Monumen Perjuangan Rakyat Monpera
Pengenalan Monumen Perjuangan Rakyat Palembang
Pengertian Monpera
Monumen Perjuangan Rakyat, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Monpera, adalah sebuah tugu peringatan yang dibangun untuk mengenang suatu peristiwa bersejarah. Monpera merupakan singkatan dari Monumen Perjuangan Rakyat. Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa Monpera yang terkenal, salah satunya berada di kota Palembang, Sumatera Selatan.
Karakteristik Monpera Palembang
Monpera Palembang memiliki ciri khas yang unik. Bangunannya berbentuk seperti bunga melati berkelopak lima. Melati dipilih sebagai simbol kemurnian dari perjuangan rakyat Palembang melawan penjajah, sedangkan lima kelopak melambangkan peperangan yang berlangsung selama lima hari lima malam. Monpera Palembang memiliki tinggi 17 meter, terdiri dari 8 lantai, dan memiliki 45 bidang jalur. Bangunan ini melambangkan simbolis kemerdekaan Indonesia.
Tidak hanya itu, terdapat pula tiga beton yang dibangun menanjak ke atas dengan tiap tiga beton dibangun tiga jalur. Jumlah keseluruhannya adalah sembilan, yang melambangkan “Batanghari Sembilan”, yaitu jumlah anak sungai yang bermuara ke Sungai Musi. Di sisi kiri dan kanan gedung terdapat relief sebagai miniatur yang menggambarkan perjuangan dan penderitaan rakyat Palembang saat masa penjajahan dan peperangan lima hari lima malam.
Sejarah Singkat Monpera Palembang
Monpera Palembang didirikan untuk mengenang pergerakan rakyat saat perang selama lima hari lima malam melawan penjajah Belanda. Monpera juga difungsikan sebagai museum penyimpanan benda bersejarah tentang perlawanan rakyat Palembang. Gedung Monpera sendiri mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1975 dan diresmikan pada tanggal 23 Februari 1988 oleh Menkokesra Alamsyah Ratu Perwira Negara.
Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, tentara sekutu datang bersama pasukan Belanda (NICA) ke beberapa wilayah Indonesia, termasuk Palembang. Belanda datang ke Kota Palembang pada tanggal 12 Oktober 1945. Awalnya, mereka dianggap sebagai tamu oleh rakyat Palembang dan hanya diizinkan tinggal di wilayah Talang Semut. Namun, pasukan Belanda ternyata memiliki niat untuk memperluas kekuasaannya.
Saat Belanda terlihat mencurigakan, Tentara Indonesia mencoba berunding, namun akhirnya memutuskan untuk mengangkat senjata melawan pasukan Belanda. Pada bulan Maret 1946, pasukan sekutu mencapai sekitar 2 batalyon, sehingga posisi Belanda semakin kuat di Palembang. Pada bulan Oktober, sekutu menyerahkan kedudukannya kepada Belanda.
Karena kuatnya posisi Belanda di Palembang, terjadi keributan dan kontak senjata yang sering terjadi antara pasukan Belanda dengan Tentara Republik Indonesia dan rakyat Palembang. Puncaknya terjadi pada tanggal 1 Januari 1947, ketika terjadi perang besar antara Belanda dengan Tentara Republik Indonesia dan rakyat Palembang. Perang ini berlangsung selama lima hari lima malam dan mengakibatkan separuh dari Kota Palembang hancur. Belanda tidak hanya menggunakan kekuatan darat, tetapi juga pasukan laut dan udara. Namun, semangat perjuangan tentara dan rakyat Palembang berhasil memukul mundur pasukan Belanda.
Wisata Edukasi di Monpera Palembang
Monpera Palembang menjadi objek wisata yang memberikan pengajaran sejarah perjuangan pahlawan kepada generasi muda. Setiap lantai di Monpera Palembang memiliki koleksi-koleksi khusus yang menceritakan masa perjuangan.
Pada lantai pertama, terdapat foto-foto pada masa perjuangan, ruang penitipan, dan beberapa buku sejarah yang dapat dibaca pengunjung untuk memperdalam pengetahuan tentang perjuangan rakyat Palembang. Lantai kedua menampilkan foto dan pakaian para pahlawan, serta koleksi mata uang sejak tahun 1945.
Naik ke lantai tiga, terdapat tiga patung pahlawan, yaitu drg. M Isa, Residen Abdul Rozak, dan dr. A.K. Gani. Patung-patung setengah badan ini terbuat dari perunggu. Lantai empat menampilkan senjata pelontar bom dan ranjau. Di lantai lima, terdapat patung setengah badan pahlawan lainnya, yaitu Kolonel H. Barlian, Brigjen TNI H. Hasan Kasim, dan Mayjen TNI H. Bambang Utoyo.
Lantai enam menampilkan beberapa lukisan masa perjuangan, sedangkan lantai tujuh digunakan sebagai tempat penyimpanan buku-buku sejarah. Lantai delapan berisi lukisan dan foto pahlawan. Di area monumen, terdapat taman terbuka yang sering digunakan untuk berfoto oleh para pengunjung. Monpera juga berdekatan dengan tempat wisata lainnya, seperti Museum Sultan Mahmud Badaruddin dan Masjid Agung Palembang.
Informasi Alamat dan Harga Tiket Masuk
Monumen Perjuangan Rakyat Palembang terletak di Jl. Merdeka No.1, 19 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Untuk mencapai Monpera, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum.
Monpera dapat dikunjungi pada hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 – 15.30 WIB. Monpera ditutup pada hari Senin dan Hari Libur Nasional.
Biaya masuk ke Monpera Palembang tergantung pada kriteria pengunjung. Untuk pelajar, harga tiket masuk adalah Rp. 1.000 per orang. Mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp. 2.000 per orang. Bagi wisatawan lokal, harga tiket masuk adalah Rp. 5.000 per orang, sementara untuk wisatawan mancanegara, harga tiket masuk adalah Rp. 20.000 per orang.
Dengan mengunjungi Monpera Palembang, kita dapat mengenang jasa-jasa para pahlawan dan memahami betapa berharganya kemerdekaan yang kita nikmati saat ini. Melalui wisata edukasi di Monpera, kita dapat belajar dan menghargai perjuangan pahlawan untuk mencapai kemerdekaan. Mari kita jaga dan lestarikan warisan sejarah ini untuk generasi mendatang.