PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

10 Gambar Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2 II Palembang, Sejarah, Lokasi + Peninggalan

Blog

Lokasi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin No. 2, Desa 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Lokasinya yang strategis berada di tepian Sungai Musi membuat museum ini mudah dijangkau oleh wisatawan. Selain itu, museum ini juga dekat dengan Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak, sehingga pengunjung dapat mengunjungi beberapa objek wisata sekaligus.

Sejarah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki sejarah yang panjang. Dahulu, museum ini merupakan istana Kesultanan Palembang Darussalam yang dikenal dengan sebutan Keraton Kuto Kecik atau Keraton Kuto Lamo. Istana ini didirikan pada masa pemerintahan Sultah Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo atau SMB I.

Setelah masa kepemimpinannya berakhir pada tahun 1803, kekuasaan diserahkan kepada sang anak, Raden Hasan Pangeran Ratu yang bergelar Sultan Mahmud Badaruddin II. Beliau menjabat sebagai pemimpin selama dua periode, yakni tahun 1803-1813 dan 1818-1821.

Selama masa pemerintahannya, Sultan Mahmud Badaruddin II terlibat dalam beberapa perang melawan Inggris dan Belanda, salah satunya adalah Perang Menteng. Namun, pada tanggal 14 Juli 1821, saat Belanda berhasil menduduki Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II beserta keluarganya ditangkap dan diasingkan ke Ternate.

Pada tanggal 17 Oktober 1821, Benteng Kuto Lamo yang merupakan bekas istana Kesultanan Palembang Darussalam ini dibakar habis oleh Belanda sebagai balas dendam terhadap pembakaran Loji Aur Rive yang dilakukan oleh Sultan Mahmud Badaruddin II.

BACA JUGA :  10 Toko Bunga Dengan Kualitas Mumpuni di Pekalongan

Setelah itu, Belanda membangun gedung di bekas tapak benteng tersebut yang digunakan sebagai tempat tinggal komisaris kerajaan Belanda di Palembang. Bangunan ini dibuat dengan perpaduan gaya arsitektur Eropa dan Palembang.

Di tahun 1825, gedung tersebut dijadikan Komisariat Pemerintah Hindia Belanda untuk daerah Sumatra Bagian Selatan sekaligus kantor Residen Belanda. Pada masa penjajahan Jepang, gedung ini digunakan sebagai markas dan dikembalikan ke penduduk pribumi saat proklamasi 1945. Setelah itu, pengelolaan gedung ini beralih ke pemerintah Kota Palembang dan dijadikan museum.

Meskipun mengalami renovasi, bentuk asli bangunan museum ini tidak berubah. Renovasi hanya dilakukan pada bagian dalam gedung dengan penambahan sekat serta penutup beberapa pintu penghubung.

Peninggalan Sejarah Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki sekitar 669 buah koleksi benda-benda bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Koleksi ini diambil dari berbagai periode sejarah, mulai dari jaman pra-sejarah hingga masa kolonialisme Belanda.

Salah satu koleksi yang menarik adalah replika prasasti, seperti Talang Tuo, Boom Baru, Telaga Batu, dan Kedukan Bukit. Prasasti-prasasti ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Sriwijaya yang pernah berkuasa di wilayah Palembang.

Selain itu, terdapat pula koleksi koin-koin yang digunakan sebagai alat transaksi pada masa Kesultanan Palembang. Koin-koin ini bertuliskan Sultan Fi Balad Palembang dan terbuat dari perunggu dan timah. Beberapa koin tersebut memiliki lubang di bagian tengahnya.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II juga memiliki replika Rumah Limas, rumah adat Sumatera Selatan, serta replika Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I. Selain itu, terdapat juga berbagai jenis senjata dan perlengkapan pakaian yang dikenakan oleh wanita Palembang pada masa lampau.

BACA JUGA :  Sedekah Laut Cilacap, Simbol Ucapan Syukur di Pesisir Selatan Jawa. Ini 10 Potretnya

Kain-kain tradisional juga menjadi bagian dari koleksi museum ini. Di antaranya adalah kain songket, kain pelangi, dan kain semage. Kain-kain ini biasanya digunakan dalam ritual perkawinan, kematian, atau upacara adat lainnya. Beberapa kain tersebut berasal dari Kamboja dan Siam.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II juga memiliki diorama perahu-perahu khas Bumi Sriwijaya. Di antaranya adalah Perahu Bidar yang digunakan sebagai pengangkutan dalam gerak cepat, Perahu Model yang digunakan untuk menjajakan barang atau makanan di sepanjang Sungai Musi, dan Perahu Kajang atau Kayuagung yang digunakan oleh pedagang dalam perjalanan jauh.

Selain koleksi-koleksi tersebut, museum ini juga memiliki piring-piring keramik, cetakan besi untuk membuat kudapan tradisional, alat menenun, dan berbagai display lainnya yang menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat Palembang pada masa lampau.

Fasilitas dan Harga Tiket Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menyediakan fasilitas yang memadai bagi pengunjung. Pengunjung dapat melihat dengan jelas setiap koleksi yang dipajang di dalam museum karena penataan yang rapi dan terawat dengan baik. Selain itu, museum ini juga dilengkapi dengan ruang pameran yang luas dan nyaman.

Untuk masuk ke dalam museum ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket seharga Rp5.000,-. Harga tiket yang terjangkau ini membuat museum ini menjadi salah satu destinasi wisata yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II juga dapat dikunjungi setiap hari dari pukul 08.00 hingga 16.00. Jam buka yang cukup panjang ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengeksplorasi museum dengan lebih leluasa.

Pengunjung juga dapat mengabadikan momen di museum ini dengan membawa kamera. Berbagai objek dan koleksi bersejarah yang ada di dalam museum akan menjadi latar yang menarik untuk dijadikan potret atau gambar.

BACA JUGA :  Jalan Menuju Wisata Pantai Pailus Jepara dan Potret Keindahan di Sekitar Area

Kesimpulan

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan salah satu objek wisata sejarah yang menarik di Kota Palembang. Lokasinya yang strategis di tepian Sungai Musi membuat museum ini mudah dijangkau oleh wisatawan. Museum ini memiliki sejarah yang panjang sebagai bekas istana Kesultanan Palembang Darussalam.

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki koleksi benda-benda bersejarah yang menarik, mulai dari prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya hingga koin-koin Kesultanan Palembang. Selain itu, museum ini juga memiliki replika Rumah Limas, Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I, dan berbagai koleksi lainnya yang menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat Palembang pada masa lampau.

Dengan fasilitas yang memadai dan harga tiket yang terjangkau, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menjadi destinasi wisata yang cocok untuk dikunjungi oleh semua kalangan. Pengunjung dapat menambah wawasan sejarah dan budaya Palembang serta mengabadikan momen di dalam museum ini.

Jadi, jika Anda sedang berada di Palembang, jangan lewatkan untuk mengunjungi Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Anda akan mendapatkan pengalaman yang berharga dan pengetahuan yang lebih dalam tentang sejarah dan budaya Palembang.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *