10 Daftar Pilihan Kue Khas Daerah Lampung Yang Menggugah Selera Ini Wajib Dicoba
Kue-kue Khas Lampung yang Wajib Dicoba
1. Engkak
Kue Engkak adalah salah satu kue basah khas Lampung yang memiliki cita rasa manis. Bahan utama yang digunakan untuk membuat kue ini adalah telur dan mentega yang dihaluskan untuk menghasilkan tekstur lembek. Selain itu, pembuatan kue ini juga menggunakan gula pasir, tepung ketan putih, telur ayam, susu kental manis, santan, dan mentega.
Engkak memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, serta rasa yang manis dan gurih. Kue ini umumnya memiliki bentuk yang bulat dan dilapisi dengan taburan kelapa parut. Engkak juga memiliki aroma yang khas dan menggugah selera. Kue ini sering disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan di berbagai acara seperti pernikahan, syukuran, atau saat berkumpul bersama keluarga.
Cara membuat kue Engkak cukup sederhana. Pertama-tama, telur dan mentega dihaluskan hingga lembut. Kemudian, campurkan gula pasir, tepung ketan putih, telur ayam, susu kental manis, santan, dan mentega yang telah dihaluskan. Aduk rata hingga menjadi adonan yang kental dan lembut. Setelah itu, adonan dimasukkan ke dalam cetakan yang telah diolesi mentega dan ditaburi kelapa parut. Panggang adonan dalam oven dengan suhu yang telah diatur sebelumnya. Setelah matang, kue Engkak siap disajikan.
2. Kue Babon
Kue Babon atau Bangkit adalah salah satu kue kering yang berasal dari Lampung. Beberapa bahan pembuat camilan ini adalah tepung sagu atau tepung tapioka, santan kental yang direbus hingga mendidih, susu bubuk, cokelat bubuk, mentega, kelapa, keju, jahe, dan gula merah. Namun, tepung sagu atau tapioka juga bisa diganti dengan tepung kanji.
Kue Babon memiliki tekstur yang renyah dan gurih. Kue ini umumnya berbentuk bulat dengan lubang di tengahnya, mirip dengan kue donat. Rasa kue Babon sangat lezat dan nikmat, terutama saat masih hangat. Kue ini sering disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan di berbagai acara seperti perayaan Idul Fitri atau saat berkumpul bersama keluarga.
Cara membuat kue Babon cukup mudah. Pertama-tama, campurkan tepung sagu atau tapioka dengan santan kental yang telah direbus hingga mendidih. Aduk rata hingga menjadi adonan yang kental dan lembut. Kemudian, tambahkan susu bubuk, cokelat bubuk, mentega, kelapa, keju, jahe, dan gula merah. Aduk kembali hingga semua bahan tercampur dengan baik. Setelah itu, cetak adonan ke dalam cetakan kue Babon yang telah diolesi mentega. Panggang adonan dalam oven dengan suhu yang telah diatur sebelumnya. Setelah matang, kue Babon siap disajikan.
3. Kue Benjak Enjak
Kue Benjak Enjak adalah sebuah hidangan khas Lampung yang mirip dengan wajik atau ketan manis. Masyarakat di Lampung menjadikan kue ini sebagai santapan untuk menyambut para tamu yang datang ke rumah. Kue ini merupakan peninggalan nenek moyang orang Lampung Pesisir dan Lampung Pepadun. Di daerah Lampung Selatan, kue ini disebut sebagai Bebai Makhing.
Untuk membuat kue Benjak Enjak, bahan utama yang digunakan adalah beras ketan, pisang raja yang sudah tua, gula pasir, dan daun pisang untuk membungkus. Cara membuatnya pun juga tidak terlalu sulit, jadi Anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah.
Pertama, beras ketan direndam dalam air selama beberapa jam hingga lunak. Setelah itu, beras ketan diukus hingga matang. Setelah matang, beras ketan ditumbuk hingga halus. Pisang raja yang sudah tua dihaluskan dan dicampurkan dengan beras ketan yang telah ditumbuk. Kemudian, adonan tersebut ditambahkan gula pasir secukupnya dan diaduk rata. Adonan kemudian dibentuk menjadi bulat-bulat kecil dan dibungkus dengan daun pisang. Setelah itu, adonan dikukus hingga matang. Kue Benjak Enjak siap disajikan.
4. Geguduh
Geguduh adalah pisang goreng khas Lampung yang memiliki cita rasa yang unik. Untuk membuat Geguduh, Pisang Ambon atau Kepok harus dihaluskan terlebih dahulu baru diadon dengan tepung, gula, telur, baru digoreng. Alhasil, teksturnya renyah dan rasanya pun lezat.
Cemilan yang satu ini sangat cocok dijadikan sebagai teman ngopi atau minum teh di sore hari sambil berbincang-bincang. Anda juga bisa menggunakan topping tambahan seperti meses, kismis, dan susu untuk menambah kelezatan rasa Geguduh. Banyak orang yang membuat cemilan ini sendiri sehingga di Bandar Lampung cukup jarang ditemukan penjualnya. Sebab, kue ini adalah salah satu yang mudah dibuat.
Untuk membuat Geguduh, pertama-tama pisang Ambon atau Kepok dihaluskan dengan blender atau ditumbuk hingga halus. Setelah itu, tambahkan tepung, gula, telur, dan bahan-bahan lain sesuai selera ke dalam adonan pisang yang telah halus. Aduk rata hingga semua bahan tercampur dengan baik. Panaskan minyak dalam wajan, dan goreng adonan pisang hingga berwarna kecokelatan dan renyah. Angkat dan tiriskan pisang goreng yang telah matang. Geguduh siap disajikan.
5. Lambang Sari
Lambang Sari adalah salah satu kue basah dari Lampung yang terbuat dari tepung beras dengan isian irisan pisang di dalamnya. Jajanan ini memiliki cita rasa lembut dan manis. Lambang Sari bisa dimasak dengan cara digoreng atau direbus tergantung selera.
Selain Pisang Kepok, beberapa macam pisang lainnya juga bisa digunakan seperti janten, ambon, tanduk, dan pisang matang. Tidak lupa, dalam pembuatannya juga menggunakan tepung beras, tepung sagu, gula pasir, garam, daun pandan, serta santan kelapa. Daun pisang yang digunakan untuk membungkus harus dilayukan terlebih dahulu di bawah sinar matahari agar memberikan aroma khas.
Untuk membuat Lambang Sari, pertama-tama campurkan tepung beras, tepung sagu, gula pasir, garam, daun pandan yang telah dihaluskan, dan santan kelapa. Aduk rata hingga menjadi adonan yang lembut dan tidak bergerindil. Setelah itu, ambil selembar daun pisang dan letakkan sejumput adonan tepung di tengahnya. Tambahkan irisan pisang di atas adonan tepung. Lipat daun pisang menjadi segitiga dan ikat dengan menggunakan tali atau lidi. Setelah itu, kukus Lambang Sari dalam panci pengukus yang telah dipanaskan. Kukus hingga matang. Lambang Sari siap disajikan.
6. Kemplang
Kemplang adalah makanan kering dari Lampung yang bahan utamanya adalah ikan tenggiri. Kemplang memiliki kemiripan dengan Amplang yang berasal dari Palembang. Namun, yang membedakan adalah proses penggorengan. Kemplang tidak digoreng menggunakan minyak, melainkan dengan pasir. Salah satu merk kemplang yang terkenal di Lampung adalah Kemplang Panggang Ango dan bisa dibawa sebagai oleh-oleh.
Kemplang memiliki tekstur yang renyah dan gurih. Rasa kemplang sangat nikmat dan cocok dijadikan sebagai lauk atau camilan saat makan. Anda juga bisa menjadikan kemplang sebagai camilan saat bersantai di sore hari.
Untuk membuat Kemplang, pertama-tama ikan tenggiri dihaluskan dengan blender atau ditumbuk hingga halus. Setelah itu, tambahkan bumbu-bumbu seperti garam, merica, bawang putih, bawang merah, dan bahan-bahan lain sesuai selera ke dalam adonan ikan yang telah halus. Aduk rata hingga semua bahan tercampur dengan baik. Panaskan pasir dalam wajan, dan goreng adonan ikan hingga berwarna kecokelatan dan renyah. Angkat dan tiriskan Kemplang yang telah matang. Kemplang siap disajikan.
7. Keripik Pisang
Keripik Pisang juga merupakan oleh-oleh yang wajib dibawa dari Lampung. Keripik Pisang terbuat dari pisang asli yang dipadukan dengan berbagai varian rasa seperti keju, cokelat, susu, stroberi, balado, sapi panggang, dan lain-lain.
Salah satu keripik pisang yang terkenal dan enak adalah Keripik Pisang Suseno di Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo No. 114, Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung. Keripik Pisang Suseno memiliki tekstur yang renyah dan rasanya yang khas. Keripik pisang ini cocok dijadikan sebagai camilan ketika sedang berkumpul bersama keluarga atau teman-teman.
Untuk membuat Keripik Pisang, pertama-tama pisang dipotong tipis-tipis dengan menggunakan pisau atau alat pemotong keripik. Setelah itu, pisang yang telah dipotong tipis-tipis tersebut dikeringkan dengan menggunakan pengering atau dijemur di bawah sinar matahari. Setelah pisang kering, pisang digoreng dalam minyak panas hingga berwarna kecokelatan dan renyah. Angkat dan tiriskan Keripik Pisang yang telah matang. Keripik Pisang siap disajikan.
8. Buak Tat
Buak Tat adalah salah satu kue khas Lampung Barat yang memiliki selai nanas sebagai isiannya sehingga rasanya manis. Kue ini mirip dengan nastar, hanya saja tekstur Buak Tat adalah lembut dan lembek, berbeda dengan nastar yang renyah. Kue ini sangat cocok dibawa sebagai buah tangan jika Anda berwisata ke daerah Liwa dan Krui.
Namun, jika Anda ingin membuat Buak Tat sendiri, Anda juga bisa melakukannya. Resepnya dapat ditemukan di internet dan bahan-bahannya juga cukup mudah untuk ditemukan.
Untuk membuat Buak Tat, pertama-tama campurkan tepung terigu, tepung sagu, gula halus, dan mentega dalam sebuah wadah. Aduk rata hingga semua bahan tercampur dengan baik. Setelah itu, tambahkan kuning telur dan vanili ke dalam adonan tepung. Aduk rata kembali hingga adonan menjadi kalis dan bisa dipulung. Setelah itu, ambil sedikit adonan dan pipihkan. Letakkan selai nanas di tengah adonan dan rapatkan adonan hingga membentuk bola. Lakukan langkah yang sama untuk adonan yang lain. Setelah itu, panggang adonan dalam oven dengan suhu yang telah diatur sebelumnya. Setelah matang, Buak Tat siap disajikan.
9. Lepot Tapai
Lepot Tapai adalah kue tradisional yang berasal dari Kota Tanggamus, Lampung. Satu hal yang unik dari makanan berbahan dasar ketan ini adalah tidak adanya campuran bumbu lain, hanya santan kelapa saja. Cara memasaknya pun hanya dengan dikukus saja hingga matang. Dengan sambal iwa atau tapai manis, kue ini juga sudah terasa nikmat. Wah, benar-benar tradisional ya!
Lepot Tapai memiliki tekstur yang lembut dan kenyal. Rasa kue ini sangat lezat dan menggoda selera. Kue ini sering disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan di berbagai acara seperti pernikahan, syukuran, atau saat berkumpul bersama keluarga.
Cara membuat Lepot Tapai cukup sederhana. Pertama-tama, ketan direndam dalam air selama beberapa jam hingga lunak. Setelah itu, ketan dikukus hingga matang. Setelah matang, ketan ditumbuk hingga halus. Setelah itu, santan kelapa dipanaskan hingga mendidih. Ketan yang telah ditumbuk kemudian dituangkan ke dalam santan kelapa yang mendidih. Aduk rata hingga semua bahan tercampur dengan baik. Setelah itu, adonan ketan dimasukkan ke dalam loyang yang telah diolesi minyak. Kukus adonan ketan hingga matang. Lepot Tapai siap disajikan.
10. Kue Cuchuk
Kue Cuchuk atau Cucur adalah kue tradisional yang dapat ditemukan di beberapa daerah di Indonesia. Di Lampung, kue ini dikenal dengan nama Kue Cuchuk atau Cucur. Kue ini memiliki bentuk yang bulat dengan lubang di tengahnya. Jumlah lubang yang ada pada Kue Cuchuk di Liwa adalah tiga, sedangkan di tempat lain kebanyakan hanya satu.
Kue Cuchuk memiliki tekstur yang renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam. Rasa kue ini sangat lezat dan nikmat. Kue Cuchuk sering disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan di berbagai acara seperti perayaan Idul Fitri atau saat berkumpul bersama keluarga.
Untuk membuat Kue Cuchuk, pertama-tama campurkan tepung beras, tepung terigu, gula pasir, garam, dan air dalam sebuah wadah. Aduk rata hingga semua bahan tercampur dengan baik. Setelah itu, diamkan adonan selama beberapa saat agar mengembang. Setelah adonan mengembang, panaskan minyak dalam wajan. Ambil sejumput adonan dengan sendok dan tuang ke dalam minyak panas. Goreng adonan hingga berwarna kecokelatan dan renyah. Angkat dan tiriskan Kue Cuchuk yang telah matang. Kue Cuchuk siap disajikan.
Dari daftar kue-kue khas Lampung di atas, manakah yang paling ingin Anda coba? Setiap kue memiliki cita rasa dan tekstur yang berbeda-beda, namun semuanya menggugah selera dan nikmat untuk dinikmati. Jadi, jangan lupa mencoba kue-kue khas Lampung saat Anda berkunjung ke daerah tersebut atau mencoba membuatnya sendiri di rumah. Selamat mencoba dan selamat menikmati!