Panduan Tips Pergi Liburan Ke Pekalongan

Kota Pekalongan adalah salah satu kota pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Batang di timur, serta Kabupaten Pekalongan di sebelah selatan dan barat.

Kota ini terletak di jalur Pantura yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya. Pekalongan berjarak 101 km sebelah barat Semarang, atau 384 sebelah timur Jakarta. Pekalongan dikenal dengan julukan kota batik, karena batik Pekalongan memiliki corak yang khas dan variatif. Kota Pekalongan masuk jaringan kota kreatif UNESCO dalam kategori crafts & folk art pada Desember 2014 dan memiliki city branding World’s city of Batik.

Transportasi di kota ini pun sudah cukup berkembang, karena terdapat terminal besar, stasiun, dan taksi. Makanan khas Pekalongan adalah megono, yakni irisan nangka dicampur dengan sambal bumbu kelapa. Makanan ini umumnya dihidangkan saat masih panas dan dicampur dengan petai dan ikan bakar sebagai menu tambahan.

Foto udara Alun-alun Pekalongan. via @740aerialvideography
Foto udara Alun-alun Pekalongan. via @740aerialvideography

Kota Pekalongan terkenal dengan nuansa religiusnya karena mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Ada beberapa adat tradisi di Pekalongan yang tidak dijumpai di daerah lain misalnya: syawalan, sedekah bumi, dan sebagainya. Syawalan adalah perayaan tujuh hari setelah lebaran dan sekarang ini disemarakkan dengan pemotongan lopis raksasa yang memecahkan rekor MURI oleh wali kota untuk kemudian dibagi-bagikan kepada pengunjung.

Wilayah Utama

Pekalongan terdiri atas empat kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Pekalongan Utara, Pekalongan Timur, dan Pekalongan Selatan.

Kecamatan Pekalongan Barat terdiri atas tujuh kelurahan setelah pemekaran kelurahan pada 1 Januari 2015, antara lain;

  1. Medono
  2. Podosugih
  3. Sapuro Kebulen
  4. Bendan Kergon
  5. Pasirkratonkramat
  6. Tirto
  7. Pringrejo

Pekalongan Utara merupakan kecamatan di Kota Pekalongan, dimana ibukotanya terletak di Kelurahan Panjang Wetan.

Wilayah Kecamatan Pekalongan Utara adalah wilayah pesisir pantai utara (laut Jawa), sehingga sebagian wilayahnya yang berdekatan dengan pantai seringkali mengalami Rob (air laut pasang). Wilayah yang sering mengalami bencana rob antara lain; Kelurahan Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang dan Krapyak.

Selain bencana rob, di Kecamatan Pekalongan Utara terdapat satu kelurahan yang hampir setiap tahun tergenang banjir yaitu Kelurahan Pabean. Hal ini karena kondisi tanahnya lebih rendah dibanding dengan daratan disekitarnya.

Pendopo Kajen Pekalongan. via @_ridhoahmad10
Pendopo Kajen Pekalongan. via @_ridhoahmad10

Kecamatan Pekalongan Timur terdiri atas tujuh kelurahan setelah pemekaran kelurahan pada 1 Januari 2015, antara lain;

  1. Noyontaansari
  2. Kauman
  3. Poncol
  4. Klego
  5. Gamer
  6. Setono
  7. Kalibaros

Kecamatan Pekalongan Selatan terdiri atas enam kelurahan setelah pemekaran kelurahan pada 1 Januari 2015, antara lain;

  1. Banyurip
  2. Buaran Kradenan
  3. Jenggot
  4. Kuripan Kertoharjo
  5. Kuripan Yosorejo
  6. Sokoduwet

Sejarah Pekalongan

Nama Pekalongan sampai saat ini belum jelas asal-usulnya, belum ada prasasti atau dokumen lainnya yang bisa dipertanggungjawabkan, yang ada hanya verita rakyat atau legenda. Dokumen tertua yang menyebut nama Pekalongan adalah Keputusan Pemerintah Hindia Belanda (Gouvernements Besluit) Nomor 40 Tahun 1931: nama Pekalongan diambil dari kata “Halong” (dapat banyak) dan di bawah simbol tertulis “Pek-Alongan”.

Kemudian berdasarkan keputusan DPRD Kota Besar Pekalongan tanggal 29 Januari 1957 dan Tambahan Lembaran Daerah Swatantra Tingkat I Jawa Tengah tanggal 15 Desesmber 1958, serta persetujuan Pepekupeda Teritorium 4 dengan SK nomor KTPS-PPD/00351/II/1958: nama Pekalongan berasal dari kata “A-Pek-Halong-An” yang berarti pengangsalan (Pendapatan).

Liburan ke Pekalongan jangan sampai tidak mampir ke Museum Batik Pekalongan. via @batikoedotcom
Liburan ke Pekalongan jangan sampai tidak mampir ke Museum Batik Pekalongan. via @batikoedotcom

Pada masa VOC (abad XVII) dan pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, sistem Pemerintahan oleh orang pribumi tetap dipertahankan. Dalam hal ini Belanda menentukan kebijakan dan prioritas, sedangkan penguasa pribumi ini oleh VOC diberi gelar Regant (Bupati). Pda masa ini, Jawa Tengah dan jawa Timur dibagi menjadi 36 kabupaten Dengan sistem Pemerintahan Sentralistis

Pada abad XIX dilakukan pembaharuan pemerintahan dengan dikeluarkannya Undang-Undang tahun 1954 yang membagi Jawa menjadi beberapa Gewest/Residensi. Setiap Gewest mencakup beberapa afdelling (setingkat kabupaten) yang dipimpin oleh asisten Residen, Distrik (Kawadenan) yang dipimpin oleh Controleur, dan Onderdistrict (Setinkat kecamatan) yang dipimpin Aspiran Controleur.

Di wilayah Jawa Tengah terdapat lima Gewest, yaitu:

  • Semarang gewest yang terdiri dari Semarang, Kendal, Demak, Kudus, Pati, Jepara dan Grobongan.
  • Rembang Gewest yang terdiri dari Rembang, Blora, Tuban, dan Bojonegoro
  • Kedu Gewest yang terdiri dari Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kutoarjo, Kebumen, dan karanganyar.
  • Banyumas Gewest yang terdiri dari Banyumas, Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga.
  • Pekalongan gewest terdiri dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang.

Pada pertengahan abad XIX dikalangan kaum liberal Belanda muncul pemikiran etis-selanjutnya dikenal sebagai Politik Etis‘ yang menyerukan Program Desentralisasi Kekuasaan Administratip yang memberikan hak otonomi kepada setiap Karesidenan (Gewest) dan Kota Besar (Gumentee) serta pemmbentukan dewan-dewan daerah di wilayah administratif tersebut.

Pemikiran kaum liberal ini ditanggapi oleh Pemerintah Kerajaan Belanda dengan dikeluarkannya Staatbland Nomer 329 Tahun 1903 yang menjadi dasar hukum pemberian hak otonomi kepada setiap residensi (gewest); dan untuk Kota Pekalongan, hak otonomi ini diatur dalam Staatblaad Nomer 124 tahun 1906 tanggal 1 April 1906 tentang Decentralisatie Afzondering van Gelmiddelen voor de Hoofplaatss Pekalongan uit de Algemenee Geldmiddelen de dier Plaatse yang berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Pada tanggal 8 Maret 1942 Pemerintah Hindia Belanda menandatangani penyerahan kekuasaan kepada tentara Jepang. Jepang menghapus keberadaan dewan-dewan daerah, sedangkan Kabupaten dan Kotamadya diteruskan dan hanya menjalankan pemerintahan dekonsentrasi.

Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus oleh dwitunggal Soekarno-Hata di Jakarta, ditindaklanjuti rakyat Pekalongan dengan mengangkat senjata untuk merebut markas tentara Jepang pada tanggal 3 Oktober 1945. Perjuangan ini berhasil, sehingga pada tanggal 7 Oktober 1945 Pekalongan bebas dari tentara Jepang.

Pusat Pasar Grosir Batik Setono. via @explorepekalonga
Pusat Pasar Grosir Batik Setono. via @explorepekalonga

Secara yuridis formal, Kota Pekalongan dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomer 16 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950 tentang Pembentukan Daerah Kota Besar dalam lingkungan Jawa Barat/Jawa Tengah/Jawa Timur dan Daerah Istimewa Jogjakarta. Selanjutnya dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah, maka Pekalongan berubah sebutannya menjadi Kotamadya Dati II Pekalongan.

Terbitnya PP Nomer 21 Tahun 1988 tanggal 5 Desember 1988 dan ditinjaklanjuti dengan Inmendagri Nomor 3 Tahun 1989 merubah batas wilayah Kotamadya Dati II Pekalongan sehingga luas wilayahnya berubah dari 1.755 Ha menjadi 4.465,24 Ha dan terdiri dari 4 Kecamatan, 22 desa dan 24 kelurahan.

Sejalan dengan era reformasi yang menuntut adanya reformasi disegala bidang, diterbitkan PP Nomer 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan PP Nomer 32 Tahun 2004 yang mengubah sebutan Kotamadya Dati II Pekalongan menjadi Kota Pekalongan.

Cara Pergi ke Pekalongan

Melalui Darat: Banyak alternatif transportasi angkutan umum darat untuk menuju Pekalongan. Bisa naik bus, kereta api, taksi, dan travel. Khusus angkutan travel memang tidak ngetem di terminal bus tapi punya pangkalan sendiri. Lokasi pangkalan itu terletak di jalan Alun – Alun Kota Pekalongan dekat Masjid Jami Pekalongan dan Alun – Alun Pekalongan.

Angkutan travel Pekalongan menggunakan armada jenis L 300, Isuzu Elf, dan Kia Travello. Untuk jurusan Pekalongan – Jakarta, Pekalongan – Jogja, Pekalongan – Purwokerto menggunakan L 300. Jurusan Pekalongan – Bandung menggunakan Kia Travello sedangkan untuk jurusan ke arah timur seperti Solo, Surabaya dsb biasanya Isuzu Elf. Untuk memesan tiket bisa lewat telepon atau datang langsung ke pangkalan. Angkutan travel kebanyakan berangkat pada malam hari. Penumpang di sekitar Kota Pekalongan akan dijemput di rumahnya masing – masing sebagai bagian dari servis.

Transportasi Umum di Pekalongan

  • Angkot
  • Kereta Api
  • Bis

Hotel di Pekalongan

  • Sahid Mandarin Pekalongan, Jalan Dr. Sutomo (Depan Square Complex), Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51114
  • Hotel Namira Syariah Pekalongan, Jalan Dr. Cipto No. 70 Pekalongan , Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51122
  • Horison Pekalongan, Jl. Gajah Mada 11 A, Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51118
  • Hotel Nirwana Pekalongan, Jalan Dr. Wahidin No.11, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51101
  • Hotel Dafam Pekalongan, Jl. Urip Sumoharjo 53 Pekalongan, Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51111
  • Pesonna Hotel Pekalongan, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, No. 24, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51125
  • Hotel Santika Pekalongan, Jalan Gajah Mada No.7A, Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51118
  • Hotel Marlin Pekalongan, Jl. Wira Desa no 25, Wiradesa, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51152
  • The Sidji Hotel Pekalongan, Jalan Dr. Cipto No. 66, Pekalongan Timur, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51122
  • Allegria Residence, Jalan Bina Griya Raya No 11 Pekalongan Jawa Tengah , Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51111
  • Hotel Indonesia Pekalongan, Jalan Gajah Mada 27 – 31, Pekalongan Barat, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia, 51118

Iklim di Pekalongan

Pekalongan memiliki iklim tropis. Terdapat curah hujan yang signifikan sepanjang tahun di Pekalongan. Bahkan bulan terkering masih memiliki banyak curah hujan.

Bahasa Daerah di Pekalongan

Bahasa Jawa Pekalongan atau Dialek Pekalongan adalah salah satu dari dialek-dialek Bahasa Jawa yang dituturkan di pesisir utara tanah Jawa, yaitu daerah Jawa Tengah terutama di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Dialek Pekalongan termasuk bahasa “antara” yang dipergunakan antara daerah Tegal (bagian barat), Weleri (bagian timur), dan daerah Pegunungan Kendeng (bagian selatan).

Dialek Pekalongan termasuk dialek Bahasa Jawa yang “sederhana” namun “komunikatif”. Meskipun ada di Jawa Tengah, dialek Pekalongan berbeda dengan daerah pesisir Jawa lainnya, contohnya Tegal, Weleri/Kendal, dan Semarang. Namun oleh orang Jogya atau Solo, dialek itu termasuk kasar dan sulit dimengerti, sementara oleh orang Tegal dianggap termasuk dialek yang sederajat namun juga sulit dimengerti.

Tempat Wisata di Pekalongan

Ada beberaapa tempat wisata di Pekalongan yang bisa anda kunjungi. Beberapa tempat wisata di Pekalongan itu adalah:

Bukit Kutorojo, salah satu tempat instagramable di Pekalogan via @bambang_victory
Bukit Kutorojo, salah satu tempat instagramable di Pekalogan via @bambang_victory
  • Museum Batik Pekalongan
  • Curug Bajing
  • Gunung dan Curug Rogojembangan
  • Kebun Teh Pagilaran
  • Desa Wisata Lolong
  • Pantai Wonokerto
  • Curug Muntar
  • International Batik Center
  • Pantai Pasir Kencana

Mal di Pekalongan

  • Mall Borobudur
  • Plaza Pekalongan

Museum di Pekalongan

  • Museum Batik Pekalongan

Hiburan Malam di Pekalongan

  • Executive Club Karaoke, Jl. Wiradesa No.25 Pekalongan

Rekomendasi Tempat Makan di Pekalongan

  • Rumah Makan Nasi Megono, Jl. H.A Salim
  • Sate Kebo (Sate Ho), Jl. Hasanudin
  • Soto Ayam Bang Dul, Jl. A. Yani No. 50 dan juga Jl. Dr. Cipto No. 119
  • Rumah Makan Ikan Bakar Wiroto, Jl. Pantai sari Panjang baru
  • Garang Asem H. Masduki, Kompleks Travel Alun – Alun Kota Pekalongan
  • Soto Tauto H. Rochmani, Pasar Sayun – Pekalongan
  • Es Duren Merak, Jl. Merak – Pekalongan

Tips Wisata di Pekalongan

  • Dikarenakan banyak curah hujan di daerah ini, membawa baju tebal dan jaket sangat disarankan.

Perlu Kamu Tahu di Pekalongan

  • RS Kraton Pekalongan, Jl. Veteran No. 31 Kab. Pekalongan.
  • RSUD Bendan Kota Pekalongan, Jl. Sriwijaya No. 2 Kota Pekalongan.
  • RS Bhakti Waluyo, Jl. Raya Batang Km 1 Kab. Pekalongan.

Leave a Reply