PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Museum Negeri Balaputra Dewa

Blog

Seputar Lokasi

Museum Negeri Balaputra Dewa terletak di Jl. Srijaya No.I, RW.5, Srijaya, Kec. Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30139. Museum ini memiliki tiga ruang pamer utama yang menampilkan ribuan koleksi benda tradisional, batu-batuan ukir, arca, dan lain-lain.

Sebagai salah satu museum di Palembang, tempat ini memiliki peran penting sebagai penjaga sejarah dan budaya Palembang. Sayangnya, tidak banyak pengunjung yang datang ke museum ini meskipun fasilitas yang disediakan sudah memadai dan bersih. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami betapa pentingnya mengenal kesejarahan.

Museum Negeri Balaputra Dewa adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi sebagai tempat rekreasi sekaligus untuk memperluas pengetahuan sejarah tentang Palembang. Dalam museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi peninggalan sejarah khususnya pada era Kerajaan Sriwijaya. Koleksi tersebut mencakup berbagai benda dari masa pra sejarah, masa Kerajaan Sriwijaya, dan masa perang mempertahankan kemerdekaan.

Koleksi masa pra sejarah di Museum Negeri Balaputra Dewa termasuk kapak lonjong, arca megalitik, kapak genggam, tengkorak homo erectus, beliung persegi, dan masih banyak lagi. Saat masuk ke ruang pamer ini, pengunjung akan merasakan suasana prasejarah dengan dinding-dinding yang dihiasi lukisan kegiatan pada masa itu. Di ruangan ini juga terdapat replika gua Putrid, situs ditemukannya fosil manusia purba dengan jumlah terbanyak dan terlengkap di Indonesia.

Ruang pamer kedua menampilkan peninggalan dari masa Kerajaan Sriwijaya hingga peninggalan dari Kerajaan Palembang Darussalam. Di ruangan ini, pengunjung dapat melihat arca- arca masa Kerajaan Sriwijaya dan peninggalan penting dari kerajaan tersebut. Salah satu yang menarik perhatian adalah replika prasasti Telaga Batu yang ditemukan pada tahun 1935, di atasnya terdapat 7 buah kepala ular.

BACA JUGA :  6 Daftar Pilihan Tempat Penyewaan Motor Harian dan Bulanan Murah di Daerah Padang

Selain itu, terdapat juga peninggalan dari masa Agama Hindu yang ditemukan di Bumi Ayu, seperti arca Awalokiteswara. Ada juga guci yang menceritakan tentang manusia yang terdiri dari empat unsur elemen, yaitu api, air, tanah, dan udara.

Koleksi ketiga adalah peninggalan dari masa perang mempertahankan kemerdekaan, khususnya dari masa kolonial Belanda. Koleksi ini termasuk uang koin, radio, piringan hitam, pistol, pedang, meriam, pakaian, dan masih banyak lagi.

Di bagian belakang museum, terdapat rumah adat Palembang yang disebut rumah Limas. Rumah Limas ini mirip dengan gambar yang terdapat pada uang pecahan Rp.10.000,-. Selain rumah Limas, ada juga rumah Bergajah, yaitu tempat orang-orang terhormat. Di samping itu, terdapat rumah Hulu atau rumah anti gempa. Rumah Hulu ini memiliki keunikan karena tiang rumahnya tidak ditanam, melainkan hanya menggunakan batu sebagai penyangganya. Rumah ini juga memiliki dinding yang bisa dibuka dan tidak memiliki jendela. Rumah seperti ini banyak ditemui di daerah Asam Kelat.

Selain itu, terdapat juga ruang khusus yang berisi tentang pertukaran budaya antara Kesultanan Malaka dan Palembang. Ruang pamer ini didedikasikan untuk masyarakat Palembang karena adanya ikatan batin antara masyarakat Malaka dan Palembang. Cerita singkatnya, pada saat Kerajaan Sriwijaya diambil alih oleh Kerajaan Majapahit, Prameswara melarikan diri ke semenanjung Malaka dan menikah dengan penduduk setempat. Kemudian, ia masuk Islam dan berganti nama menjadi Iskandar Syah. Ia kemudian mendirikan kerajaan di tanah Malaka yang disebut Kesultanan Malaka.

Cara Menuju Lokasi

Untuk menuju ke Museum Negeri Balaputra Dewa, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan. Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat melewati jalan Jenderal Sudirman menuju km 5. Setelah itu, Anda akan menemui petunjuk arah menuju Museum, yaitu belok menuju jalan Srijaya I. Sekitar 500 meter dari belokan tersebut, Anda akan menemukan gedung Museum di sisi kanan jalan.

BACA JUGA :  Sheraton Hotel Jogja, Akomodasi Mewah dan Berkelas Bintang 5 Yang Terjangkau Mulai Rp680.000

Apabila Anda ingin menggunakan angkutan umum, Anda dapat naik angkutan berwarna merah jurusan km 5 dari kawasan Ampera. Setelah sampai di pertigaan jalan Srijaya, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau naik ojek. Selain itu, Anda juga dapat mencoba naik bus trans musi dan bus kota untuk menuju lokasi museum.

Museum Negeri Balaputra Dewa buka dari hari Selasa hingga Minggu pukul 08.00 – 16.00 WIB. Namun, museum ini akan tutup pada hari Senin. Biaya masuknya juga sangat terjangkau, yaitu sebesar Rp. 2.000 per Orang.

Keamanan dan Kenyamanan

Setiap wisatawan diperbolehkan membawa kamera ke dalam museum, namun penting untuk tetap menjaga ketertiban selama mengambil gambar demi kenyamanan bersama. Selain itu, setiap pengunjung diwajibkan menjaga kebersihan selama berada di dalam museum. Oleh karena itu, sebaiknya tidak membawa makanan dan minuman masuk ke dalam museum.

Jika Anda membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk bertanya atau meminta panduan dari tour guide museum agar mendapatkan informasi yang akurat. Selain itu, disarankan untuk menghindari berkunjung pada hari Sabtu dan Minggu karena gedung auditorium sering digunakan sebagai tempat penyelenggaraan acara.

Dengan mengunjungi Museum Negeri Balaputra Dewa, Anda akan dapat memperluas pengetahuan tentang sejarah dan budaya Palembang. Museum ini menyajikan berbagai koleksi yang unik dan menarik dari berbagai periode sejarah. Dengan demikian, kunjungan ke museum ini tidak hanya akan memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga akan meningkatkan apresiasi kita terhadap warisan budaya dan sejarah yang ada di Indonesia.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *