Keraton Kanoman Cirebon
Sejarah Keraton Kanoman Cirebon
Harga Tiket Masuk
Keraton Kanoman merupakan salah satu objek wisata sejarah yang terletak di Jalan Winaon, Kampung Kanoman, Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Keraton ini memiliki lokasi yang strategis, tepat di belakang pasar dan tidak terlalu jauh dari Stasiun Kejaksaan Cirebon. Rute perjalanan menuju keraton ini dapat ditempuh melalui Jakarta, Bandung, dan Kuningan. Untuk bisa masuk ke dalam keraton ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp7.000,-. Harga tiket yang terjangkau ini membuat keraton ini menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keraton Kanoman: Keraton yang Terlupakan
Ketika kita berbicara tentang keraton, yang biasanya terlintas dalam benak kita adalah Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta di Solo. Namun, siapa sangka bahwa Surabaya juga pernah memiliki keraton? Keraton Kanoman di Cirebon juga merupakan salah satu keraton yang jarang terdengar namanya. Meskipun tidak sepopuler Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman memiliki daya tarik tersendiri sebagai objek wisata sejarah di Indonesia.
Asal Usul Keraton Kanoman
Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1678 M oleh Pangeran Kertawijaya atau Mohamad Badridin yang bergelar Sultan Anom I. Pangeran Kertawijaya memiliki dua keturunan dari permaisuri yang berbeda, yaitu Pangeran Pengguron Kaprabon (putra pertama dari Ratu Sultan Panengah) dan Pangeran Raja Mandurareja Muhammad Qadirudin (putra kedua dari Nyimas Ibu). Setelah Pangeran Kertawijaya wafat, Pangeran Qadirudin diresmikan sebagai Sultan Anom II dan memimpin keraton ini. Pada tahun 1696, Pangeran Qadirudin juga mendirikan Pengguron Kaprabonan sebagai tempat pendidikan agama Islam.
Pergantian Kekuasaan di Keraton Kanoman
Pada tahun 1770-an, kekuasaan Keraton Kanoman beralih ke Muhammad Chaerudin dengan gelar Sultan Anom IV. Sejak kekuasaan Mohamad Badridin, Belanda telah menanamkan kedaulatannya dalam kerajaan-kerajaan di Cirebon. Namun, Putera Mahkota Kanoman saat itu melakukan pemberontakan karena persoalan hak waris Sultan Anom IV terhadap anaknya. Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Bagus Rangin dan berlangsung selama beberapa tahun. Pada tahun 1806, Belanda mengembalikan Pangeran Raja Kanoman ke Cirebon setelah perjuangan masyarakat Cirebon terus berlangsung. Namun, terjadi perbedaan pendapat di antara keluarga keraton, sehingga Pangeran Raja Abu Soleh Immamudin, adik dari Pangeran Raja Kanoman, telah bertahta di sana. Akhirnya, pada tahun 1808, Pangeran Raja Kanoman mendirikan Pendopo Kacirebonan.
Pelantikan Sultan Kanoman XII yang Kontroversial
Pada tahun 2002, Sultan Kanoman XI yang bernama Muhammad Djalaludin meninggal dunia. Sebelum meninggal, beliau membuat surat wasiat yang menyatakan bahwa putra sulungnya, Pangeran Elang Mochamad Saladin, harus dinobatkan sebagai Sultan Kanoman XII. Namun, beberapa kelompok yang ingin Pangeran Raja Emirudin, putra dari seorang permaisuri, menjadi Sultan, menentang wasiat tersebut. Mereka berpendapat bahwa Pangeran Raja Emirudin lebih pantas menjadi pewaris tahta karena merupakan keturunan darah biru. Akhirnya, terjadi perdebatan dan perebutan tahta di Keraton Kanoman. Dalam perundingan, Pangeran Anta, putra dari Sultan Kanoman XI, mendapatkan harta kekayaan ayahnya, sedangkan Pangeran Raja Dzulkarnaen, putra dari Ratu Raja Apsari, menjadi Sultan Kanoman XII. Namun, Pangeran Elang Mochamad Saladin juga mengklaim dirinya sebagai Sultan Kanoman XII. Hal ini menyebabkan kericuhan saat acara penobatan dan pelantikan Sultan Kanoman XII.
Silsilah Para Sultan Keraton Kanoman
Berikut adalah silsilah keluarga para sultan yang pernah memimpin Keraton Kanoman Cirebon:
– Sultan Kanoman I: Muhammad Badridin Kartawijaya
– Sultan Kanoman II: Pangeran Raja Mandurareja Muhammad Qadirudin
– Sultan Kanoman III: Pangeran Raja Adipati Muhammad Alimudin
– Sultan Kanoman IV: Pangeran Raja Adipati Sultan Muhammad Chaeruddin
– Sultan Kanoman V: Pangeran Raja Abu Soleh Muhammad Imammudin
– Sultan Kanoman VI: Muhammad Kameroedin I
– Sultan Kanoman VII: Muhammad Kamaroedin II
– Sultan Kanoman VIII: Pangeran Raja Muhammad Dzulkarnaen
– Sultan Kanoman IX: Pangeran Raja Adipati Muhammad Nurbuat
– Sultan Kanoman X: Pangeran Raja Adipati Muhammad Nurus
– Sultan Kanoman XI: Pangeran Raja Adipati Muhammad Jalalludin
– Sultan Kanoman XII: Pangeran Raja Muhammad Emirudin
– Sultan Kanoman XII: Pangeran Elang Mochamad Saladin
Peninggalan Sejarah di Keraton Kanoman Cirebon
Keraton Kanoman memiliki banyak peninggalan sejarah yang masih terawat hingga saat ini. Salah satu peninggalan sejarah yang dapat ditemui di keraton ini adalah dua kereta bernama Jempana dan Paksi Naga Liman. Kereta-kereta ini disimpan dengan baik di Museum Gedung Pusaka. Keunikan dari kedua kereta ini terletak pada bentuknya yang mirip dengan burak, yaitu hewan yang dikendarai Nabi Muhammad saat Isra Mi’raj. Selain itu, terdapat juga bangsal Jinem atau pendopo yang digunakan sebagai tempat penobatan sultan, menerima tamu, dan pemberian restu dalam sebuah acara, seperti Maulid Nabi.
Kompleks bangunan Siti Hinggil juga menjadi salah satu daya tarik utama di Keraton Kanoman. Di bagian tengah keraton terdapat bangunan Siti Hinggil yang memiliki keunikan tersendiri. Selain itu, di keraton ini juga terdapat piring-piring porselen dari Tiongkok yang menjadi salah satu peninggalan bersejarah di Cirebon. Di halaman keraton, terdapat patung macan yang merupakan logo atau lambang Prabu Siliwangi. Di bagian depan keraton terdapat alun-alun yang digunakan oleh rakyat untuk berkumpul dan pasar, serta terdapat masjid di sebelah timur keraton.
Spot Foto di Keraton Kanoman Cirebon
Bagi pecinta fotografi, Keraton Kanoman merupakan tempat yang sangat cocok untuk mengambil gambar. Di keraton ini terdapat banyak spot foto bersejarah dan benda-benda peninggalan Kesultanan Cirebon di masa lalu. Anda dapat mengambil foto di depan bangunan-bangunan bersejarah seperti Siti Hinggil dan Museum Gedung Pusaka. Selain itu, patung macan dan piring-piring porselen dari Tiongkok juga menjadi objek foto yang menarik. Jangan lupa untuk mengabadikan momen saat mengunjungi keraton ini agar dapat mengingatnya dalam waktu yang lama.
Dengan memiliki harga tiket masuk yang terjangkau dan banyaknya peninggalan sejarah yang masih terawat, Keraton Kanoman Cirebon menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi. Anda dapat melihat langsung keindahan dan keunikan dari keraton ini serta mengetahui sejarah dan silsilah para sultan yang pernah memimpin Keraton Kanoman. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Keraton Kanoman saat berada di Cirebon.