Museum Balla Lompoa Makassar, Apa Saja Koleksi Didalamnya
Museum Balla Lompoa: Menyimpan Koleksi Bersejarah Kerajaan Gowa
Museum Adalah
Museum adalah sebuah tempat yang memiliki peran penting dalam melestarikan sejarah dan budaya suatu bangsa. Tempat ini menyimpan berbagai macam koleksi benda-benda bersejarah, langka, dan asing yang memiliki nilai historis, baik untuk masa sekarang maupun masa lalu. Museum tidak hanya memiliki koleksi benda-benda masa lalu, tetapi juga mengembangkan koleksi yang lebih modern seperti patung lilin, museum tiga dimensi, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk menarik minat pengunjung dan menjadikannya sebagai objek wisata favorit.
Salah satu museum yang masih menyimpan berbagai macam koleksi benda bersejarah di Indonesia adalah Museum Balla Lompoa. Museum ini terletak di Kabupaten Gowa, Sungguminasa, Makassar, Sulawesi Selatan. Museum ini memiliki alamat lengkap di Jalan Sultan Hasanuddin nomor 48, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa. Kota Sungguminasa berbatasan langsung dengan kota Makassar, sehingga museum ini cukup dekat dengan pusat kota.
Latar Berdirinya
Sebuah museum tidaklah dibuat begitu saja tanpa ada sejarah yang melatar belakanginya. Begitu pula dengan Museum Balla Lompoa. Nama museum ini memiliki arti rumah besar atau rumah kebesaran, dan hal ini sesuai dengan fungsinya sebagai tempat penyimpanan berbagai macam koleksi benda bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa.
Museum Balla Lompoa didirikan pada tahun 1936, pada zaman pemerintahan Raja Gowa yang ke tiga puluh satu. Bangunan museum ini memiliki bentuk rumah khas suku Bugis, yaitu rumah panggung. Museum ini memiliki tangga dengan tinggi sekitar dua meter lebih yang langsung menuju teras. Lingkungan museum juga dibatasi oleh tembok tinggi dalam lahan seluas satu hektar.
Dari Kayu
Secara keseluruhan, bangunan Museum Balla Lompoa terbuat dari kayu besi atau yang dikenal sebagai kayu ulin khas Bugis. Di dalam museum terdapat beberapa ruangan yang memiliki fungsi masing-masing untuk memamerkan koleksi bersejarah dari Kerajaan Gowa. Selain benda-benda bersejarah, museum ini juga menyimpan kisah sejarah Kerajaan Gowa yang dapat diketahui melalui kunjungan ke museum ini.
Salah satu ruang utama dalam museum ini dipasangi silsilah kerajaan Gowa sejak Raja pertama bernama Tomanurunga di abad ke-13 hingga Raja terakhir bernama Sultan Mochamad Abdulkadir A.A.Idjo Karaeng Lalongan dengan masa pemerintahan dari 1947 sampai 1957. Bagan silsilah kerajaan terpasang di bagian ruang utama museum, sedangkan di bagian kanan dinding terdapat peta Indonesia. Di ruang utama, terdapat singgasana raja serta payung lalong sipue yang digunakan untuk pelantikan raja.
Museum Balla Lompoa pernah mengalami restorasi pada tahun 1978 hingga 1980. Restorasi ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan bangunan museum dan menjaga keaslian koleksi benda-benda bersejarah di dalamnya. Restorasi ini diresmikan kembali oleh Direktur Jendral Kebudayaan saat itu, yaitu Prof. Dr. Haryati Subadio.
Koleksi Didalam
Museum Balla Lompoa memiliki beraneka ragam peninggalan kerajaan, di antaranya adalah perhiasan, mahkota kerajaan, benda pusaka seperti keris, alat perang, dan bahkan Al-Quran zaman kerajaan. Koleksi-koleksi ini memiliki nilai historis dan juga nilai materi yang tinggi.
Dalam museum ini terdapat dua ruang utama. Ruang utama pertama memiliki luas 60×40 meter persegi, sedangkan ruang utama kedua adalah ruang teras yang memiliki luas 40×4.5 meter persegi. Ruang utama terbagi menjadi tiga bilik dengan ukuran 6×5 meter persegi. Setiap bilik memiliki fungsi masing-masing, seperti kamar pribadi raja, bilik kerajaan, dan tempat penyimpanan benda-benda bersejarah.
Salah satu hal yang unik dari Museum Balla Lompoa adalah banyaknya jendela dalam bangunannya. Setiap jendela memiliki ukuran 0.5×0.5 meter persegi. Hal ini merupakan ciri khas rumah suku Bugis.
Koleksi yang ada dalam Museum Balla Lompoa berjumlah sekitar 140 buah. Setiap koleksi tersebut memiliki nilai historis dan materi yang tinggi. Beberapa koleksi yang menarik perhatian adalah perhiasan yang terbuat dari batu mulia seperti berlian, permata, dan batu rubi. Ada perhiasan yang memiliki bobot 700 kg bahkan mencapai satu kilogram.
Salah satu koleksi yang menarik adalah mahkota raja. Mahkota ini memiliki berat 1.7 kilogram dan dihiasi dengan 250 batu permata dan berlian. Mahkota ini memiliki bentuk kerucut seperti bunga teratai dengan lima helai kelopak daun. Selain itu, terdapat juga keris emas yang memiliki berat hampir satu kilogram. Keris ini merupakan hadiah dari Kerajaan Demak dan memiliki nama “tatarapang”.
Tidak hanya koleksi perhiasan, Museum Balla Lompoa juga memiliki koleksi lain seperti kalung, kancing, gelang, dan alat perang seperti tombak. Terdapat pula literasi yang ditulis di atas daun lontar, naskah berjumlah tujuh, serta dua kitab Al-Quran tulis tangan tahun 1848.
Informasi dan Fasilitas Tambahan
Pengunjung yang datang ke Museum Balla Lompoa tidak perlu khawatir kebingungan mengenai informasi seputar koleksi museum. Pengunjung akan dipandu oleh pemandu dari museum yang siap memberikan penjelasan mengenai setiap koleksi benda bersejarah yang ada.
Untuk dapat sampai ke Museum Balla Lompoa, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum dari Makassar. Lokasi museum ini mudah dijangkau dan terletak tidak jauh dari pusat kota. Harga tiket masuk atau biaya untuk masuk ke dalam museum ini gratis, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir mengeluarkan uang tambahan untuk menikmati koleksi benda-benda bersejarah di dalamnya.
Pengunjung juga diperbolehkan untuk mengambil foto atau gambar di dalam museum, namun dengan tetap menjaga kesopanan dan etika. Pengunjung juga diharapkan untuk tidak merusak pajangan atau koleksi benda-benda bersejarah yang ada di dalam museum.
Dengan adanya Museum Balla Lompoa, kita dapat lebih memahami dan mengapresiasi sejarah serta budaya Kerajaan Gowa. Museum ini menjadi saksi bisu dari kejayaan Kerajaan Gowa di masa lalu dan menjadi tempat yang berharga untuk belajar dan menjaga warisan budaya yang ada. Melalui Museum Balla Lompoa, kita dapat melihat dan menyentuh sejarah dengan lebih dekat dan menghargai perjuangan nenek moyang kita dalam membangun dan mempertahankan kebudayaan Bugis.
Referensi:
– Jejak Piknik. (2018). Museum Balla Lompoa Makassar, Menyimpan Koleksi Bersejarah Kerajaan Gowa. Diakses pada 1 Desember 2021, dari https:///museum-balla-lompoa-makassar/
– Tunawisma. (2018). Museum Balla Lompoa Makassar. Diakses pada 1 Desember 2021, dari https://www.tunawisma.com/2018/05/museum-balla-lompoa-makassar.html
– Jatinecia. (2018). Museum Balla Lompoa Makassar. Diakses pada 1 Desember 2021, dari http://jatinecia.com/2018/05/museum-balla-lompoa-makassar/
– Tripadvisor. (n.d.). Museum Balla Lompoa. Diakses pada 1 Desember 2021, dari https://www.tripadvisor.co.id/Attraction_Review-g297722-d15615108-Reviews-Museum_Balla_Lompoa-Makassar_South_Sulawesi_Sulawesi.html