PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Desa Sade di Pulau Lombok NTB

Blog

Perkampungan Sade: Menelusuri Keindahan Budaya dan Alam di Pulau Lombok

Mengenal Sejarah

Perkampungan Sade merupakan salah satu kawasan wisata budaya yang terletak di Rambitan, Central Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Kawasan ini memiliki sejarah yang kental dan menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang ingin menelusuri keindahan budaya dan alam di Pulau Lombok.

Kawasan wisata budaya Dusun Sade memiliki cerita sejarah dan kisah tersendiri. Banyak berita, artikel, dan makalah yang mengulas kehidupan masyarakat di wilayah daerah Rembitan ini. Kampung yang terdiri dari masyarakat Sasak ini memiliki kisah yang sangat kental dengan unsur kebudayaan dan menjadi daya tarik bagi dunia pariwisata Lombok.

Sejak tahun 1975, wilayah tradisional desa Sade ini menyandang predikat sebagai Desa Wisata pada kurun waktu tahun 80-an. Hal ini disebabkan oleh unsur tradisi, kebudayaan, dan kegiatan tradisionalnya yang sangat khas, sehingga sangat menarik untuk dieksplorasi.

Menurut sejarah, kehidupan masyarakat di sini sudah ada sejak 6 abad lampau. Ketika itu, mereka masih menganut kepercayaan nenek moyang Sasak yang disebut Watte Telu. Namun, seiring berjalannya waktu, kepercayaan tersebut mulai menghilang dan hampir semua masyarakat di sekitar perkampungan ini memeluk agama Islam.

Rute Ke Kampung Sasak

Lokasi Desa Sade berada di Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Untuk menuju Desa Sade, rutenya cukup mudah diakses. Anda dapat menggunakan bantuan aplikasi Google Map untuk mendapatkan petunjuk arah yang lebih jelas dan menghindari kemungkinan tersesat.

Desa Sade berjarak sekitar 8 km dari Bandara Internasional Lombok dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit saja. Obyek wisata ini memiliki rute yang searah dengan Pantai Seger dan Tanjung Aan. Kawasan ini termasuk dalam kategori heritage village menurut Wikipedia dan salah satu destinasi tur budaya di Pulau Lombok.

Biasanya, tur desa Sade masuk dalam Paket Sasak Tour yang bertujuan untuk memperkenalkan kebudayaan, tradisi, serta keindahan kampung tersebut. Desa Sade merupakan perpaduan antara wisata budaya dan alam yang menyajikan keunikan tersendiri. Yang menarik, wisatawan tidak dikenakan biaya masuk alias gratis.

BACA JUGA :  Jadikan Agensi Web Desain di Malang Ini Mitra Agar Bisnismu Makin Mendunia, Harga Mulai Rp2.000.000

Kearifan Penduduk

Ketika memasuki desa seluas 6 hektar ini, para wisatawan akan melihat 150 rumah tradisional dengan populasi mencapai 700 jiwa. Semua warga di sini masih merupakan keturunan yang sama karena mereka melakukan perkawinan antara saudara secara turun-temurun.

Masyarakat di Desa Sade ini masih mempertahankan pola hidup dari 6 abad lalu. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat kearifan lokal masyarakat. Saat mengunjungi desa ini, para wisatawan akan disambut dengan tangan terbuka oleh penduduk setempat.

Rumah Adat

Salah satu daya tarik utama dari Desa Sade adalah bangunan rumah adatnya, masjid, lumbung padi, serta tempat pertemuan umum dengan unsur khas arsitektur Suku Sasak. Bangunan-bangunan ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari bangunan tradisional lainnya.

Dinding rumah adat di Desa Sade terbuat dari pagar anyaman bambu, sementara tiang kayu dan atap atau lotengnya terbuat dari alang-alang kering yang memberikan kesan tradisional. Bangunan ini juga memiliki sirkulasi udara yang sangat sejuk ketika cuaca sedang terik, serta memberikan suhu yang hangat di malam hari. Hal ini menjadi salah satu sisi edukasi yang dapat diambil oleh para wisatawan.

Uniknya, perawatan rumah adat di Desa Sade dilakukan dengan menggunakan kotoran kerbau. Area lantainya terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan sekam padi. Setelah itu, lantai rumah diberi kotoran kerbau yang dicampur dengan air, kemudian disapu dan digosok menggunakan batu. Masyarakat di Desa Sade percaya bahwa kotoran kerbau dapat digunakan untuk mengusir serangga dan menolak serangan magis yang sering ditujukan kepada pemilik rumah.

Desa Sade terletak di daerah gundukan perbukitan tanah liat, dan jarak antara masing-masing rumah cukup rapat serta tersusun rapi ke atas. Di bagian dalam setiap rumah, terdapat tiga bagian yang digunakan untuk tempat tidur anak laki-laki, orang tua, dan tempat tidur anak perempuan. Selain itu, terdapat juga ruangan kecil di bagian belakang yang biasanya digunakan untuk ibu yang hendak melahirkan.

Bangunan di Desa Sade dibagi menjadi tiga sesuai dengan kegunaannya. Bangunan Bale Bonter umumnya dimiliki oleh para pejabat desa, Bale Kodong diperuntukkan bagi warga yang baru menikah atau para orang tua yang sudah lanjut usia, sedangkan Bale Tani digunakan sebagai tempat tinggal bagi penduduk berkeluarga dan memiliki keturunan.

BACA JUGA :  10 Rekomendasi Salon Mobil Solo Jawa Tengah, Manakah Yang Ruang Tunggunya Paling Nyaman?

Menenun Kain

Selain menikmati atraksi budaya dan kearifan lokal masyarakat, wisatawan juga dapat melihat proses pengrajin kain tenun yang merupakan keahlian turun temurun masyarakat Desa Sade. Proses pembuatan kain tenun dimulai dari pengeringan kapas hingga diolah menjadi benang, kemudian diberi perwarna dari bahan alami.

Kain songket merupakan kain khas Lombok yang sangat terkenal. Para wisatawan dapat melihat proses penenunan kain songket secara langsung, mulai dari pengolahan kapas hingga menjadi kain siap pakai. Pembuatan kain songket dengan panjang 2 meter biasanya membutuhkan waktu 2 minggu hingga 3 bulan, tergantung pada pola atau motif yang diinginkan.

Pakaian Adat

Selain menelusuri proses pembuatan kain tenun, para wisatawan juga dapat melihat pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat Desa Sade sehari-hari. Pakaian adat ini memiliki keunikan tersendiri dan mencerminkan identitas budaya masyarakat lokal. Selain itu, wisatawan juga dapat melihat peralatan tradisional yang masih digunakan oleh masyarakat setempat, seperti alat untuk memintal kapas menjadi benang, alat tenun, hingga alat pertanian.

Interaksi langsung dengan masyarakat Desa Sade juga dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang kehidupan sehari-hari dan kebudayaan masyarakat di sekitar desa tersebut.

Tradisi Kawin Culik

Salah satu tradisi unik yang ada di Desa Sade adalah tradisi kawin culik. Tradisi ini dilakukan oleh para anak muda yang saling suka, di mana sang pria menculik anak gadis yang ia sukai dan menyembunyikannya di rumah orang tanpa diketahui oleh pihak orang tua gadis tersebut. Setelah itu, sang pria akan menemui orang tua si gadis dan mengutarakan keinginannya untuk melamar. Setelah prosesi nyongkolan atau iringan pengantin pria, pasangan pengantin baru akan digiring ke Bale Kodong yang biasanya digunakan untuk berbulan madu.

Tradisi kawin culik ini merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Desa Sade yang masih dilestarikan hingga saat ini. Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang budaya dan tradisi masyarakat setempat.

Keindahan Alam Pulau Lombok

Selain keunikan budaya di Desa Sade, Pulau Lombok juga menawarkan keindahan alam yang mempesona. Pulau ini memiliki banyak kawasan wisata alam yang siap memanjakan para wisatawan.

Salah satu daya tarik utama Pulau Lombok adalah Gili-gili kecil yang memiliki keindahan dan pesona tersendiri. Para wisatawan dapat menikmati keindahan dan pesona yang sangat eksotis di Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan. Gili-gili ini terkenal dengan air lautnya yang jernih, pasir putih yang lembut, serta kehidupan bawah laut yang memukau.

BACA JUGA :  Yang Mau Perawatan, Ini Dia Rekomendasi Dokter Kulit Makassar Yang Terbaik Untuk Dikunjungi

Di Pulau Lombok, wisatawan juga dapat menikmati keindahan pantaipantai yang menakjubkan seperti Pantai Kuta, Pantai Seger, dan Tanjung Aan. Pantai-pantai ini memiliki pasir putih yang halus, air laut yang biru jernih, serta ombak yang cocok untuk berselancar. Wisatawan juga dapat menyaksikan keindahan matahari terbenam yang memukau di Pantai Malimbu dan Pantai Selong Belanak.

Selain pantai, Pulau Lombok juga memiliki pesona alam pegunungan yang menakjubkan. Gunung Rinjani, gunung tertinggi di Pulau Lombok, menawarkan pemandangan yang spektakuler dan trekking yang menantang bagi para pecinta alam. Wisatawan dapat mendaki Gunung Rinjani untuk menikmati keindahan panorama alam yang memukau, serta menjelajahi air terjun dan danau yang indah di sekitarnya.

Pulau Lombok juga memiliki banyak objek wisata lainnya, seperti Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep yang terletak di Taman Nasional Gunung Rinjani, Desa Senaru, dan Pantai Pink yang terkenal dengan pasirnya yang berwarna merah muda.

Kesimpulan

Pulau Lombok merupakan destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam dan budaya yang kaya. Salah satu kawasan wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi adalah Perkampungan Sade di Rambitan, Central Lombok Regency. Di sini, wisatawan dapat menelusuri keindahan budaya dan alam Pulau Lombok melalui atraksi budaya, pakaian adat, proses pembuatan kain tenun, serta interaksi langsung dengan masyarakat setempat.

Selain itu, Pulau Lombok juga memiliki keindahan alam yang memukau, seperti Gili-gili kecil yang eksotis, pantai-pantai indah, dan gunung-gunung yang menakjubkan. Wisatawan dapat menikmati keindahan alam Pulau Lombok melalui berbagai aktivitas seperti snorkeling, berselancar, mendaki gunung, dan menikmati panorama alam yang memukau.

Dengan keindahan alam dan budaya yang unik, Pulau Lombok menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Masyarakat di Pulau Lombok juga menjaga dan melestarikan kebudayaan dan alamnya dengan baik, sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman wisata yang tak terlupakan. Pulau Lombok adalah surga tersembunyi yang patut untuk dijelajahi dan dinikmati oleh semua orang.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *