhan Kota Kendari. Pelabuhan ini melayani kapal penumpang dan bongkar muat barang. Namun, sejak tahun 2005 kapal yang masuk dan penumpang yang turun di pelabuhan ini menurun.

Transportasi di Kendari

  • Taksi

Umumnya, taksi dapat ditemukan di Bandara Haluoleo jadi Anda tidak akan kesulitan mencapai Kota Kendari. Jarak tempuh dari bandara ke Kota Kendari sekitar 25 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 sampai 40 menit. Taksi ini menggunakan argometer, sehingga tarifnya tergantung tujuan akhir Anda, tetapi biasanya berkisar Rp100.000.

  • Travel

Transportasi ini menjadi alternatif lain saat tiba di Bandara Haluoleo. Kendaraan travel ini berbentuk minibus dan cocok bagi Anda yang pergi bersama keluarga atau teman dan membawa banak barang. Tarif Bandara Haluoleo-Kendari biasanya Rp60.000 hingga Rp80.000 per orang berdasarkan tawar menawar.

Hotel di Kendari

  • Swiss-Belhotel Kendari
  • Athaya Hotel
  • Grand S.O. Hotel
  • Horison Hotel Kendari
  • Plaza Inn
  • Wixel Hotel by Amazing Kendari
  • Wonua Monapa Hotel Resort
  • Zahra Syariah Hotel Kendari
  • Aden Hotel
  • Andalus Hotel
  • Benua Hotel
  • Dragon Inn Kendari
  • Estate Hotel
  • Imperial Hotel
  • Putrid Wisata Hotel
  • Srikandi Hotel
  • D’Blitz Hotel
  • City Hotel

Iklim di Kendari

Kota Kendari memiliki iklim tropis dengan dua musim, yakni musim kemarau dan penghujan. Suhu udara di kota ini dapat dipengaruhi berbagai macam, diantaranya perbedaan ketinggian dari permukaan laut, daerah pegunungan dan daerah pesisir.

Bahasa Daerah di Kendari

Warga Kendari mayoritas berbahasa Tolaki untuk melestarikan bahasa daerahnya. Namun, masyarakat di kota ini juga dapat berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia.

Objek Wisata di Kendari

  • Taman Kerang Raksasa Toli-Toli Labengki
  • Air Terjun Moramo
  • Pantai Batugong
  • Pantai Nambo
  • Taman Laut Pulau Hari
  • Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave)
  • Benteng Istana Buton
  • Taman Laut Wakatobi

Mal di Kendari

  • Lippo Plaza Kendari
  • Mal Mandonga
  • Rabam Mall
  • Matahari Mall

Museum di Kendari

  • Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara

Hiburan Malam di Kendari

  • XO Family Karaoke
  • Grand Union Resto, Family Karaoke & Lounge

Tempat Makan Rekomendasi Kuliner di Kendari

  • RM Medulu
  • RM Teluk Kendari
  • Warung Pangkep Sop Kikil
  • Restoran Aroma Senang
  • Restoran Jimbaran
  • Restoran Alamo
  • Coto Makassar, Jalan Sam Ratulangi
  • Pisang Epe di Kendari Beach dan Kafe Teluk Kendari
  • Sop Saudara
  • RM Wong Jowo
  • RM Bakso Senayan
  • RM Bakso Indonesia
  • Sari Laut Mas Djoko
  • Es Degan, Jalan Bay Pass Kendari

Tips Wisata di Kendari

  • Persiapan Alat Menyelam

Ingin menyaksikan pesona keindahan surganya terumbu karang, ikan-ikan dan penyu? Siapkan diri dan peralatan untuk menyelam atau snorkeling di Wakatobi yang indah.

  • Hubungi Agen Wisata Terpercaya

Hal ini penting dilakukan jika Anda ingin berwisata ke berbagai tempat. Selain menawarkan aneka paket wisata, agen wisata atau travel tersebut akan membantu Anda selama perjalanan wisata termasuk terkait kenyamanan. Jadi, carilah agen wisata terpercaya bagi liburan Anda.

Perlu Kamu Tahu di Kendari

Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sulawesi Tenggara

Jalan Tebau Nungu, Kendari

Email : [email protected]

 

 

Leave a Reply