10 Spot Foto Terbaik di Kota Lama Semarang
Lokasi Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang terletak di Jl. Letjen Suprapto No.22, Tj. Mas, Kota Semarang Utara, Jawa Tengah 50174. Kawasan ini merupakan pusat perekonomian kota Semarang pada masa lampau. Bangunan-bangunan di Kota Lama Semarang memiliki gaya arsitektur Eropa tahun 1700an, yang menjadi saksi bisu sejarah masa kolonial Belanda. Selain itu, kawasan ini juga memiliki kanal-kanal air yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda. Gaya arsitektur dan kanal-kanal air inilah yang membuat Kota Lama Semarang terlihat seperti miniatur Belanda tempo doeloe.
Kawasan Kota Lama Semarang kini telah menjadi kawasan wisata yang menawarkan berbagai bangunan bersejarah yang telah direnovasi menjadi coffee shop, bank, restaurant, museum 3D, dan lainnya. Wisata Kota Lama Semarang merupakan saksi sejarah masa lampau yang tetap terjaga baik hingga sekarang. Keadaan kawasan ini saat malam pun cukup ramai, terutama pada hari Sabtu dan Minggu karena sering diadakan event di sini. Selain itu, di kompleks ini juga terdapat restoran terkenal seperti IBC atau Ikan Bakar Cianjur yang menawarkan kelezatan kuliner khas Indonesia.
Keindahan Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang merupakan salah satu tempat hunting foto terbaik di kota Semarang. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, terutama para anak muda yang mencari spot-spot foto terbaik untuk diposting di sosial media mereka. Dalam satu kawasan Kota Lama terdapat banyak ikon-ikon kota Semarang yang terkenal seperti Gereja Blenduk, pabrik rokok, stasiun, dan lainnya, yang memiliki gaya khas Eropa masa dahulu. Saat lelah berkeliling atau hunting foto, terdapat beberapa cafe dan restoran di sekitar Kota Lama yang dapat digunakan untuk meredam rasa lapar. Selain itu, terdapat juga sebuah taman di sebelah area Gereja Blenduk yang menjadi tempat nongkrong para wisatawan sembari menikmati suasana seperti di Eropa abad 17.
Jalan Menuju Lokasi
Untuk menuju ke Kota Lama Semarang, tidak perlu khawatir karena lokasinya strategis dan dapat dijangkau dari arah mana saja. Jika Anda datang dari arah kota Demak, Anda bisa melewati jalur terminal Terboyo sampai Jl. Raden Patah, Kota Lama. Jarak tempuh yang dibutuhkan sekitar 60 menit. Untuk yang datang dari arah Ungaran, Anda dapat memilih jalur menuju Banyumanik Peterongan kemudian Jl. MT Haryono lurus terus hingga bundaran Bubakan. Di bundaran ini, Anda bisa memilih Jl. Cendrawasih, Kota Lama Semarang. Jarak yang ditempuh sekitar 50 menit. Sedangkan untuk wisatawan yang datang dari arah barat seperti Kendal, Anda bisa memilih jalur ke Mangkang kemudian lurus sampai Bundaran Kali Banteng. Dari sini, Anda bisa memilih jalan yang mengarah ke Semarang kota kemudian masuk Bundaran Tugu Muda lurus hingga bertemu Lawang Sewu, terus ke Jl. Pemuda sampai Pasar Johar Semarang. Pilih jalur ke kiri karena ini merupakan jalan satu arah, dan lurus saja sampai bertemu di kawasan Kota Lama. Jarak tempuh yang dibutuhkan sekitar 45 menit. Namun, perlu diingat bahwa karena lokasi Kota Lama berada di pusat kota Semarang, Anda akan berjumpa dengan beberapa lampu lalu lintas dan jalur satu arah yang banyak diberlakukan di jalan-jalan kota Semarang untuk mengatasi kemacetan, jadi cukup melatih kesabaran.
Sejarah Kota Lama Semarang
Kota Lama Semarang dibangun pada masa kolonial Belanda. Pada tanggal 15 Januari 1678 terjadi pemberontakan Trunojoyo dan Belanda berjasa sekali terhadap Mataram karena berhasil menggagalkannya. Sebagai imbalan atas jasanya tersebut, Mataram memberikan kawasan Pantai Utara Jawa kepada VOC. VOC kemudian membangun kota Semarang dan memulainya dengan pembangunan benteng Vijfhoek. Benteng ini pada awalnya berfungsi sebagai rumah orang-orang Belanda. Karena semakin meningkatnya jumlah populasi orang Belanda, VOC memutuskan untuk membangun perkantoran juga. Perkantoran tersebut awalnya diletakkan di timur benteng Vijfhoek.
Benteng Vijfhoek berfungsi sebagai pusat kegiatan militer dan memiliki bentuk segi lima. Benteng ini memiliki satu gerbang di sebelah selatan dan lima menara pengawas. Menara-menara tersebut memiliki nama masing-masing, seperti Amsterdam, Raamsdonk, Zeeland, Utrecht, dan Bunschoten. Pada tahun 1731, pemerintah kolonial Belanda memindahkan penduduk Cina yang bermukim di kawasan tersebut ke sebelah kompleks tempat tinggal Belanda. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengawasan pemerintah kolonial terhadap warga Cina. Benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat segala aktivitas militer, tetapi juga sebagai tempat pengintaian segala aktivitas warga Cina.
Semua berjalan lancar sampai pada akhirnya terjadi peristiwa besar yang dikenal dengan nama ‘Geger Pecinan’ pada tahun 1740-1743. Peristiwa ini membuat VOC semakin berkuasa di kawasan tersebut. Setelah berhasil meredakan perlawanan, pemerintah kolonial Belanda segera membangun fortifikasi atau perbentengan yang mengelilingi kawasan Kota Lama. Namun, pada tahun 1824, fortifikasi tersebut dibongkar oleh orang-orang Belanda karena dianggap tidak sesuai dengan perkembangan wilayah tersebut.
Pemerintah kolonial Belanda juga memberikan nama-nama jalan di kawasan Kota Lama Semarang untuk mengenang pembangunan benteng tersebut. Ada Westerwaalstraat, Zuiderwalstraat, Oosterwalstraat, dan Noorderwalstraat (sekarang dikenal sebagai Jalan Mpu Tantular, Jalan Kepodang, Jalan Cendrawasih, dan Jalan Merak). Pada abad 19-20, Kota Lama Semarang menjadi pusat perdagangan, dan untuk melindungi warga dan daerahnya, VOC juga membangun jalan-jalan penghubung dari 3 pintu gerbang Vijfhoek untuk memperlancar jalur perhubungan di kawasan itu. Jalan utama diberi nama Heeren Straat, yang sekarang menjadi Jalan Letjen Suprapto. Sisa-sisa pintu benteng yang masih ada sampai sekarang adalah Jembatan Berok yang dahulu bernama De Zuider Por.
Dahulu kawasan Kota Lama dikenal dengan nama Outstadt dan memiliki luas mencapai 31 hektar. Dilihat dari penampakan geografisnya, kawasan Kota Lama terlihat terpisah dari daerah sekitarnya. Hal ini membuat kawasan ini mendapatkan julukan ‘Little Netherland’. Daerah ini merupakan saksi sejarah masa kolonial Belanda yang menguasai selama dua abad lebih, dan lokasinya berdekatan langsung dengan kawasan pusat perekonomian.
Kota Lama Semarang memiliki sekitar 50 bangunan vintage yang masih kokoh tegak berdiri dengan ciri khas arsitektur Eropa. Dilihat dari bentuk, ornamen, dan detail bangunan tersebut, tampak jelas nuansa Eropa sekitar abad ke-17. Hal ini dapat diamati dari penempatan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, ruang bawah tanah, ukuran jendela dan pintu yang besar.
Serba Serbi Kota Lama Semarang
Dalam satu kawasan Kota Lama Semarang, terdapat beberapa tempat menarik yang juga patut untuk dikunjungi.
Gereja Blenduk
Gereja Blenduk adalah salah satu saksi sejarah pada masa dahulu yang menyimpan banyak kenangan. Gereja ini memiliki bentuk kubah yang unik, yang mirip dengan bentuk kubah masjid. Nama asli gereja ini sebenarnya adalah Nederlandsch Indische Kerk dan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga saat ini. Keunikan lain dari gereja ini adalah warna kubahnya yang merah bata dan memiliki dua menara di depan kubah. Gereja Blenduk sering digunakan sebagai latar belakang untuk pengambilan foto oleh para pengunjung.
Polder Air Tawang
Polder Air Tawang merupakan kolam besar yang berada di depan stasiun Tawang. Kolam ini memiliki beberapa fungsi, di antaranya sebagai tempat menjaga air limpahan yang berasal dari luar area tersebut, serta sebagai pengendali muka air atau antisipasi jika terjadi banjir di kawasan Kota Lama. Di sekitar kolam terdapat trotoar yang mengelilingi kolam dan banyak bangku yang disediakan untuk para pengunjung yang ingin istirahat sejenak atau sekadar menikmati pemandangan.
Stasiun Tawang
Stasiun Tawang merupakan stasiun kereta api tertua di kota Semarang dengan gaya arsitektur khas Belanda. Stasiun ini telah berdiri sejak masa kolonial Belanda dan menjadi salah satu stasiun tertua di Indonesia. Bangunan stasiun ini tidak mengalami banyak perubahan sejak pertama kali didirikan.
Pabrik Rokok Praoe Lajar
Pabrik Rokok Praoe Lajar merupakan pabrik rokok yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pabrik rokok ini masih beroperasi hingga saat ini dan merupakan salah satu pabrik rokok indie yang masih eksis. Pabrik ini terletak di Jalan Merak No.15 Tanjungmas, Kota Lama Semarang. Pabrik ini memiliki bangunan bergaya Belanda kuno yang unik dan menjadi destinasi wajib saat berada di Kota Lama Semarang.
Persimpangan di Tengah Kota Lama
Persimpangan di tengah Kota Lama merupakan salah satu spot terbaik untuk mengambil foto di kawasan ini. Lokasi ini terletak di persimpangan antara Jl. Garuda, Jl. Jendral Soeprapto, dan Jl. Glatik. Di persimpangan ini terdapat gedung-gedung tua yang tidak terawat namun justru menambah daya tarik kawasan ini dengan kesan jadul dan alami. Banyak orang yang mengambil foto prewedding di kawasan ini, dan juga di kawasan Kota Lama lainnya. Di sekitar persimpangan ini juga terdapat beberapa becak yang menambah suasana vintage yang alami.
Dengan keindahan dan sejarah yang dimilikinya, Kota Lama Semarang menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik di kota Semarang. Bagi para penggemar fotografi, Kota Lama Semarang merupakan tempat yang sangat cocok untuk mengambil foto-foto yang berkesan. Selain itu, kawasan ini juga menawarkan banyak tempat menarik lainnya, seperti Gereja Blenduk, Polder Air Tawang, Stasiun Tawang, Pabrik Rokok Praoe Lajar, dan persimpangan di tengah Kota Lama. Bagi Anda yang ingin mengunjungi Kota Lama Semarang, jangan lupa untuk membawa kamera dan menikmati keindahan serta sejarah yang ada di kawasan ini.