PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

Indahnya Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Blog

Lokasi dan Penjelasan Umum

Lokasi

Waduk Gajah Mungkur terletak di Jl. Raya Wonogiri – Pracimantoro, Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dengan alamat tersebut, tidak sulit untuk mencari tempat bendungan berada, karena terletak di dekat jalan poros dan dilalui oleh trayek angkutan umum. Bagi pengunjung yang datang dengan menggunakan kendaraan pribadi, jika berangkat dari Kota Wonogiri, tinggal mengarahkan kendaraan ke Selatan dan menempuh jarak sejauh 6 km, maka akan tiba di lokasi. Pengunjung yang datang dari arah Jogja dapat menyusuri rute jalan JogjaSolo hingga tiba di Wonogiri, kemudian menuju ke arah Bayat, Manyaran, dan Wuryantoro, baru sampai di Gajah Mungkur. Untuk yang berangkat dari Kota Solo dapat melewati Sukoharjo untuk menuju ke Wonogiri, kemudian mengikuti rute yang menuju ke arah Selatan atau arah Pacitan sampai bertemu dengan PLTA Gajah Mungkur. Baru kemudian berbelok ke kanan mengikuti jalur yang menanjak untuk tiba di lokasi Waduk Gajah Mungkur. Bagi pengunjung yang menggunakan sarana transportasi umum, jika datang dengan menggunakan pesawat, begitu keluar dari Bandara Adi Sumarmo, Solo dapat melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus Damri dan turun di Terminal Tirtonadi. Dari sini harus berpindah kendaraan lagi dengan naik bus jurusan Solo – Pracimantoro serta turun di WGA. Pengunjung yang menggunakan kereta api, setelah keluar dari Stasiun Wonogiri tinggal mencari angkot yang menuju ke lokasi. Sedangkan yang datang dengan naik bus dan turun di Terminal Wonogiri, dapat melanjutkan perjalanan dengan berganti bus lain atau angkot jurusan Pracimantoro lalu turun di lokasi.

Penjelasan Umum

Waduk Gajah Mungkur merupakan salah satu waduk raksasa yang ada di Indonesia. Tujuan utama pembangunan waduk ini adalah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan menanggulangi meluapnya air sungai yang mengakibatkan banjir. Namun, keindahan panorama alam yang selalu menghiasi sekeliling bendungan raksasa ini membuat tempat ini juga menjadi objek wisata yang populer. Waduk Gajah Mungkur terletak di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, dan memiliki luas area seluas 88.000 hektar yang membentang di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Wonogiri, Kecamatan Nguntoronadi, Kecamatan Eromoko, Kecamatan Baturetno, Kecamatan Wuryantoro, Kecamatan Ngadirojo, dan Kecamatan Giriwoyo.

Sejarah pembangunan Waduk Gajah Mungkur bermula dari kisah Bedhol Desa pada tahun 1976. Pada saat itu, sebanyak 67.515 jiwa dari 51 desa yang ada di 6 kecamatan dipindahkan lewat program transmigrasi ke beberapa provinsi, seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi. Hal ini dilakukan karena daerah tempat tinggal mereka akan ditenggelamkan untuk dibangun bendungan terbesar se-Asia Tenggara, yaitu Waduk Gajah Mungkur. Pembangunan waduk ini sudah direncanakan sejak lebih dari sepuluh tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1964. Rencana pembangunan selanjutnya dirumuskan di tahun 1972 – 1974, dan proses pembangunan berjalan sepanjang tahun 1976 – 1981. Pembangunan bendungan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp.41.053 Milyar, dengan tenaga arsitek dan konsultan dari Nippon Koei Co Ltd Jepang serta tenaga lokal sebanyak 2.500 pekerja.

Waduk Gajah Mungkur memiliki berbagai fungsi utama. Pertama, sebagai pengendali banjir akibat aliran air dari Sungai Bengawan Solo. Kedua, sebagai pengairan untuk sawah yang ada di Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar seluas 23.600 hektar. Ketiga, sebagai pemasok air minum untuk masyarakat Kota Wonogiri. Keempat, sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas menghasilkan pasokan listrik sebesar 12,4 Megawatt yang dikelola oleh anak perusahaan PLN, yakni PT Indonesia Power Unit Mrica. Dengan berbagai fungsi tersebut, Waduk Gajah Mungkur menjadi salah satu bendungan terbesar dan terpenting di Jawa Tengah.

BACA JUGA :  Cari Yang Lepas Kunci? Coba 10 Pusat Sewa Alphard Malang, Bisa Rental Untuk Wisata Atau Bisnis

Namun, tidak hanya karena fungsi utamanya, keindahan panorama alam yang selalu menghiasi sekeliling Waduk Gajah Mungkur juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak pengelola serta para investor untuk mendirikan objek wisata di sekitarnya, termasuk objek wisata Waduk Gajah Mungkur (WGA). Keberadaan Gajah Mungkur sendiri, sejak semula memang telah menyuguhkan pemandangan alam yang menawan. Bahkan, tempo dulu, tepatnya pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, berbagai acara pertemuan kerapkali bertempat di Waduk Gajah Mungkur. Hal tersebut disebabkan karena suguhan panorama di sekitar waduk yang memang memikat. Apalagi saat ini, berbagai fasilitas wisata telah melengkapi kawasan di sekitarnya. Tidak heran jika objek wisata WGA menjadi salah satu objek wisata unggulan di Provinsi Jawa Tengah.

Sayangnya, ditengah semakin populernya objek wisata ini, ada persoalan yang mengiringi, yaitu terjadinya sedimentasi akibat terendapnya lumpur di dalam bendungan yang mencapai lebih dari 6 juta meter kubik. Sedimentasi yang disebabkan oleh semakin kering dan gundulnya kawasan hulu tersebut membuat penumpukan lumpur setiap tahunnya bertambah sekitar 1 – 1,2 juta meter kubik pertahun. Kondisi seperti ini, jika tidak secepatnya ditanggulangi, selain dapat mengganggu distribusi irigasi juga bisa mengakibatkan bendungan jebol. Itu sebabnya, banyak pihak yang berharap agar pemerintah dapat segera mengatasi persoalan tersebut, karena sungguh sangat disayangkan, jika objek wisata WGA ikut menjadi korban dari jebolnya waduk terbesar se-Asia Tenggara ini.

Mitos Waduk

Legenda Asal-Usul Waduk Gajah Mungkur

Menurut cerita dari para leluhur yang dituturkan kepada anak cucunya yang tinggal di sekitar kawasan Gajah Mungkur, dahulu ada raja yang bernama Gajah Madep. Dia tidak memiliki anak namun mempunyai keponakan yang sangat dia sayangi bernama Gajah Mego. Merasa usianya sudah sangat tua, Gajah Madep pun mengangkat Gajah Mego untuk menggantikan kedudukannya. Keputusan tersebut ditentang oleh Patihnya yang bernama Gajah Mungkur karena menganggap usia Gajah Mego masih terlalu muda. Karena penolakan tersebut, terjadilah pertempuran antara Gajah Mungkur melawan Gajah Mego. Mereka berdua mengeluarkan kesaktiannya dengan merubah wujud menjadi gajah raksasa. Pertarungan sengit tersebut akhirnya dimenangkan oleh Gajah Mungkur. Begitu sengitnya pertempuran yang terjadi, membuat tempat yang dijadikan ajang pertempuran dipenuhi lobang-lobang besar bekas tapak gajah raksasa. Lobang-lobang tersebut terus menerus mengeluarkan air, sehingga lama-lama daerah di sekitarnya penuh dengan air dan menjadi sebuah telaga yang kemudian dinamakan Waduk Gajah Mungkur.

Salah satu bukti adanya kerajaan di daerah sekitar Gajah Mungkur adalah adanya bekas pemakaman dari raja-raja yang ada di Wonogiri pada masa lampau. Pemakaman raja-raja Wonogiri tersebut saat ini terbenam di dasar bendungan. Pada musim kemarau, saat air bendungan surut, makam-makam tersebut dapat dilihat dari atas permukaan air dengan bentuk yang berbeda dari makam-makam saat ini.

BACA JUGA :  Daftar Sewa Apartemen Murah di Bumi Serpong Damai Buat Hunian Harian Atau Bulanan

Sejarah Berdirinya

Waduk Gajah Mungkur berdiri setelah proses pembangunan yang berlangsung dari tahun 1976 hingga 1981. Sebelumnya, daerah tempat waduk ini berdiri merupakan sebuah telaga kecil. Karena itulah cerita tentang keberadaan Waduk Gajah Mungkur memiliki dua versi, yaitu legenda tentang asal-usul telaga Gajah Mungkur yang angker dan masih menjadi misteri, serta sejarah pembangunan Bendungan Gajah Mungkur yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pembangunan Waduk Gajah Mungkur dimulai dengan kisah Bedhol Desa pada tahun 1976, dimana sebanyak 67.515 jiwa dari 51 desa yang ada di 6 kecamatan dipindahkan lewat program transmigrasi ke beberapa provinsi. Hal ini dilakukan karena daerah tempat tinggal mereka akan ditenggelamkan untuk dibangun bendungan terbesar se-Asia Tenggara, yaitu Waduk Gajah Mungkur. Rencana pembangunan bendungan ini sudah direncanakan sejak lebih dari sepuluh tahun sebelumnya, yaitu pada tahun 1964. Rencana pembangunan selanjutnya dirumuskan di tahun 1972 – 1974, dan proses pembangunan berjalan sepanjang tahun 1976 – 1981. Pembangunan bendungan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp.41.053 Milyar, dengan tenaga arsitek dan konsultan dari Nippon Koei Co Ltd Jepang serta tenaga lokal sebanyak 2.500 pekerja.

Pembangunan Waduk Gajah Mungkur bertipe Rockfill Earth Dam dengan fungsi utama sebagai pengendali banjir akibat aliran air dari Sungai Bengawan Solo. Waduk ini menempati area seluas 88.000 hektar yang membentang di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Wonogiri, Kecamatan Nguntoronadi, Kecamatan Eromoko, Kecamatan Baturetno, Kecamatan Wuryantoro, Kecamatan Ngadirojo, dan Kecamatan Giriwoyo. Selain itu, waduk ini juga digunakan untuk mengairi sawah yang ada di Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Karanganyar seluas 23.600 hektar. Fungsi utama lainnya adalah menjadi pemasok air minum untuk masyarakat Kota Wonogiri dan digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas menghasilkan pasokan listrik sebesar 12,4 Megawatt yang dikelola oleh anak perusahaan PLN, yakni PT Indonesia Power Unit Mrica.

Pesona Waduk

Keindahan Alam

Sebagaimana obyek wisata waduk lainnya, Waduk Gajah Mungkur menawarkan keindahan alam yang memukau. Suguhan utama yang diberikan oleh bendungan ini adalah panorama hamparan air dengan latar belakang pepohonan dan bebukitan di kejauhan. Keindahan alam ini dapat dinikmati baik saat berada di pinggir waduk maupun saat menjelajah luasnya waduk dengan menggunakan perahu. Selain itu, lalu lalang perahu-perahu nelayan yang mencari ikan di luasnya air bendungan juga ikut menambah keindahan landskap yang dilihat dari pinggir waduk. Sembari menikmati indahnya pemandangan, pengunjung juga akan dibuai oleh sapuan angin yang sepoi-sepoi dan rindangnya pepohonan.

Keindahan landskap Waduk Gajah Mungkur mencapai puncaknya saat matahari hendak kembali ke peraduan. Sinar keemasan yang dipancarkannya, dibiaskan oleh air, sehingga menciptakan kemilau yang begitu indah. Sunset inilah yang ditunggu-tunggu banyak pengunjung untuk diabadikan dengan menggunakan kamera, baik dalam bentuk foto maupun gambar video.

Aktivitas Menyenangkan

Selain menikmati keindahan alam, pengunjung Waduk Gajah Mungkur juga dapat menikmati berbagai aktifitas menyenangkan yang disediakan di dalam kawasan wisata. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Wahana Omah Jungkir
Wahana terbaru yang ada di obyek wisata Gajah Mungkur ini mulai beroperasi sejak pertengahan Januari 2024. Wahana ini memiliki desain rumah yang terdiri dari 4 ruang dengan perabotan serba terbalik. Satu ruang terbalik 90 derajat, yaitu ruang warung mie ayam, sedangkan 3 ruang lain terbalik 180 derajat yaitu ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Wahana ini awalnya adalah wahana “Rumah Hantu”. Namun karena sepi pengunjung, wahana ini diubah menjadi “Omah Jungkir” yang menjadi tempat berfoto yang unik dan menarik bagi pengunjung.

BACA JUGA :  15 Rekomendasi Makanan Enak Khas Bali Yang Terkenal Mendunia Ini Akan Membuatmu Ketagihan

2. Water Boom
Water Boom merupakan wahana yang menjadi favorit pengunjung. Meski pada awalnya sempat sepi, namun setelah harga tiket diturunkan, Water Boom selalu dipadati oleh pengunjung. Di dalam Water Boom, terdapat berbagai permainan air yang menarik dan menyenangkan.

3. Permainan Air
Pengunjung dapat menjelajahi luasnya Waduk Gajah Mungkur dengan menggunakan perahu, perahu motor, sepeda air, atau banana boat. Aktivitas ini memungkinkan pengunjung untuk melihat karamba yang menjadi tempat budidaya ikan Nila, serta menyaksikan aktifitas para nelayan dari dekat.

4. Pemancingan
Pada pagi dan sore hari, banyak pemancing yang mencoba peruntungannya dengan melempar umpan ke tengah danau. Waduk Gajah Mungkur memiliki berbagai jenis ikan tawar, seperti wader pari, patin jambal, tawes, dan nila. Bagi pengunjung yang memiliki hobi memancing, aktivitas ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

5. Taman Satwa
Taman Satwa di Waduk Gajah Mungkur menyajikan beberapa jenis binatang, seperti gajah, buaya, monyet, burung kasuari, dan berbagai jenis burung lainnya. Pengunjung juga dapat menunggang gajah dan berkeliling area wisata dengan tarif yang cukup murah.

6. Taman Bermain Anak
Terdapat Taman Bermain Anak yang menyediakan berbagai jenis permainan gratis, seperti jungkat-jungkit, ayunan, dan perosotan. Selain itu, terdapat juga permainan berbayar, seperti bianglala, sepeda air, komedi putar, dan kereta kelinci.

7. Taman Tombo Galau
Taman Tombo Galau merupakan tempat yang cocok untuk beristirahat bagi para pengunjung. Taman ini dilengkapi dengan beberapa jenis permainan anak-anak dan remaja, seperti catur, ular tangga, sundah mandah, serta permainan yang lain.

8. Gantole (Layang Gantung)
Gantole adalah aktivitas yang memacu adrenalin dan dapat ditemui di Bukit Joglo yang berada di sebelah Barat waduk. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung harus melakukan trekking dengan medan yang cukup menantang. Sesampai di atas bukit, pengunjung dapat menyaksikan keindahan waduk dan pemandangan alam di bawahnya sebelum terbang dengan menggunakan gantole.

Harga Tiket Masuk dan Fasilitas

Wisata Waduk Gajah Mungkur dikenal sebagai Taman Hiburan Rakyat karena harga tiket masuknya yang murah. Pada hari-hari biasa, harga tiket masuk hanya sebesar Rp.5.000, sedangkan pada hari libur sebesar Rp.7.000. Pengunjung yang datang dengan menggunakan motor dikenai ongkos parkir Rp.2.000, sedangkan yang membawa mobil dikenakan ongkos parkir sebesar Rp.5.000.

Selain harga tiket masuk yang murah, Waduk Gajah Mungkur juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang representatif. Beberapa fasilitas yang tersedia di kawasan wisata ini antara lain area parkir yang luas, mushollah, kamar mandi dan toilet, gazebo, rest area, dan beberapa fasilitas lainnya. Selain itu, terdapat juga warung-warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman, serta outlet dan kios-kios souvenir yang menjual oleh-oleh khas WGA.

Menariknya lagi, wahana yang ada di lokasi wisata ini selalu diperbarui setiap 1 – 3 bulan sekali, sehingga pengunjung yang pernah berkunjung ke sini tidak akan pernah merasa bosan. Dengan berbagai wahana dan fasilitas yang ditawarkan, Waduk Gajah Mungkur menjadi tempat yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman-teman.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *