Panduan Tips Pergi Liburan Ke Wamena

Wamena adalah sebuah distrik di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Indonesia, sekaligus merupakan ibu kota kabupaten tersebut. Di Wamena terletak lapangan terbang yang menghubungkan wilayah Jayawijaya dengan Jayapura dan Kabupaten pemekaran lainnya seperti Kabupaten Lanny Jaya, Yahukimo, Tolikara dan lainnya.

Wamena merupakan satu-satunya kota terbesar yang terletak di pegunungan tengah Papua. Wamena berasal dari bahasa Dani yang terdiri dari dua kata Wa dan Mena, yang berarti Babi Jinak.

Berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Papua, seperti Timika, Jayapura, Sorong, dan Merauke, Wamena merupakan surga dan mutiara yang belum banyak tersentuh di pedalaman pegunungan tengah Papua. Kota yang terletak di Lembah Baliem dan dialiri oleh sungai Baliem serta diapit pegunungan Jayawijaya diselatannya.

Penduduk lokal setempat wamena by IG @dreamtravelstories
Penduduk lokal setempat wamena by IG @dreamtravelstories

Wamena ini memiliki ketinggian sekitar 1800 meter di atas permukaan laut. Kota Wamena masih memiliki udara yang segar dan jauh dari polusi udara seperti kota-kota besar lainnya di Indonesia. Sebagaimana hal nya kebanyakan kota-kota di pegunungan Papua, kota ini berkembang sesuai dengan pola perkembangan sekitar bandara udara.

Kota yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara ini sangatlah indah dan masih asri alamnya. Terutama pada musim penyelenggaraan pesta budaya Papua, yang diselenggarakan di distrik Wosilimo, kota ini dibanjiri oleh para wisatawan baik lokal dan mancanegara.

Wilayah Utama Wamena

Kecamatan yang ada di Kabupaten Jayawijaya adalah:

  • Assologaima
  • Assolokobal
  • Bolakme
  • Hubikosi
  • Kelila
  • Kurulu
  • Musatfak
  • Pelebaga
  • Wolo
  • Walelagama
  • Wamena
  • Yalengga

Sejarah Wamena

Berbicara tentang Wamena tidak dapat dilepaskan dari kehadiran Pemerintah Belanda dan Misionaris yang memulai penyebaran injil di wilayah Irian Jaya umumnya dan pedalaman Irian Jaya pada khususnya yang ketika itu masih dikenal dengan nama Nederlandsch Nieuw Guinea.

Keterlibatan mereka dalam merintis pembukaan lembah Balim dilakukan dalam beberapa kali ekspedisi setelah pertama kalinya pada awal abad ke XX ditemukannya suku Dani oleh rombongan ekspedisi tahun 1909 yang dipimpin oleh Mr. H.A Lorentz.

Tanggal, 13 Mei 1945 sebuah pesawat Dakota milik Angkatan Udara Amerika Serikat berpenumpang 24 orang yang tengah melakukan ekpedisi ke pedalaman pesawat teresebut disiarkan oleh pers dunia salah satunya dimuat dalam majalah di Amerika Serikat ”National Geographic Magazine” sekaligus memberitakan tentang diketemukannya Lembah Balim atau Shangrila (lembah yang tersembunyi) dari hasil ekspedisi tersebut.

Ada banyak tempat menarik di Wamena untuk bisa anda kunjungi by IG @erickssonavianto
Ada banyak tempat menarik di Wamena untuk bisa anda kunjungi by IG @erickssonavianto

Pada tanggal 18 sampai 26 Januari 1955 seorang Wakil Pemerintah Belanda V. De Bruyn mengadakan kunjungan kerja ke Lembah Balim, disusul oleh Inspektur Penerbangan sipil W. Van Lottum dan kawan-kawan melalui pesawat udara menentukan sebidang tanah di Wamena untuk pembangunan lapangan terbang yang dapat didarati oleh pesawat Dakota (panjang 1450 meter).

Akhirnya pada bulan Desember 1956 Pemerintah Belanda membuka pos Pemerintahan yang pertama dekat muara kali Wamena yang juga disebut kali Uwe. Adapun kronologis kedatangan dan pembukaan Pos Pemerintahan yang pertama di lembah Balim dijelaskan dari sebuah surat yang ditulis oleh Bapak Drs. Frits Veldkamp, mantan Kepala Pemerintahan atau Kontrolir Belanda yang membuka pos pertama di Wamena yang diterjemahkan oleh Pastor Frans Lieshout ofm.

Alasan-alasan untuk membuka Pos Pemerintahan yang pertama di Wesaput adalah:

  • Lokasi tersebut terletak dekat sungai Balim dan sungai itu dipakai untuk tranportasi barang dari Hitigima ke Wesaput.
  • Lokasi itu terletak dekat perkampungan masyarakat yang pada waktu itu masyarakatnya tinggal di seberang sungai Balim.

Dalam lanjutan suratnya bapak F. Veldkamp berpendapat bahwa tanggal 14 Desember 1956 adalah tanggal berdirinya kota Wamena dimana awal mulai dilakukannya kegiatan-kegiatan pembangunan di lembah Balim adalah dari Wesaput Penjelasan di atas bukanlah final karena masih ada perbedaan pendapat dikalangan para pelaku sejarah.

Tidak ada yang mengetahui dengan pasti awal mula Wamena digunakan sebagai nama kota di Lembah Balim ini hal itu disebabkan minimnya sumber data yang otentik yang dapat digunakan sebagai landasan observasi dan pengujian lapangan apakah Wamena diambil dari salah satu nama tempat di Lembah Balim ini atau dari salah satu bahasa perantara di kalangan masyarakat yang mendiami lembah ini.

Nama Wamena kemudian dapat ditelusuri dari beberapa informasi yang sempat ditulis oleh para misionaris yang pernah melakukan ekspedisi di daerah ini dengan menyampaikan data tertulis serta informasi lisan yang berhasil dikumpulkan pada saresehan/seminar hari Jadi Kota Wamena tanggal, 4 Nopember 1996.

Guna menghindari kontroversi dan kesimpangsiuran di kalangan masyarakat menyangkut hari jadi Kota Wamena, maka Pemerintah Daerah Tingkat II Jayawijaya telah mengadakan beberapa kali saresehan dan seminar untuk mendapatkan masukan terkait hari jadi kota Wamena yang dilaksanakan pada tanggal 4 Nopember 1996, tanggal 5 Maret 1997 dan seminar pada tanggal 10 Pebruari 1998.

Dari hasil saresehan dan seminar tersebut telah diputuskan bahwa hari jadi Kota Wamena jatuh pada tanggal 10 Desember tahun 1956. Bentuk keputusan tersebut dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Jayawijaya Nomor 4 tahun 1998.

Penetapan tanggal 10 Desember tahun 1956 bukan tanggal 14 Desember 1956 sebagai Hari Jadi Kota Wamena lebih banyak didasarkan pada aspek kedatangan misi Pemerintahan pertama meskipun secara operasional Pemerintahan itu sendiri dimulai pada tanggal, 14 Desember 1956.

Cara ke Wamena

Bandar udara Wamena by IG @oemarbobo
Bandar udara Wamena by IG @oemarbobo

Secara geografis, Wamena yang terletak di Kabupaten Jayawijaya berada di hamparan Lembah Baliem, sebuah lembah yang terbentang pada areal ketinggian 1500-2000 meter di atas permukaan laut. Jadi mau tidak mau, pesawat adalah satu-satunya solusi jika ingin menuju daerah tersebut.

Transportasi di Wamena

Transportasi Kabupaten Jayawijaya hingga saat ini masih mengandalkan perhubungan udara. Sedangkan transportasi darat yang menghubungkan Wamena dengan empat puluh distrik (hasil pemekaran distrik tahun 2011) di kabupaten Jayawijaya, sudah dapat dijangkau dengan kendaraan beroda empat atau setidaknya dengan kendaraan roda dua.

Hotel di Wamena

Ada banyak hotel di Wamena yang bisa anda gunakan menginap selama disana, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut

  • Baliem Valley Resort, Desa Sekan, Kecamatan Wawelagama, Kabupaten Jaya
  • Nayak Hotel, Jl. Gatot Subroto No. 63
  • Hotel Rannu Jaya 2, Jl. Gatot Subroto No. 50
  • Hotel Mas Budi, Jl. Pattimura No. 32
  • Hotel Rannu Jaya 1, Jl. Trikora No. 109

Iklim di Wamena

Iklim kota Wamena cukup dingin dengan suhu antara 15 sampai 20 derajat celcius.

Bahasa Daerah di Wamena

Bahasa Daerah Suku Dani yang mendiami Daerah Lembah Baliem menggunakan Bahasa-bahasa yang masuk dalam bahasa Papua dari filum Trans-New Guinea. Bahasa Daerah yang digunakanpun mempunyai perbedaan dialog dan pengucapan antar satu wilayah dengan wilayah Daerah lainnya walaupun masih berada dalam jangkauan jarak tempuh yang boleh dikatakan masih dekat.

Objek Wisata di Wamena

Air Terjun Napua di Distrik Napua b IG @noel_maroon
Air Terjun Napua di Distrik Napua b IG @noel_maroon

Ada banyak objek wisata menarik di Wamena yang bisa anda kunjungi ketika pergi ke Wamena. Tentunya wisata di Wamena ini tak jauh dari objek wisata alam berupa pantai, dan air terjun. Namun tentunya juga ada objek wisata bersejarah di Wamena. Untuk beberapa objek wisata di Wamena yang bisa Anda kunjungi adalah sebagai berikut.

  • Air Terjun Napua dan Wisata Alam di Disttrik Napua
  • Telaga Biru-Maima dan Jembatan Kuning di Distrik Asolokobal
  • Tirta Wesapot dan Patung Sejarah Ukumearek Aso di Distrik Asotipo
  • Jembatan Gantung dan Wisata Alam di Distrik Asotipo
  • Tirta Walesi dan Wisata Alam di Distrik Walesi
  • Wisata Mumi Aradoba di Distrik Asologaima
  • Wisata Mumi Aikima dan Pasir Putih di Distrik Pisugi
  • Wisata Mumi Jiwika dan Air Garam di Distrik Karulu
  • Wisata Goa Kontilola, Sikepalki dan Lokale di Distrik Karulu
  • Air Terjun Tinggi Tinggima di Distrik Wolo

Mal di Wamena

Wamena Mall terletak di Ibukota Jayawijaya

Museum di Wamena

  • Museum Negeri Wamena

Tempat Makan Rekomendasi di Ambarawa

  • Udang Selingkuh, Udang dengan capit besar dianggap telah berselingkuh dengan kepiting, merupakan hewan endemik sungai Baliem. Hanya ada di Wamena dan tidak dibudidayakan, jadi tergantung musim. Setidaknya ada 5 restoran di Wamena menyediakan udang selingkuh. Salah satunya rumah makan Mas Budi.
  • Ubi, merupakan makanan pokok masyarakat Papua Tengah.
  • Ulat Sagu, meskipun memiliki kandungan protein tinggi, tidak banyak orang bernyali menikmatinya. Tapi sesekali tak ada salahnya mencoba.
  • Papeda, bentuknya mirip lem kanji, untuk mengambilnya digunakan dua bilah kayu mirip garputala. Makanan ini tidak hanya populer di Papua tapi juga di Maluku.
  • Ikan Kuah Kuning, rasanya mirip pindang bening ikan di Sumatra. Segarnya rasa jeruk nipis dan rempah bercampur jadi satu. Potongan tomat dan daun kemangi membuat rasanya makin nendang, sangt pas dinikmati saat masih hangat.
  • Sayur Ganemo, Daun melinjo muda ditumis bersama bunga pepaya dan cabai. Sayur Ganemo biasa disandingkan bersama Ikan Kuah Kuning dan Papeda.

Tips Wisata di Wamena

Bepergian ke daerah ini berarti wajib membawa pakaian yang serba tebal. Jangan sampai ada yang tertinggal, soalnya suhu udara disini sangat dingin. Jangan lupa juga membawa uang yang cukup karena akan dikenakan ongkos yang cukup tinggi jika berkunjung ke tempat wisata tertentu.

Informasi Penting Untuk Diketahui di Wamena

Untuk keadaan darurat atau emergency, anda perlu tahu dua tempat penting berupa fasilitas kesehatan di Wamena ini.

  • RSU Wamena, Jalan Trikora Wamena No.9
  • Puskesmas Wamena, Wamena Kota

Leave a Reply