PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Pasar Pagi Cirebon Tutup Jam Berapa?

Blog

Cirebon, Kota Udang yang Terkenal dengan Batik Mega Mendung dan Oleh-oleh Khasnya

Cirebon, sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia, terkenal dengan kekayaan alam dan budayanya yang khas. Kota ini juga dikenal dengan sebutan “Kota Udang” karena udang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah ini. Selain itu, Cirebon juga terkenal dengan batik mega mendung yang merupakan warisan budaya dari kebudayaan Tionghoa dan batik pesisir. Kota ini menyimpan banyak tempat wisata dan oleh-oleh khas yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung.

1. Pasar Pagi Cirebon

Pasar Pagi Cirebon merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh khas dari Cirebon. Pasar ini terletak di Jl Siliwangi, Cirebon, Jawa Barat. Meskipun bernama Pasar Pagi, tetapi pasar ini buka dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Pasar ini terdiri dari beberapa lantai, dan lantai pertama merupakan tempat yang paling direkomendasikan untuk mencari oleh-oleh khas Cirebon.

Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam buah tangan khas Cirebon yang dapat dipilih dan ditawar. Terdapat pula berbagai jenis makanan ringan khas seperti rengginang udang, gapit, kerupuk rambak, serta sirup tjampolay yang terkenal di kota ini. Pasar Pagi Cirebon juga menjadi tempat yang ideal untuk mencari oleh-oleh khas dari Cirebon dengan harga yang terjangkau.

2. Batik Trusmi

Apabila Anda ingin membeli berbagai macam batik, Anda dapat mengunjungi Batik Trusmi. Batik Trusmi terletak di wilayah Trusmi yang terkenal dengan keberadaan sentra pengrajin batik. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai jenis batik, mulai dari batik tulis, batik cetak, hingga berbagai hiasan berupa gantungan kunci. Batik Trusmi buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 20.00 WIB.

BACA JUGA :  Tertarik Merayakan Tahun Baru di Kawasan Punclut Bandung? Jangan Lewatkan 10 Tempat Ini

3. Toko Daud

Toko Daud adalah tempat berbelanja oleh-oleh khas Cirebon yang juga tidak boleh dilewatkan. Toko ini terletak di Jl. Sukalila Utara No 4D, tidak jauh dari Pasar Pagi Cirebon. Toko ini menyediakan berbagai macam oleh-oleh seperti kerupuk, camilan manis, terasi, dan juga batik. Harga barang-barang tersebut cukup terjangkau, mulai dari 5.000 hingga 40.000 rupiah. Toko Daud buka mulai pukul 07.00 hingga pukul 20.00 WIB.

4. Pasar Kanoman

Pasar Kanoman terletak di kawasan kota tua Cirebon. Di sini, Anda dapat menemukan berbagai jenis batik dengan harga yang terjangkau. Selain batik, pasar ini juga menawarkan berbagai makanan khas daerah, seperti ikan pari asap, blakutak, dan cumi bulat gemuk. Di belakang Pasar Kanoman, terdapat Keraton Kanoman yang juga dapat Anda jelajahi.

5. Toko Pangestu

Toko Pangestu adalah tempat berbelanja oleh-oleh khas Cirebon yang beralamat di Jl. Sukalila Selatan No 49. Toko ini menyediakan berbagai makanan khas Cirebon dan sekitarnya, seperti abon udang ebi, dendeng udang, kerupuk rambak, dan sirup tjampolay yang terkenal. Anda dapat mencari tahu berbagai oleh-oleh yang tersedia di Toko Pangestu melalui situs online mereka.

Selain tempat-tempat di atas, masih banyak lagi hotel dan tempat wisata di Cirebon yang dapat Anda kunjungi. Beberapa hotel terdekat yang bisa Anda pilih untuk menginap adalah Vinotel Cirebon di Jl. Pemuda No.17, Sunyaragi, Kesambi, Hotel Sapadia di Jalan Katiasa No. 1, Kalijaga, Harjamukti, dan BATIQA Hotel Cirebon di Pekiringan, Jl. DR. Cipto Mangunkusumo No.99, Sunyaragi, Kesambi.

Cirebon, Kota Udang yang Terkenal dengan Batik Mega Mendung dan Oleh-oleh Khasnya

BACA JUGA :  15 Pilihan Hotel Murah di Sukabumi Mulai Rp.125.000

Cirebon, Kota Udang yang Terkenal dengan Batik Mega Mendung dan Oleh-oleh Khasnya


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *