PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Gunung Batu Jonggol

Blog

Gunung Batu Jonggol: Bukit yang Menjadi Tempat Favorit Pendaki Pemula dan Wisatawan Muda

Sebuah Bukit yang Tidak Dikenal oleh Banyak Orang

Gunung Batu Jonggol mungkin bukan nama yang familiar di telinga banyak orang. Terletak di Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kota Bogor, Jawa Barat, bukit ini tidak dilalui oleh sarana transportasi umum dan terpisah dari kawasan wisata lainnya di Bogor. Namun, bagi para pendaki dan komunitas pecinta alam di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, dan sekitarnya, Gunung Batu Jonggol sudah menjadi tempat yang cukup akrab. Bukit ini sering digunakan sebagai tempat pelatihan bagi anggota baru dan lokasi pemanasan bagi pendaki senior sebelum mendaki gunung-gunung yang lebih tinggi.

Bukit ini juga menarik perhatian anak-anak muda yang ingin menghabiskan liburan dengan sensasi yang berbeda. Beberapa pengunjung yang bukan pendaki atau anggota komunitas pecinta alam bahkan menginap di area camping ground, beberapa mencoba mencapai puncak, sementara yang lain hanya melakukan trekking di kaki bukit. Ada yang melakukan trekking hanya untuk bersenang-senang dengan teman-teman mereka, mencari suasana romantis dengan kekasih, atau mencari latar belakang foto yang menarik.

Dengan beragam kegiatan yang dapat dilakukan, tidak heran jika Gunung Batu Jonggol banyak dikunjungi oleh para wisatawan, terutama anak-anak muda yang memiliki hobi petualangan.

Mengenal Sekilas Gunung Batu Jonggol

Gunung Batu Jonggol sebenarnya bukanlah gunung sungguhan, melainkan hanya sebuah bukit. Ketinggiannya hanya 875 meter di atas permukaan laut atau sekitar 2.871 kaki. Namun, karena kebiasaan orang Indonesia yang menyebut segala sesuatu yang memiliki puncak dengan sebutan gunung, maka bukit ini dinamakan Gunung Batu Jonggol.

Tidak seperti tempat hiking lainnya yang dikelilingi oleh mitos dan cerita misteri, Gunung Batu Jonggol jauh dari kesan mistik dan supranatural. Meskipun medannya cukup menantang, bukit ini cocok bagi pendaki pemula. Namun, para pendaki tetap harus berhati-hati dan waspada serta menghindari cuaca buruk selama pendakian, karena Gunung Batu Jonggol telah menelan korban jiwa.

Pada tanggal 3 Mei 2015, seorang pendaki bernama Andri Cahya Nugraha (23 tahun) tewas karena terpeleset dan jatuh ke jurang saat hendak mendaki Gunung Batu Jonggol. Kejadian ini terjadi pada musim hujan, di mana medan di kawasan bukit menjadi licin. Sejak saat itu, tempat jatuhnya korban diberi prasasti sebagai tanda mengenang dan sebagai peringatan bagi pendaki lain agar selalu berhati-hati saat mendaki.

BACA JUGA :  5 Tempat Service Laptop di Ponorogo Dengan Layanan Terbaik, Menerima Merk HP Asus dan Axioo

Selain bahaya bagi para pendaki, Gunung Batu Jonggol juga menghadapi risiko kerusakan lingkungan. Pada tanggal 25 Juni 2021, bukit ini mengalami kebakaran. Meskipun penyebab kebakaran tersebut masih belum diketahui secara pasti, ada kemungkinan bahwa kebakaran terjadi akibat kelalaian para pendaki yang tidak berhati-hati. Akibat kebakaran tersebut, kawasan wisata ini ditutup sementara sebelum akhirnya dibuka kembali untuk umum.

Rute Menuju Gunung Batu Jonggol

Gunung Batu Jonggol terletak agak jauh dari Kota Jonggol. Meskipun Bogor dikenal sebagai “Kota Seribu Angkot“, tidak ada angkutan umum yang menuju ke lokasi atau melewati daerah yang dekat dengan bukit ini. Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mencapai Gunung Batu Jonggol adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Jika Anda berangkat dari Kota Bogor, perjalanan dapat dilakukan dengan melewati Sentul dan mengikuti jalan tol menuju ke arah utara. Setelah sekitar 30 menit perjalanan, Anda akan sampai di daerah Sukahati. Di sini, Anda harus berbelok ke kanan dan terus mengikuti jalan yang kondisinya memprihatinkan karena banyak lubang dan rusak.

Setelah sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Bogor, Anda akan tiba di sebuah pertigaan dengan papan petunjuk arah. Jika Anda berbelok ke kanan, Anda akan menuju Gunung Batu. Ambillah jalan tersebut dan beberapa saat kemudian Anda akan tiba di lokasi.

Selain melalui Sentul, ada juga rute lain yang dapat dilalui yaitu melalui Cibinong menuju Citeureup, Tajur, dan Sukamakmur. Rute lainnya adalah melalui Cibubur, melewati Taman Mekarsari Cileungsi, Perumahan Citra Indah, dan pertigaan Jonggol Cariu sebelum akhirnya tiba di Gunung Batu Jonggol. Jika Anda khawatir tersesat, Anda dapat mengandalkan Google Maps untuk membantu navigasi.

Walaupun Gunung Batu Jonggol dapat dicapai dengan kendaraan pribadi, Anda perlu berhati-hati saat mendekati area parkir. Jalan menuju ke area parkir rusak dan berlubang, sehingga memerlukan kehati-hatian dalam berkendara. Terutama saat musim hujan, pengunjung yang menggunakan motor sering turun dan menuntun motornya karena medan yang terjal dan licin.

Setelah tiba di area parkir, Anda dapat meninggalkan kendaraan dengan membayar biaya parkir sebesar Rp.15.000. Biaya tersebut sudah termasuk tiket masuk. Anda dapat meninggalkan dan mengambil kendaraan kapanpun, karena area parkir buka 24 jam.

Bertualang di Gunung Batu Jonggol

Persiapan Sebelum Mendaki

Sebelum memulai petualangan di Gunung Batu Jonggol, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pastikan kondisi fisik Anda dalam keadaan prima dan perhatikan perkiraan waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak. Jika Anda berangkat dari area parkir, diperlukan sekitar 1,5 jam untuk mencapai puncak. Selain itu, pastikan Anda membawa perbekalan yang cukup.

Jika Anda tidak membawa perbekalan, Anda dapat membelinya di warung dan kios yang ada di sekitar area parkir. Namun, perhatikan bahwa fasilitas umum di Gunung Batu Jonggol terbatas. Hanya ada area parkir dan beberapa warung yang menjual makanan dan minuman sederhana. Tidak ada fasilitas penginapan seperti hotel atau vila di tempat ini. Jadi, jika Anda ingin menginap dan menikmati matahari terbit, satu-satunya cara adalah dengan mendirikan tenda di salah satu dari tiga lokasi camping ground yang tersedia.

BACA JUGA :  13 Bengkel Mobil di Surabaya, Cocok Buat Reparasi Maupun Modifikasi

Perjalanan Menuju Puncak

Setelah persiapan selesai, Anda dapat memulai perjalanan menuju puncak Gunung Batu Jonggol. Rute pertama yang harus dilewati adalah jalan setapak berlapis tanah merah diapit oleh pepohonan dan rerumputan. Rute ini dapat terlihat indah saat musim bunga dengan bermekaran tanaman bunga yang menambah keindahan pemandangan.

Namun, saat musim kemarau, rute ini menjadi berdebu dan membutuhkan masker untuk melindungi pernafasan. Sementara saat musim hujan, udara sekitar terasa segar namun jalur yang harus dilalui licin. Oleh karena itu, di sepanjang jalur terdapat plang bertuliskan “tetap FOKUS” sebagai peringatan agar tetap berhati-hati saat berjalan, terutama pada saat naik ke tanjakan.

Setelah melewati jalur yang licin, Anda akan menemukan shelter II, salah satu dari tiga area camping ground yang tersedia. Shelter II memiliki area yang luas dan dapat menampung sekitar 10-11 tenda. Di sini, Anda juga dapat memasang hammock di antara beberapa pohon untuk beristirahat.

Semakin mendekati puncak, jalur yang dilalui semakin berbatu. Track ini memiliki banyak tanjakan yang membutuhkan peralatan webbing untuk melaluinya. Peralatan webbing sudah disediakan di tempat pendakian, jadi Anda tidak perlu membawanya sendiri.

Webbing pertama terpasang pada tanjakan yang landai, yang bisa dilewati tanpa berpegangan pada webbing jika Anda cukup kuat dan hati-hati. Pada tanjakan kedua, webbing diperlukan karena kemiringannya sekitar 30 derajat.

Setelah melewati beberapa tanjakan, Anda mungkin akan merasa sudah sampai di puncak. Namun, yang telah Anda capai hanya puncak bayangan dan masih ada beberapa tanjakan lagi sebelum mencapai puncak sebenarnya. Gunung Batu Jonggol memiliki beberapa puncak bayangan, seperti Gunung Sindoro, yang dapat mengecoh pendaki pemula.

Pendakian ke puncak Gunung Batu Jonggol tidak hanya dilakukan pada pagi, siang, atau sore hari, tetapi juga pada malam hari. Banyak pendaki yang melakukan pendakian malam agar dapat menikmati sensasi yang berbeda, romantisme malam di puncak gunung, atau menjemput matahari terbit di puncak. Selama perjalanan naik atau turun, Anda akan bertemu dengan rombongan pendaki lain.

Setelah sampai di puncak, Anda dapat menikmati pemandangan yang menakjubkan. Puncak Gunung Batu Jonggol menawarkan pemandangan Gunung Gede Pangrango, bebukitan di kejauhan, dan wilayah sekitar seperti Jonggol, Cianjur, dan Purwakarta. Anda juga dapat mencari spot-spot menarik untuk dijadikan latar belakang foto.

Namun, tetap berhati-hati saat berada di puncak, karena area puncak tidak terlalu luas dan terdapat jurang di sekelilingnya. Jika Anda tidak berhati-hati, kecelakaan dapat terjadi dengan mudah.

BACA JUGA :  Beberapa Daftar Jasa Travel Dari Padang Ke Bukittinggi Yang Harganya Murah Mulai Rp.50.000

Setelah puas menikmati puncak Gunung Batu Jonggol, Anda dapat turun kembali. Perjalanan turun relatif lebih mudah, terutama setelah melewati shelter II. Hanya butuh sekitar 30 menit untuk mencapai area parkir.

Setelah mengambil kendaraan di area parkir, jangan terburu-buru pulang. Anda masih dapat mengunjungi Curug Cibengang, sebuah air terjun yang terletak sekitar 2 km dari Gunung Batu Jonggol. Meskipun perjalanan menuju air terjun ini cukup sulit, keindahan pemandangan sepanjang jalan membuatnya sepadan. Curug Cibengang adalah air terjun yang jarang dikunjungi wisatawan dan menawarkan keindahan alam yang luar biasa.

Tips Berkunjung ke Gunung Batu Jonggol

Persiapan Sebelum Berkunjung

Sebelum berkunjung ke Gunung Batu Jonggol, ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan:

1. Tentukan tujuan kunjungan Anda terlebih dahulu. Apakah Anda hanya ingin berjalan-jalan di sekitar area wisata, melakukan trekking ringan di dasar bukit, mendaki hingga puncak, atau menginap di camping ground. Pastikan tujuan kunjungan Anda sesuai dengan kondisi fisik dan perbekalan yang Anda bawa.
2. Hindari melakukan perjalanan menuju lokasi pada malam hari, karena masih ada risiko keamanan di sepanjang perjalanan. Jika Anda ingin mendaki pada malam hari, pastikan Anda tiba di area parkir sebelum maghrib untuk menghindari risiko di perjalanan.
3. Jika Anda berkunjung pada musim kemarau, bawa masker untuk melindungi pernapasan dari debu. Jika Anda berkunjung pada musim hujan, sepatu trekking diperlukan karena jalur yang dilalui akan licin.
4. Jika Anda ingin menginap, camping ground terbaik adalah yang berada di dekat jalur pendakian. Namun, jika Anda ingin mencapai puncak dengan cepat, pilihlah camping ground yang lebih dekat dengan area parkir.
5. Jika Anda memilih untuk berkemah di camping ground, pastikan membawa air yang cukup dari pemukiman warga, karena tidak ada mata air di sepanjang jalur pendakian. Jika Anda mendaki dengan sistem tek-tok, cukup membawa air minum satu botol besar per dua orang.
6. Jika Anda melakukan pendakian pada malam hari, bawa senter, headlamp, dan lotion anti nyamuk. Di sepanjang perjalanan, Anda akan bertemu dengan serangga kecil yang disebut krongo yang dapat mengganggu.
7. Waktu terbaik untuk melakukan pendakian menuju puncak adalah sekitar jam 04.00 WIB dari shelter II dan sekitar jam 03.00 WIB dari ladang milik warga untuk menikmati sunrise.
8. Setelah melewati shelter II, berhati-hatilah karena akan ada antrean pendaki yang ingin mencapai puncak. Jika antrean terlalu panjang, usahakan untuk tidak terlalu lama berada di puncak karena area tersebut terbatas dan berbahaya.
9. Jika Anda ingin meninggalkan jejak, jangan meninggalkan sampah apapun selain jejak kaki, jangan mengambil apapun selain foto, dan jangan membunuh apapun selain waktu.

Dengan persiapan yang matang dan perhatian terhadap keselamatan, Anda dapat menikmati petualangan yang menyenangkan di Gunung Batu Jonggol.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *