PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

30 Tempat Wisata di Solo dan Sekitarnya

Blog

Tempat Wisata di Solo dan Sekitarnya yang Wajib Dikunjungi

1. Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka yang terletak di Jalan Brigjend Slamet Riyadi, Sriwedari, Laweyan, Surakarta adalah salah satu tempat wisata di Solo yang tidak boleh dilewatkan. Museum ini merupakan tempat yang cocok bagi penggemar wisata edukasi, karena di sini pengunjung dapat melihat dan mempelajari berbagai benda kuna yang merupakan peninggalan dari Keraton Mataram serta benda-benda bersejarah yang berhubungan dengan kota Surakarta atau Solo.

Beberapa koleksi yang tersimpan di museum ini antara lain arca perunggu dan batu peninggalan zaman Hindu Budha, keramik, gamelan, wayang kulit, dan koleksi senjata tradisional termasuk keris. Salah satu koleksi yang paling terkenal adalah porselen yang diberikan oleh Napoleon Bonaparte kepada Sri Susuhunan Paku Buwono IV. Dengan mengunjungi museum ini, pengunjung dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang sejarah dan budaya Solo.

2. Museum Batik Danar Hadi Solo

Museum Batik Danar Hadi yang terletak di Jalan Brigjend Slamet Riyadi, Sriwedari No.261, Laweyan, Surakarta juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bagi pecinta batik, museum ini menjadi tempat yang sangat memuaskan, karena di dalamnya terdapat berbagai macam corak dan motif batik dari seluruh Nusantara. Mulai dari batik klasik hingga batik kontemporer dapat ditemukan di museum ini.

BACA JUGA :  10 Rental Mobil Pasar Minggu, Harga Sewa Murah Rp400.000

Museum Batik Danar Hadi memiliki koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Batik Pekalongan, Kudus, Lasem, Sumatera, Surakarta, Mangkunegaran, Pakualaman, Jogjakarta, Hokokai, China, dan lain-lain. Pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan kain batik secara langsung, mulai dari membuat pola, mencanting, hingga mewarnai. Museum ini merupakan tempat yang tepat bagi para penggemar batik untuk menambah pengetahuan dan apresiasi terhadap seni kain tradisional Indonesia.

3. Pasar Klewer

Pasar Klewer yang terletak di Jalan Kapten Mulyadi, Pasar Kliwon, Sukoharjo, Surakarta merupakan pasar tekstil terbesar se-Asia Tenggara dan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Pasar ini terkenal sebagai pusat grosir pakaian, terutama kain batik. Bagi para pedagang batik, pasar ini merupakan tempat yang strategis untuk mencari dan membeli kain batik dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain sebagai pusat belanja tekstil, di sekitar lokasi pasar juga banyak ditemui para penjual makanan yang menjajakan aneka macam kuliner khas Jawa Tengah. Pengunjung dapat mencicipi berbagai makanan tradisional seperti nasi liwet, gudeg, soto, dan masih banyak lagi. Pasar Klewer juga merupakan tempat yang cocok untuk mencari oleh-oleh khas Solo, seperti batik, kerajinan tangan, dan makanan khas.

4. Museum Purbakala Sangiran

Museum Purbakala Sangiran yang terletak di Kalijambe, Sragen, Krikilan, Kalijambe, Karanganyar, Jawa Tengah adalah tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi bagi penggemar arkeologi dan paleontologi. Museum ini berada di kawasan “Kubah Sangiran” yang telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site. Di sekitar lokasi museum, banyak ditemukan fosil-fosil manusia purba, peralatan purba, fosil binatang, dan tumbuhan purba yang hidup pada zaman purba.

Situs manusia purba yang ada di Sangiran merupakan situs terlengkap di Asia dan memperlihatkan kehidupan pada zaman Pliosen hingga Pleistosen Tengah sekitar 2 juta tahun yang lalu. Dengan mengunjungi museum ini, pengunjung dapat melihat koleksi fosil dan artefak purba yang sangat berharga serta memperoleh pengetahuan tentang sejarah manusia purba di Indonesia.

BACA JUGA :  Begini Cara Makan Kepiting yang Bener Plus Rekomendasi Restoran

5. Kampung Batik Laweyan

Kampung Batik Laweyan merupakan kampung yang terletak di Jalan Dr. Radjiman No.521, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Kampung ini memiliki luas 24 hektar dan terbagi menjadi 3 blok. Kampung ini menjadi tempat wisata yang menarik karena merupakan kampung tua yang telah berdiri sejak era kerajaan Pajang pada tahun 1546 M.

Di kampung ini, pengunjung dapat melihat bangunan-bangunan kuna dengan berbagai macam gaya arsitektur, mulai dari gaya tradisional Jawa, China, hingga gaya Eropa. Bangunan-bangunan ini menjadi saksi bisu sejarah perkembangan peradaban masyarakat Surakarta. Selain itu, pengunjung juga dapat mengunjungi makam Kyai Ageng Henis yang menurunkan raja-raja di Mataram dan Museum H. Samanhudi yang merupakan tokoh pendiri Syarekat Dagang Islam.

Tidak hanya itu, kampung ini juga menjadi pusat produksi batik. Para pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan batik dari tangan-tangan terampil para pengrajin yang ada di kampung ini. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pertunjukan musik keroncong, karawitan, atau rebana yang dimainkan oleh grup kesenian milik warga setempat. Tentu saja, pengunjung juga dapat memborong kain batik dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan tempat lain.

6. Kampoeng Batik Kauman

Kampoeng Batik Kauman merupakan kampung yang terletak di Kauman, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah. Berbeda dengan Kampung Batik Laweyan yang memiliki akses jalan yang lebar, jalan di Kampoeng Batik Kauman relatif sempit. Namun demikian, kampung ini merupakan tempat wisata yang menarik, terutama bagi para pecinta batik.

Di sepanjang jalan di Kampoeng Batik Kauman, banyak ditemui showroom-showroom batik serta rumah-rumah yang memproduksi batik. Kampung ini merupakan tempat yang tepat bagi para penggemar batik untuk mencari dan membeli berbagai macam produk batik. Batik Kauman memiliki ciri khas produk yang berbeda dengan batik Laweyan. Jika batik Laweyan cenderung didominasi oleh warna terang, batik Kauman cenderung menggunakan warna gelap.

BACA JUGA :  Sedekah Laut Cilacap, Simbol Ucapan Syukur di Pesisir Selatan Jawa. Ini 10 Potretnya

Pasar Antik Triwindhu yang terletak di Pasar Triwindu, Jalan Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Meskipun sebenarnya pasar ini merupakan pasar loak dengan konsep pasar tradisional, Pasar Antik Triwindhu menjadi destinasi yang populer bagi para kolektor dan pecinta barang antik.

Di pasar ini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam benda seni yang menarik untuk dijadikan souvenir atau pajangan di rumah. Terdapat berbagai macam benda antik seperti gelas, piring, cermin, lampu, gramofon, wayang, patung, keris, koin kuna, dan bahkan fosil makhluk purba. Dengan mengunjungi Pasar Antik Triwindhu, pengunjung dapat melihat dan membeli berbagai benda antik yang memiliki nilai historis dan estetis yang tinggi.

Dengan keberagaman tempat wisata yang ditawarkan, Solo dan sekitarnya menjadi destinasi wisata yang menarik bagi para wisatawan. Baik untuk penggemar sejarah dan budaya, pecinta batik, maupun pecinta barang antik, Solo memiliki banyak tempat yang menarik untuk dikunjungi. Selain itu, Solo juga memiliki akses transportasi yang mudah, sehingga para wisatawan dapat dengan nyaman dan mudah mengunjungi tempat-tempat wisata ini.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *