Pulau Cangkir Tangerang
Destinasi Menarik
Pantai Anyer
Pantai Anyer merupakan salah satu wisata unggulan di Provinsi Banten. Pantai ini terletak di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Pantai Anyer terkenal dengan pasir putih yang lembut dan air laut yang biru. Ombaknya cukup tinggi, sehingga sangat cocok untuk surfing. Selain itu, wisatawan juga bisa melakukan penyelaman dan snorkeling meski pemandangan di bawah air tidak sebagus di Kepulauan Seribu. Pantai Anyer juga memiliki beragam fasilitas yang memadai, seperti penginapan, restoran, dan tempat parkir. Pantai Anyer menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai dan melakukan berbagai aktivitas air.
Pantai Tanjung Lesung
Selain Pantai Anyer, Pantai Tanjung Lesung juga merupakan destinasi menarik yang ada di Provinsi Banten. Pantai ini dinamakan demikian karena bentuk tanjungnya yang mirip dengan ujung lesung, alat tradisional untuk menumbuk padi. Pantai Tanjung Lesung menawarkan pemandangan yang indah dengan pasir putih yang berpadu dengan pohon-pohon rindang di tepi pantai. Air laut yang jernih juga menambah keindahan panorama di sekitarnya. Di Pantai Tanjung Lesung, pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas pantai, seperti berenang, snorkeling, atau sekedar duduk-duduk menikmati angin sepoi-sepoi. Selain itu, banyak spot menarik yang bisa diabadikan dalam foto, seperti ayunan di tengah pantai, perbukitan, dan karang-karang dengan bentuk unik.
Pulau Cangkir
Jika Pantai Anyer dan Pantai Tanjung Lesung terdengar mainstream bagi Anda, Anda bisa mencoba mengunjungi Pulau Cangkir. Pulau ini tidak hanya menawarkan pesona wisata alam, tetapi juga budaya dan religi. Ketika sampai di Pulau Cangkir, pengunjung akan disuguhi suasana yang tenang dan sakral secara bersamaan. Pulau Cangkir mempunyai sejarah yang menarik. Awalnya, pulau ini merupakan sebuah pulau kecil yang terpisah dari Jawa. Namun, sejak tahun 1995, pulau ini terhubung dengan daratan pesisir utara Pulau Jawa. Pulau Cangkir memiliki makam keramat yang menjadi ikon pulau ini. Makam tersebut diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir dari Pangeran Jaga Lautan, putera Maulana Hasanuddin, sultan Banten pertama. Pulau Cangkir juga menawarkan keindahan alam yang memukau, seperti hutan mangrove yang tersebar di segala sisi. Pulau Cangkir menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, budaya, dan religi.
Sejarah Pulau Cangkir
Menurut sejarah, Pulau Cangkir awalnya merupakan sebuah pulau kecil yang terpisah dari Jawa. Namun, sejak tahun 1995, pulau ini terhubung dengan daratan pesisir utara Pulau Jawa. Pulau Cangkir memiliki riwayat pengerukan, sehingga luasnya yang dulunya 4,5 hektar menjadi tinggal 2,5 hektar. Pengerukan ini sebenarnya bertujuan untuk mempermudah akses ke pulau ini, tetapi justru mengakibatkan kerusakan dan penyusutan pulau. Pembuatan lintasan tanah yang menjadi jalur penghubung merupakan hasil swadaya warga setempat dan pengurus situs ziarah. Pulau Cangkir memiliki bentuk yang menyerupai gelas, namun diberi nama Pulau Cangkir. Masyarakat setempat meyakini bahwa tokoh yang disebut sebagai Pangeran Jaga Lautan adalah Syekh Waliyuddin. Ia merupakan putera Maulana Hasanuddin, sultan Banten pertama atau cucu Sunan Gunung Jati, Cirebon. Beliau diperintahkan ke daerah itu untuk berdakwah serta mengajarkan agama Islam kepada masyarakat sekitar. Asal usul penemuan situs makam tersebut tanpa disengaja. Saat itu, kuburan masih dikelilingi oleh pepohonan hutan yang lebat dan ada beringin besar yang melindungi cungkupnya. Kondisi makam pun sangat bersih, tanpa ranting atau dedaunan yang jatuh. Menurut mitos, barang siapa yang melintasi pusara akan terjerembab. Bangkai burung dan binatang hutan yang ditemukan di sekitar area menjadi bukti. Untuk menghilangkan pengaruh gaib yang menyelimuti makam, dilakukan ritual dengan menyiramkan air dari hulu Sungai Cisadane di Gunung Salak, Bogor. Cungkup makam juga diberi batu yang berasal dari sana. Setelah itu, kuburan keramat tersebut tidak lagi membahayakan makhluk hidup di sekelilingnya.
Berwisata di Pulau Cangkir
Pulau Cangkir menawarkan perjalanan wisata yang mengasyikkan. Ketika menuju lokasi, pengunjung akan melewati desa nelayan dan melihat kegiatan mereka memperbaiki kapal serta menjemur ikan asin di depan rumah. Di sebelah kanan, ada Sungai Ciduran yang berhilir di Pulau Cangkir, tempat penjala mancing ikan di atas perahu. Di sebelah kiri, terdapat kolam tambak ikan bandeng yang jarang ditemui di tempat lain. Begitu memasuki objek wisata, pengunjung akan disuguhkan oleh pemandangan hutan mangrove yang tersebar di segala sisi. Selain mengambil foto atau video dengan latar belakang spot tersebut, pengunjung juga bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti berenang di perairan sekitar pulau yang bening dan bermain pasir pantai. Pulau Cangkir juga memiliki spot khusus untuk ziarah, yaitu makam keramat yang menjadi ikon pulau ini. Bangunan beratap rumbia dan bertiang bambu tersebut kerap dibanjiri peziarah yang duduk menghadap cungkup dengan lubang lengkung bertuliskan aksara Arab gundul di atasnya. Pulau Cangkir menawarkan pengalaman berwisata yang unik dengan kombinasi antara wisata alam, budaya, dan religi.
Rute Menuju Lokasi
Alamat Pulau Cangkir terletak di Desa Kronjo, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Jarak lokasi dari Jakarta sekitar 75 km, sedangkan dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang di Tigaraksa kurang lebih 35 km. Jika berangkat dari Kota Metropolitan, pengunjung dapat menaiki bus jurusan Kali Deres – Kronjo. Alternatif lainnya adalah menggunakan kendaraan pribadi melalui Tol Jakarta-Merak hingga Kabupaten Tangerang. Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, pengunjung akan menemui Jalan Pasar Kemis atau Siliwangi. Ikuti rute tersebut dan belok kiri pada tikungan pertama di Jalan Raya Cadas – Daon. Sekitar 10 menit dari sana, terdapat sebuah persimpangan. Silakan memilih tikungan ke kanan untuk menuju ke kawasan wisata Pulau Cangkir. Jika masih bingung, pengunjung dapat menggunakan aplikasi peta atau map pada gadget mereka untuk menunjukkan denah lokasi secara akurat. Jangan sungkan untuk bertanya kepada penduduk setempat jika masih kesulitan menemukan lokasi Pulau Cangkir.
Harga Tiket Masuk
Harga tiket masuk Pulau Cangkir adalah Rp.6.000. Harga tersebut belum termasuk retribusi parkir sekitar Rp.3.000 untuk motor dan Rp.5.000 untuk mobil. Dengan harga tiket masuk tersebut, pengunjung sudah bisa masuk ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pulau Cangkir juga menyediakan berbagai fasilitas yang memadai, seperti kamar mandi, mushola, tempat istirahat, warung makan, dan kios souvenir serta oleh-oleh. Pulau Cangkir menawarkan pengalaman berwisata yang lengkap dengan fasilitas yang memadai.
Kesimpulan
Pulau Cangkir di Provinsi Banten menawarkan berbagai destinasi menarik untuk dikunjungi. Antara lain, Pantai Anyer dengan pasir putih nan lembut dan ombak yang tinggi, Pantai Tanjung Lesung dengan bentuk tanjungnya yang mirip dengan ujung lesung, dan Pulau Cangkir dengan keindahan alam, budaya, dan religinya. Pulau Cangkir juga memiliki sejarah yang menarik, terhubung dengan daratan pesisir utara Pulau Jawa, serta memiliki makam keramat yang menjadi ikon pulau ini. Pulau Cangkir dapat dicapai melalui berbagai rute, baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Harga tiket masuk ke Pulau Cangkir terjangkau dan fasilitas yang tersedia cukup lengkap. Pulau Cangkir merupakan destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, budaya, dan religi di Provinsi Banten.