PERGIMULU.COM

Mau Pergi Liburan Kemana? Cari info di pergimulu.com saja!

10 Gambar Museum Kota Makassar, Sejarah Asal Usul, Lokasi Alamat, Jam Buka Tutup, Arsitektur Pembangunan + Akses Jalan Menuju ke Sana

Blog

Lokasi dan Informasi Umum Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar merupakan salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi bagi pecinta sejarah. Terletak di Jl. Balaikota No.11, Baru, Kecamatan Makassar, Sulawesi Selatan 13470, museum ini memiliki bangunan yang dominan dengan warna putih dan atap berwarna merah. Saat memasuki pelataran museum, pengunjung akan disambut dengan sebuah meriam berusia kurang lebih 300 tahun.

Museum Kota Makassar memiliki jam buka pada Selasa hingga Minggu pukul 08.00-15.30, sementara pada hari Senin museum tutup. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi nomor telepon (0411) 314077. Harga tiket masuk museum ini adalah Rp. 5.000. Untuk melihat lokasi museum secara detail, dapat mengklik link berikut: Klik Disini.

Sejarah dan Bangunan Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar didirikan atas prakarsa Walikota Makassar, Bapak Drs. HB. Amiruddin Maula, S.H., Msi pada awal masa jabatannya. Museum ini berada di gedung lama balaikota Makassar yang merupakan peninggalan pada masa penjajahan tahun 1916. Museum ini secara resmi diresmikan pada tanggal 7 Juni 2000.

Keberadaan Museum Kota Makassar sangat penting bagi masyarakat untuk mengetahui identitas, budaya, serta sejarah berdirinya Makassar. Museum ini juga menjadi wadah untuk melaksanakan berbagai program dalam rangka melestarikan budaya dengan melibatkan masyarakat Makassar, seperti pameran, seminar, dan kegiatan sejarah lainnya.

BACA JUGA :  10 Rekomendasi Salon Mobil Cibubur, Manakah Yang Menyediakan Paket Paling Bervariasi?

Bangunan museum ini memiliki gaya arsitektur art deco yang sangat kental. Ketika mengunjungi museum, Anda akan merasakan suasana khas jaman Belanda. Bangunan ini menjadi saksi bisu dari kondisi kota Makassar dari masa ke masa.

Koleksi di Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar memiliki koleksi benda-benda bersejarah yang sangat beragam. Di lantai pertama museum, terdapat koleksi foto-foto perkembangan Kota Makassar dari masa ke masa, lukisan klasik, mata uang yang pernah digunakan di Makassar dari masa kolonial sampai sekarang, serta benda-benda arkeologi.

Sementara itu, di lantai dua museum terdapat dokumentasi foto-foto, lambang-lambang, pernak-pernik, dan sebuah meja yang pernah digunakan oleh Bapak walkot Ujung Pandang. Setiap ruangan di museum ini akan membuat Anda terkagum-kagum akan keindahan arsitektur dan peradaban di kota ini.

Beberapa koleksi benda bersejarah yang dimiliki Museum Kota Makassar antara lain adalah berbagai motif batu arkeologi, keramik dari Cina dan Jepang pada masa Dinasti Ming abad ke-14 hingga ke-17, serta bola-bola meriam yang pernah digunakan oleh Belanda untuk memporak-porandakan Benteng Somba Opu.

Di museum ini juga terdapat banyak koleksi foto bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh di Makassar maupun yang telah tiada. Koleksi foto pelayaran rakyat Makassar menuju benua Australia untuk mencari teripang juga dapat ditemukan di museum ini.

Koleksi lainnya meliputi foto tempat ibadah bersejarah seperti Masjid Melayu, Masjid Katangka, dan Gereja Katedral. Selain itu, terdapat pula koleksi mata uang yang pernah digunakan di Kota Makassar, seperti dari jaman VOC dan Kerajaan Gowa, serta dokumen-dokumen bersejarah seperti Peta Benteng Somba Opu, Peta udara Makassar, dan dokumen perjanjian Bungaya antara VOC dengan Sultan Hasanuddin.

BACA JUGA :  Distributor Sembako di Sidoarjo Sebagai Langganan Kulakan Pedagang Kelontong dan Rumah Tangga

Di lantai dua museum, terdapat pula Maula Art Galeri yang menampilkan beragam pernak-pernik kerajinan tradisional warga Makassar. Semua koleksi di museum ini terjaga dengan baik hingga saat ini, sehingga pengunjung dapat melihat dan mempelajari sejarah Makassar secara langsung.

Museum Laligo

Selain Museum Kota Makassar, di Kota Makassar juga terdapat museum lain yang memiliki koleksi benda bersejarah yang populer, yaitu Museum La Galigo. Museum ini terletak di Jl. Ujung Pandang No. 1 dan didirikan pada tanggal 1 Mei 1970. Pada tanggal 24 Februari 1974, museum ini diresmikan oleh Prof. I.B. Mantra dengan penambahan gedung pameran serta pembinanaan.

Museum La Galigo memiliki koleksi yang mencapai 4999 buah, termasuk peninggalan prasejarah, keramik asing, dokumen, etnografi, dan numismatik. Koleksi etnografi yang ada di museum ini berasal dari berbagai jenis hasil kesenian, teknologi, peralatan hidup, dan lainnya.

Sarana dan Prasarana

Museum Kota Makassar memiliki sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung kegiatan pengunjung. Di dalam museum, terdapat berbagai ruangan pameran yang dilengkapi dengan penjelasan mengenai koleksi yang ditampilkan. Selain itu, terdapat juga ruang audio visual yang digunakan untuk menyajikan informasi tentang sejarah dan budaya Makassar.

Bagi pengunjung yang ingin beristirahat sejenak, tersedia juga ruang istirahat yang nyaman. Di sekitar museum, terdapat area parkir yang luas untuk kendaraan pengunjung. Museum Kota Makassar juga mudah diakses karena berada di pusat kota Makassar.

Kesimpulan

Museum Kota Makassar adalah tempat yang sangat menarik untuk dikunjungi bagi pecinta sejarah. Dengan koleksi benda-benda bersejarah yang lengkap dan beragam, pengunjung dapat mempelajari dan memahami sejarah serta budaya Makassar secara lebih mendalam.

Dengan lokasi yang strategis dan sarana prasarana yang baik, Museum Kota Makassar siap menyambut pengunjung dari berbagai kalangan. Jadi, jika Anda sedang berada di Kota Makassar, jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi museum ini dan menjelajahi sejarah yang terkandung di dalamnya.


Raka Andhika

Raka adalah seorang penulis blog perjalanan yang bersemangat dan kreatif. Raka memiliki kecakapan dalam menulis narasi perjalanan yang menarik dan informatif. Sejak usia muda, Raka sudah memiliki kegemaran menjelajahi tempat-tempat baru dan berinteraksi dengan berbagai budaya, yang kemudian mendorongnya untuk membagikan pengalaman tersebut melalui tulisan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *