Inilah Kondisi Terbaru Makam Sunan Drajat
Lokasi
Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
Kota Lamongan terkenal dengan soto ayamnya yang lezat dan menggugah selera. Namun, tidak hanya itu, kota ini juga memiliki sejarah yang kaya, terutama dalam penyebaran agama Islam. Salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah dan religius di Lamongan adalah Makam Sunan Drajat.
Makam Sunan Drajat terletak di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Lokasi makam ini berjarak sekitar 43,3 km dari stasiun Lamongan dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam 8 menit. Lokasi ini sudah terdaftar di peta online, sehingga tidak sulit bagi orang-orang yang berasal dari luar daerah ini untuk menemukan makam tersebut.
Namun, sebelum mengunjungi makam Sunan Drajat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan Anda membawa obat-obatan pribadi dan bekal yang cukup. Selain itu, pastikan juga kendaraan pribadi Anda dalam kondisi baik dan Anda dalam keadaan sehat. Hal ini penting agar perjalanan Anda berjalan lancar dan nyaman.
Rute Menuju Lokasi
Rute dari Stasiun Lamongan ke Makam Sunan Drajat
Jika Anda ingin mengunjungi Makam Sunan Drajat dari Stasiun Lamongan, berikut adalah rute yang dapat Anda tempuh:
1. Stasiun Lamongan – Sarirejo – Plosowahyu – Surabayan – Ngebet – Kendal – Glogok – Takerharjo – Tlogosandang – Banjarwati – Makam Sunan Drajat.
Rute perjalanan dari stasiun Lamongan menuju makam ini tergolong cukup jauh. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena akses jalan telah diaspal dan aman untuk dilalui. Selama perjalanan, Anda akan melewati hamparan sawah yang indah dan menyejukkan mata. Jika Anda kesulitan menemukan rute perjalanan, Anda dapat menggunakan aplikasi Google Maps untuk memudahkan navigasi.
Biografi Sunan Drajat
Wali dengan Bapak Sunan Bonang dan Kakak Sunan Bonang
Sunan Drajat adalah seorang wali yang memiliki hubungan keluarga dengan Sunan Bonang. Beliau adalah adik dari Sunan Bonang dan lahir dari keluarga muslim yang taat dalam beribadah dan gigih dalam berdakwah. Nama asli Sunan Drajat adalah Raden Qasim.
Sejak kecil, Raden Qasim sudah menunjukkan ketertarikannya dalam belajar agama di pesantren Ampeldenta. Pesantren ini didirikan oleh ayahnya, Sunan Ampel. Sunan Ampel sendiri merupakan seorang ulama terkemuka pada masanya dan Sunan Drajat mewarisi kecerdasan serta kemampuan menghafal Al-Qur’an dari ayahnya.
Tidak lama setelah itu, Sunan Ampel mengutus Sunan Drajat untuk berdakwah ke Tuban. Sunan Ampel ingin Sunan Drajat membangun pesantren dan berdakwah sendiri dalam menyebarluaskan agama Islam.
Dakwah Ke Masyarakat
Berdakwah dengan Teladan dan Contoh yang Baik
Sunan Drajat melakukan dakwah dengan memberikan contoh dan teladan yang baik bagi masyarakat sekitar. Beliau terjun langsung dalam masyarakat dan membaur dengan kebudayaan masyarakat. Salah satu kegiatan yang sering dilakukan oleh Sunan Drajat adalah mengingatkan waktu sholat kepada masyarakat.
Selain itu, setiap malam, beliau juga berkeliling di desa dan hutan untuk mengobati warga yang terkena gangguan jin di dalam tubuhnya. Sunan Drajat memiliki empat pesan utama yang beliau sampaikan kepada masyarakat, yaitu:
1. Paring teken marang kang kaluyon lan wuta (berikanlah tongkat kepada orang buta).
2. Paring sandang marang kang kawudan (berikanlah pakaian pada orang yang telanjang).
3. Paring pangan marang kang kaliren (berikanlah makanan pada orang yang kelaparan).
4. Paring paying kang kodanan (berikanlah payung kepada orang yang kehujanan).
Keempat pesan ini merupakan pesan-pesan kebaikan yang beliau ajarkan kepada masyarakat melalui bersedekah dan kebudayaan. Salah satu kebudayaan yang beliau ajarkan adalah melalui seni tembang yang diiringi dengan gendang.
Norma Berkunjung
Berpakaian Sopan dan Menghormati Pengunjung Lain
Ketika mengunjungi Makam Sunan Drajat, ada beberapa norma yang perlu diperhatikan. Pertama, berpakaianlah sopan. Sebagai tempat wisata religi, menjaga kesopanan dalam berpakaian merupakan bentuk rasa hormat terhadap tempat tersebut. Pakaian yang sopan, bersih, dan menutup aurat sangat dianjurkan. Pilihan yang tepat adalah menggunakan gamis atau busana muslim.
Selain itu, pengunjung juga diharapkan untuk menghormati orang yang sedang beribadah. Jaga ketenangan, kesopanan, dan hindari gangguan kepada pengunjung lain yang sedang beribadah di makam Sunan Drajat. Jika Anda membawa anak kecil, pastikan mereka tetap tenang agar pengunjung lain merasa nyaman.
Selain itu, saat mengambil foto, jangan sembarangan. Dokumentasikan momen Anda dengan bijak. Jika Anda ingin mengabadikan momen orang yang sedang beribadah atau ziarah, sebaiknya lakukan dari jarak yang jauh. Gunakan pengaturan zoom pada kamera dan matikan lampu flash saat mengambil foto.
Yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya. Tempat ibadah harus tetap suci, dan membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu bentuk kebersihan dan ketaatan kepada agama. Jika Anda tidak menemukan tempat sampah, bawa plastik kecil atau besar dari rumah untuk membuang sampah sementara.
Harga Tiket Masuk
Gratis, Hanya Ada Biaya Parkir
Makam Sunan Drajat buka 24 jam setiap hari. Bagi Anda yang berasal dari luar kota, tidak perlu khawatir tentang jam buka, karena Anda bebas datang kapan saja. Namun, disarankan untuk datang pada pagi hari atau malam hari, karena saat siang hari biasanya lebih ramai pengunjung.
Tiket masuk ke Makam Sunan Drajat adalah gratis alias Rp. 0. Namun, Anda akan dikenakan biaya parkir. Biaya parkir untuk sepeda motor adalah Rp. 2.000, sedangkan untuk mobil atau bis adalah Rp. 4.000. Jadi, Anda hanya perlu membayar biaya parkir sesuai dengan kendaraan yang Anda gunakan.
Fasilitas Makam
Tempat Parkir, Mushola, Kamar Mandi, Toko, dan Rest Area
Makam Sunan Drajat menyediakan fasilitas yang memadai dan lengkap untuk kenyamanan pengunjung. Beberapa fasilitas yang disediakan antara lain:
– Area parkir kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.
– Mushola untuk beribadah dan berdoa.
– Kamar mandi untuk keperluan pribadi.
– Toko untuk membeli oleh-oleh atau kebutuhan lainnya.
– Rest area untuk istirahat sejenak dan menikmati suasana sekitar.
Dengan adanya fasilitas ini, Anda dapat lebih nyaman saat mengunjungi Makam Sunan Drajat. Anda tidak perlu khawatir tentang kebutuhan sehari-hari atau kebersihan pribadi, karena fasilitas tersebut telah disediakan.
Rumah Makan Terdekat
Depot Restu, Depot Mekar Jaya 3, Rumah Makan Kemuning, dan Rumah Makan Palm Kendil Wesi
Jika Anda merasa lapar setelah mengunjungi Makam Sunan Drajat, Anda dapat mencari tempat makan terdekat. Beberapa rumah makan terdekat dengan makam ini antara lain:
1. Depot Restu
Lokasi: Jl. Raya No. 12 Paciran Lamongan
Jumlah kursi: 68
Menu Utama: Ayam Goreng
Hiburan: Dangdut Jawa Timur
2. Depot Mekar Jaya 3
Lokasi: Jl. Raya No. 17 Paciran Lamongan
Jumlah kursi: 92
Menu: Gule, Sate, dan Ikan Laut
Hiburan: Dangdut Jawa Timur
3. Rumah Makan Kemuning
Lokasi: Jl. Timur Sunan Drajat
Jumlah kursi: 38
Menu Utama: Ayam Goreng
Hiburan: Dangdut Jawa Timur
4. Rumah Makan Palm Kendil Wesi
Lokasi: Jl. Raya Paciran Lamongan
Jumlah kursi: 60
Menu Utama: Ayam Goreng
Hiburan: Dangdut Jawa Timur
Harga makanan di rumah makan terdekat Makam Sunan Drajat berkisar antara Rp. 12.000 hingga Rp. 40.000 per menu. Beberapa rumah makan juga menyediakan hiburan berupa musik dangdut untuk menambah suasana makan yang lebih meriah.
Selain itu, rumah makan di dekat makam Sunan Drajat memiliki jumlah kursi yang cukup banyak, sekitar 63 kursi. Hal ini memudahkan bagi Anda yang pergi bersama keluarga, teman, atau rombongan untuk menikmati makanan di tempat ini sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Penginapan Terdekat
Shafina Guesthouse dan Tanjung Kodok Beach Resort
Jika Anda berencana untuk menginap di sekitar Makam Sunan Drajat, ada beberapa penginapan terdekat yang dapat Anda pilih. Beberapa penginapan terdekat dengan makam ini antara lain:
1. Shafina Guesthouse
Lokasi: Jalan Raya Penanjan Paciran, Paciran, Lamongan (sekitar 4,38 km dari Makam Sunan Drajat)
Fasilitas: AC, area parkir, dan wifi
Harga: Rp. 300.000 per malam untuk 1 kamar (untuk 2 orang)
2. Tanjung Kodok Beach Resort
Lokasi: Jalan Raya Paciran, Lamongan (sekitar 4,19 km dari Makam Sunan Drajat)
Fasilitas: AC, area parkir, 24 jam – Front Desk, kolam renang, dan restoran (hotel bintang 4)
Harga: Rp. 840.000 per malam untuk 1 kamar (untuk 2 orang)
Pengunjung tempat wisata religi Makam Sunan Drajat umumnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, Cirebon, Kebomas, Rawamangun, dan daerah lainnya. Tempat ini juga telah menjadi perbincangan di tulisan singkat di Wikipedia dan terdapat video-video mengenai makam ini di YouTube.
Mengunjungi Makam Sunan Drajat adalah salah satu cara untuk mengenal lebih dalam sejarah dan kebudayaan Lamongan. Dengan mengikuti norma dan aturan yang berlaku, Anda dapat menghormati tempat ini serta menghargai upaya Sunan Drajat dalam menyebarkan agama Islam.